triggernetmedia.com – Sebanyak 58 sertifikat tanah kekinian dibukukan jadi aset Pemerintah Kabupaten Ketapang. Sertifikat tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Ketapang, H. Farhan pada kegiatan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (Gemapatas) secara daring, di halaman Kelurahan Banjar. Pada Jum’at (3/2/2023).
Melalui Gemapas ini, juga turut diserahkan satu sertifikat aset Kepolisian RI, dan 121 sertifikat untuk Kelurahan Banjar melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2022 oleh BPN Ketapang.
“Terimakasih kepada Kepala Kantor BPN Ketapang yang elah mengurus sertifikat hak atas tanah di wilayah Ketapang. Tentunya kita sangat mendekung program PTSL dan Gemapetas ini, maupun program lain-lain BPN di Ketapang. Semua tentu demi masyarakat, demi keamanan, ketenteraman dan meningkatkan kesejahteraan,” ujar Wabup H. Farhan.
“Kita menyadari program BPN seperti PTSL sangat baik untuk kepentingan masyarakat. Sehingga masyarakat memiliki kepastian legalitas atau alas hak yang jelas dan kuat atas tanahnya,” sambungnya.
Masyarakat di Kabupaten Ketapang selanjutnya diimbau semakin peduli terhadap aset tanah, dengan melakukan pemasangan patok batas tanah yang di miliki, sebagai hak atas tanah.
“Melalui daring ini kita telah mendengar bersama arahan menteri ATR/BPN RI terkait adanya predikat Kota Lengkap. Kita akan mulai dari bawah, dari desa dengan predikat desa lengkap, harapannya Ketapang bisa meraih predikat itu,” ujar Wabup Farhan.
Sementara itu, menurut Kepala Kantor BPN Ketapang, Banu Subekti, di Kabupaten Ketapang ada 320 patok dari program Gemapantas 1 Juta Patok serempak di seluruh wilayah Indonesia pada 2023 ini.
“Namun, pemasangan patok tentu tidak berakhir hanya sampai 320 saja di masyarakat. Program harus tetap berkelanjutan,” jelasnya.
Disebitkan, dari 320 patok dari pemerintah itu hanya untuk contoh dan memotivasi masyarakat di tanahnya masing-masing.
“Jadi program Gemapatas 1 juta patok tidak berarti semua masyarakat diberi patok oleh pemerintah,” ujar Banu.
“Setelah program ini berjalan masyarakat diharapkan ikut memasang batas tanahnya dengan patok milik masing-masing. Semoga semua tanah masyarakat di Ketapang segera memiliki patok batas,” kata memungkas.




