triggernetmedia.com – Asisten Administrasi Umum Sekda Landak Theresia Limawardani, mengungkapkan, saat ini kondisi dilapangan terkait penyaluran bantuan sosial diakui masih ada yang belum tepat sasaran.
“Kita akui kendala di lapangan terkait penyaluran bantuan sosial itu memang ada beberapa yang kurang tepat sasasaran, karena itu kita perlu melakukan pemutakhiran data lebih tepat sasaran. Mari kita bersama-sama melakukan Pemutakhiran Data DTKS di seluruh Desa,” imbau Theresia pada giat Bimbingan Teknis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) bagi Operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) Desa Sekabupaten Landak di Aula Kantor Bupati Landak. Kamis (19/12/2022).
Theresia pun mengingatkan agar musyawarah desa harus di lakukan dengan sebenarnya. Karena menurutnya, desa dalam melakukan musyawarah desa yakni untuk menentukan usulan DTKS dan usulan bansos harus di lakukan dengan sebaik-baiknya.
“Demikian juga dengan perangkat desa, untuk memasukan data data ke DTKS harus pertimbangan Musyawarah Desa terlebih dahulu. Jangan sampai karena masyarakat memaksa untuk di masukan DTKS tanpa pertimbangan Musdes semua masyarakat di masukan datanya ke DTKS dan di usulkan bansos,” ujarnya.
“Jika makin banyak masyarakat yang masuk DTKS dan mendapat bansos, berarti makin bertambah masyarakat miskin di Kabupaten Landak, Hal ini tentunya bertentangan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Bupati Landak, yakni menurunkan angka kemiskinan Kabupaten Landak,” sambungnya.
Lebih lanjut Theresia berpesan kepada para peserta untuk dapat mengikuti kegiatan bimtek dengan baik.
“Saya berharap para peserta pertemuan dapat mengikuti penjelasan secara teknis dari dinas sosial pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan keluarga berencana Kabupaten Landak untuk pelaksanaan pemuthakiran data terpadu kesejahteraan sosial di masing-masing Desa dengan baik,” katanya.
Ditempat yang sama Kepala Dinas Sosial P3AKB Landak, Paolip, menegaskan, pihaknya di Dinsos siap membantu permasalahan di Desa.
“Jika ada masalah di masing-masing desa dapat kita share bersama dan dapat datang di kantor karna kami siap membantu,” ujar Paolip.




