banner 120x600 banner 120x600

Erdogan Serukan Rusia dan Ukraina Genjatan Senjata

BBC
banner 468x60

triggernetmedia.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak Rusia dan Ukraina untuk mengakhiri apa yang disebutnya sebagai tragedi bersama dari perang ketika membuka putaran terbaru perundingan perdamaian di Istanbul pada Selasa (29/03).

Presiden Erdogan kembali menyerukan perlunya gencatan senjata dan sudah waktunya perundingan membuahkan hasil nyata. Dikatakan kemajuan dalam pertemuan kali ini akan membuka jalan bagi pertemuan tingkat kepala negara. Turki juga siap menjadi tuan rumah tingkat kepala negara.

Ditambahkan persahabatan Turki dengan kedua negara membuatnya merasa perlu untuk menjadi penengah.

“Upaya mengakhiri tragedi ini tergantung pada kedua pihak,” kata Presiden Erdogan. Seperti dinukil dari laman suara.com.

Delegasi Rusia dan Ukraina bertemu dalam perundingan yang dijembatani Turki, meskipun tak banyak yang dapat diharapkan dalam putaran kali ini. Pertemuan diadakan di kantor presiden yang disebut Dolmabahce, terletak di pinggir Selat Bosphorus, Istanbul.

Baca juga  Sembilan WNI Berhasil Dievakuasi dari Chernihiv

“Saya berharap pertemuan dan perundingan ini akan menguntungkan negara-negara Anda, kawasan kita dan umat manusia,” kata Presiden Erdogan ketika membuka pertemuan.

Sedari awal perang, Presiden Erdogan telah mengatakan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy bahwa Ankara siap memediasi gencatan senjata.

Turki adalah anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tetapi mempunyai hubungan dekat dengan Rusia.

Erdogan sejauh ini tidak ikut menjatuhkan sanksi terhadap Moskow, sebagaimana dilakukan negara-negara Barat.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pembicaraan dengan Presiden Erdogan pada Kamis (17/03). Dalam pembicaraan itu, Presiden Putin menyampaikan apa yang sebenarnya menjadi tuntutan Rusia untuk mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina.

Kini Ukraina telah menyatakan akan mempertimbangkan tuntutan Moskow agar Ukraina bersikap netral dengan tidak menjadi anggota NATO, tetapi tidak akan mengorbankan wilayah atau kedaulatannya.

Baca juga  Tak Tahan Dicela Haters Terus Menerus, YouTuber Serbia Ini Bunuh Diri

Seorang delegasi Ukraina mengatakan prioritas utama dalam perundingan di Istanbul ini adalah membicarakan gencatan senjata.

Roman Abramovich turut hadir

Sementara itu, miliarder Rusia Roman Abramovich – pemiliki klub sepak bola Chelsea- tampak berada di ruang pertemuan.

Gambar-gambar yang disiarkan televisi Turki, Abramovich tampak duduk di samping Ibrahim Kalin – juru bicara Presiden Erdogan.

Ia tidak duduk di meja utama yang digunakan delegasi Rusia dan Ukraina.

Kalin dilaporkan membantu mengkoordinasikan pertemuan antara Abramovich dan anggota delegasi Ukraina di Istanbul. Kehadiran Abramovich menunjukkan ia masih terlibat dalam upaya mediasi.

Kemarin muncul laporan bahwa ia mengalami gejala dugaan keracunan saat menghadiri perundingan damai di perbatasan Ukraina-Belarus beberapa pekan lalu.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.