triggernetmedia.com – Wakil Bupati Ketapang, H. Farhan menyatakan, pengembangan budaya daerah merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, budaya merupakan wujud pemikiran dan perilaku kehidupan manusia.
“Seluruh anggota MABM Ketapang diharapkan selalu menjaga kekompakan dan bisa bekerja sama dalam mengembangkan budaya yang ada di Ketapang ini,” katanya, Senin (15/3/2021).
Mantan Sekretaris MABM Ketapang periode lalu ini mengungkapkan, Ketapang sebagai daerah yang pernah menjadi pusat kerajaan tertua di Kalimantan Barat, sehingga memiliki keistimewaan yang harus benar-benar dilestarikan dan pengembangan budaya daerahnya secara bersama.
Seperti diketahui, Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Ketapang menggelar Musyawarah Daerah ke IV di Rumah Adat Melayu Kiyai Mangku Negeri di Jalan Lingkar Kota pada Sabtu (13/3/2021). Musyawarah dihadiri seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) MABM se-Ketapang. Pembukaan pemilihan pengurus baru MABM juga dihadiri Ketua MABM Kalimantan Barat, Chairil Effendy dan unsur Forkopimda.
Dalam Musda ke IV MABM Ketapang ini Wakil Bupati Ketapang, H. Farhan berpesan kepada pengurus untuk selalu mengedepankan musyawarah mufakat untuk kepentingan bersama di MABM Ketapang.
“Karena inilah yang menjadi poin yang terbaik di dalam menjalankan organisasi,” katanya.
Pada Musda ke IV MABM Ketapang ini, Rustami terpilih sebagai Ketua MABM Ketapang periode 2021-2025. Sekretaris dah bendahara dijabat M Febriadi dan Barayan. Sementara Ketua Dewan Mangku Adat diamanahkan kepada Darmansyah.
Pengukuhan DPD MABM Ketapang langsung dilakukan pada Sabtu (13/3) malam di Rumah Adat Melayu Kiyai Mangku Negeri oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) MABM Kalimantan Barat, Chairil Effendy. Pada kesempatan ini dirinya mengapresiasi pelaksanaan Musda ke IV IV MABM Ketapang yang berlangsung dengan sukses.
“Ini menandakan bahwa MABM Ketapang menjadi organisasi yang sehat, karena dapat menyelenggarakan acara musyawarah daerah ini yang berisi pertanggungjawaban ketua dan pengurus kepada seluruh pengurus MAMB Ketapang dengan baik,” ujarnya.
Mantan Rekor Universitas Tanjungpura itu juga menekankan program kerja MABM Ketapang kedepan harus semakin baik. Program kerja yang rasional dan dapat direalisasikan sesuai harapan bersama, utamanya dalam hal pelestarian budaya.
“Ketapang ini punya sejarah gemilang di masa lalu. Punya Kerajaan Tanjungpura, punya sejarah perlawanan terhadap pemerintah kolonial, punya peninggalan-peninggalan budaya yang menjadi milik khas masyarakat Ketapang, ini perlu dijaga dan dilestarikan,” ungkapnya.
Menurutnya MABM merupakan bagian dari masyarakat Ketapang yang harus bisa bekerja sama dengan kelompok-kelompok masyarakat dalam mendukung pemerintah menyelenggarakan pembangunan fisik maupun nonfisik.
“Saya harap MABM bisa menjadi yang terdepan dalam menggandeng kelompok-kelompok masyarakat lain di dalam menjaga keharmonisan, di dalam membantu pemerintah melakukan pembangunan dan menginisiasi berbagai kegiatan kemasyarakatan agar hidup kita menjadi lebih baik dari hari ke hari,” harapnya.
“Saya juga berpesan agar pengembangan kebudayaan dan ruh Melayu benar-benar hidup. Tidak masalah menggunakan nama MABM atau tidak, karena MABM ini hadir untuk menginspirasi munculnya ruh dan Melayu dan Kemelayuan tampak di setiap kegiatan,” timpalnya.
Sementara itu, mantan Ketua Harian MABM Ketapang, Junaidi, mengucapkan selamat atas terlaksananya musyawarah daerah ke IV MABM Ketapang. Dia berharap ketua yang terpilih dapat bekerja sama dengan seluruh pengurus untuk memajukan budaya Melayu di Ketapang.
“Yang penting adalah bekerja sama dengan pemerintah dan etnis-etnis lain yang ada di Ketapang. Semoga dengan kepengurusan baru ini semakin menjadikan Melayu di Ketapang semakin jaya,” pungkasnya.
Pewarta : Jhon
Editor : Ariz




