triggernetmedia.com – Bukit Sepancong Spot 2 di Desa Cipta Karya, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang ditutup sementara oleh pengelola desa sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Corona.
Sebelumnya, objek wisata ini ramai dikunjungi oleh wisatawan dan sudah resmi di launching oleh Desa sebagai salah satu aset yang dikelola oleh pemerintah Desa Cipta Karya.
Kepala Desa Cipta Karya, Benyamin Calvin mengungkapkan penutupan sementara ini untuk memutuskan rantai penyebaran virus Covid-19 yang sedang mewabah di dunia, sampai batas waktu aman.
Meski diakui, penutupan wisata bukit Sepancong Spot 2 ini sangat berpengaruh pada tingkat penghasilan retribusi pengunjung yang masuk sejak dilaunching pada pertengahan Maret 2020 lalu.
“Sebenarnya pengunjung bukit Sepancong pada tahun 2020 ini sudah mencapai 1000 pengunjung dari berbagai daerah.
Untuk sementara waktu terpaksa kita tutup setelah ada pengumuman titik aman dari pemerintah. Kita berharap virus ini cepat berlalu, karena sangat berpengaruh pada penghasilan masyarakat setempat. Yang biasanya masyarakat biasa mengelola tempat wisata ini bisa menerima pengunjung 50-100 orang perminggu tapi karena adanya pandemik ini wisata kita tutup,” ujar Calvin, Kamis (2/4/2020).
Calvin meminta kepada masyarakat atau pengunjung yang ingin ke Sepancong untuk tidak urungkan niatnya, sampai pada titik aman, sambil dilakukan pembenahan di areal Bukit Sepancong Spot 2 untuk lebih diperindah.
Dia mengatakan, ada beberapa spot foto, rumah foto yang terbuat dari kayu dan bambu atau disebut dengan Langko Sepadang Hill, dan pembangunannya juga menggunakan sumber daya masyarakat desa itu sendiri.
“Semua fasilitas yang ada di bukit Sepancong itu kita yang bekerja masyarakat, pemuda setempat. Karena kita ingin hasil karya benar-benar dari masyarakat desa Cipta Karya,” kata Calvin.
Selain itu, beber Calvin, untuk menciptakan wisata yang berkelanjutan dan tidak monoton, Bumdes dan komunitas desa membuat taman konservasi anggrek yang diambil gunung Bawang untuk di budidayakan di kaki bukit Sepancong. Hal itu dilakukan supaya menciptakan sebuah wisata baru yang berkelanjutan, sehingga pengunjung tidak hanya mendaki bukit Sepancong saja tetapi juga mendapatkan edukasi dari teman anggrek tersebut.
“Saat ini kita baru menanam sekitar 20 macam anggrek, dan kita terus menambah. Karena anggrek ini kalau dilihat semakin waktu semakin habis. Sehingga kita berpikir bagaimana agar anggrek yang ada di kabupaten Bengkayang dari gunung Bawang bisa terus ada, dan kita berharap bisa menjadi media belajar bagi masyarakat dan pengunjung yang datang di wisata bukit Sepancong,” jelasnya.
Calvin berharap, langkah yang ia lakukan bersama dengan unit usaha lain desa Cipta Karya dapat menambah daya tarik wisata dan menjadi wisata alternatif konservasi alam di Bengkayang. Ia juga berharap Pemkab Bengkayang kedepannya mendukung dan terlibat dalam mengambangkan wisata ini.
“Karena masih banyak pembangunan dan pembenahan yang diperlukan dan dibangun secara bertahap, seperti akses jalan, WC dan lainnya,” katanya lagi.
Sementara itu, dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Bengkayang, pengelola Hotel Lala Golden Bengkayang terpaksa menutup sementara sejumlah fasilitas untuk kunjungan tamu termasuk rumahkan sebagian karyawan hotel.
Selain itu, pihak hotel juga mengaku akibat wabah ini pemesanan kamar hotel turun drastis sejak awal tiga pekan terakhir.
Menurut Manajer Lala Golden Bengkayang, Benny, pihaknya telah menutup sementara sejumlah fasilitas wisata khusus tamu seperti kolam renang, hiburan karoke pasca keluarnya instruksi pemerintah kabupaten Bengkayang.
Dikatakan, pembatasan ini berlaku sampai ada petunjuk resmi dari pemerintah terkait keadaan aman.
“Dampak virus Covid-19 ini sangat kita rasakan, terutama tingkat pemesanan hotel turun drastis hingga capai 80 persen dari hari normal. Tidak hanya itu sejumlah karyawan hotel juga kita rumahkan sementara waktu, dan gaji mereka dibayar 50 persen dari gaji pokok,” ungkapnya.
“Banyak kegiatan yang sudah booking room cancel. Ada beberapa kegiatan kabupaten dan provinsi yang juga harus cancel, yang seharusnya dilakukan Maret April ini di hotel Lala. Tentu sangat berpengaruh ya pada pendapatan hotel, biasa normalnya ada 6-10 room kamar yang dipesan, ini hanya ada 2-3 saja,” ujar
Benny.
Benny berhahap pandemik virus corona (Covid-19) cepat berlalu, agar tidak memberi dampak besar bagi sektor pariwisata dan perhotelan dan sektor ekonomi lainnya.
Doe I Ariz




