triggernetmedia.com – Bupati Sanggau, Paolus Hadi mengungkapkan, Kabupaten Sanggau saat ini masih bermasalah dengan angka putus sekolah. Menurutnya, bisa saja salah satu penyebabnya adalah faktor sistem zonasi.
“Kalau memang penyebabnya akibat penerapan aturan sistem zonasi, kita akan sampaikan protes keras dan layangkan surat. Bayangkan angka itu melompat begitu signifikan,” ujarnya.
Selain itu, sambung Paolus Hadi, diduga ada faktor lain yang berkontribusi pada peningkatan angka putus sekolah di kabupaten itu.
“Angka putus sekolah yang sangat tinggi ini harus kita cek sebab musabahnya,” kata dia.
Meski demikian, Paolus Hadi tak menyangkal, faktor lain dari tingginya angka putus sekolah di Kabupaten Sanggau itu boleh jadi disebabkan karena alasan usia sekolah yang justru malas untuk bersekolah.
“Untuk itu harus dicari tahu dulu apa sebenarnya faktor penyebab angka putus sekolah yang begitu signifikan peningkatannya di Kabupaten Sanggau. Salah satunya melalui sensus penduduk, yang diharapkan nantinya dapat diketahui itu,” pungkasnya.
Kekinian, data anak putus sekolah di Kabupaten Sanggau mengalami peningkatan signifikan.
Diatas kertas, data lompatan angka putus sekolah berdasarkan update data di Disdikbud Kabupaten Sanggau pada tahun 2017 terdata pada tingkat SD sebanyak 19 murid, tingkat SMP sebanyak 15 murid dan SMA sebanyak 43 murid.
Sementara, pada tahun 2018, update angka putus sekolah di Disdikbud Kabupaten Sanggau terdata di tingkat SD mencapai 197 murid, tingkat SMP mencapai 372 murid, dan tingkat SMA mencapai 174 murid.
Libertus I Ariz




