triggernetmedia.com – Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa mengimbau masyarakatnya di Kabupaten Landak, khususnya yang memiliki hewan peliharaan seperti nnjing, kucing, kera atau hewan peliharaan yang berpotensi menularkan rabies lainnya untuk dapat divaksinasi anti rabies ke hewan peliharaan mereka.
“Vaksinasi bukanlah membunuh tetapi melindungi hewan peliharaan dari penularan rabies, ayo bebaskan rabies dengan vaksinasi hewan sehat, manusia selamat,” imbau Karolin, Jum’at (17/1) di Pendopo Bupati Landak.
“Penyakit rabies atau penyakit anjing gila merupakan penyakit hewan yang sangat berbahaya dan mematikan. Rabies dapat menular ke manusia melalui gigitan atau cakaran, jilatan luka oleh hewan pembawa rabies atau hewan penular rabies,” ujar Karolin menambahkan.
Bupati Karolin menyebut, penyakit rabies saat ini sudah menyebar di 13 Kabupaten atau Kota yang ada di Kalimantan Barat.
menurutnya, hanya Kota Pontianak saja yang terbebas dari penyebaran rabies.
Sedangkan di Kabupaten Landak, sebut Karolin, penyakit rabies ini sudah menyebar di 13 Kecamatan. Karena itu menurutnya perlu dilakukan tindak pengendalian.
“Saya kembali menghmbau kepada masyarakat untuk tidak membawa hewan penular rabies (HPR) khususnya anjing dari luar Kabupaten Landak ataupun membawa anjing dari Kabupaten Landak ke Kabupaten atau Kota lain,” tegas Karolin.
“Jadilah pemilik hewan peliharaan yang bertanggung jawab dengan memberi makan atau minum, mengkandangkan serta menjaga kesehatanya dengan vaksinasi anti rabies pada hewan peliharaan setiap tahunya, setelah hewan peliharaan seperti hewan penular rabies (HPR) di vaksinasi anti rabies oleh petugas kesehatan hewan, kemudian jangan dimandikan, hewan di kandangkan atau di kurung selama 14 hari untuk mencegah kematian pasca vaksinasi,” ujar Karolin.
Lebih lanjut Bupati Karolin mengingatkan, jika terdapat warga yang tergigit oleh salah satu hewan pembawa rabies (HPR) seperti anjing, kucing, atau kera segeralah cuci luka gigitan dengan sabun dan air mengalir selama lima belas (15) menit dan setelah itu pergi ke Puskesmas untuk penanganan lebih lanjut.
“Walaupun lukanya kecil, tetapi tetap harus diperiksakan ke Puskesmas dan mendapatkan vaksin untuk manusia agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan bahkan sampai kepada kematian,” pungkasnya.
Ariz




