banner 468x60 banner 468x60

Gunung Merapi Lontarkan Awan Panas Sejauh 1,5 KM

Trigger Netmedia - 20 September 2019
Gunung Merapi Lontarkan Awan Panas Sejauh 1,5 KM
Luncuran awan panas dari puncak Gunung Merapi terlihat dari Balerante, Klaten, Jawa Tengah, Senin (18/2). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah. - ()

triggernetmedia.com – Gunung Merapi kembali melontarkan awan panas sejauh 1,5 kilometer, Jumat (20/9) petang.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat luncuran awan panas tersebut mengarah ke hulu Kali Gendol dengan amplitudo maksimal 75 mm dan berdurasi 150 detik.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida mengatakan peristiwa guguran awan panas tersebut adalah peristiwa lazim dalam siklus aktivitas Gunung Merapi. Dia juga mengatakan jumlah intensitas dari guguran awan panas itu masih relatif rendah.

“Iya masih fluktuatif ya, tetapi masih dalam intensitas yang relatif rendah,”ujarnya, Jum’at (20/9) saat dikonfirmasi, seperti dilansir suara.com.

Menurut Hanik, Gunung Merapi masih dalam fase luncuran lava pijar dan awan panas tetapi masih dalam jarak jangkau yang kurang dari 2 kilometer. Sementara dari jumlah seismografnya masih relatif rendah.

Hanik mengakui jika status waspada yang kini sudah berlangsung merupakan status terpanjang atau kurun waktunya terlama. Namun, Hanik mengungkapkan jika peristiwa seperti ini pernah terjadi pada tahun 1990-an atau tepatnya sekitar tahun 1992.

“Lantaran ini panjang jadi memang ini fase apa ya setelah erupsi besar. Jadi kan mereka itu keluarnya relatif kecillah,” kata Hanik.

BPPTKG sendiri mengaku tidak bisa memprediksi sampai kapan level waspada tersebut akan diberlakukan. Pihaknya mengaku akan mengikuti perkembangan data aktivitas Merapi. Namun, dia memastikan, jika aktivitas Merapi tidak terpengaruh dengan perubahan iklim yang terjadi saat ini.

Hanik menjelaskan keluarnya lava pijar ataupun juga luncuran awan panas tersebut sebenarnya merupakan hasil aktivitas dari dalam. Hal ini menunjukkan karena memang masih ada aktivitas tetapi itu juga tidak ada kenaikan yang signifikan dan aktivitas itu masih relatif kecil.

“Yang artinya ya memang kami ikuti saja perkembangan aktivitas Merapinya,” katanya.

Tetapi sampai sekarang yaitu masih di atas normal, artinya tidak berhenti juga tidak tetapi masih terus terjadi tetapi dalam aktivitas yang rendah. Sementara untuk penurunan status, Hanik mengatakan akan dilakukan jika memang sudah tidak ada aktivitas lagi seperti tidak ada luncuran awan panas, tidak ada luncuran lava, tidak ada jumlah-jumlah guguran dan sebagainya itu akan menjadi pertimbangan penurunan status waspada.

Ia menandaskan jika masyarakat tidak perlu resah dengan kondisi saat ini. Sebab sampai saat ini belum ada data kenaikan aktivitas yang signifikan, jadi semuanga masih rendah.

Ia menghimbau agar masyarakat tetap tidak perlu khawatir tetapi masyarakat masih harus tetap waspada.

“Karena ini statusnya kan waspada. Kita masih harus tetap waspada dan terus ikuti rekomendasi kami jadi pada rekomendasi secara 3 kilo tidak ada aktivitas. Kemudian silakan datang ke Merapi untuk berkunjung ke Merapi juga enggak masalah,”ujarnya

Agung Sandy Lesmana

 

Tinggalkan Komentar

Terkini

KPK Cecar Dedi Mulyadi Soal Aliran Uang Korupsi Banprov Indramayu Ke Sejumlah Pihak

KPK Cecar Dedi Mulyadi Soal Aliran Uang Korupsi Banprov Indramayu Ke Sejumlah Pihak

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Dilaporkan Karena Dugaan Makar, Ini Penjelasan Direktur LBH Bali

Dilaporkan Karena Dugaan Makar, Ini Penjelasan Direktur LBH Bali

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Megawati Cerita Pernah Ingatkan Jokowi Agar Pegang Komando Saat Bencana

Megawati Cerita Pernah Ingatkan Jokowi Agar Pegang Komando Saat Bencana

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Kebakaran Hutan, Ratusan Warga Athena Ngungsi Hindari Asap dan Api

Kebakaran Hutan, Ratusan Warga Athena Ngungsi Hindari Asap dan Api

Headline   Internasional   lingkungan   Maritim   News   Sorotan   Sospolhukam
Banyak Usia Muda Tularkan Covid-19 di Australia, Tapi Sulit Ikut Vaksinasi

Banyak Usia Muda Tularkan Covid-19 di Australia, Tapi Sulit Ikut Vaksinasi

Headline   Health   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Kisah Warga Afghanistan yang Dulu Bantu Pasukan Khusus AS dan Kini Terlunta

Kisah Warga Afghanistan yang Dulu Bantu Pasukan Khusus AS dan Kini Terlunta

Headline   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Tom Daley, Atlet yang Hobi Merajut Beri Hasil Karyanya pada Atlet Malaysia

Tom Daley, Atlet yang Hobi Merajut Beri Hasil Karyanya pada Atlet Malaysia

Headline   Internasional   Kabar Arena   News   Sport
Atlet Australia Rusak Fasilitas Olimpiade Sebelum Tinggalkan Jepang, Panitia Kesal

Atlet Australia Rusak Fasilitas Olimpiade Sebelum Tinggalkan Jepang, Panitia Kesal

Headline   Internasional   Kabar Arena   News   Sorotan   Sport
Bukan untuk Diet, Ini Alasan Mikha Tambayong Betah 6 Tahun Tak Makan Nasi

Bukan untuk Diet, Ini Alasan Mikha Tambayong Betah 6 Tahun Tak Makan Nasi

Fashion   Headline   Infotainment   Lifestyle   Selebritis   Serba-serbi   Trend
Tasya Farasya Pamer OOTD, Penampakan di Sofa Bikin Emosi

Tasya Farasya Pamer OOTD, Penampakan di Sofa Bikin Emosi

Fashion   Headline   Infotainment   Lifestyle   Selebritis   Serba-serbi   Tips   Trend

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com