ERKA Dorong Disdukcapil Kota Pontianak Berinovasi

  • Bagikan
banner 468x60

triggernetmedia.com – Ketersediaan blanko KTP elektronik (KTP-el) yang terbatas diakui masih jadi kendala kepemilikan proses pembuatan kartu identitas masyarakat di Kota Pontianak. Hal itu disebabkan alokasi blanko yang dikirim dari pusat sangat terbatas.

“Blanko KTP-el didrop dari pemerintah pusat dan harus diambil oleh pemerintah daerah. Dua hari lalu kita baru mendapat 500 blanko dari pusat, padahal blanko yang kita butuhkan 16 ribu,” ungkap Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, usai meninjau pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pontianak di Gedung Terpadu Sutoyo, Rabu (11/9).

Besarnya kebutuhan blanko KTP-el, sebut Edi, lantaran kian bertambahnya anak yang menginjak usia 17 tahun dan wajib KTP, jumlahnya setiap tahun rerata 12 ribu jiwa.

Baca juga  9 Juta Orang Miskin Bakal Dikeluarkan dari Program JKN

Asumsi tersebut belum termasuk warga pindahan, KTP hilang, rusak dan sebagainya. Jumlah keseluruhan kebutuhan KTP-elĀ  diperkirakan 14 ribu setiap tahunnya.

“Setiap hari mesin cetak hanya mampu mencetak 250 KTP-el,” ujarnya.

Solusi sementara, lanjut Edi, dikeluarkanlah Surat Keterangan Tanda Penduduk sebagai pengganti KTP-el sambil menunggu antrian datangnya blanko KTP-el.

“Fungsinya sama seperti KTP-el hanya fisiknya menggunakan kertas,” tegasnya.

Berkaitan dengan antrian, menurutnya, diprioritaskan bagi warga yang membutuhkan untuk mengurus BPJS, untuk melaksanakan ibadah haji atau umroh, urusan Visa, dan sebagainya yang memang benar-benar membutuhkan KTP-el.

Baca juga  Arsitek Pontianak Usung Konsep Masjid Terapung, ERKA Ingin Tambah Landmark Kota

Namun yang menjadi permasalahan, KTP-el yang sudah dicetak dan didistribusikan ke kelurahan-kelurahan tetapi belum diambil oleh warga bersangkutan.

Edi menyarankan dan meminta pihak Disdukcapil Kota Pontianak membuat akun Disdukcapil Info, yang isinya menginformasikan KTP-el yang sudah dicetak.

Kendala lain, diakui bahwa adanya perekaman data yang tidak valid sehingga KTP tidak bisa dicetak, seperti iris mata dan fingerprint.

“Kita harus terus berinovasi agar pelayanan cepat dan warga terlayani dengan baik,” katanya.

Jim I Ariz

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *