<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>silent killer Archives - Trigger Netmedia</title>
	<atom:link href="https://triggernetmedia.com/tag/silent-killer/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/silent-killer/</link>
	<description>Adverstising &#38; News Agency</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Jul 2026 08:46:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.7</generator>

<image>
	<url>https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/cropped-triggernet-logo-1-32x32.png</url>
	<title>silent killer Archives - Trigger Netmedia</title>
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/silent-killer/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Obat Hipertensi Tidak Boleh Asal Minum, Ini Penjelasan Apoteker</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/07/15/obat-hipertensi-tidak-boleh-asal-minum-ini-penjelasan-apoteker/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2026 08:46:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[# edukasi kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[# obat hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[Apoteker Ike Fitria Ningrum]]></category>
		<category><![CDATA[cara minum obat hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[cek tanggal kedaluwarsa obat]]></category>
		<category><![CDATA[efek samping obat hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[Gagal ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[Hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[komplikasi hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemeriksaan tekanan darah]]></category>
		<category><![CDATA[pengendalian tekanan darah]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan obat hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[pola hidup sehat hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD SSMA]]></category>
		<category><![CDATA[Serangan Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[silent killer]]></category>
		<category><![CDATA[Stroke]]></category>
		<category><![CDATA[tekanan darah tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=134786</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Hipertensi atau tekanan darah tinggi kerap tidak menimbulkan gejala sehingga dikenal sebagai silent killer atau “pembunuh diam-diam”. Banyak penderita baru mengetahui dirinya mengalami hipertensi setelah muncul komplikasi serius, seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, maupun gangguan penglihatan. Apoteker Ike Fitria Ningrum, S.Farm mengingatkan bahwa salah satu cara mengendalikan hipertensi adalah mengonsumsi obat sesuai anjuran [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/07/15/obat-hipertensi-tidak-boleh-asal-minum-ini-penjelasan-apoteker/">Obat Hipertensi Tidak Boleh Asal Minum, Ini Penjelasan Apoteker</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong><strong data-start="34" data-end="74">Hipertensi atau tekanan darah tinggi</strong> kerap tidak menimbulkan gejala sehingga dikenal sebagai <em data-start="131" data-end="146">silent killer</em> atau “pembunuh diam-diam”. Banyak penderita baru mengetahui dirinya mengalami hipertensi setelah muncul komplikasi serius, seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, maupun gangguan penglihatan.</p>
<p data-start="348" data-end="648">Apoteker <strong data-start="357" data-end="387">Ike Fitria Ningrum, S.Farm</strong> mengingatkan bahwa salah satu cara mengendalikan hipertensi adalah mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Namun, penggunaan obat antihipertensi tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena dapat memengaruhi efektivitas pengobatan maupun keselamatan pasien.</p>
<p data-start="650" data-end="987">“<strong data-start="651" data-end="934">Pahami terlebih dahulu informasi penting sebelum mengonsumsi obat hipertensi agar pengobatan berlangsung aman dan efektif. Informasi yang benar akan membantu pasien menggunakan obat secara tepat, menghindari efek yang tidak diinginkan, serta memberikan hasil terapi yang optimal,</strong>” ujar Ike saat memberikan edukasi, Rabu (15/7/2026).</p>
<p data-start="989" data-end="1297">Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi obat masih layak digunakan sebelum dikonsumsi. Kemasan harus dalam keadaan utuh, tidak sobek, bocor, atau rusak. Untuk obat berbentuk tablet, pastikan tidak retak, hancur, berubah warna, maupun berjamur. Sementara itu, kapsul tidak boleh lengket atau terbuka.</p>
<p data-start="1299" data-end="1534">Selain itu, pasien juga perlu selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa, terutama untuk obat yang telah lama disimpan di rumah. Obat yang sudah melewati masa kedaluwarsa berpotensi kehilangan efektivitas bahkan dapat membahayakan kesehatan.</p>
<p data-start="1536" data-end="1800">Ike juga menegaskan agar masyarakat tidak menggunakan obat hipertensi milik orang lain meskipun memiliki keluhan yang serupa. Menurutnya, setiap pasien memiliki kondisi kesehatan, tingkat tekanan darah, usia, penyakit penyerta, serta kebutuhan terapi yang berbeda.</p>
<p data-start="1802" data-end="1967">“<strong data-start="1803" data-end="1957">Perhatikan juga efek samping yang mungkin muncul. Setiap obat memiliki potensi menimbulkan efek samping, meskipun tidak semua orang akan mengalaminya,</strong>” katanya.</p>
<p data-start="1969" data-end="2231">Ia mengingatkan agar obat diminum sesuai dosis, jadwal, dan aturan yang diberikan tenaga medis. Pasien tidak dianjurkan menambah atau mengurangi dosis, maupun menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter, meskipun tekanan darah sudah kembali normal.</p>
<p data-start="2233" data-end="2475">Selain cara penggunaan, penyimpanan obat juga perlu diperhatikan. Sebagian besar obat hipertensi sebaiknya disimpan pada suhu ruangan, di tempat yang kering, terhindar dari paparan sinar matahari langsung, serta jauh dari jangkauan anak-anak.</p>
<p data-start="2477" data-end="2926" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Untuk memperoleh hasil pengobatan yang optimal, Ike juga mendorong penderita hipertensi menerapkan pola hidup sehat, seperti membatasi konsumsi garam, memperbanyak sayur dan buah, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, membatasi konsumsi alkohol, mengelola stres, serta memeriksakan tekanan darah secara berkala. Dengan kombinasi pengobatan yang tepat dan gaya hidup sehat, risiko komplikasi akibat hipertensi dapat ditekan.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/07/15/obat-hipertensi-tidak-boleh-asal-minum-ini-penjelasan-apoteker/">Obat Hipertensi Tidak Boleh Asal Minum, Ini Penjelasan Apoteker</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Edukasi Masyarakat Atur Pola Makan untuk Kendalikan Hipertensi</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/07/07/edukasi-masyarakat-atur-pola-makan-untuk-kendalikan-hipertensi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2026 10:26:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[# RSUD SSMA Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[# tekanan darah]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas fisik]]></category>
		<category><![CDATA[buah dan sayur]]></category>
		<category><![CDATA[diet DASH]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi kesehatan Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya hidup sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[konsumsi garam]]></category>
		<category><![CDATA[makanan rendah garam]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Nutrisionis Mutia Anisa Karomah]]></category>
		<category><![CDATA[pola makan hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[silent killer]]></category>
		<category><![CDATA[tekanan darah tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=134444</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Konsumsi obat antihipertensi merupakan bagian penting dalam pengobatan tekanan darah tinggi. Namun, keberhasilan terapi akan lebih optimal apabila disertai pola makan sehat dan gaya hidup yang baik. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak menggelar edukasi mengenai pengaturan pola makan bagi penderita hipertensi, Selasa (7/7/2026). Nutrisionis RSUD SSMA, Mutia [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/07/07/edukasi-masyarakat-atur-pola-makan-untuk-kendalikan-hipertensi/">Edukasi Masyarakat Atur Pola Makan untuk Kendalikan Hipertensi</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Konsumsi obat antihipertensi merupakan bagian penting dalam pengobatan tekanan darah tinggi. Namun, keberhasilan terapi akan lebih optimal apabila disertai pola makan sehat dan gaya hidup yang baik.</p>
<p class="isSelectedEnd">Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak menggelar edukasi mengenai pengaturan pola makan bagi penderita hipertensi, Selasa (7/7/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd">Nutrisionis RSUD SSMA, Mutia Anisa Karomah, A.Md.Gz., menjelaskan hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih. Penyakit ini sering disebut <em>silent killer</em> karena pada banyak kasus tidak menimbulkan gejala sehingga penderitanya kerap mengabaikan pengobatan maupun perubahan gaya hidup.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Hipertensi yang tidak terkendali dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti gangguan otak, retinopati, penyakit jantung, hingga gangguan pembuluh darah,” ujarnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Anisa, salah satu upaya utama mengendalikan hipertensi adalah menerapkan pola makan <strong>Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH)</strong>. Pola makan ini menganjurkan konsumsi makanan rendah lemak jenuh, kolesterol, dan lemak total, serta memperbanyak asupan buah dan sayur sebanyak empat hingga lima porsi per hari. Diet DASH juga menganjurkan konsumsi susu rendah lemak dan kacang-kacangan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain itu, penderita hipertensi perlu membatasi konsumsi garam, termasuk bahan penyedap seperti monosodium glutamat (MSG), soda kue, kecap, terasi, petis, tauco, dan saus. Asupan garam bagi orang dewasa dianjurkan tidak lebih dari 2.300 miligram natrium atau sekitar satu sendok teh (5 gram) per hari.</p>
<p class="isSelectedEnd">Untuk menambah cita rasa masakan, Anisa menyarankan penggunaan bumbu alami seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan daun salam yang rendah kandungan garam.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Sayangnya, garam tidak hanya berasal dari garam dapur, tetapi juga tersembunyi dalam berbagai makanan olahan seperti mi instan, sosis, nugget, makanan kaleng, kerupuk, makanan cepat saji, camilan, asinan, keju, hingga bumbu penyedap,” katanya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ia juga menganjurkan masyarakat memperbanyak konsumsi makanan yang kaya magnesium, kalium, dan kalsium, seperti daging, telur, kacang merah, pisang, brokoli, alpukat, dan bayam.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain menjaga pola makan, pengendalian hipertensi juga perlu didukung dengan menjaga berat badan ideal dan rutin beraktivitas fisik, seperti berjalan kaki, bersepeda, senam, atau berenang selama sedikitnya 30 menit per hari sebanyak lima kali dalam sepekan atau sesuai kemampuan.</p>
<p>“Obat membantu mengendalikan tekanan darah, tetapi gaya hidup sehat menjaga hasilnya tetap stabil. Jadi, jangan hanya rutin minum obat. Mulailah mengatur pola makan, perbanyak sayur dan buah, batasi garam, tetap aktif bergerak, serta lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala,” pungkasnya.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/07/07/edukasi-masyarakat-atur-pola-makan-untuk-kendalikan-hipertensi/">Edukasi Masyarakat Atur Pola Makan untuk Kendalikan Hipertensi</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
