<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title># Penumpasan Narkoba Archives - Trigger Netmedia</title>
	<atom:link href="https://triggernetmedia.com/tag/penumpasan-narkoba/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/penumpasan-narkoba/</link>
	<description>Adverstising &#38; News Agency</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Oct 2022 03:25:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/cropped-triggernet-logo-1-32x32.png</url>
	<title># Penumpasan Narkoba Archives - Trigger Netmedia</title>
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/penumpasan-narkoba/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Thailand Perketat Kepemilikan Senjata dan Penumpasan Narkoba</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2022/10/12/thailand-perketat-kepemilikan-senjata-dan-penumpasan-narkoba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2022 03:25:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[# penitipan anak]]></category>
		<category><![CDATA[# Penumpasan Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[# Prayuth Chan-ocha]]></category>
		<category><![CDATA[# Thailand Perketat Kepemilikan Senjata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=85704</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha telah memerintahkan lembaga penegak hukum untuk memperketat aturan kepemilikan senjata dan tindakan keras terhadap penggunaan narkoba menyusul pembunuhan massal oleh seorang mantan polisi di sebuah pusat penitipan anak yang mengguncang negara itu. Peringatan: Detil dalam cerita ini mungkin membuat pembaca merasa tidak nyaman. Sebanyak 36 orang, termasuk di antaranya 24 anak-anak, tewas saat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2022/10/12/thailand-perketat-kepemilikan-senjata-dan-penumpasan-narkoba/">Thailand Perketat Kepemilikan Senjata dan Penumpasan Narkoba</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Perdana Menteri Thailand <a href="https://www.suara.com/tag/prayuth-chan-ocha">Prayuth Chan-ocha</a> telah memerintahkan lembaga penegak hukum untuk memperketat aturan kepemilikan senjata dan tindakan keras terhadap penggunaan narkoba menyusul pembunuhan massal oleh seorang mantan polisi di sebuah pusat <a href="https://www.suara.com/tag/penitipan-anak">penitipan anak</a> yang mengguncang negara itu.</p>
<h5>Peringatan: Detil dalam cerita ini mungkin membuat pembaca merasa tidak nyaman.</h5>
<p>Sebanyak 36 orang, termasuk di antaranya 24 anak-anak, tewas saat pria itu mengamuk dengan pisau dan pistol di tangannya, sebelum ia kemudian bunuh diri di Uthai Sawan, sebuah kota 500 kilometer di timur laut Bangkok.</p>
<p>Ini menjadi salah satu peristiwa dengan jumlah korban tewas anak terbanyak oleh seorang pembunuh tunggal dalam sejarah.</p>
<p>Prayuth telah menginstruksikan pihak berwenang untuk secara proaktif mencari dan menguji penggunaan obat-obatan terlarang di kalangan pejabat dan masyarakat, dan meningkatkan pengobatan bagi para pecandu, kata juru bicara pemerintah Anucha Burapachaisri dalam sebuah pernyataan.</p>
<p>Perdana Menteri telah memerintahkan untuk mencabut lisensi senjata dari pemilik yang dilaporkan berperilaku “mengancam masyarakat” dan “menciptakan kekacauan atau menyebabkan kerusuhan”, kata Anucha, di samping tindakan keras terhadap penjualan senjata ilegal, penyelundupan senjata, dan penggunaan senjata api ilegal.</p>
<div class="inline-content photo embed"><a href="https://www.abc.net.au/indonesian/2022-10-11/thailand-prime-minister-prayuth-chan-ocha/101523068"><img fetchpriority="high" decoding="async" title="Thailand Prime Minister Prayuth Chan-ocha" src="https://live-production.wcms.abc-cdn.net.au/9c59276cfafddf54e08d6daad23d8c98?impolicy=wcms_crop_resize&cropH=1757&cropW=2640&xPos=240&yPos=85&width=862&height=575" alt="Thailand Prime Minister Prayuth Chan-ocha wears a blue shirt and walks to the right as he leaves a press conference" width="653" height="366" /> </a></div>
<div class="inline-content photo embed"><a class="inline-caption" href="https://www.abc.net.au/indonesian/2022-10-11/thailand-prime-minister-prayuth-chan-ocha/101523068"><strong>Image: </strong>Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha memerintahkan kontrol senjata yang lebih ketat dan tindakan keras terhadap penggunaan narkoba di kalangan masyarakat dan pejabat. <span class="source">AP: Sakchai Lalit</span></a></div>
<p>Pihak berwenang Thailand juga berencana untuk menarik senjata dari pejabat dan petugas polisi yang menyalahgunakan senjata api mereka atau berperilaku agresif saat bertugas.</p>
<p>Pemeriksaan kesehatan mental secara teratur akan diperlukan bagi pemohon dan pemegang lisensi senjata, kata Kepala Polisi Jenderal Polisi Damrongsak Kittprapas kepada wartawan.</p>
<p>Berita mengenai kontrol senjata itu muncul ketika tungku darurat yang terbuat dari batu bata tanah liat tengah dibangun di halaman kuil Buddha di Uthai Sawan, sebelum kremasi anak-anak korban pembantaian akan dilakukan malam harinya.</p>
<p>Phra Kru Adisal Kijjanuwat, kepala biara dari kuil Rat Samakee, sekitar tiga kilometer dari lokasi mengatakan 19 korban akan dikremasi dalam upacara kelompok pada hari Selasa ini (11/10), sekaligus mengakhiri tiga hari upacara perkabungan untuk keluarga.</p>
<p>Dia mengatakan jenazah-jenazah itu akan dikremasi pada saat yang sama di atas tungku pembakaran terbuka berbahan bakar arang untuk menghindari keluarga dari keharusan menunggu berjam-jam untuk menyelesaikan upacara secara berturut-turut.</p>
<p>“Kami hanya memiliki satu tungku di kuil dan kami tidak akan dapat mengkremasi semua korban pada saat yang bersamaan, dan saya tidak ingin ada keluarga yang harus menunggu proses kremasi yang lama,” kata Adisal. Dinukil dari <a href="https://www.suara.com/news/2022/10/12/100036/thailand-perketat-kepemilikan-senjata-dan-penumpasan-narkoba"><em>suara.com</em></a>.</p>
<p>“Setelah melihat kesedihan mereka, saya pikir akan lebih baik jika kita dapat mengadakan upacara bersama dan semua kerabat dapat melewati tahap akhir dari peristiwa yang menyakitkan ini bersama-sama,” katanya.</p>
<p>Biksu itu mengatakan tungku sementara juga sedang dipasang di dua kuil terdekat lainnya yang akan mengkremasi korban yang tersisa.</p>
<div class="inline-content photo embed"><a href="https://www.abc.net.au/indonesian/2022-10-11/thailand-mass-shooting-cremation/101523094"><img decoding="async" title="thailand mass shooting cremation" src="https://live-production.wcms.abc-cdn.net.au/9ac49a5e83ac4e2a32b777b096aaa261?impolicy=wcms_crop_resize&cropH=3333&cropW=5000&xPos=0&yPos=0&width=862&height=575" alt="thailand mass shooting cremation" width="653" height="366" /> </a></div>
<div class="inline-content photo embed"><a class="inline-caption" href="https://www.abc.net.au/indonesian/2022-10-11/thailand-mass-shooting-cremation/101523094"><strong>Image: </strong>Biksu Buddha mengawasi pembuatan tungku kremasi di kuil Wat Rat Samakee di Uthai Sawan. <span class="source">AP: Sakchai Lalit</span></a></div>
<p>Dia mengatakan bahwa lima keluarga telah memilih mengadakan upacara pemakaman mereka secara terpisah dari yang kelompok.</p>
<p>Polisi mengidentifikasi pelaku pembantaian itu yakni Panya Kamrap, yang berusia 34 tahun, seorang sersan polisi yang dipecat awal tahun ini setelah didakwa kasus narkoba.</p>
<p>Motif yang jelas untuk pembunuhan itu mungkin tidak akan pernah diketahui karena Panya bunuh diri, tetapi polisi mengatakan mereka menganggap masalah keuangan dan perkawinannya, serta riwayat penggunaan narkoba, sebagai faktor penyebabnya.</p>
<p>Media Thailand melaporkan Panya dikremasi pada Sabtu lalu di provinsi tetangga setelah kuil di Uthai Sawan menolak untuk melayani pemakamannya.</p>
<p><strong><em>Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa <a class="u0kBv _3CtDL _1_pW8 _3Fvo9" href="https://www.abc.net.au/news/2022-10-11/thai-pm-orders-tighter-gun-control-drugs-crackdown-after-mass-ki/101520994" data-component="ContentLink">dari ABC News.</a></em></strong></p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2022/10/12/thailand-perketat-kepemilikan-senjata-dan-penumpasan-narkoba/">Thailand Perketat Kepemilikan Senjata dan Penumpasan Narkoba</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
