<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pencurian ikan Archives - Trigger Netmedia</title>
	<atom:link href="https://triggernetmedia.com/tag/pencurian-ikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/pencurian-ikan/</link>
	<description>Adverstising &#38; News Agency</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Nov 2020 02:38:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/cropped-triggernet-logo-1-32x32.png</url>
	<title>Pencurian ikan Archives - Trigger Netmedia</title>
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/pencurian-ikan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lagi! Dua Kapal Malaysia Terciduk Curi Ikan di Perairan Indonesia</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2020/11/12/lagi-dua-kapal-malaysia-terciduk-curi-ikan-di-perairan-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ariz]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2020 02:37:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[kapal malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[kapal pencuri ikan]]></category>
		<category><![CDATA[kasus pencurian ikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pencurian ikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://triggernetmedia.com/?p=25941</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meringkus dua kapal ikan asing berbendera Malaysia yang melakukan penangkapan ikan ilegal di kawasan perairan Indonesia, tepatnya di Wilayah Pengelolaan Perikanan RI 571 Selat Malaka. “Tentu ini kabar yang membanggakan, para petugas kita meneladani sifat-sifat pahlawan dengan semangat tak kenal lelah menjaga wilayah perairan kita dari pencurian ikan oleh kapal [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2020/11/12/lagi-dua-kapal-malaysia-terciduk-curi-ikan-di-perairan-indonesia/">Lagi! Dua Kapal Malaysia Terciduk Curi Ikan di Perairan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com –</strong> Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meringkus dua kapal ikan asing berbendera Malaysia yang melakukan penangkapan ikan ilegal di kawasan perairan Indonesia, tepatnya di Wilayah Pengelolaan Perikanan RI 571 Selat Malaka.</p>
<p>“Tentu ini kabar yang membanggakan, para petugas kita meneladani sifat-sifat pahlawan dengan semangat tak kenal lelah menjaga wilayah perairan kita dari <a href="https://www.suara.com/tag/pencurian-ikan">pencurian ikan</a> oleh kapal asing,” kata Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, TB Haeru Rahayu dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (12/11/2020).</p>
<p>Ia memaparkan penangkapan itu terjadi pada 10 November 2020 pada koordinat 03°10, 325′ Lintang Utara (LU) – 100°30,318′ Bujur Timur (BT) dan titik 03°13, 615′ LU – 100°37,008′ BT.</p>
<p>Kedua kapal berbendera Malaysia itu, ujar dia, yakni KM. SLFA 5223 KM. PKFB 1786 dengan masing-masing diawaki oleh 3 dan 4 awak kapal.</p>
<p class="baca-juga-new">Baca Juga:<a href="https://www.suara.com/news/2020/11/10/045048/terciduk-tiga-kapal-malaysia-curi-16-ton-ikan-di-laut-indonesia" rel="">Terciduk! Tiga Kapal Malaysia Curi 16 Ton Ikan di Laut Indonesia</a></p>
<p>“Waktu kami cek, semua ABK kedua kapal tersebut adalah warga negara Indonesia,” ujarnya sebagaimana dilansir <em>Antara</em>.</p>
<p>Untuk penyelidikan lebih lanjut, Dirjen KKP menyatakan kedua kapal itu digiring ke Stasiun PSDKP Belawan.</p>
<p>Disebutkan, kedua Nakhoda kapal ikan asing ilegal tersebut diduga melanggar Pasal 92 jo Pasal 26 ayat (1), Pasal 93 ayat (2) jo Pasal 27 ayat (2), Pasal 85 jo Pasal 9 ayat (1) dan Pasal 98 jo 42 ayat (2) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.</p>
<div></div>
<p>“Penangkapan ini menjadi bukti komitmen KKP yang terus menjaga dan mengawal perairan kita,” ucapnya.</p>
<p>Sementara itu Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Ditjen PSDKP, Pung Nugroho Saksono menegaskan bahwa jajarannya selalu waspada di lapangan.</p>
<div id="dailymotion-widget" class="dailymotion-widget">
<div class="dm-player">
<div class="dailymotion-cpe cpe-da73d"></div>
</div>
</div>
<p class="baca-juga-new">Baca Juga:<a href="https://kaltim.suara.com/read/2020/11/09/153319/nyolong-ikan-di-perairan-indonesia-3-kapal-berbendara-malaysia-ditangkap" rel="">Nyolong Ikan di Perairan Indonesia, 3 Kapal Berbendara Malaysia Ditangkap</a></p>
<p>“Penangkapan pencuri ikan pada saat momen peringatan Hari Pahlawan ini menunjukkan kesiapsiagaan Ditjen PSDKP yang tidak pernah kendur,” katanya.</p>
<p>KKP, tegas dia, akan selalu mengantisipasi modus operandi para pencuri ikan yang acap kali memanfaatkan kelengahan petugas di lapangan.</p>
<p>Ia juga menyoroti masih maraknya modus penangkapan ikan ilegal oleh kapal Ilegal berbendera Malaysia yang mempekerjakan nelayan Indonesia.</p>
<p>“Kami terus mengimbau nelayan Indonesia dapat memanfaatkan berbagai kemudahan akses permodalan yang diberikan oleh KKP,” katanya.</p>
<p>Total 80 kapal ikan telah ditangkap pada KKP era Menteri Kelautan dan Perikanan dengan rincian 59 Kapal Ikan Asing (KIA) serta 19 Kapal Ikan Indonesia (KII).</p>
<p>Kapal-kapal ikan berbendera asing itu terdiri dari 27 KIA berbendera Vietnam, 16 KIA berbendera Filipina, 17 KIA berbendera Malaysia, dan 1 KIA berbendera Taiwan.</p>
<p>Sumber : <a href="https://www.suara.com/news/2020/11/12/083105/lagi-dua-kapal-malaysia-terciduk-curi-ikan-di-perairan-indonesia?page=all"><em>Suara.com </em></a></p>
<p> </p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2020/11/12/lagi-dua-kapal-malaysia-terciduk-curi-ikan-di-perairan-indonesia/">Lagi! Dua Kapal Malaysia Terciduk Curi Ikan di Perairan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kementerian KKP Komitmen Berantas Ilegal Fishing</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2020/01/09/kementerian-kkp-komitmen-berantas-ilegal-fishing/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ariz]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2020 09:23:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[Kubu Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Edhy Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Illegal Fishing]]></category>
		<category><![CDATA[Kunker Menteri KKP]]></category>
		<category><![CDATA[Natuna]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[Pencurian ikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://triggernetmedia.com/?p=12848</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan – KKP berhasil menangkap tiga kapal ikan asing berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara, Senin, 30 Desember 2019. Kapal-kapal Vietnam itu terdiri dari KG 95118 TS, ukuran 125 GT, jumlah awak kapal sebanyak 5 orang (WN Vietnam) dan KG 94629 TS, ukuran 98 GT, jumlah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2020/01/09/kementerian-kkp-komitmen-berantas-ilegal-fishing/">Kementerian KKP Komitmen Berantas Ilegal Fishing</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div dir="auto"><strong>triggernetmedia.com – </strong>Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan – KKP berhasil menangkap tiga kapal ikan asing berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara, Senin, 30 Desember 2019.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Kapal-kapal Vietnam itu terdiri dari KG 95118 TS, ukuran 125 GT, jumlah awak kapal sebanyak 5 orang (WN Vietnam) dan KG 94629 TS, ukuran 98 GT, jumlah awak kapal sebanyak 18 0rang (WN Vietnam), serta</div>
<div dir="auto">KG 93255 TS, ukuran 98 GT  jumlah awak kapal sebanyak 13 orang (WN Vietnam).</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Penangkapan dilakukan Kapal Pengawas milik Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang terdiri dari KP. Orca 3, KP Hiu Macan 01 dan KP Hiu 011.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Ditjen PSDKP-KKP menyatakan telah berkoordinasi dengan TNI AL yang juga mengerahkan KRI Tjiptadi-381 dan KRI Teuku Umar-385 serta BAKAMLA yang mengirimkan KN. Tanjung Datu ke Laut Natuna Utara.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">“Tiga kapal ikan berbendera Vietnam melakukan perlawanan sengit saat hendak ditangkap, prosesnya sangat menegangkan, akibatnya Kapal Pengawas Perikanan yang melakukan penangkapan mengalami beberapa kerusakan bahkan Kapal Orca 03 kerusakannya cukup parah,” jelas Menteri Edhy saat meninjau langsung tiga kapal ikan asing berbendera Vietnam di Stasiun PSDKP Pontianak, Kamis (9/1).</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Menteri Edhy juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada aparat dari Ditjen Pengawasan Sumber daya Kelautan dan Perikanan-KKP yang telah dengan sabar, sigap dan tegas, dalam menghadapi provokasi dan pelawanan dari kapal-kapal ikan asing berbendera Vietnam tersebut.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">“Alhamdulillah petugas kita dalam kondisi sehat, mereka sangat sabar sekaligus sigap dan tegas sehingga akhirnya dapat melumpuhkan ketiga kapal ilegal tersebut,” ujarnya.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Ucapan terima kasih dan apresiasi juga disampaikan kepada TNI AL, Bakamla dan Polri yang telah ikut bahu membahu menjaga Laut Natuna Utara.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Dalam kesempatan itu, Menteri Edhy juga membantah anggapan yang berkembang bahwa dirinya tidak menjadikan pemberantasan illegal fishing sebagai prioritas kerjanya.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">“Di sini saya tegaskan bahwa KKP dan seluruh instansi terkait memiliki komitmen tinggi untuk menjaga Laut Natuna Utara dan wilayah perairan lainnya di Indonesia,” tegas dia.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">KKP selama dipimpin Menteri Edhy saat ini telah melumpuhkan sebanyak 8 kapal ikan asing illegal yang terdiri dari satu kapal berbendera Malaysia, empat kapal berbendera Filipina dan tiga kapal berbendera Vietnam.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Jumlah ini mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama yaitu antara Oktober-Desember yang hanya menangkap tiga kapal ikan asing ilegal.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">“Saya kira hasil operasi selama 3 bulan ini menjadi bukti komitmen saya dalam memberantas ilegal fishing di perairan Indonesia, dan di tahun 2020 ini saya telah memberikan persetujuan penambahan hari operasi bagi Kapal Pengawas KKP dari yang semula 85 hari menjadi 150 hari. Sekali lagi saya sampaikan, kita serius memberantas illegal fishing”, jelas menteri KKP Edhy Prabowo.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Sebagaimana diketahui, keberhasilan penangkapan kapal ikan ilegal tersebut tidak lepas dari informasi yang disampaikan masyarakat dan sistem deteksi dini melalui analisis data RADAR dan AIS yang dilakukan oleh KKP.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Pemantauan yang dilakukan melalui Pusat Pengendalian (Pusdal)  KKP ini memang dilakukan selama 24 jam non-stop. Namun demikian, pilihan operasi yang hati-hati bahkan cenderung ‘senyap’ harus diambil mengingat dinamika di lapangan yang luar biasa.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Koordinasi yang baik antara KKP dengan berbagai instansi penegak hukum lain juga terus dilakukan dalam merespons isu kapal ikan ilegal di Laut Natuna Utara.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Sejauh ini banyak beredar di media sosial dan media lainnya, bahwa selain menghadapi kapal ikan asing ilegal dari Vietnam dan China, tantangan menjaga laut Natuna juga hadir dari aparat penegak hukum negara lain yang mengawal kapal-kapal ikan asing ilegal tersebut.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Hasil analisis terhadap data Automatic Identification System (AIS) bahkan mendeteksi kehadiran 2 (dua) unit Kapal Pengawas Perikanan Vietnam (VUNG TAU 10269 dan VUNG TAU 10278) berada di garis batas landas kontinen di Utara Laut Natuna Utara dan Kapal Penjaga Pantai (Coast Guard) China (CHINACOSTGUARD 5302, ZHONGGUOHAIJING5403 dan HAIJING 35111) berada di ZEEI Laut Natuna Utara masuk sampai 20 nautical miles landas kontinen Laut Natuna Utara.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Dalam kesempatan tersebut, Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Nilanto Perbowo menyatakan bahwa upaya pemberantasan illegal fishing tidak akan berhenti dengan penangkapan tiga kapal asing berbendera Vietnam tersebut.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Upaya menjaga kedaulatan pengelolaan sumber daya perikanan, kata dia, akan terus dilakukan baik itu di perairan Laut Natuna Utara maupun perairan Indonesia lainnya.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">“Dalam waktu dekat kami akan segera mengerahkan Kapal Pengawas Perikanan untuk melakukan operasi di Laut Natuna Utara. Semua instansi penegak hukum di laut memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kedaulatan Indonesia di Laut Natuna Utara,” jelas Nilanto Perbowo.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto"><strong>Siaran Pers </strong></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">https://www.youtube.com/watch?v=QHU0HT4yaVQ</div>
<div dir="auto"></div>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2020/01/09/kementerian-kkp-komitmen-berantas-ilegal-fishing/">Kementerian KKP Komitmen Berantas Ilegal Fishing</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
