<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Moody’s Archives - Trigger Netmedia</title>
	<atom:link href="https://triggernetmedia.com/tag/moodys/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/moodys/</link>
	<description>Adverstising &#38; News Agency</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jul 2026 17:07:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/cropped-triggernet-logo-1-32x32.png</url>
	<title>Moody’s Archives - Trigger Netmedia</title>
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/moodys/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>ICOR Tinggi Jadi Tantangan Daya Saing Investasi Indonesia</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/07/03/icor-tinggi-jadi-tantangan-daya-saing-investasi-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2026 17:07:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Asian Development Bank (ADB)]]></category>
		<category><![CDATA[daya saing investasi]]></category>
		<category><![CDATA[efisiensi investasi]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Fitch Ratings]]></category>
		<category><![CDATA[Foreign Direct Investment (FDI)]]></category>
		<category><![CDATA[ICOR]]></category>
		<category><![CDATA[IHSG]]></category>
		<category><![CDATA[Incremental Capital Output Ratio]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi asing]]></category>
		<category><![CDATA[Investor global]]></category>
		<category><![CDATA[Moody’s]]></category>
		<category><![CDATA[MSCI]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Produk Domestik Bruto (PDB)]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Berharga Negara (SBN)]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=134296</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Intervensi pemerintah di pasar keuangan dapat membantu meredam gejolak nilai tukar rupiah dalam jangka pendek. Namun, bagi investor global, pertimbangan utama tidak hanya terletak pada stabilitas pasar, melainkan juga pada efisiensi suatu negara dalam mengubah investasi menjadi pertumbuhan ekonomi. Salah satu indikator yang kerap menjadi perhatian adalah Incremental Capital Output Ratio (ICOR). ICOR merupakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/07/03/icor-tinggi-jadi-tantangan-daya-saing-investasi-indonesia/">ICOR Tinggi Jadi Tantangan Daya Saing Investasi Indonesia</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Intervensi pemerintah di pasar keuangan dapat membantu meredam gejolak nilai tukar rupiah dalam jangka pendek. Namun, bagi investor global, pertimbangan utama tidak hanya terletak pada stabilitas pasar, melainkan juga pada efisiensi suatu negara dalam mengubah investasi menjadi pertumbuhan ekonomi. Salah satu indikator yang kerap menjadi perhatian adalah <em>Incremental Capital Output Ratio</em> (ICOR).</p>
<p class="isSelectedEnd">ICOR merupakan indikator yang mengukur besarnya investasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan tambahan output atau pertumbuhan ekonomi. Semakin rendah nilai ICOR, semakin efisien penggunaan modal investasi. Sebaliknya, ICOR yang tinggi menunjukkan bahwa investasi yang lebih besar diperlukan untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang sama.</p>
<p class="isSelectedEnd">Berdasarkan data Asian Development Bank (ADB), rata-rata ICOR Indonesia sepanjang 2020–2024 berada pada kisaran 6,2 hingga 7,1. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Vietnam yang berada di kisaran 3,5 hingga 4,0. Perbedaan itu menunjukkan Indonesia membutuhkan modal yang lebih besar untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi dengan besaran yang setara.</p>
<p class="isSelectedEnd">Efisiensi investasi menjadi salah satu pertimbangan investor dalam menentukan tujuan penanaman modal. Negara dengan ICOR yang lebih rendah umumnya dinilai mampu memanfaatkan investasi secara lebih produktif sehingga berpotensi memberikan imbal hasil yang lebih menarik.</p>
<p class="isSelectedEnd">Data investasi asing langsung (<em>Foreign Direct Investment</em> atau FDI) juga menunjukkan Indonesia masih tertinggal dibandingkan beberapa negara di Asia Tenggara. Pada 2024, rasio FDI terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tercatat sekitar 1,6 persen. Sebagai perbandingan, Vietnam mencapai 4,9 persen, Malaysia 3,3 persen, dan Thailand 2,4 persen. Dalam beberapa tahun terakhir, rasio FDI Indonesia cenderung bergerak stagnan, sementara sejumlah negara pesaing mencatat peningkatan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Di pasar keuangan, tekanan terhadap aset domestik juga tercermin dari arus keluar dana asing di pasar saham, pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), serta penurunan kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN). Meski dipengaruhi berbagai faktor global, perkembangan tersebut menunjukkan investor semakin selektif dalam menempatkan modalnya di negara berkembang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Persepsi investor turut dipengaruhi oleh penilaian lembaga pemeringkat internasional. Pada 2026, Moody’s dan Fitch merevisi outlook Indonesia menjadi negatif, sementara MSCI menunda keputusan terkait status pasar modal Indonesia. Bagi pelaku pasar, perubahan outlook semacam ini menjadi salah satu indikator dalam menilai prospek investasi suatu negara.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain potensi sumber daya alam, investor juga mempertimbangkan berbagai faktor lain, seperti konsistensi kebijakan pemerintah, kepastian regulasi, tata kelola pemerintahan, produktivitas tenaga kerja, efisiensi penggunaan modal, dan kemampuan berinovasi. Faktor-faktor tersebut dinilai berpengaruh terhadap daya saing investasi dalam jangka panjang.</p>
<p>Secara umum, ICOR yang tinggi mencerminkan rendahnya produktivitas investasi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kebutuhan modal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menekan tingkat pengembalian investasi, serta mengurangi daya tarik suatu negara sebagai tujuan investasi apabila tidak diimbangi dengan perbaikan efisiensi dan iklim usaha.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/07/03/icor-tinggi-jadi-tantangan-daya-saing-investasi-indonesia/">ICOR Tinggi Jadi Tantangan Daya Saing Investasi Indonesia</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Outlook Moody’s Negatif, Alarm Risiko Fiskal Indonesia</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/02/06/outlook-moodys-negatif-alarm-risiko-fiskal-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 15:50:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[biaya utang pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[cadangan devisa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[IHSG anjlok]]></category>
		<category><![CDATA[investment grade]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Asing]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan ekonomi pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Moody’s]]></category>
		<category><![CDATA[outlook negatif Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pasar keuangan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Peringkat utang Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Risiko fiskal]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah melemah]]></category>
		<category><![CDATA[sentimen pasar]]></category>
		<category><![CDATA[stabilitas makroekonomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=130732</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Keputusan Moody’s Investors Service menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif menjadi sinyal peringatan keras bagi perekonomian nasional. Reaksi pasar datang cepat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,08 persen ke level 7.935 pada perdagangan Jumat, 6 Februari 2026. Nilai tukar rupiah turut melemah ke Rp 16.876 per dolar AS. Tekanan pasar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/02/06/outlook-moodys-negatif-alarm-risiko-fiskal-indonesia/">Outlook Moody’s Negatif, Alarm Risiko Fiskal Indonesia</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Keputusan Moody’s Investors Service menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif menjadi sinyal peringatan keras bagi perekonomian nasional. Reaksi pasar datang cepat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,08 persen ke level 7.935 pada perdagangan Jumat, 6 Februari 2026. Nilai tukar rupiah turut melemah ke Rp 16.876 per dolar AS.</p>
<p data-start="2820" data-end="3082">Tekanan pasar juga terlihat dari cadangan devisa Indonesia yang menyusut menjadi 154,6 miliar dolar AS pada Januari 2026. Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya MSCI Inc membekukan perubahan indeks pasar modal Indonesia, yang memicu arus keluar investor asing.</p>
<p data-start="3084" data-end="3316">Moody’s mempertahankan peringkat Indonesia di level Baa2, satu tingkat di atas batas terendah kategori investment grade. Namun, perubahan outlook menjadi negatif membuka peluang penurunan peringkat dalam 12 hingga 18 bulan ke depan.</p>
<p data-start="3318" data-end="3628">Dalam penilaiannya, Moody’s menyoroti memburuknya efektivitas kebijakan dan meningkatnya ketidakpastian arah ekonomi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan belanja populis seperti Program Makan Bergizi Gratis dinilai berisiko memperlebar defisit fiskal di tengah lemahnya penerimaan negara.</p>
<p data-start="3630" data-end="3894">Ekonom Indef Rizal Taufikurrahman menyebut penurunan outlook ini sebagai sinyal bahwa risiko kebijakan mulai melampaui kekuatan fundamental ekonomi. “Risiko fiskal Indonesia bergeser dari siklus jangka pendek menjadi risiko struktural jangka menengah,” kata Rizal.</p>
<p data-start="3896" data-end="4113">Sementara itu, ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai dampak utama penilaian Moody’s akan terasa pada biaya pendanaan. Kenaikan premi risiko dapat mendorong suku bunga utang pemerintah dan menekan investasi swasta.</p>
<p data-start="4115" data-end="4330">Direktur Celios Bhima Yudhistira memperingatkan konsekuensi lebih berat jika pemerintah mengabaikan peringatan ini. “Jika rating turun ke Baa3, tekanan terhadap rupiah dan biaya utang akan meningkat tajam,” ujarnya.</p>
<p data-start="4332" data-end="4543">Para ekonom menilai pemerintah perlu segera memperbaiki kualitas belanja, memperkuat basis penerimaan, serta menjaga kredibilitas kebijakan fiskal untuk mencegah tekanan lebih lanjut terhadap stabilitas ekonomi.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/02/06/outlook-moodys-negatif-alarm-risiko-fiskal-indonesia/">Outlook Moody’s Negatif, Alarm Risiko Fiskal Indonesia</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenkeu Terbitkan Dim Sum Bonds Perdana Senilai 6 Miliar Yuan untuk Perluas Basis Investor</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2025/10/29/kemenkeu-terbitkan-dim-sum-bonds-perdana-senilai-6-miliar-yuan-untuk-perluas-basis-investor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 05:54:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[# Purbaya Yudhi Sadewa]]></category>
		<category><![CDATA[Dim Sum Bonds Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Diversifikasi pembiayaan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[DJPPR Kemenkeu]]></category>
		<category><![CDATA[Fitch Ratings]]></category>
		<category><![CDATA[GX-ST]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Tiongkok]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Moody’s]]></category>
		<category><![CDATA[Obligasi global]]></category>
		<category><![CDATA[Pembiayaan APBN 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Penerbitan obligasi yuan]]></category>
		<category><![CDATA[Singapore Exchange]]></category>
		<category><![CDATA[SP]]></category>
		<category><![CDATA[Stabilitas fiskal Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Utang Negara CNH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=128379</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencatat sejarah baru dengan menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi Chinese Renminbi (CNH) atau Dim Sum Bonds untuk pertama kalinya. Pemerintah berhasil menghimpun dana sebesar 6 miliar yuan atau setara Rp14,02 triliun berdasarkan kurs Rp2.337 per CNH. Penerbitan ini menjadi langkah strategis pemerintah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2025/10/29/kemenkeu-terbitkan-dim-sum-bonds-perdana-senilai-6-miliar-yuan-untuk-perluas-basis-investor/">Kemenkeu Terbitkan Dim Sum Bonds Perdana Senilai 6 Miliar Yuan untuk Perluas Basis Investor</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di bawah kepemimpinan <strong data-start="469" data-end="510">Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa</strong> mencatat sejarah baru dengan menerbitkan <strong data-start="552" data-end="580">Surat Utang Negara (SUN)</strong> berdenominasi <strong data-start="595" data-end="621">Chinese Renminbi (CNH)</strong> atau <strong data-start="627" data-end="644">Dim Sum Bonds</strong> untuk pertama kalinya.</p>
<p data-start="671" data-end="946">Pemerintah berhasil menghimpun dana sebesar <strong data-start="715" data-end="732">6 miliar yuan</strong> atau setara <strong data-start="745" data-end="764">Rp14,02 triliun</strong> berdasarkan kurs Rp2.337 per CNH. Penerbitan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam <strong data-start="857" data-end="892">diversifikasi sumber pembiayaan</strong> dan <strong data-start="897" data-end="943">perluasan akses ke pasar keuangan Tiongkok</strong>.</p>
<p data-start="948" data-end="1154">Dim Sum Bonds diterbitkan dalam dua seri, yakni <strong data-start="996" data-end="1013">tenor 5 tahun</strong> senilai <strong data-start="1022" data-end="1041">3,5 miliar yuan</strong> dengan <strong data-start="1049" data-end="1069">kupon tetap 2,5%</strong>, serta <strong data-start="1077" data-end="1095">tenor 10 tahun</strong> senilai <strong data-start="1104" data-end="1123">2,5 miliar yuan</strong> dengan <strong data-start="1131" data-end="1151">kupon tetap 2,9%</strong>.</p>
<p data-start="1156" data-end="1399">Menurut <strong data-start="1164" data-end="1229">Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR)</strong> Kemenkeu, penerbitan tersebut mendapat sambutan positif dari pasar. <strong data-start="1298" data-end="1342">Total permintaan mencapai 18 miliar yuan</strong>, atau <strong data-start="1349" data-end="1368">tiga kali lipat</strong> dari nilai yang diterbitkan.</p>
<blockquote data-start="1401" data-end="1567">
<p data-start="1403" data-end="1567">“Penerbitan ini berhasil menarik minat luas dari investor global, termasuk investor onshore Tiongkok,” tulis DJPPR dalam keterangan resminya, Selasa (28/10/2025).</p>
</blockquote>
<p data-start="1569" data-end="1899">Tingginya minat investor membuat <strong data-start="1602" data-end="1617">yield akhir</strong> ditetapkan pada level <strong data-start="1640" data-end="1654">kompetitif</strong>, yakni <strong data-start="1662" data-end="1679">2,5% dan 2,9%</strong>, lebih rendah dari penawaran awal. Kondisi ini mencerminkan <strong data-start="1740" data-end="1813">kepercayaan pasar internasional terhadap stabilitas ekonomi Indonesia</strong> serta <strong data-start="1820" data-end="1864">kredibilitas kebijakan fiskal pemerintah</strong> di tengah ketidakpastian global.</p>
<p data-start="1901" data-end="2171">Hasil penerbitan Dim Sum Bonds ini akan digunakan untuk <strong data-start="1957" data-end="2021">membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025</strong>. Pemerintah menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pembiayaan yang <strong data-start="2115" data-end="2168">prudent, efisien, dan berorientasi jangka panjang</strong>.</p>
<p data-start="2173" data-end="2371">Obligasi tersebut memperoleh peringkat <strong data-start="2212" data-end="2233">Baa2 dari Moody’s</strong>, <strong data-start="2235" data-end="2251">BBB dari S&P</strong>, dan <strong data-start="2257" data-end="2283">BBB dari Fitch Ratings</strong>, serta akan <strong data-start="2296" data-end="2368">dicatatkan di Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST)</strong>.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2025/10/29/kemenkeu-terbitkan-dim-sum-bonds-perdana-senilai-6-miliar-yuan-untuk-perluas-basis-investor/">Kemenkeu Terbitkan Dim Sum Bonds Perdana Senilai 6 Miliar Yuan untuk Perluas Basis Investor</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
