<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kebijakan ESDM Archives - Trigger Netmedia</title>
	<atom:link href="https://triggernetmedia.com/tag/kebijakan-esdm/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/kebijakan-esdm/</link>
	<description>Adverstising &#38; News Agency</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Dec 2025 19:07:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/cropped-triggernet-logo-1-32x32.png</url>
	<title>kebijakan ESDM Archives - Trigger Netmedia</title>
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/kebijakan-esdm/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemerintah Tekan Ekspor Gas Bumi untuk Perkuat Ketahanan Energi</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2025/12/24/pemerintah-tekan-ekspor-gas-bumi-untuk-perkuat-ketahanan-energi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 19:07:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor gas bumi]]></category>
		<category><![CDATA[infrastruktur gas bumi]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan gas dalam negeri]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan energi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[natural decline gas]]></category>
		<category><![CDATA[pasokan gas nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pemanfaatan gas domestik]]></category>
		<category><![CDATA[permintaan gas industri]]></category>
		<category><![CDATA[pipa gas Cirebon–Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[pipa gas Dumai–Sei Mangkei]]></category>
		<category><![CDATA[produksi gas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=129673</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menurunkan volume ekspor gas bumi secara bertahap guna memperkuat ketahanan energi nasional. Kebijakan ini ditempuh seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri dan pembangkit listrik di dalam negeri. Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Hendra Gunawan mengatakan, pemerintah kini memprioritaskan pemanfaatan gas bumi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2025/12/24/pemerintah-tekan-ekspor-gas-bumi-untuk-perkuat-ketahanan-energi/">Pemerintah Tekan Ekspor Gas Bumi untuk Perkuat Ketahanan Energi</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menurunkan volume ekspor gas bumi secara bertahap guna memperkuat ketahanan energi nasional. Kebijakan ini ditempuh seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri dan pembangkit listrik di dalam negeri.</p>
<p data-start="439" data-end="608">Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Hendra Gunawan mengatakan, pemerintah kini memprioritaskan pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan domestik.</p>
<p data-start="610" data-end="811">“Pemerintah telah menerapkan kebijakan memprioritaskan kebutuhan gas dalam negeri. Kuota ekspor akan diturunkan secara bertahap,” ujar Hendra dalam diskusi daring INDEF di Jakarta, Selasa (23/12/2025).</p>
<p data-start="813" data-end="1085">Berdasarkan data Kementerian ESDM periode Januari–September 2025, rata-rata pemanfaatan gas bumi nasional mencapai 5.594 BBTUD. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.895 BBTUD atau 69,65 persen diserap untuk kebutuhan dalam negeri, sementara ekspor tercatat sebesar 1.698 BBTUD.</p>
<p data-start="1087" data-end="1228">Hendra menuturkan, porsi pemanfaatan gas untuk pasar domestik akan terus ditingkatkan seiring dengan pengembangan infrastruktur gas nasional.</p>
<p data-start="1230" data-end="1492">Di sisi hulu, pemerintah menghadapi tantangan penurunan produksi alami (natural decline) dari sumur-sumur gas yang telah beroperasi lama. Untuk menjaga pasokan, Kementerian ESDM mendorong eksplorasi serta percepatan pengembangan sejumlah wilayah kerja strategis.</p>
<p data-start="1494" data-end="1759">Wilayah kerja South Andaman, Masela, dan Genting menjadi proyek prioritas yang diharapkan mampu menopang pasokan gas nasional ke depan. Pemerintah juga berupaya menjaga iklim investasi agar pengembangan lapangan gas baru tetap berjalan meski kuota ekspor dikurangi.</p>
<p data-start="1761" data-end="1955">Selain itu, pembangunan infrastruktur transmisi gas terus dipercepat untuk memperlancar distribusi energi. Proyek pipa Cirebon–Semarang Tahap II serta pipa Dumai–Sei Mangkei menjadi fokus utama.</p>
<p data-start="1957" data-end="2100">“Pipa Dumai–Sei Mangkei diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah Sumatera,” kata Hendra.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2025/12/24/pemerintah-tekan-ekspor-gas-bumi-untuk-perkuat-ketahanan-energi/">Pemerintah Tekan Ekspor Gas Bumi untuk Perkuat Ketahanan Energi</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Wajibkan BBM Campur Etanol 10 Persen Mulai Tahun Depan</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2025/10/07/pemerintah-wajibkan-bbm-campur-etanol-10-persen-mulai-tahun-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2025 15:26:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bahlil Lahadalia]]></category>
		<category><![CDATA[BBM etanol 10 persen]]></category>
		<category><![CDATA[biofuel Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[E10 Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Terbarukan]]></category>
		<category><![CDATA[impor BBM]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamax Green 95]]></category>
		<category><![CDATA[transisi energi Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=127683</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Pemerintah akan memberlakukan kebijakan mandatori campuran etanol 10 persen (E10) pada bahan bakar minyak (BBM) yang dijual di Indonesia. Langkah ini diambil untuk mengurangi emisi karbon sekaligus ketergantungan terhadap impor BBM. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kebijakan tersebut telah mendapat persetujuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. “Kemarin malam kami [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2025/10/07/pemerintah-wajibkan-bbm-campur-etanol-10-persen-mulai-tahun-depan/">Pemerintah Wajibkan BBM Campur Etanol 10 Persen Mulai Tahun Depan</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Pemerintah akan memberlakukan kebijakan <strong data-start="325" data-end="370">mandatori campuran etanol 10 persen (E10)</strong> pada bahan bakar minyak (BBM) yang dijual di Indonesia. Langkah ini diambil untuk mengurangi <strong data-start="464" data-end="480">emisi karbon</strong> sekaligus <strong data-start="491" data-end="528">ketergantungan terhadap impor BBM</strong>.</p>
<p data-start="533" data-end="708">Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (<strong data-start="573" data-end="581">ESDM</strong>) <strong data-start="583" data-end="603">Bahlil Lahadalia</strong> mengatakan, kebijakan tersebut telah mendapat <strong data-start="650" data-end="705">persetujuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto</strong>.</p>
<blockquote data-start="709" data-end="864">
<p data-start="711" data-end="864">“Kemarin malam kami rapat dengan Bapak Presiden, dan beliau menyetujui rencana mandatori 10 persen etanol,” ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (7/10/2025).</p>
</blockquote>
<p data-start="866" data-end="987">Ia menjelaskan, kebijakan ini juga merupakan bagian dari transisi menuju <strong data-start="939" data-end="956">energi bersih</strong> yang lebih ramah lingkungan.</p>
<blockquote data-start="988" data-end="1090">
<p data-start="990" data-end="1090">“Tujuannya agar impor minyak berkurang dan BBM kita lebih bersih serta ramah lingkungan,” katanya.</p>
</blockquote>
<p data-start="1092" data-end="1223">Kebijakan ini disampaikan di tengah polemik penolakan impor BBM Pertamina untuk SPBU swasta yang telah memiliki kandungan etanol.</p>
<h3 data-start="1225" data-end="1268"><strong data-start="1229" data-end="1268">Pertamina Siap Jalankan Program E10</strong></h3>
<p data-start="1269" data-end="1417">Direktur Utama <strong data-start="1284" data-end="1310">PT Pertamina (Persero)</strong> <strong data-start="1311" data-end="1337">Simon Aloysius Mantiri</strong> menegaskan kesiapan perusahaan untuk mendukung kebijakan pemerintah tersebut.</p>
<blockquote data-start="1418" data-end="1570">
<p data-start="1420" data-end="1570">“Kami sudah memulai dengan produk E5, yakni <strong data-start="1464" data-end="1485">Pertamax Green 95</strong>, yang mengandung 5 persen etanol. Tahun depan kami siap naik ke E10,” jelas Simon.</p>
</blockquote>
<p data-start="1572" data-end="1699">Menurut Simon, langkah ini sejalan dengan upaya <strong data-start="1620" data-end="1651">membangun ekosistem biofuel</strong> dan memperkuat <strong data-start="1667" data-end="1696">ketahanan energi nasional</strong>.</p>
<h3 data-start="1701" data-end="1742"><strong data-start="1705" data-end="1742">Kesiapan Teknologi dan Bahan Baku</strong></h3>
<p data-start="1743" data-end="1974">Sementara itu, <strong data-start="1758" data-end="1834">Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE)</strong> <strong data-start="1835" data-end="1858">Eniya Listiani Dewi</strong> menyebut, <strong data-start="1869" data-end="1914">mobil-mobil di Indonesia sudah kompatibel</strong> dengan bahan bakar bercampur etanol hingga <strong data-start="1958" data-end="1971">20 persen</strong>.</p>
<blockquote data-start="1976" data-end="2101">
<p data-start="1978" data-end="2101">“Uji pasar Pertamax Green 95 menjadi langkah awal penerapan bahan bakar campuran etanol yang lebih tinggi,” ungkap Eniya.</p>
</blockquote>
<p data-start="2103" data-end="2297">Meski demikian, Eniya menekankan pemerintah masih berhati-hati dalam memperluas campuran etanol karena mempertimbangkan <strong data-start="2223" data-end="2250">ketersediaan bahan baku</strong> di dalam negeri seperti <strong data-start="2275" data-end="2294">tebu dan jagung</strong>.</p>
<p data-start="2299" data-end="2428">Sebagai perbandingan, <strong data-start="2321" data-end="2340">Amerika Serikat</strong> dan beberapa negara lain telah menerapkan campuran etanol hingga <strong data-start="2406" data-end="2425">20 persen (E20)</strong>.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2025/10/07/pemerintah-wajibkan-bbm-campur-etanol-10-persen-mulai-tahun-depan/">Pemerintah Wajibkan BBM Campur Etanol 10 Persen Mulai Tahun Depan</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
