<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Investigasi keracunan Archives - Trigger Netmedia</title>
	<atom:link href="https://triggernetmedia.com/tag/investigasi-keracunan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/investigasi-keracunan/</link>
	<description>Adverstising &#38; News Agency</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Jun 2026 15:50:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/cropped-triggernet-logo-1-32x32.png</url>
	<title>Investigasi keracunan Archives - Trigger Netmedia</title>
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/investigasi-keracunan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>56 Warga Diduga Keracunan Makanan di Pontianak Utara, Seorang Anak Dirawat Intensif</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/06/09/56-warga-diduga-keracunan-makanan-di-pontianak-utara-seorang-anak-dirawat-intensif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 15:50:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesra]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[# RSUD Pontianak Utara]]></category>
		<category><![CDATA[dinas kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Edi Rusdi Kamtono]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Investigasi keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan massal]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan kegiatan warga]]></category>
		<category><![CDATA[Muntah dan diare]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan kesehatan gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Pemeriksaan laboratorium]]></category>
		<category><![CDATA[Penanganan pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Warga keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[William]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=133860</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Sebanyak 56 warga mengalami gejala diduga keracunan makanan setelah mengikuti sebuah kegiatan di kawasan Pontianak Utara, Minggu (7/6/2026). Seluruh pasien mendapat penanganan medis di RSUD Pontianak Utara hingga Selasa (9/6/2026). Salah satu pasien yang dirawat adalah William (10), yang mengalami muntah, diare, pusing, dan demam tinggi setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan dalam kegiatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/06/09/56-warga-diduga-keracunan-makanan-di-pontianak-utara-seorang-anak-dirawat-intensif/">56 Warga Diduga Keracunan Makanan di Pontianak Utara, Seorang Anak Dirawat Intensif</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Sebanyak 56 warga mengalami gejala diduga keracunan makanan setelah mengikuti sebuah kegiatan di kawasan Pontianak Utara, Minggu (7/6/2026). Seluruh pasien mendapat penanganan medis di RSUD Pontianak Utara hingga Selasa (9/6/2026).</p>
<p>Salah satu pasien yang dirawat adalah William (10), yang mengalami muntah, diare, pusing, dan demam tinggi setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan dalam kegiatan tersebut.</p>
<p>Kakak korban, Ardeanus Rato (18), mengatakan gejala mulai dirasakan William pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Keluarga kemudian segera membawanya ke rumah sakit karena kondisi tubuhnya semakin lemah.</p>
<p>“Mulai sakitnya dari jam 3 subuh. Makanya kami langsung bawa ke rumah sakit,” ujar Ardeanus saat ditemui di RSUD Pontianak Utara.</p>
<p>Menurut dia, adiknya mengalami pusing, mual, diare, dan muntah-muntah secara terus-menerus hingga demam tinggi. Setelah menjalani perawatan selama satu malam, kondisi William mulai membaik meski masih dalam pengawasan tenaga medis.</p>
<p>Ardeanus mengungkapkan bukan hanya William yang mengalami gejala serupa. Ibu dan dua adiknya juga terdampak, meski dengan kondisi yang lebih ringan.</p>
<p>Ia menuturkan makanan yang dikonsumsi dalam kegiatan tersebut terdiri dari ayam, telur, dan tumis buncis. Menurut sejumlah peserta, telur yang disajikan dinilai memiliki rasa yang kurang baik saat dikonsumsi.</p>
<p>Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau langsung penanganan pasien di RSUD Pontianak Utara. Ia memastikan seluruh warga yang terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal.</p>
<p>“Sampai hari ini ada kurang lebih 56 pasien yang sudah kita rawat,” kata Edi.</p>
<p>Menurutnya, pemerintah masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.</p>
<p>Edi mengimbau masyarakat yang mengalami gejala seperti sakit perut, diare, muntah, pusing, atau menggigil setelah mengonsumsi makanan dari kegiatan tersebut agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.</p>
<p>Ia juga memastikan seluruh biaya pengobatan dan pelayanan medis bagi warga terdampak ditanggung Pemerintah Kota Pontianak.</p>
<p>“Obat, pelayanan, semuanya kita gratiskan,” ujarnya.</p>
<p>Pemerintah Kota Pontianak berharap kondisi para pasien segera pulih sehingga dapat kembali beraktivitas dalam waktu dekat.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/06/09/56-warga-diduga-keracunan-makanan-di-pontianak-utara-seorang-anak-dirawat-intensif/">56 Warga Diduga Keracunan Makanan di Pontianak Utara, Seorang Anak Dirawat Intensif</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
