<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Insentif Nakes Belum Dibayar Archives - Trigger Netmedia</title>
	<atom:link href="https://triggernetmedia.com/tag/insentif-nakes-belum-dibayar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/insentif-nakes-belum-dibayar/</link>
	<description>Adverstising &#38; News Agency</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Feb 2021 11:28:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/cropped-triggernet-logo-1-32x32.png</url>
	<title>Insentif Nakes Belum Dibayar Archives - Trigger Netmedia</title>
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/insentif-nakes-belum-dibayar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Anak Buah Sri Mulyani Bantah Anggaran Insentif Nakes 2021 Dipotong</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2021/02/04/anak-buah-sri-mulyani-bantah-anggaran-insentif-nakes-2021-dipotong/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ariz]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2021 11:28:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[insentif nakes]]></category>
		<category><![CDATA[Insentif Nakes Belum Dibayar]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[pasien covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=33931</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membantah adanya pengurangan anggaran untuk insentif tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 di tahun 2021. Hingga saat ini, Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani memastikan anggaran insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) pada 2021 sama dengan anggaran tahun 2020.   “Harus dipahami dengan UU APBN 2021 berlaku, besaran insentif dari nakes dan santunan kematian ditetapkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2021/02/04/anak-buah-sri-mulyani-bantah-anggaran-insentif-nakes-2021-dipotong/">Anak Buah Sri Mulyani Bantah Anggaran Insentif Nakes 2021 Dipotong</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong><a href="https://www.suara.com/tag/kementerian-keuangan">Kementerian Keuangan</a> (Kemenkeu) membantah adanya pengurangan anggaran untuk insentif tenaga kesehatan yang menangani <a href="https://www.suara.com/tag/pasien-covid-19">pasien Covid-19</a> di tahun 2021.</p>
<p>Hingga saat ini, Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani memastikan anggaran insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) pada 2021 sama dengan anggaran tahun 2020.</p>
<p> </p>
<p>“Harus dipahami dengan UU APBN 2021 berlaku, besaran insentif dari nakes dan santunan kematian ditetapkan kembali sesuai mekanisme keuangan negara kita. Implementasi sudah ditetapkan, saat ini belum ada perubahan <a href="https://www.suara.com/tag/insentif-nakes">insentif nakes</a>, dengan demikian, insentif tetap sama diberlakukan di 2021 ini, sama dengan diberikan di 2020,” ujar Askolani dalam konferensi pers, Kamis (4/2/2021).</p>
<p>Askolani menuturkan, pihaknya bakal terus berkoordinasi dengan Kemenkes untuk mengalokasikan anggaran untuk penanganan Covid-19 pada tahun ini.</p>
<p class="baca-juga-new">
<p>“Kebijakan anggaran dikaji dan disesuaikan untuk jawab penanganan Covid-19 bisa menjadi solid dan komprehensif, termasuk dari penerapan 3M, 3t. Penanganan pasien dan infrastruktur untuk tangani covid termasuk perlindugan masyarakat,” ucap Askolani.</p>
<p>Sebelumnya beredar salinan Surat Keputusan Menteri Keuangan nomor: S-65/MK.02/2021. Dimana isi utama dalam surat tersebut terkait rincian pemberian insentif bagi tenaga kesehatan untuk tahun anggaran 2021, rinciannya sebagai berikut;</p>
<ul>
<li>Insentif bagi dokter spesialis sebesar Rp 7,5 juta</li>
<li>Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Rp 6,250 juta</li>
<li>Dokter umum dan gigi Rp 5 juta</li>
<li>Bidan dan perawat Rp 3,750 juta</li>
<li>Tenaga kesehatan lainnya sebesar Rp 2,5 juta</li>
<li>Santunan kematian bagi tenaga kesehatan per orang sebesar Rp 300 juta</li>
</ul>
<p>“Satuan biaya tersebut merupakan batas tertinggi yang tidak dapat dilampaui,” sebut surat tersebut.</p>
<div></div>
<p>Tak hanya itu diterangkan juga bahwa stuan biaya berlaku terhitung mulai bulan Januari 2021 sampai dengan bulan Desember 2021, dan dapat diperpanjang kembali jika ada kebijakan baru terkait penangangan pandemi Covid-19 serta hanya berlaku untuk tenaga kesehatan di daerah yang masuk darurat pandemik dan melakukan tugas penanganan Covid-19.</p>
<p>Jika dibandingkan dengan pemberian insentif tahun lalu, besaran insentif ini lebih rendah.</p>
<p>Adapun tahun 2020, besaran insentif untuk dokter spesialis Rp 15 juta, dokter umum/dokter gigi Rp 10 juta, bidan atau perawat Rp 7,5 juta, dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta.</p>
<p>Sementara santunan kematian bagi tenaga medis yang meninggal karena tertular corona masih tetap sama sebesar Rp 300 juta.</p>
<p> </p>
<p>Sumber :<a href="https://www.suara.com/bisnis/2021/02/04/170812/anak-buah-sri-mulyani-bantah-anggaran-insentif-nakes-2021-dipotong"><em> Suara.com</em></a></p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2021/02/04/anak-buah-sri-mulyani-bantah-anggaran-insentif-nakes-2021-dipotong/">Anak Buah Sri Mulyani Bantah Anggaran Insentif Nakes 2021 Dipotong</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lapor Covid-19 Catat Insentif Nakes Belum Dibayar, Kini Dipotong Pemerintah</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2021/02/03/lapor-covid-19-catat-insentif-nakes-belum-dibayar-kini-dipotong-pemerintah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ariz]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2021 13:36:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[insentif nakes]]></category>
		<category><![CDATA[Insentif Nakes Belum Dibayar]]></category>
		<category><![CDATA[lapor covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=33803</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Koalisi Warga untuk Lapor Covid-19 mencatat sebagian besar para tenaga kesehatan belum mendapatkan dana insentif tahun 2020. Padahal, besarannya insentif tersebut justru dipotong oleh pemerintah pada tahun ini. Inisiator Lapor Covid-19 Irma Hidayana mengatakan berdasarkan laporan yang masuk ke pihaknya per 26 Januari 2021, 75,6 persen dari 160 nakes yang melapor belum dana insentif dari pemerintah. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2021/02/03/lapor-covid-19-catat-insentif-nakes-belum-dibayar-kini-dipotong-pemerintah/">Lapor Covid-19 Catat Insentif Nakes Belum Dibayar, Kini Dipotong Pemerintah</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Koalisi Warga untuk <a href="https://www.suara.com/tag/lapor-covid-19">Lapor Covid-19</a> mencatat sebagian besar para tenaga kesehatan belum mendapatkan dana insentif tahun 2020. Padahal, besarannya insentif tersebut justru dipotong oleh pemerintah pada tahun ini.</p>
<p>Inisiator Lapor Covid-19 Irma Hidayana mengatakan berdasarkan laporan yang masuk ke pihaknya per 26 Januari 2021, 75,6 persen dari 160 nakes yang melapor belum dana insentif dari pemerintah.</p>
<p> </p>
<p>“Padahal lebih dari 40 persen dari mereka yang belum menerima insentif ini bekerja di RS rujukan dan memberi pelayanan Covid-19. 24 persen nakes lainnya telah menerima haknya, namun belum secara penuh,” kata Irma, Rabu (3/2/2021).</p>
<p>Selain itu, LaporCovid-19 juga menerima aduan dari 7 keluarga nakes belum menerima santunan kematian sebesar Rp 300 juta yang dijanjikan pemerintah.</p>
<p class="baca-juga-new">
<p>Data Kementerian Keuangan per 11 Desember 2020 baru mencatatkan dana santunan kematian terhadap 153 nakes yang meninggal akibat COVID-19, padahal yang meninggal sudah 456 nakes.</p>
<p>Sementara, angka kematian nakes juga terus bertambah hingga 2 Februari 2021 sudah ada 684 nakes gugur akibat Covid-19.</p>
<p>Irma menyebut LaporCovid19 bersama ICW, IDI, IBI, PPNI, dan PATELKI membuka posko adua melalui formulir hak santunan dan insentif: bit.ly/SantunanInsentif_LC19 atau https://laporcovid19.org/program/advokasi-tenaga-kesehatan</p>
<div></div>
<p>“Pemerintah wajib merealisasikan dana santunan kesehatan bagi mereka yang gugur karena COVID-19,” tegasnya.</p>
<p>Beban nakes semakin berat karena Kementerian Keuangan melalui surat keputusan nomor S-65/MK.02/2021 menurunkan <a href="https://www.suara.com/tag/insentif-nakes">insentif nakes</a> per orangnya sebesar 50 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020.</p>
<p> </p>
<p>Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan insentif tenaga kesehatan memang dikurangi, lalu diperluas juga untuk tenaga pendukung kesehatan seperti tenaga administrasi, sopir ambulans hingga pengurus jenazah COVID-19.</p>
<p>“Tenaga administrasi penunjang yang juga bekerja untuk memberikan layanan untuk penderita covid-19. Petugas kebersihan, termasuk sopir ambulans atau pengurus jenazah itu juga kita berikan (insentif),” kata Nadia dalam webinar Transparency International Indonesia, Rabu (2/3/2021).</p>
<p>Nadia juga mengungkapkan bahwa alokasi anggaran insentif nakes menjadi lebih besar pada 2021 yakni Rp 14,6 triliun, dibanding tahun lalu yang hanya Rp 5,9 triliun.</p>
<p>Adapun rincian pemotongan insentif nakes dalam SK Kemenkeu S-65/MK.02/2021 adalah:</p>
<ul>
<li>Dokter spesialis jadi Rp7,5 juta dari Rp15 juta.</li>
<li>Dokter umum dan gigi jadi Rp5 juta dari Rp10 juta.</li>
<li>Bidan dan perawat jadi Rp3,75 juta dari Rp7,5 juta.</li>
<li>Tenaga medis lainnya jadi Rp2,5 juta dari Rp5 juta.</li>
<li>Lalu ditambah kategori tambahan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang menerima Rp6,25 juta.</li>
<li>Santunan kematian tetap sama Rp 300 juta.</li>
</ul>
<p> </p>
<p>Sumber : <a href="https://www.suara.com/news/2021/02/03/191053/lapor-covid-19-catat-insentif-nakes-belum-dibayar-kini-dipotong-pemerintah"><em>Suara.com</em></a></p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2021/02/03/lapor-covid-19-catat-insentif-nakes-belum-dibayar-kini-dipotong-pemerintah/">Lapor Covid-19 Catat Insentif Nakes Belum Dibayar, Kini Dipotong Pemerintah</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
