<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gagal ginjal Archives - Trigger Netmedia</title>
	<atom:link href="https://triggernetmedia.com/tag/gagal-ginjal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/gagal-ginjal/</link>
	<description>Adverstising &#38; News Agency</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Jul 2026 03:10:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.6</generator>

<image>
	<url>https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/cropped-triggernet-logo-1-32x32.png</url>
	<title>Gagal ginjal Archives - Trigger Netmedia</title>
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/gagal-ginjal/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>73 Persen Penderita Diabetes di Indonesia Belum Terdiagnosis, Mengapa Deteksi Dini Masih Tertinggal?</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/07/23/73-persen-penderita-diabetes-di-indonesia-belum-terdiagnosis-mengapa-deteksi-dini-masih-tertinggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2026 03:10:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisis]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[# fkui]]></category>
		<category><![CDATA[# IDF]]></category>
		<category><![CDATA[# Survei Kesehatan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[BPJS Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[cek kesehatan gratis]]></category>
		<category><![CDATA[deteksi dini diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes tidak terdiagnosis]]></category>
		<category><![CDATA[Gagal ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[Gula Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[komplikasi diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Mobile JKN]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[PERKENI]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Em Yunir]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[retinopati diabetik]]></category>
		<category><![CDATA[skrining diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Stroke]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=135086</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Data terbaru yang disampaikan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Em Yunir, dalam Forum Jurnalis Kesehatan pada pertengahan Juli 2026 menjadi alarm serius bagi sistem kesehatan nasional. Lebih dari 73 persen penyandang diabetes di Indonesia belum terdiagnosis, sehingga jutaan orang hidup dengan kadar gula darah tinggi tanpa menyadarinya. Banyak penderita baru mengetahui [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/07/23/73-persen-penderita-diabetes-di-indonesia-belum-terdiagnosis-mengapa-deteksi-dini-masih-tertinggal/">73 Persen Penderita Diabetes di Indonesia Belum Terdiagnosis, Mengapa Deteksi Dini Masih Tertinggal?</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Data terbaru yang disampaikan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), <strong data-start="201" data-end="219">Prof. Em Yunir</strong>, dalam Forum Jurnalis Kesehatan pada pertengahan Juli 2026 menjadi alarm serius bagi sistem kesehatan nasional. Lebih dari <strong data-start="343" data-end="408">73 persen penyandang diabetes di Indonesia belum terdiagnosis</strong>, sehingga jutaan orang hidup dengan kadar gula darah tinggi tanpa menyadarinya.</p>
<p data-start="490" data-end="678">Banyak penderita baru mengetahui dirinya mengidap diabetes ketika komplikasi berat telah muncul, seperti stroke, gagal ginjal, serangan jantung, hingga kebutaan akibat retinopati diabetik.</p>
<p data-start="680" data-end="984">Ironisnya, Indonesia sebenarnya memiliki modal besar untuk melakukan deteksi dini melalui jaringan puskesmas yang tersebar hingga pelosok serta dukungan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara jaminan kesehatan nasional. Namun, cakupan skrining masih belum mampu menjangkau sebagian besar kelompok berisiko.</p>
<h3 data-section-id="1v6tq7s" data-start="986" data-end="1020">Beban Diabetes Terus Meningkat</h3>
<p data-start="1022" data-end="1357">Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), sekitar satu dari sepuluh penduduk Indonesia hidup dengan diabetes. Sementara itu, <strong data-start="1151" data-end="1194">International Diabetes Federation (IDF)</strong> memperkirakan jumlah penyandang diabetes di Indonesia telah melampaui <strong data-start="1265" data-end="1281">20 juta jiwa</strong> dan diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari <strong data-start="1329" data-end="1356">30 juta orang pada 2045</strong>.</p>
<p data-start="1359" data-end="1588">Yang lebih mengkhawatirkan, Indonesia kini menempati <strong data-start="1412" data-end="1438">peringkat ketiga dunia</strong> untuk jumlah kasus diabetes yang belum terdiagnosis. Diperkirakan sekitar <strong data-start="1513" data-end="1537">15 juta orang dewasa</strong> hidup dengan diabetes tanpa mengetahui kondisinya.</p>
<p data-start="1590" data-end="1824">Prof. Yunir menggambarkan kerusakan organ akibat diabetes yang tidak terkendali layaknya argo taksi yang terus berjalan. Semakin lama kadar gula darah tinggi tidak ditangani, semakin besar pula kerusakan yang terjadi pada organ tubuh.</p>
<p data-start="1826" data-end="2010">“Tujuan pengobatan diabetes bukan sekadar membuat gula darah normal, tetapi menjaga fungsi organ tubuh tetap baik dan meningkatkan kualitas hidup pasien dalam jangka panjang,” ujarnya.</p>
<h3 data-section-id="c040go" data-start="2012" data-end="2054">Mengapa Banyak Kasus Tidak Terdeteksi?</h3>
<p data-start="2056" data-end="2169">Menurut Prof. Yunir, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan tingginya angka diabetes yang belum terdiagnosis.</p>
<p data-start="2171" data-end="2484"><strong data-start="2171" data-end="2182">Pertama</strong>, diabetes tipe 2 sering berkembang tanpa gejala yang jelas. Keluhan seperti sering haus, sering buang air kecil, atau berat badan turun drastis umumnya baru muncul ketika penyakit sudah memasuki tahap lanjut. Akibatnya, banyak orang merasa dirinya sehat sehingga tidak terdorong melakukan pemeriksaan.</p>
<p data-start="2486" data-end="2665">“Hingga akhirnya terdeteksi saat berobat penyakit lain atau masuk kondisi gawat darurat,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PP PERKENI) tersebut.</p>
<p data-start="2667" data-end="2811"><strong data-start="2667" data-end="2676">Kedua</strong>, budaya masyarakat yang masih berobat ketika sudah sakit. Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala masih rendah.</p>
<p data-start="2813" data-end="2982">“Jangan ke dokter, nanti ketahuan. Jangan diperiksa, nanti ketahuan. Mendingan nggak diperiksa. Kan kita nggak tahu. Itu pola pikir yang harus diubah,” ujar Prof. Yunir.</p>
<p data-start="2984" data-end="3240"><strong data-start="2984" data-end="2994">Ketiga</strong>, skrining diabetes di layanan kesehatan primer belum menjadi kebiasaan rutin. Pemeriksaan gula darah bagi kelompok berisiko, seperti penderita obesitas, hipertensi, atau yang memiliki riwayat keluarga diabetes, belum dilakukan secara sistematis.</p>
<p data-start="3242" data-end="3394">Menurutnya, pelayanan kesehatan masih lebih berorientasi pada pengobatan pasien yang sudah sakit dibandingkan upaya aktif menemukan orang yang berisiko.</p>
<h3 class="" data-section-id="538i88" data-start="3396" data-end="3451">BPJS Sudah Menyediakan Skrining, Tapi Belum Optimal</h3>
<p data-start="3453" data-end="3634">Sebenarnya BPJS Kesehatan telah menyediakan layanan <strong data-start="3505" data-end="3535">Skrining Riwayat Kesehatan</strong> yang dapat diakses melalui aplikasi Mobile JKN, situs resmi BPJS, maupun layanan WhatsApp Pandawa.</p>
<p data-start="3636" data-end="3855">Mengacu pada <strong data-start="3649" data-end="3696">Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 3 Tahun 2024</strong>, skrining tersebut dirancang untuk mendeteksi risiko 14 penyakit, termasuk diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung koroner, hingga gagal ginjal kronis.</p>
<p data-start="3857" data-end="3999">Sejak <strong data-start="3863" data-end="3881">1 Januari 2026</strong>, seluruh peserta BPJS berusia minimal 15 tahun diwajibkan mengisi skrining kesehatan setidaknya sekali dalam setahun.</p>
<p data-start="4001" data-end="4275">Hingga <strong data-start="4008" data-end="4023">16 Mei 2026</strong>, sebanyak <strong data-start="4034" data-end="4055">10,4 juta peserta</strong> telah mengikuti skrining, melampaui target tahunan sebanyak 6,6 juta peserta. Dari jumlah tersebut, sekitar <strong data-start="4164" data-end="4183">4,97 juta orang</strong> atau hampir 50 persen teridentifikasi memiliki risiko penyakit tertentu, termasuk diabetes.</p>
<p data-start="4277" data-end="4474">BPJS juga menanggung pemeriksaan gula darah secara gratis bagi peserta yang masuk kelompok berisiko, seperti mereka yang berusia di atas 40 tahun, memiliki obesitas, atau riwayat keluarga diabetes.</p>
<p data-start="4476" data-end="4702">Namun, tantangan terbesar justru muncul setelah proses skrining awal. Data BPJS menunjukkan hanya sekitar <strong data-start="4582" data-end="4603">2,28 juta peserta</strong> yang benar-benar melanjutkan pemeriksaan gula darah di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).</p>
<p data-start="4704" data-end="4904">Hal ini menunjukkan bahwa skrining berbasis kuesioner hanya mampu mengidentifikasi risiko, bukan menegakkan diagnosis. Pemeriksaan laboratorium tetap menjadi tahap penting yang masih banyak diabaikan.</p>
<h3 data-section-id="1bh8shq" data-start="4906" data-end="4958">Masalah Lama: Preventif Masih Kalah dari Kuratif</h3>
<p data-start="4960" data-end="5155">Fenomena tingginya kasus diabetes yang tidak terdiagnosis juga mencerminkan persoalan lama sistem kesehatan Indonesia yang masih lebih menitikberatkan pada layanan kuratif dibandingkan preventif.</p>
<p data-start="5157" data-end="5373">Padahal, langkah pencegahan seperti pemeriksaan gula darah rutin, edukasi pola makan sehat, aktivitas fisik, dan skrining kelompok berisiko membutuhkan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan penanganan komplikasi.</p>
<p data-start="5375" data-end="5656">Sebaliknya, ketika diabetes baru diketahui setelah muncul komplikasi, biaya pengobatan meningkat drastis. Pasien dapat membutuhkan cuci darah seumur hidup akibat gagal ginjal, operasi mata karena retinopati diabetik, tindakan amputasi, hingga perawatan penyakit jantung dan stroke.</p>
<p data-start="5658" data-end="5866">Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan, <strong data-start="5749" data-end="5771">Siti Nadia Tarmizi</strong>, mengatakan pemerintah terus memperluas layanan skrining melalui Program Cek Kesehatan Gratis.</p>
<p data-start="5868" data-end="6071">“Tidak hanya mengendalikan diabetes, tetapi juga mencegah komplikasi turunannya secara menyeluruh. Melalui program Cek Kesehatan Gratis, masyarakat dapat memeriksakan gula darah secara berkala,” ujarnya.</p>
<h3 data-section-id="dm4bdt" data-start="6073" data-end="6102">Komplikasi yang Mengintai</h3>
<p data-start="6104" data-end="6217">Diabetes yang tidak terdeteksi dan tidak terkendali berisiko menimbulkan berbagai komplikasi serius, antara lain:</p>
<ul data-start="6219" data-end="6457">
<li data-section-id="14crjr9" data-start="6219" data-end="6267">Gagal ginjal yang memerlukan cuci darah rutin.</li>
<li data-section-id="3z4h4r" data-start="6268" data-end="6308">Penyakit jantung dan serangan jantung.</li>
<li data-section-id="1psh0s2" data-start="6309" data-end="6318">Stroke.</li>
<li data-section-id="dxydpt" data-start="6319" data-end="6373">Retinopati diabetik yang dapat menyebabkan kebutaan.</li>
<li data-section-id="cuccug" data-start="6374" data-end="6411">Luka kaki diabetik hingga amputasi.</li>
<li data-section-id="13vi8ju" data-start="6412" data-end="6457">Penurunan kualitas hidup dan produktivitas.</li>
</ul>
<p data-start="6459" data-end="6584">Sebagian besar komplikasi tersebut sebenarnya dapat dicegah apabila diabetes diketahui lebih awal dan ditangani secara tepat.</p>
<h3 data-section-id="3e0fco" data-start="6586" data-end="6628">Langkah yang Bisa Dilakukan Masyarakat</h3>
<p data-start="6630" data-end="6776">Selain menunggu penguatan sistem kesehatan, masyarakat juga dapat melakukan langkah sederhana untuk mencegah keterlambatan diagnosis, antara lain:</p>
<ul data-start="6778" data-end="7181">
<li data-section-id="n3lwys" data-start="6778" data-end="6872">Memeriksa gula darah minimal satu kali setahun, terutama bagi yang berusia di atas 35 tahun.</li>
<li data-section-id="5no58p" data-start="6873" data-end="6976">Melakukan pemeriksaan lebih rutin jika memiliki obesitas, hipertensi, atau riwayat keluarga diabetes.</li>
<li data-section-id="1fnax67" data-start="6977" data-end="7081">Memanfaatkan layanan Skrining Riwayat Kesehatan BPJS melalui Mobile JKN karena tersedia secara gratis.</li>
<li data-section-id="8hz5nh" data-start="7082" data-end="7181">Segera melakukan pemeriksaan gula darah di FKTP apabila hasil skrining menunjukkan risiko tinggi.</li>
</ul>
<p data-start="7183" data-end="7351">BPJS Kesehatan juga telah mengembangkan sistem pengingat melalui pesan WhatsApp kepada peserta yang teridentifikasi berisiko agar segera menjalani pemeriksaan lanjutan.</p>
<p data-start="7353" data-end="7751" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Angka <strong data-start="7359" data-end="7416">73 persen penyandang diabetes yang belum terdiagnosis</strong> bukan sekadar statistik. Di balik angka tersebut terdapat jutaan orang yang mungkin sedang hidup dengan “gula darah tersembunyi” yang perlahan merusak ginjal, jantung, mata, dan pembuluh darah tanpa gejala yang jelas. Semakin cepat diabetes dikenali, semakin besar peluang mencegah komplikasi dan menjaga kualitas hidup di masa depan.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/07/23/73-persen-penderita-diabetes-di-indonesia-belum-terdiagnosis-mengapa-deteksi-dini-masih-tertinggal/">73 Persen Penderita Diabetes di Indonesia Belum Terdiagnosis, Mengapa Deteksi Dini Masih Tertinggal?</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Obat Hipertensi Tidak Boleh Asal Minum, Ini Penjelasan Apoteker</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/07/15/obat-hipertensi-tidak-boleh-asal-minum-ini-penjelasan-apoteker/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2026 08:46:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[# edukasi kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[# obat hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[Apoteker Ike Fitria Ningrum]]></category>
		<category><![CDATA[cara minum obat hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[cek tanggal kedaluwarsa obat]]></category>
		<category><![CDATA[efek samping obat hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[Gagal ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[Hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[komplikasi hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemeriksaan tekanan darah]]></category>
		<category><![CDATA[pengendalian tekanan darah]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan obat hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[pola hidup sehat hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD SSMA]]></category>
		<category><![CDATA[Serangan Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[silent killer]]></category>
		<category><![CDATA[Stroke]]></category>
		<category><![CDATA[tekanan darah tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=134786</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Hipertensi atau tekanan darah tinggi kerap tidak menimbulkan gejala sehingga dikenal sebagai silent killer atau “pembunuh diam-diam”. Banyak penderita baru mengetahui dirinya mengalami hipertensi setelah muncul komplikasi serius, seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, maupun gangguan penglihatan. Apoteker Ike Fitria Ningrum, S.Farm mengingatkan bahwa salah satu cara mengendalikan hipertensi adalah mengonsumsi obat sesuai anjuran [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/07/15/obat-hipertensi-tidak-boleh-asal-minum-ini-penjelasan-apoteker/">Obat Hipertensi Tidak Boleh Asal Minum, Ini Penjelasan Apoteker</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong><strong data-start="34" data-end="74">Hipertensi atau tekanan darah tinggi</strong> kerap tidak menimbulkan gejala sehingga dikenal sebagai <em data-start="131" data-end="146">silent killer</em> atau “pembunuh diam-diam”. Banyak penderita baru mengetahui dirinya mengalami hipertensi setelah muncul komplikasi serius, seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, maupun gangguan penglihatan.</p>
<p data-start="348" data-end="648">Apoteker <strong data-start="357" data-end="387">Ike Fitria Ningrum, S.Farm</strong> mengingatkan bahwa salah satu cara mengendalikan hipertensi adalah mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Namun, penggunaan obat antihipertensi tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena dapat memengaruhi efektivitas pengobatan maupun keselamatan pasien.</p>
<p data-start="650" data-end="987">“<strong data-start="651" data-end="934">Pahami terlebih dahulu informasi penting sebelum mengonsumsi obat hipertensi agar pengobatan berlangsung aman dan efektif. Informasi yang benar akan membantu pasien menggunakan obat secara tepat, menghindari efek yang tidak diinginkan, serta memberikan hasil terapi yang optimal,</strong>” ujar Ike saat memberikan edukasi, Rabu (15/7/2026).</p>
<p data-start="989" data-end="1297">Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi obat masih layak digunakan sebelum dikonsumsi. Kemasan harus dalam keadaan utuh, tidak sobek, bocor, atau rusak. Untuk obat berbentuk tablet, pastikan tidak retak, hancur, berubah warna, maupun berjamur. Sementara itu, kapsul tidak boleh lengket atau terbuka.</p>
<p data-start="1299" data-end="1534">Selain itu, pasien juga perlu selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa, terutama untuk obat yang telah lama disimpan di rumah. Obat yang sudah melewati masa kedaluwarsa berpotensi kehilangan efektivitas bahkan dapat membahayakan kesehatan.</p>
<p data-start="1536" data-end="1800">Ike juga menegaskan agar masyarakat tidak menggunakan obat hipertensi milik orang lain meskipun memiliki keluhan yang serupa. Menurutnya, setiap pasien memiliki kondisi kesehatan, tingkat tekanan darah, usia, penyakit penyerta, serta kebutuhan terapi yang berbeda.</p>
<p data-start="1802" data-end="1967">“<strong data-start="1803" data-end="1957">Perhatikan juga efek samping yang mungkin muncul. Setiap obat memiliki potensi menimbulkan efek samping, meskipun tidak semua orang akan mengalaminya,</strong>” katanya.</p>
<p data-start="1969" data-end="2231">Ia mengingatkan agar obat diminum sesuai dosis, jadwal, dan aturan yang diberikan tenaga medis. Pasien tidak dianjurkan menambah atau mengurangi dosis, maupun menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter, meskipun tekanan darah sudah kembali normal.</p>
<p data-start="2233" data-end="2475">Selain cara penggunaan, penyimpanan obat juga perlu diperhatikan. Sebagian besar obat hipertensi sebaiknya disimpan pada suhu ruangan, di tempat yang kering, terhindar dari paparan sinar matahari langsung, serta jauh dari jangkauan anak-anak.</p>
<p data-start="2477" data-end="2926" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Untuk memperoleh hasil pengobatan yang optimal, Ike juga mendorong penderita hipertensi menerapkan pola hidup sehat, seperti membatasi konsumsi garam, memperbanyak sayur dan buah, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, membatasi konsumsi alkohol, mengelola stres, serta memeriksakan tekanan darah secara berkala. Dengan kombinasi pengobatan yang tepat dan gaya hidup sehat, risiko komplikasi akibat hipertensi dapat ditekan.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/07/15/obat-hipertensi-tidak-boleh-asal-minum-ini-penjelasan-apoteker/">Obat Hipertensi Tidak Boleh Asal Minum, Ini Penjelasan Apoteker</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/02/06/130693/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 02:09:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Parlementaria]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[# cuci darah]]></category>
		<category><![CDATA[# Komisi IX DPR]]></category>
		<category><![CDATA[BPJS Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[BPJS nonaktif]]></category>
		<category><![CDATA[darurat kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[DTKS]]></category>
		<category><![CDATA[DTSEN]]></category>
		<category><![CDATA[Edy Wuryanto]]></category>
		<category><![CDATA[Gagal ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[hak kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[hemodialisis]]></category>
		<category><![CDATA[Kemensos]]></category>
		<category><![CDATA[PBI BPJS Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[penonaktifan PBI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=130693</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menilai kebijakan penonaktifan massal kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan per 1 Februari 2026 berpotensi membahayakan keselamatan pasien. Ia menyebut kebijakan tersebut dapat memicu darurat kesehatan, terutama bagi pasien penyakit kronis. Edy merujuk laporan Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) yang menemukan sedikitnya 30 pasien gagal [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/02/06/130693/"></a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menilai kebijakan penonaktifan massal kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan per 1 Februari 2026 berpotensi membahayakan keselamatan pasien. Ia menyebut kebijakan tersebut dapat memicu darurat kesehatan, terutama bagi pasien penyakit kronis.</p>
<p data-start="2318" data-end="2520">Edy merujuk laporan Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) yang menemukan sedikitnya 30 pasien gagal ginjal terhenti layanan hemodialisisnya karena status BPJS Kesehatan mereka mendadak nonaktif.</p>
<p data-start="2522" data-end="2640">“Ini persoalan serius karena menyangkut nyawa manusia, bukan sekadar urusan administrasi,” kata Edy, Kamis (5/2/2026).</p>
<p data-start="2642" data-end="2835">Ia menilai persoalan penonaktifan PBI terjadi berulang akibat buruknya komunikasi pemerintah. Warga kerap baru mengetahui status kepesertaan nonaktif saat sudah membutuhkan pelayanan kesehatan.</p>
<p data-start="2837" data-end="3085">Meski mendukung pemutakhiran data melalui DTKS maupun DTSEN, Edy menegaskan negara tidak boleh mengorbankan hak kesehatan warga miskin. Proses pembersihan data, kata dia, harus disertai pengaman kebijakan agar pasien tidak kehilangan akses layanan.</p>
<p data-start="3087" data-end="3302">Edy juga menyoroti keterbatasan kuota PBI APBN dan melemahnya kemampuan fiskal daerah akibat penurunan transfer pusat. Kondisi ini, menurut dia, memperparah risiko terputusnya layanan kesehatan bagi kelompok rentan.</p>
<p data-start="3304" data-end="3590">Ia mendesak pemerintah segera mengevaluasi kebijakan tersebut dan memastikan reaktivasi kepesertaan dilakukan cepat bagi pasien yang sedang menjalani pengobatan. “Negara wajib hadir memastikan tidak ada pasien gagal ginjal, kanker, maupun anak-anak yang terputus perawatannya,” ujarnya.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/02/06/130693/"></a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berikut Kebiasaan yang Perlu Dihindari agar Tidak Kena Gagal Ginjal Saat Usia Muda</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2024/08/03/berikut-kebiasaan-yang-perlu-dihindari-agar-tidak-kena-gagal-ginjal-saat-usia-muda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Aug 2024 01:49:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[# gejala awal gagal ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[# ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[# kebiasaan yang dihindari agar tak kena gagal ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[Gagal ginjal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=115344</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Gagal ginjal merupakan kondisi di mana salah satu atau kedua ginjal tidak berfungsi dengan baik. Terkadang, gagal ginjal bersifat sementara (akut) dan bisa muncul dengan cepat, tetapi juga dapat menjadi kondisi kronis yang memburuk secara perlahan dalam waktu yang lama. Gejala awal gagal ginjal meliputi mudah lelah, kulit kering dan gatal, keluarnya darah saat buang air kecil, dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/08/03/berikut-kebiasaan-yang-perlu-dihindari-agar-tidak-kena-gagal-ginjal-saat-usia-muda/">Berikut Kebiasaan yang Perlu Dihindari agar Tidak Kena Gagal Ginjal Saat Usia Muda</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong><a href="https://www.suara.com/tag/gagal-ginjal">Gagal ginjal</a> merupakan kondisi di mana salah satu atau kedua <a href="https://www.suara.com/tag/ginjal">ginjal</a> tidak berfungsi dengan baik. Terkadang, gagal ginjal bersifat sementara (akut) dan bisa muncul dengan cepat, tetapi juga dapat menjadi kondisi kronis yang memburuk secara perlahan dalam waktu yang lama.</p>
<p><a href="https://www.suara.com/tag/gejala-awal-gagal-ginjal">Gejala awal gagal ginjal</a> meliputi mudah lelah, kulit kering dan gatal, keluarnya darah saat buang air kecil, dan pembengkakan pada area mata. Pencegahan dan pengobatan gagal ginjal melibatkan perawatan medis yang tepat dan perubahan gaya hidup untuk mengurangi risiko komplikasi.</p>
<p>Gagal ginjal tidak hanya menyasar orang lansia saja, usia muda juga bisa kena. Untuk terhindar dari gagal ginjal saat usia muda, beberapa kebiasaan yang perlu dihindari dan dilakukan adalah sebagai berikut:</p>
<p>Kebiasaan yang Harus Dihindari</p>
<p>1. Kurang Minum Air Putih</p>
<p>Minum air putih yang cukup sangat penting untuk menjaga <a href="https://www.suara.com/tag/kesehatan">kesehatan</a> ginjal. Kurang minum air putih dapat menyebabkan dehidrasi, yang dapat mengganggu fungsi ginjal.</p>
<p>2. Mengonsumsi Makanan Olahan Berlebihan</p>
<p>Makanan olahan yang banyak mengandung natrium dan fosfor dapat membahayakan kesehatan ginjal. Oleh karena itu, perlu dihindari konsumsi makanan olahan yang berlebihan.</p>
<p>3. Merokok</p>
<p>Merokok dapat menyebabkan aliran darah ke ginjal menjadi melambat dan memperburuk kondisi tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2, yang merupakan penyebab utama penyakit ginjal.</p>
<p>4. Minum-Minuman Beralkohol</p>
<p>Alkohol dapat memengaruhi kemampuan ginjal dalam mempertahankan keseimbangan cairan, sehingga dehidrasi bisa terjadi dan fungsi ginjal bisa menurun.</p>
<p>5. Minum Minuman Bersoda</p>
<p>Minuman bersoda dapat menyebabkan efek buruk pada ginjal karena kandungan pemanisnya. Oleh karena itu, perlu dihindari konsumsi minuman bersoda.</p>
<p>6. Olahraga Berlebihan</p>
<p>Olahraga berlebihan dapat memicu terjadinya rhabdomyolysis, yaitu kondisi jaringan otot yang rusak menjadi hancur dalam waktu singkat. Zat sisanya nanti akan masuk ke dalam darah dan melukai ginjal.</p>
<p>Kebiasaan yang Perlu Dilakukan</p>
<p>1. Mengonsumsi Makanan Sehat dan Bergizi</p>
<p>Makanan sehat dan bergizi dapat membantu menjaga kesehatan ginjal. Makanan yang kaya akan vitamin dan mineral dapat membantu menjaga fungsi ginjal.</p>
<p>2. Menjaga Tekanan Darah Tetap Normal</p>
<p>Tekanan darah tinggi adalah salah satu penyebab utama gagal ginjal. Membatasi asupan garam, tidur cukup, dan mengelola stres harian dapat membantu menjaga tekanan darah tetap normal.</p>
<p>3. Menghindari Rokok</p>
<p>Berhenti merokok dapat membantu menjaga kesehatan ginjal. Nikotin pada rokok dapat meningkatkan tekanan darah dan frekuensi denyut jantung.</p>
<p>Dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan yang tidak sehat dan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang sehat, Anda dapat membantu menjaga kesehatan ginjal Anda dan mencegah gagal ginjal di usia muda.</p>
<p><strong>Sumber: Suara.com</strong></p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/08/03/berikut-kebiasaan-yang-perlu-dihindari-agar-tidak-kena-gagal-ginjal-saat-usia-muda/">Berikut Kebiasaan yang Perlu Dihindari agar Tidak Kena Gagal Ginjal Saat Usia Muda</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bareskrim Telisik 3 Perusahaan Pemasok Bahan Baku Obat</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2022/11/08/bareskrim-telisik-3-perusahaan-pemasok-bahan-baku-obat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2022 23:59:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[# kasus gagal ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[Gagal ginjal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=87194</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Tim Gabungan Bareskrim Polri menyelidiki tiga perusahaan farmasi sebagai pemasok bahan baku obat kepada PT Universal Pharmaceutical Industries (UPI) yang melebihi abang batas dalam kasus gagal ginjal akut. Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Nurul Azizah di Mabes Polri, Senin (7/11/2022), mengatakan setelah penyidik produsen obat PT Afi Farma, tim gabungan Bareskrim [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2022/11/08/bareskrim-telisik-3-perusahaan-pemasok-bahan-baku-obat/">Bareskrim Telisik 3 Perusahaan Pemasok Bahan Baku Obat</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Tim Gabungan Bareskrim Polri menyelidiki tiga perusahaan farmasi sebagai pemasok bahan baku obat kepada PT Universal Pharmaceutical Industries (UPI) yang melebihi abang batas dalam kasus <a href="https://www.suara.com/tag/gagal-ginjal">gagal ginjal</a> akut.</p>
<p>Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Nurul Azizah di Mabes Polri, Senin (7/11/2022), mengatakan setelah penyidik produsen obat PT Afi Farma, tim gabungan Bareskrim Polri melanjutkan penyelidikan terhadap PT UPI.</p>
<p>“PT UPI merupakan produsen obat sirop dengan merk Unibaby,” kata Nurul.</p>
<p>Ia menjelaskan, obat sirop Unibaby yang diproduksi PT UPI diketahui menggunakan bahan baku obat jenis Propilen Glikol (PG).</p>
<p>Bahan baku yang digunakan PT UPI didapat dari tiga perusahaan, yakni PT LS, PT BA dan PT MSAK.</p>
<p>“Penyidik melakukan penyelidikan terhadap suplier (pemasok) bahan baku PG tersebut,” katanya seperti dinukil dari laman <a href="https://www.suara.com/news/2022/11/08/060943/update-terkini-kasus-gagal-ginjal-indonesia-bareskrim-telisik-3-perusahaan-pemasok-bahan-baku-obat"><em>suara.com</em></a>.</p>
<p>Tindak lanjut dari penyelidikan itu, kata Nurul, penyidik tim gabungan Bareskrim Polri melakukan pengambilan sampel dan melakukan penyelidikan terhadap suplier bahan baku obat sirop tersebut.</p>
<p>Sebelumnya, tim gabungan Bareskrim Polri telah menyidik kasus dugaan menggunakan bahan baku senyawa kimia melebihi ambang batas aman terhadap perusahaan farmasi PT Afi Farma Kediri.</p>
<p>Penyidik turun ke Kediri melakukan pemeriksaan dan pengumpulan alat bukti, hingga kini 15 orang saksi termasuk Direktur PT Afi Farma Kediri telah diperiksa.</p>
<p>Ketua Tim Gabungan Bareskrim Polri Brigjen Pol. Pipit Rismanto menyebutkan, dalam penyidikan tersebut pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan, total ada enam drum bahan baku obat yang diduga tercemar bahan senyawa kimia melebihi abang batas seperti Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) maupun PG.</p>
<p>Penyidik membawa sampel tiap-tiap drum untuk diteliti kembali, sama dengan sampel obat yang digunakan oleh pasien gagal ginjal.</p>
<p>“Mudah-mudahan minggu ini ada kejelasan, kami kan juga membawa sampel baru juga dari bahan-bahan baku, kan ada beberapa drum yang kami cek, kami amankan dan diberi police line, ini nanti kami ambil sampelnya. Dari drum-drum itu misalnya 10 drum diuji sampel kemudian nanti mana yang mengandung EG dan DG, atau cemaran-cemaran lainnya,” kata Pipit.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2022/11/08/bareskrim-telisik-3-perusahaan-pemasok-bahan-baku-obat/">Bareskrim Telisik 3 Perusahaan Pemasok Bahan Baku Obat</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bareskrim Bakal Investigasi BPOM soal Kasus Gagal Ginjal Akut</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2022/11/06/bareskrim-bakal-investigasi-bpom-soal-kasus-gagal-ginjal-akut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2022 01:08:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[# Investigasi]]></category>
		<category><![CDATA[# Obat Sirup]]></category>
		<category><![CDATA[Bareskrim]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM]]></category>
		<category><![CDATA[Gagal ginjal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=87101</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Bareskrim Mabes Polri akan melakukan investigasi dugaan kelalaian yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI terkait pengawasan peredaran obat sirup anak yang mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG). Pasalnya, ada obat sirup yang beredar di tengah masyarakat yang diduga menyebabkan gagal ginjal akut yang menewaskan ratusan anak-anak. Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2022/11/06/bareskrim-bakal-investigasi-bpom-soal-kasus-gagal-ginjal-akut/">Bareskrim Bakal Investigasi BPOM soal Kasus Gagal Ginjal Akut</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong><a href="https://www.suara.com/tag/bareskrim">Bareskrim</a> Mabes Polri akan melakukan <a href="https://www.suara.com/tag/investigasi">investigasi</a> dugaan kelalaian yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (<a href="https://www.suara.com/tag/bpom">BPOM</a>) RI terkait pengawasan peredaran <a href="https://www.suara.com/tag/obat-sirup">obat sirup</a> anak yang mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).</p>
<p>Pasalnya, ada obat sirup yang beredar di tengah masyarakat yang diduga menyebabkan <a href="https://www.suara.com/tag/gagal-ginjal">gagal ginjal</a> akut yang menewaskan ratusan anak-anak.</p>
<p>Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto mengatakan, sampai dengan saat ini, belum ada masyarakat yang membuat laporan terkait kelalaian BPOM dalam melakukan pengawasan obat-obatan.</p>
<p>“Nanti arah investigasi kita pasti kesana. Karena kita ingin tahu dimana letak kelemahan-kelemahannya,” ujar Pipit seperti dilansir <a href="https://www.suara.com/bisnis/2022/11/05/150055/kasus-gagal-ginjal-akut-bareskrim-bakal-investigasi-bpom"><em>suara.com</em></a>.</p>
<p>Pipit menyebut, nantinya Kepolisian juga akan melakukan investigasi kepada pihak-pihak yang melakukan import bahan baku obat ke Indonesia.</p>
<p>“Harus dilihat nantinya apakah ada tindakan kelalaian dan kesengajaan. Ini akan terus kita dalami dan kita juga harus berhati-hati,” tambah Jenderal bintang satu tersebut.</p>
<p>Pipit Rismanto berjanji proses penanganan kasus obat sirup yang membuat penyakit gangguan ginjal akut pada anak ini akan berjalan transparan dan objektif. Hal ini dijelaskan Brigjen Pipit demi kelangsungan hidup masyarakat banyak.</p>
<p>Pipit juga mengungkapkan, Kementerian Perdagangan juga akan diinvestigasi Bareskrim karena namanya disebut BPOM.</p>
<p>“Iya kita akan telusuri nanti ya, sabar dulu,” tutup Brigjen Pipit.</p>
<div id="dailymotion-widget" class="dailymotion-widget">
<div class="dm-player dm-processed dm-show-player">
<div class="dm-player-wrapper dm-thumbnail-placeholder">
<div id="dm-player-993" class="dailymotion-player-root dailymotion-player-x4ujk"></div>
</div>
</div>
</div>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2022/11/06/bareskrim-bakal-investigasi-bpom-soal-kasus-gagal-ginjal-akut/">Bareskrim Bakal Investigasi BPOM soal Kasus Gagal Ginjal Akut</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenkes Klaim Keberhasilan Fomepizole Capai 95 Persen Obati Pasien Gagal Ginjal</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2022/11/03/kemenkes-klaim-keberhasilan-fomepizole-capai-95-persen-obati-pasien-gagal-ginjal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2022 01:47:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[# Fomepizole]]></category>
		<category><![CDATA[# gagal ginjal akut]]></category>
		<category><![CDATA[# Pasien Gagal Ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[Gagal ginjal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=86958</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Tingkat keberhasilan Fomepizole untuk menangani pasien gagal ginjal akut pada anak disebut mencapai 95 persen. Hal itu seperti diklaim oleh Kementerian Kesehatan. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, bahwa pemberian Fomepizole memang memberikan kesembuhan untuk pasien. “Kita memberikan pengobatan Fomepizole karena keberhasilan pengobatan Fomepizole itu kurang lebih 95 persen,” kata Nadia [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2022/11/03/kemenkes-klaim-keberhasilan-fomepizole-capai-95-persen-obati-pasien-gagal-ginjal/">Kemenkes Klaim Keberhasilan Fomepizole Capai 95 Persen Obati Pasien Gagal Ginjal</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Tingkat keberhasilan <a href="https://www.suara.com/tag/fomepizole">Fomepizole</a> untuk menangani pasien <a href="https://www.suara.com/tag/gagal-ginjal">gagal ginjal</a> akut pada anak disebut mencapai 95 persen. Hal itu seperti diklaim oleh Kementerian Kesehatan.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, bahwa pemberian Fomepizole memang memberikan kesembuhan untuk pasien.</p>
<p>“Kita memberikan pengobatan Fomepizole karena keberhasilan pengobatan Fomepizole itu kurang lebih 95 persen,” kata Nadia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (2/11/2022).</p>
<p>Nadia lantas merujuk pernyataan Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso. Piprim, kata Nadia, mengatakan pasien dengan kriteria gangguan ginjal akit a-tipikal progresif langsung diberikan pengobatan dengan Fomepizole.</p>
<p>“Karena memberikan harapan kan tadi ketua IDAI mengatakan, anak datang ke rumah sakit keluhannya hanya tidak bisa kencing atau kencingnya makin lama makin sedikit. Tapi cepat sekali kemudian akhirnya koma, kemudian dia masuk diberi inkubasi ya artinya dia masuk ke dalam ventilator dan tidak berapa lama kemudian meninggal,” tutur Nadia.</p>
<p>“Jadi dengan Fomepizole ini kita melihat bahwa ada perbaikan 95 persen kesembuhan,” sambung Nadia.</p>
<p>Terpisah, Piprim dalam rapat kerja di Komisi IX DPR pada Rabu (2/11) memang memaparkan terkait keampuhan Fomepizole senagai antidotum.</p>
<p>“Bukti lain, yaitu fomepizole antidotumnya, ketika antidotum diberikan, itu respons pasien yang tadinya, saya bisa cerita ya. Itu pasien balita masuk hanya nggak bisa kencing, dia masih segar masih ngomong masih bisa ditanya, terus lama lama koma diinkubasi, meninggal,” kata Nadia.</p>
<p>“Jadi kita stres melihat kondisi seperti itu. Tapi begitu datang obat Fomepizole ini, ya alhamdulillah mungkin dokter bisa tambahkan ya,” sambung Piprim, seperti dinukil dari laman<a href="https://www.suara.com/news/2022/11/03/081038/kemenkes-klaim-keberhasilan-fomepizole-capai-95-persen-obati-pasien-gagal-ginjal-idai-alhamdulillah"><em> suara.com</em></a>.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2022/11/03/kemenkes-klaim-keberhasilan-fomepizole-capai-95-persen-obati-pasien-gagal-ginjal/">Kemenkes Klaim Keberhasilan Fomepizole Capai 95 Persen Obati Pasien Gagal Ginjal</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rapat Bahas Kasus Obat Penyebab Gagal Ginjal, Jokowi: Jangan Anggap Kecil, Ini Masalah Besar</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2022/10/25/rapat-bahas-kasus-obat-penyebab-gagal-ginjal-jokowi-jangan-anggap-kecil-ini-masalah-besar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2022 00:20:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[# obat penyebab gagal ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[# Obat Sirup]]></category>
		<category><![CDATA[Gagal ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Joko Widodo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=86448</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat internal terkait perkembangan kasus obat penyebab gagal ginjal dengan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (24/10/2022). Dalam rapat tersebut, Jokowi memberikan sejumlah arahan kepada jajarannya. Salah satunya untuk mengutamakan keselamatan masyarakat. “Jangan menganggap ini masalah kecil. Ini adalah masalah besar,” ujar Jokowi. Melansir suara.com. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2022/10/25/rapat-bahas-kasus-obat-penyebab-gagal-ginjal-jokowi-jangan-anggap-kecil-ini-masalah-besar/">Rapat Bahas Kasus Obat Penyebab Gagal Ginjal, Jokowi: Jangan Anggap Kecil, Ini Masalah Besar</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Presiden Joko Widodo (<a href="https://www.suara.com/tag/jokowi">Jokowi</a>) menggelar rapat internal terkait perkembangan kasus <a href="https://www.suara.com/tag/obat-penyebab-gagal-ginjal">obat penyebab gagal ginjal</a> dengan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (24/10/2022).</p>
<p>Dalam rapat tersebut, Jokowi memberikan sejumlah arahan kepada jajarannya. Salah satunya untuk mengutamakan keselamatan masyarakat.</p>
<p>“Jangan menganggap ini masalah kecil. Ini adalah masalah besar,” ujar Jokowi. Melansir <a href="https://www.suara.com/news/2022/10/24/223631/rapat-bahas-kasus-obat-penyebab-gagal-ginjal-jokowi-jangan-anggap-kecil-ini-masalah-besar?page=all"><em>suara.com</em></a>.</p>
<p>Jokowi mengungkap, dirinya sudah memberikan instruksi kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk menghentikan sementara peredaran obat yang diduga menjadi penyebab kasus <a href="https://www.suara.com/tag/gagal-ginjal">gagal ginjal</a>.</p>
<p>Kebijakan tersebut diambil pemerintah sambil menunggu hasil investigasi yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).</p>
<p>“Lakukan ini secara terbuka, transparan, tapi juga hati-hati dan objektif,” ucapnya.</p>
<figure class="image"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/10/24/89309-presiden-jokowi-rapat-kasus-obat-penyebab-gagal-ginjal.jpg" alt="Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat internal terkait kasus obat penyebab gagal ginjal dengan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (24/10/2022). [Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden]" width="653" height="366" /><figcaption>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat internal terkait kasus obat penyebab gagal ginjal dengan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (24/10/2022). [Foto: Lukas – Biro Pers Sekretariat Presiden]</figcaption></figure>
<p>Selain itu, Jokowi juga meminta BPOM untuk menarik dan menghentikan peredaran <a href="https://www.suara.com/tag/obat-sirup">obat sirup</a> yang secara eviden terbukti mengandung bahan obat penyebab gangguan ginjal.</p>
<p>“Saya kira akan lebih bagus lagi kalau diumumkan, diinformasikan secara luas mengenai nama produknya,” ungkapnya.</p>
<p>Arahan lainnya, Jokowi meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan eksplorasi terhadap seluruh faktor risiko penyebab kasus gagal ginjal. Baik dari sumber obat-obatan maupun potensi penyebab lainnya.</p>
<p>“Ini harus kita pastikan betul. Uji klinis harus dilakukan. Laboratorium seluler pada organ ginjal yang terdampak juga betul-betul dilihat betul sehingga kita bisa memastikan apa yang menjadi penyebab dari gagal ginjal terutama pada anak,” jelasnya.</p>
<p>Terakhir, Kepala Negara menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan pelayanan kesehatan termasuk pengadaan obat-obatan yang dapat mengatasi dan menangani masalah <a href="https://www.suara.com/tag/gagal-ginjal">gagal ginjal</a> di Tanah Air.</p>
<figure class="image"><img decoding="async" src="https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/10/24/35031-presiden-jokowi-rapat-kasus-obat-penyebab-gagal-ginjal.jpg" alt="Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat internal terkait kasus obat penyebab gagal ginjal dengan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (24/10/2022). [Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden]" width="653" height="366" /><figcaption>Presiden Joko Widodo (<a href="https://www.suara.com/tag/jokowi">Jokowi</a>) menggelar rapat internal terkait kasus <a href="https://www.suara.com/tag/obat-penyebab-gagal-ginjal">obat penyebab gagal ginjal</a> dengan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (24/10/2022). [Foto: Lukas – Biro Pers Sekretariat Presiden]</figcaption></figure>
<p>“Saya minta diberikan pengobatan gratis kepada pasien-pasien yang dirawat. Saya kira ini penting sekali,” pungkas Jokowi.</p>
<p>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat internal terkait perkembangan kasus obat penyebab gagal ginjal dengan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (24/10/2022). [Foto: Lukas – Biro Pers Sekretariat Presiden]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2022/10/25/rapat-bahas-kasus-obat-penyebab-gagal-ginjal-jokowi-jangan-anggap-kecil-ini-masalah-besar/">Rapat Bahas Kasus Obat Penyebab Gagal Ginjal, Jokowi: Jangan Anggap Kecil, Ini Masalah Besar</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menko PMK Minta Polri Usut Kasus Tindak Pidana Impor Obat Sirop</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2022/10/23/menko-pmk-minta-polri-usut-kasus-tindak-pidana-impor-obat-sirop/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2022 18:35:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[# Gagal Ginjal Anak]]></category>
		<category><![CDATA[# obat sirop]]></category>
		<category><![CDATA[Gagal ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[menko pmk]]></category>
		<category><![CDATA[Muhadjir Effendy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=86334</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta Polri mengusut dugaan tindak pidana impor bahan obat sirop dalam kasus gagal ginjal akut yang dialami ratusan anak di tanah air. “Permintaan Polri untuk mengusut kasus tersebut merupakan kesepakatan hasil koordinasi dengan beberapa kementerian,” kata Muhadjir di sela meninjau lokasi pengungsian warga terdampak longsor di Gang Barjo, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2022/10/23/menko-pmk-minta-polri-usut-kasus-tindak-pidana-impor-obat-sirop/">Menko PMK Minta Polri Usut Kasus Tindak Pidana Impor Obat Sirop</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (<a href="https://www.suara.com/tag/menko-pmk">Menko PMK</a>) <a href="https://www.suara.com/tag/muhadjir-effendy">Muhadjir Effendy</a> meminta Polri mengusut dugaan tindak pidana impor bahan <a href="https://www.suara.com/tag/obat-sirop">obat sirop</a> dalam kasus <a href="https://www.suara.com/tag/gagal-ginjal">gagal ginjal</a> akut yang dialami ratusan anak di tanah air.</p>
<p>“Permintaan Polri untuk mengusut kasus tersebut merupakan kesepakatan hasil koordinasi dengan beberapa kementerian,” kata Muhadjir di sela meninjau lokasi pengungsian warga terdampak longsor di Gang Barjo, Kebon Kelapa, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/10/2022).</p>
<p>Muhadjir mengatakan pengusutan perlu dilakukan karena berdasarkan data awal bahan baku obat sirop yang menyebabkan ratusan anak Indonesia gagal ginjal akut diimpor dari sebuah negara yang justru tidak terkena kasus tersebut.</p>
<p>“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, BPOM, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian dan kita telah mendapatkan masukan dari semua pihak. Tadi malam saya sudah telepon Pak Kapolri agar kasus gagal ginjal akut ini diusut dan ditelaah kemungkinan ada tidaknya tindak pidana,” jelasnya.</p>
<p>Muhadjir menyebutkan ada tiga negara importir bahan obat sirop, yakni Indonesia dengan kasus terbanyak di atas 100 orang anak yang diperkirakan akan terus bertambah, negara Zambia di Afrika Selatan sebanyak 70 kasus, dan Nigeria di Afrika Barat berjumlah 25 kasus.</p>
<p>Pemerintah, kata Muhadjir, akan menelisik ke bagian yang paling hulu dari mulai asal bahan baku obat sirup itu, bagaimana proses masuk ke Indonesia, dan terdistribusi pabrik-pabrik farmasi mana serta macam-macam produk yang dihasilkan dari bahan tersebut.</p>
<p>Muhadjir menyatakan pemerintah segera menetapkan status terkait ada pelanggaran atau tidak, dan jika ada masuk dalam kategori pidana atau tidak. Kasus ini sangat penting karena menyerang anak-anak di bawah umur, terutama umur 10 tahun ke bawah dengan rata-rata 1-6 tahun yang merupakan sumber daya manusia (SDM) berharga di masa depan.</p>
<p>“Bagi kita, satu korban, bukan tak ternilai karena itu kita berharap kalau ada pelanggaran harus ditindak secara tegas,” katanya.</p>
<p>Ia mengungkapkan hingga saat ini belum diketahui bagaimana dampak bagi mereka yang belum sembuh karena serangannya pada organ yang paling vital. Pemerintah tidak ingin kasus ini terulang kembali sehingga apa pun status hasil pengusutan kasus bahan baku obat sirop dalam kasus gagal ginjal ini yang terpenting adalah penanganan cepat.</p>
<p>Sebelumnya Kementerian Kesehatan telah mengumumkan sebanyak 102 merek obat sirop yang dikonsumsi para pasien gagal ginjal akut progresif atipikal (acute kidney injury/AKI) di Indonesia.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam agenda konferensi pers terkait AKI yang diikuti dalam jaringan di Jakarta, Jumat (21/10) mengatakan Kemenkes telah mendatangi 156 rumah pasien dan ada 102 <a href="https://www.suara.com/tag/obat-sirop">obat sirop</a> yang ada di lemari keluarga anak yang terkena kasus <a href="https://www.suara.com/tag/gagal-ginjal">gagal ginjal</a> akut. Data tersebut, kata Budi, telah diminta Presiden Joko Widodo untuk dibuka kepada publik.</p>
<p>Menkes Budi mengatakan seluruh produk obat sirop tersebut terbukti secara klinis mengandung bahan polyethylene glikol yang sebenarnya tidak berbahaya sebagai pelarut obat sirop selama penggunaannya berada pada ambang batas aman.</p>
<p>Sesuai Farmakope dan standar baku nasional yang diakui, ambang batas aman atau Tolerable Daily Intake (TDI) untuk cemaran EG dan DEG sebesar 0,5 mg/kg berat badan per hari.</p>
<p>Namun, jelas Budi, kalau formula campurannya buruk, polyethylene glikol bisa memicu cemaran seperti Etilen Glikol (EG), Dietilen Glikol (DEG), dan Etilen Glikol Butil Ether (EGBE). Polyethylene glikol adalah pelarut tambahan yang jarang dicatat dalam informasi produk obat.</p>
<p>Daftar obat sirop tersebut merupakan hasil telisik Kemenkes bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM dan organisasi profesi terkait tentang kejadian AKI di Indonesia sejak September 2022.</p>
<p>Oleh sebab itu, <a href="https://www.suara.com/tag/menko-pmk">Menko PMK</a> Muhadjir mengimbau agar aman, maka masyarakat lebih baik tidak mengonsumsi obat sirop sebelum dinyatakan aman oleh pemerintah. Obat-obat sirop yang beredar sementara ditarik hingga ada kepastian pengusutan kasus gagal ginjal akut.</p>
<p>“Terkait obat sebetulnya sudah ada list sekian ratus obat saya tidak hafal, dari sekian ribu jenis obat yang berbentuk sirop. Tapi untuk masyarakat perlu saya imbau lebih baik hindari saja semua obat yang berbentuk sirop, kecuali obat sirop yang selama ini sudah diminum dan atas resep dokter. Jangan sekali-kali membeli obat sirop tanpa resep dokter,” katanya. Seperti dinukil dari laman <a href="https://www.suara.com/news/2022/10/22/203306/ratusan-anak-gagal-ginjal-menko-pmk-minta-polri-usut-kasus-tindak-pidana-impor-obat-sirop?page=all"><em>suara.com</em></a>.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2022/10/23/menko-pmk-minta-polri-usut-kasus-tindak-pidana-impor-obat-sirop/">Menko PMK Minta Polri Usut Kasus Tindak Pidana Impor Obat Sirop</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Google Kembangkan Kecerdasan Buatan yang Bisa Deteksi Penyakit Ginjal</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2019/08/02/google-kembangkan-kecerdasan-buatan-yang-bisa-deteksi-penyakit-ginjal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ariz]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Aug 2019 16:36:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Gagal ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Riset Kecerdasan buatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://triggernetmedia.com/?p=5208</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Perusahaan riset UK Artificial Intelligence (AI) milik Google telah mengembangkan penelitian tentang kecerdasan buatan yang bisa memprediksi kemungkinan seseorang menderita gagal ginjal. Kecerdasan buatan milik Google yang dirancang untuk mendeteksi penyakit gagal ginjal hingga 48 jam atau 2 hari sebelumnya disebut DeepMind, seperti dilansir suara.com. DeepMind ini dirancang sebagai terobosan baru untuk memrediksi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2019/08/02/google-kembangkan-kecerdasan-buatan-yang-bisa-deteksi-penyakit-ginjal/">Google Kembangkan Kecerdasan Buatan yang Bisa Deteksi Penyakit Ginjal</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Perusahaan riset UK Artificial Intelligence (AI) milik <a href="https://www.suara.com/tag/google">Google</a> telah mengembangkan penelitian tentang kecerdasan buatan yang bisa memprediksi kemungkinan seseorang menderita <a href="https://www.suara.com/tag/gagal-ginjal">gagal ginjal</a>.</p>
<p>Kecerdasan buatan milik Google yang dirancang untuk mendeteksi penyakit gagal ginjal hingga 48 jam atau 2 hari sebelumnya disebut DeepMind, seperti dilansir <a href="https://www.suara.com/health/2019/08/02/182328/google-kembangkan-kecerdasan-buatan-yang-bisa-deteksi-penyakit-ginjal"><strong>suara.com.</strong></a></p>
<div class="teads-adCall"></div>
<p>DeepMind ini dirancang sebagai terobosan baru untuk memrediksi salah satu penyebab seseorang bisa menderita gagal ginjal setidaknya 2 hari sebelum itu terjadi.</p>
<p>Terobosan baru ini diharapan bisa menyelamatnya setidaknya 30 ribu nyawa pasien gagal ginjal setiap tahunnya. Tidak hanya mencari tahu penyebab pasien gagal ginjal, tetapi juga memprediksinya sebelum terjadi.</p>
<p>Mengingat, penyakit gagal ginjal ini cenderung sulit dikenali gejalanya dan kebanyakan kasus pasien baru mendapat pengobatan ketika kondisinya sudah serius.</p>
<p>Sekarang dengan kecerdasan buatan ini, DeepMind telah mengembangkan suatu algoritma yang menandai hampir 60 persen pasien yang berisiko gagal ginjal.</p>
<p>Penelitian NHS sebelumnya telah menyarankan bahwa sekitar 30 persen dari kasus kematian akibat gagal ginjal dapat dicegah jika diketahui lebih awal. Sehingga algoritma DeepMind ini bisa mencegah 30 ribu kematian di Inggris setiap tahunnya.</p>
<p>“<em>Gagal ginjal salah satu penyebab paling membahayakan pasien. Setiap tahunnya tibuan pasien meninggal karena penyakit ini. Sekitar 40 persen pasien berakhir di Unit Perawatan Intensif,</em>” kata dr. Dominic King, pemimpin kesehatan DeepMind AI dikutip dari <strong><em>The Telegraph</em></strong>.</p>
<p>Cara kerja DeepMind dalam mendeteksi gagal ginjal ini melalui tes darah, detak jantung dan tekanan darah.</p>
<p>Sehingga harapannya aplikasi ini bisa membantu para ahli emmberikan perawatan dan pengobatan yang tepat pada pasiennya sejak awal didiagnosis gagal ginjal. Karena, semakin awal gagal ginjal dideteksi maka semakin ringan pengobatannya.</p>
<p>Pada akhirnya aplikasi ini juga bisa membantu mencegah atau menekan jumlah pasien gagal ginjal yang berakhir perawatan intensif.</p>
<p>Selain itu, setidaknya aplikasi ini nantinya bisa membantu memprediksi berapa lama pasien perlu tinggal di rumah sakit. Sehingga operasi dan prosedur pengobatan yang dilakukan bisa lebih efisien.</p>
<p>“<em>Ini adalah contoh kuat tentang bagaimana AI tampaknya memiliki ptensi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan,</em>” tuturnya.</p>
<p> </p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2019/08/02/google-kembangkan-kecerdasan-buatan-yang-bisa-deteksi-penyakit-ginjal/">Google Kembangkan Kecerdasan Buatan yang Bisa Deteksi Penyakit Ginjal</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
