<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dokter gigi RSUD SSMA Pontianak Archives - Trigger Netmedia</title>
	<atom:link href="https://triggernetmedia.com/tag/dokter-gigi-rsud-ssma-pontianak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/dokter-gigi-rsud-ssma-pontianak/</link>
	<description>Adverstising &#38; News Agency</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jul 2026 08:59:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/cropped-triggernet-logo-1-32x32.png</url>
	<title>dokter gigi RSUD SSMA Pontianak Archives - Trigger Netmedia</title>
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/dokter-gigi-rsud-ssma-pontianak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kebiasaan Menggemeretakkan Gigi Bisa Sebabkan Kerusakan Permanen</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/07/02/kebiasaan-menggemeretakkan-gigi-bisa-sebabkan-kerusakan-permanen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2026 08:59:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[# kesehatan gigi dan mulut]]></category>
		<category><![CDATA[# RSUD SSMA Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Annisa Putri]]></category>
		<category><![CDATA[awake bruxism]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya bruxism]]></category>
		<category><![CDATA[bruxism]]></category>
		<category><![CDATA[cara mengatasi bruxism]]></category>
		<category><![CDATA[dokter gigi RSUD SSMA Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi kesehatan gigi]]></category>
		<category><![CDATA[gejala bruxism]]></category>
		<category><![CDATA[gigi aus]]></category>
		<category><![CDATA[gigi menggemeretak saat tidur]]></category>
		<category><![CDATA[gigi retak]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan menggemeretakkan gigi]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mulut]]></category>
		<category><![CDATA[night guard]]></category>
		<category><![CDATA[nyeri rahang]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan gigi rutin]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab bruxism]]></category>
		<category><![CDATA[sleep bruxism]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=134273</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Kebiasaan menggemeretakkan atau mengatupkan gigi secara berlebihan (bruxism) kerap dianggap sebagai masalah ringan. Padahal, jika berlangsung terus-menerus tanpa penanganan, kondisi tersebut dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan mulut, mulai dari gigi aus, gigi retak, hingga nyeri pada rahang. Dokter gigi RSUD SSMA Kota Pontianak, Annisa Putri, mengatakan bruxism dapat terjadi saat seseorang sedang tidur [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/07/02/kebiasaan-menggemeretakkan-gigi-bisa-sebabkan-kerusakan-permanen/">Kebiasaan Menggemeretakkan Gigi Bisa Sebabkan Kerusakan Permanen</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Kebiasaan menggemeretakkan atau mengatupkan gigi secara berlebihan (bruxism) kerap dianggap sebagai masalah ringan. Padahal, jika berlangsung terus-menerus tanpa penanganan, kondisi tersebut dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan mulut, mulai dari gigi aus, gigi retak, hingga nyeri pada rahang.</p>
<div class="qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot">
<div class="" data-turn-id-container="request-6a40d068-77e8-83ec-bda2-15ca1b5c3949-27" data-is-intersecting="true">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&:has([data-writing-block])>*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-6a40d068-77e8-83ec-bda2-15ca1b5c3949-27" data-turn-id-container="request-6a40d068-77e8-83ec-bda2-15ca1b5c3949-27" data-testid="conversation-turn-114" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" data-conversation-screenshot-content="">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&]:mt-1" dir="auto" tabindex="0" data-message-author-role="assistant" data-message-id="ecd6d4c5-c021-42d9-ba14-acda31afedfc" data-message-model-slug="gpt-5-5" data-turn-start-message="true">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling">
<p data-start="418" data-end="673">Dokter gigi RSUD SSMA Kota Pontianak, Annisa Putri, mengatakan bruxism dapat terjadi saat seseorang sedang tidur (<em data-start="532" data-end="547">sleep bruxism</em>) maupun ketika terjaga (<em data-start="572" data-end="587">awake bruxism</em>). Banyak penderita tidak menyadari kebiasaan tersebut hingga muncul berbagai keluhan.</p>
<p data-start="675" data-end="924">“Gejalanya bisa berupa sakit kepala saat bangun tidur, rahang terasa pegal, gigi menjadi sensitif, atau suara gemeretak gigi yang terdengar oleh pasangan saat tidur,” kata Annisa saat memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Kamis (2/7/2026).</p>
<p data-start="926" data-end="1183">Menurut dia, tekanan yang terjadi secara terus-menerus pada gigi dan sendi rahang dapat mengikis lapisan email gigi. Jika tidak ditangani, kondisi itu berisiko menyebabkan retakan gigi, kerusakan tambalan, bahkan kehilangan gigi pada kasus yang lebih berat.</p>
<p data-start="1185" data-end="1358">Selain merusak gigi, bruxism juga dapat mengganggu fungsi sendi rahang. Penderita dapat mengalami nyeri, bunyi “klik” saat membuka mulut, hingga kesulitan mengunyah makanan.</p>
<p data-start="1360" data-end="1709">Annisa menjelaskan, penyebab bruxism cukup beragam. Faktor psikologis seperti stres, kecemasan, dan tekanan emosional menjadi pemicu yang paling sering ditemukan. Selain itu, gangguan tidur, konsumsi kafein atau alkohol secara berlebihan, kebiasaan merokok, serta kondisi tertentu pada susunan gigi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya bruxism.</p>
<p data-start="1711" data-end="1916">Ia mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke dokter gigi apabila mengalami gejala yang mengarah pada bruxism. Menurutnya, diagnosis sejak dini penting untuk mencegah kerusakan gigi yang lebih parah.</p>
<p data-start="1918" data-end="2154">Penanganan bruxism dapat dilakukan melalui penggunaan pelindung gigi (<em data-start="1988" data-end="2001">night guard</em>) saat tidur, perawatan terhadap gigi yang mengalami kerusakan, serta mengatasi faktor pemicunya, seperti mengelola stres dan memperbaiki kualitas tidur.</p>
<p data-start="2156" data-end="2400">Selain itu, Annisa menyarankan masyarakat menerapkan pola hidup sehat, seperti tidur yang cukup, melakukan relaksasi sebelum tidur, membatasi konsumsi minuman berkafein pada malam hari, serta rutin memeriksakan kesehatan gigi setiap enam bulan.</p>
<p data-start="2402" data-end="2655" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Bruxism sering kali tidak disadari, tetapi dampaknya bisa berlangsung dalam jangka panjang. Mengenali gejalanya sejak dini dan mendapatkan penanganan yang tepat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan gigi, rahang, dan kualitas hidup,” ujarnya.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"></div>
<div class="mt-3 w-full empty:hidden">
<div class="text-center"></div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>
</div>
<div class="pointer-events-none -mt-px h-px translate-y-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom)-14*var(--spacing))]" aria-hidden="true"></div>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/07/02/kebiasaan-menggemeretakkan-gigi-bisa-sebabkan-kerusakan-permanen/">Kebiasaan Menggemeretakkan Gigi Bisa Sebabkan Kerusakan Permanen</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
