<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dampak Karhutla Archives - Trigger Netmedia</title>
	<atom:link href="https://triggernetmedia.com/tag/dampak-karhutla/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/dampak-karhutla/</link>
	<description>Adverstising &#38; News Agency</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Aug 2026 17:52:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.3</generator>

<image>
	<url>https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/cropped-triggernet-logo-1-32x32.png</url>
	<title>Dampak Karhutla Archives - Trigger Netmedia</title>
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/dampak-karhutla/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Karhutla Meluas, Mengapa Api di Indonesia Sulit Dipadamkan?</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/08/12/karhutla-meluas-mengapa-api-di-indonesia-sulit-dipadamkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2026 17:52:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[El Nino 2026]]></category>
		<category><![CDATA[hotspot karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[kabut asap Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla 2026]]></category>
		<category><![CDATA[karhutla Kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[karhutla Kalimantan Barat]]></category>
		<category><![CDATA[karhutla Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran gambut]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Hutan dan Lahan]]></category>
		<category><![CDATA[lahan gambut terbakar]]></category>
		<category><![CDATA[luas karhutla Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pemadaman karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=135541</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Musim kemarau kembali membawa ancaman lama bagi sejumlah wilayah Indonesia. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di berbagai daerah, sementara kabut asap mulai mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat. Hingga Agustus 2026, luas indikatif karhutla di Indonesia telah mencapai lebih dari 107 ribu hektare. Kebakaran tidak hanya terjadi di Sumatera dan Kalimantan, tetapi juga merambah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/08/12/karhutla-meluas-mengapa-api-di-indonesia-sulit-dipadamkan/">Karhutla Meluas, Mengapa Api di Indonesia Sulit Dipadamkan?</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Musim kemarau kembali membawa ancaman lama bagi sejumlah wilayah Indonesia. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di berbagai daerah, sementara kabut asap mulai mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Hingga Agustus 2026, luas indikatif karhutla di Indonesia telah mencapai lebih dari 107 ribu hektare. Kebakaran tidak hanya terjadi di Sumatera dan Kalimantan, tetapi juga merambah sejumlah kawasan di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara.</p>
<p class="isSelectedEnd">Di tengah meluasnya kebakaran, muncul pertanyaan penting: mengapa karhutla kembali terjadi dan mengapa api begitu sulit dikendalikan?</p>
<h3>Kemarau Kering Memperbesar Risiko</h3>
<p class="isSelectedEnd">Pemerintah menetapkan enam provinsi sebagai wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam penanganan karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan area terbakar terluas di antara enam provinsi tersebut. Hingga 9 Agustus 2026, luas lahan terbakar di Kalimantan Barat mencapai sekitar 28.680,47 hektare.</p>
<p class="isSelectedEnd">Riau menyusul dengan sekitar 15.551,76 hektare, kemudian Kalimantan Tengah sekitar 3.069,52 hektare. Sementara Sumatera Selatan tercatat sekitar 664,87 hektare, Jambi sekitar 540 hektare, dan Kalimantan Selatan sekitar 383,07 hektare.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jika digabungkan, enam provinsi prioritas tersebut telah menyumbang sekitar 48.889,69 hektare lahan terbakar.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kondisi ini terjadi ketika sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sekitar 73,8 persen wilayah Indonesia atau 516 Zona Musim telah memasuki musim kemarau.</p>
<p class="isSelectedEnd">Fenomena El Niño yang kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif turut memperburuk kondisi dengan mengurangi suplai hujan di sejumlah wilayah.</p>
<p class="isSelectedEnd">Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan pengaruh El Niño terutama terasa pada periode musim kemarau.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Meskipun El Niño terus berlangsung hingga awal 2027, dampak utamanya terfokus pada periode musim kemarau di wilayah Indonesia,” ungkapnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Namun, kemarau dan El Niño bukanlah penyebab munculnya api. Keduanya hanya menciptakan kondisi yang membuat kebakaran lebih mudah terjadi dan berkembang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Lahan dan vegetasi yang kehilangan kelembapan menjadi lebih mudah terbakar. Ketika sudah muncul sumber api, kondisi kering membuat api dapat menjalar lebih cepat.</p>
<h3>Bukan Hanya Faktor Alam</h3>
<p class="isSelectedEnd">Persoalan karhutla tidak berhenti pada kondisi cuaca. Aktivitas manusia dan tata kelola lahan juga menjadi bagian penting dari persoalan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mencatat 118.420 titik panas di seluruh Indonesia sepanjang 1 Januari hingga 27 Juli 2026. Luas indikatif karhutla pada periode tersebut mencapai 107.649 hektare.</p>
<p class="isSelectedEnd">Peningkatan paling mencolok terjadi pada Juli. Jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi mencapai 615 titik, setelah pada April hingga Juni jumlahnya tidak lebih dari 74 titik per bulan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Temuan WALHI juga menunjukkan konsentrasi titik panas yang cukup besar berada di kawasan konsesi perusahaan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Koordinator Pengkampanye WALHI Nasional Uli Arta Siagian menyebut sekitar 74 persen hotspot di Pulau Kalimantan berada di dalam kawasan konsesi perusahaan.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Data kami menunjukkan bahwa 74 persen hotspot di Pulau Kalimantan berada di dalam kawasan konsesi perusahaan,” ujarnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Titik panas tersebut antara lain tercatat berada di kawasan HGU perkebunan kelapa sawit, konsesi pertambangan, dan konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).</p>
<p class="isSelectedEnd">Di Papua Selatan, pola serupa juga ditemukan. WALHI mencatat 1.292 titik api pada periode 1 hingga 9 Juli 2026. Sebanyak 399 titik di antaranya berada di kawasan yang telah dibebani izin maupun dialokasikan untuk proyek pangan nasional.</p>
<p class="isSelectedEnd">Data tersebut menunjukkan bahwa karhutla tidak cukup dilihat sebagai persoalan kemarau. Pengelolaan lahan, aktivitas manusia, pengawasan kawasan, serta penggunaan api juga perlu mendapat perhatian.</p>
<h3>Ketika Api Masuk ke Dalam Gambut</h3>
<p class="isSelectedEnd">Karakter lahan menjadi faktor lain yang membuat karhutla sulit dipadamkan. Salah satu yang paling rumit adalah kebakaran di kawasan gambut.</p>
<p class="isSelectedEnd">Gambut yang telah mengalami degradasi dapat kehilangan banyak kandungan air ketika musim kemarau. Lapisan organik yang mengering kemudian menjadi bahan bakar yang mudah terbakar.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dosen Fakultas Kehutanan UGM Fiqri Ardiansyah menjelaskan, api di lahan gambut tidak hanya bergerak di permukaan.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Kalau lahan gambut itu kenapa itu lebih sulit dipadamkan karena memang yang kebakaran di gambut itu apinya itu nggak hanya di permukaan aja,” kata Fiqri kepada Suara.com, Selasa (11/8/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd">Api dapat merambat secara vertikal dan membakar lapisan gambut di bawah permukaan. Kondisi inilah yang membuat kebakaran bisa terus bertahan meski api yang terlihat dari permukaan telah dipadamkan.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Jadi apinya itu juga merambatnya itu secara vertikal,” imbuhnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Bahkan ketika permukaan tampak aman, bara di bawah tanah masih dapat bertahan.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Di permukaan apinya sudah tampak padam, tapi sebetulnya bara api yang di bawah itu masih nyala,” ujarnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Karena itu, pemadaman kebakaran gambut membutuhkan penanganan berbeda. Petugas tidak cukup hanya memastikan api di permukaan hilang, tetapi juga harus memastikan bara di dalam tanah benar-benar padam.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menjaga gambut tetap basah menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kebakaran berulang.</p>
<h3>Medan Sulit dan Sumber Air Terbatas</h3>
<p class="isSelectedEnd">Semakin luas area terbakar, semakin besar pula tantangan yang harus dihadapi petugas. Jarak lokasi kebakaran, kondisi medan, keterbatasan personel, peralatan, serta sumber air dapat memperlambat proses pemadaman.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Dalam pemadaman area yang sangat luas itu juga, effortnya sangat tinggi sekali dan memang nggak mudah,” kata Fiqri.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kondisi angin juga dapat mempercepat penyebaran api. Di kawasan dengan vegetasi kering seperti sabana, api dapat bergerak dengan cepat. Sementara di lahan gambut, api dapat merambat di bawah permukaan tanpa mudah terlihat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ketersediaan sumber air menjadi persoalan lain. Fiqri menilai pemerintah perlu memperkuat pemetaan sumber air serta membangun infrastruktur pendukung, seperti sumur bor, terutama di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Yang ditingkatkannya itu adalah pembangunan atau strategi misalkan ada sumur bor, sumber air,” tuturnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Sistem pemantauan hotspot dan peringatan dini sebenarnya telah tersedia. Namun, cakupan pemantauan masih menghadapi tantangan, terutama di wilayah terpencil. Sebagian peralatan juga belum dapat berfungsi secara optimal.</p>
<h3>Ketika Asap Mulai Mengganggu Warga</h3>
<p class="isSelectedEnd">Dampak karhutla akhirnya dirasakan masyarakat yang berada jauh dari titik api.</p>
<p class="isSelectedEnd">Luki (29), warga Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengatakan kabut asap mulai terasa meski jarak tempat tinggalnya sekitar 35 kilometer dari lokasi karhutla di Tumbang Nusa.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Iya terdampak, lumayan kabut. Dampak yang jelas terasa tentunya kesehatan sih, batuk, sesak napas, mata perih,” kata Luki saat dihubungi Suara.com, Selasa (11/8/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurutnya, asap paling terasa sejak siang hingga malam. Kondisi tersebut membuat aktivitas di luar rumah menjadi kurang nyaman, terutama bagi anak-anak.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kabut asap menjadi salah satu dampak paling cepat dirasakan masyarakat ketika karhutla meluas. Paparan asap dapat mengganggu saluran pernapasan dan meningkatkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Luki mengatakan kondisi tersebut telah berulang hampir setiap musim kemarau sejak 2015.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Ini udah jadi bencana tahunan tiap kemarau, ya paling parah memang 2015 itu,” ungkapnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain kesehatan, karhutla juga dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat. Sekolah, pekerjaan, transportasi, hingga kegiatan ekonomi dapat terdampak ketika kualitas udara memburuk dan warga harus mengurangi aktivitas di luar ruangan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dari sisi lingkungan, kebakaran juga mengancam ekosistem, merusak habitat satwa, serta melepaskan karbon dalam jumlah besar ke atmosfer.</p>
<h3>Pemerintah Perkuat Pemadaman</h3>
<p class="isSelectedEnd">Menghadapi luasnya area terbakar, pemerintah memperkuat operasi pemadaman melalui jalur darat dan udara.</p>
<p class="isSelectedEnd">Hingga 10 Agustus 2026, sekitar 43 helikopter dan 10 hingga 15 pesawat fixed-wing dikerahkan sesuai kebutuhan untuk menangani kebakaran di berbagai wilayah.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pemerintah juga menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan di wilayah terdampak. Namun, pelaksanaannya bergantung pada ketersediaan awan yang dapat disemai.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menko Polkam Djamari Chaniago mengatakan OMC tidak dapat dilakukan jika tidak terdapat awan hujan yang memenuhi kondisi untuk disemai.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Selama awan hujan itu tidak bisa kita temukan, tidak ada, kita tidak akan bisa membuat hujan buatan,” katanya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pemerintah memperkirakan terdapat tiga hingga empat peluang munculnya awan hujan hingga 18 Agustus 2026 yang dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan OMC.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain operasi udara, penanganan di darat terus dilakukan dengan melibatkan satuan tugas dan peralatan pendukung.</p>
<h3>Pencegahan Tak Bisa Menunggu Api</h3>
<p class="isSelectedEnd">Luasnya karhutla tahun ini kembali menunjukkan bahwa penanganan tidak cukup dilakukan setelah api muncul.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Fiqri, pencegahan harus menjadi bagian utama dalam strategi penanggulangan. Sebab, ketika api sudah meluas, kebutuhan personel, peralatan, waktu, dan biaya pemadaman ikut meningkat.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Yang perlu memang di-improve di situ adalah pra bencana atau tindakan preventifnya,” tegasnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pencegahan dapat dimulai dari pengendalian penggunaan api di kawasan rawan. Aktivitas membuka atau membersihkan lahan dengan menggunakan api perlu diawasi secara ketat, terutama saat memasuki periode kemarau.</p>
<p class="isSelectedEnd">Patroli terpadu, pemantauan hotspot, sistem peringatan dini, dan keterlibatan masyarakat juga perlu diperkuat agar sumber api dapat diketahui sebelum berkembang menjadi kebakaran besar.</p>
<p class="isSelectedEnd">Khusus di kawasan gambut, menjaga kelembapan lahan menjadi kunci. Gambut yang tetap basah jauh lebih sulit terbakar dibandingkan gambut yang telah mengering akibat degradasi dan perubahan tata kelola lahan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pengawasan kawasan konsesi juga perlu menjadi bagian dari upaya pencegahan. Evaluasi tata kelola lahan serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran atau lalai menjaga wilayahnya menjadi penting untuk mencegah kejadian serupa berulang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pada akhirnya, penanganan karhutla bukan hanya tanggung jawab petugas pemadam. Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan rawan juga memiliki peran penting dalam mengenali risiko dan mencegah munculnya sumber api.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Peningkatan awareness itu yang memang harus ditingkatkan,” ujar Fiqri.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pemerintah juga perlu memperkuat infrastruktur pendukung, termasuk memperbanyak sumur bor, memperbarui pemetaan sumber air, dan memastikan titik-titik sumber air di kawasan rawan dapat diakses saat terjadi kebakaran.</p>
<p class="isSelectedEnd">Karhutla mungkin selalu datang bersama musim kemarau. Namun, meluas atau tidaknya kebakaran bukan semata-mata ditentukan oleh cuaca.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ketika lahan dikelola dengan baik, gambut tetap basah, sumber air tersedia, pengawasan diperkuat, dan masyarakat terlibat dalam pencegahan, peluang api berkembang menjadi bencana besar dapat ditekan.</p>
<p>Sebab, ketika api sudah membesar, memadamkannya jauh lebih sulit daripada mencegahnya sejak awal.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/08/12/karhutla-meluas-mengapa-api-di-indonesia-sulit-dipadamkan/">Karhutla Meluas, Mengapa Api di Indonesia Sulit Dipadamkan?</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gapki Gelar Baksos Yankes di Ketapang</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2019/09/21/gapki-gelar-baksos-yankes-di-ketapang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ariz]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Sep 2019 12:06:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Ketapang]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[Baksos]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Gapki]]></category>
		<category><![CDATA[Yankes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://triggernetmedia.com/?p=7814</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalbar mengelar bakti sosial di beberapa tempat. Hal ini Sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Sabtu (21/9). Kegiatan bertajuk “Baksos Pengobatan Dampak Asap” ini menyasar 700 masyarakat di Sekitar Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. “Kegiatan ini dilakukan di Kantor Kecamatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2019/09/21/gapki-gelar-baksos-yankes-di-ketapang/">Gapki Gelar Baksos Yankes di Ketapang</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div dir="auto">
<p><strong>triggernetmedia.com –</strong> Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalbar mengelar bakti sosial di beberapa tempat. Hal ini Sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Sabtu (21/9).</p>
<p>Kegiatan bertajuk “Baksos Pengobatan Dampak Asap” ini menyasar 700 masyarakat di Sekitar Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang.</p>
<p>“Kegiatan ini dilakukan di Kantor Kecamatan Muara Pawan, Jl Ketapang-Siduk Km 17,” kata Koordinator Gapki Wilayah Ketapang, Riduan.</p>
<p>“Peserta yang kita targetkan sebanyak 700 orang untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan ini. Tapi, bagi pasien yang tidak mendapatkan kupon, akan tetap dilayani. Layanan kesehatan ini dibatasi hingga pukul 16.00 WIB,” kata Riduan menambahkan.</p>
<p>Melalui baksos tersebut Gapki membawa tenaga medis masing-masing dari Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia sebanyak 3 dokter dan 3 apoteker, 2 dokter dan 4 perawat, dari perkebunan Sinar Mas.</p>
<p>“Selanjutnya ada tenaga medis kecamatan sebanyak 1 dokter, 6 perawat, 3 bidan, 1 apoteker 1. Perwakilan tenaga medis dari PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) sebanyak 1 dokter dan 2 perawat,” ujar Riduan.</p>
<p>Dalam kegiatan ini diharapkan mampu membantu masyarakat yang mengalami masalah kesehatan. Apalagi dalam peristiwa kabut asap kebakaran hutan dan lahan, masyarakat rentan menghirup partikel sangat kecil yang bisa menembus hingga ke dalam paru-paru yang dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pernapasan.</p>
<p>“Kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena akan mendasari peningkatan kualitas dan kuantitas hidup seseorang dalam bermasyarakat. Bagi seseorang yang memiliki penyakit tentu akan sangat sulit baginya untuk beraktivitas, apalagi di saat kondisi cuaca yang tidak sehat. Gapki peduli dengan hal tersebut dengan memberikan pelayanan kesehatan ini termasuk bisa dimanfaatkan masyarakat yang kesehatan terganggu karena asap,” ujar Riduan.</p>
<p>Camat Muara Pawan, Maisir, mengapresiasi aksi baksos Gapki Kalbar yang telah menempatkan kegiatan baksos pengobatan gratis di Daerah Muara Pawan Ketapang.</p>
<p>Dia menilai kegiatan ini sangat berguna bagi masyarakat oleh karena akibat kabut asap, kesehatan anak-anak bahkan para bapak ibu rentan terkena ISPA.</p>
<p>“Para bapak ibu, kesempatan ini tolong dimanfaatkan sebaiknya. Ada dokter di sini bisa konsultasi, tidak hanya untuk sakit sesak nafas, batuk. Kalau ada masalah sakit gigi juga bisa disampaikan. Karena selain kesehatan jasmani dan kesehatan rohani, kesehatan gigi juga sangat penting,” ujarnya.</p>
<p>Maisir berpesan kepada seluruh warga yang hadir untuk menghindari membuka lahan dengan cara membakar apalagi yang dilakukan di musim kemarau.</p>
<p>“Itu ada UU yang melakukannya bisa kena hukuman. Jadi jangan main-main dengan api,” tegasnya.</p>
<p>VPA Perkebunan Sinar Mas Kalimantan Barat, Junaidi, menambahkan, kegiatan baksos diinisiasi oleh Gapki Kalbar, yang juga di dukung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Perwakilan Sinar Mas, Sinar Mas Agribusiness and Food, dan Bumitama Gunajaya Agro.</p>
<p>“Dampak karhutla sangat merugikan semua pihak, serta menghambat transportasi udara hingga laut dan kesehatan manusia. Bahkan aktivitas perdagangan juga terganggu,” ujarnya.</p>
<p>“Izinkan kami memberikan perhatian pada kesehatan masyarakat di sini. Jika meminjam istilah dari Tzu Chi yang bilang kita ini berjodoh. Kami berbakti pada masyarakat, dan masyarakat mau dilayani oleh kami. Maka inilah bentuk cinta kasih. Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat,” ujarnya menimpali.</p>
<p>Satu di antara warga Kecamatan Muara Pawan, Solha (42) mengaku dampak kabut asap memang sangat dirasakannya. Beberapa pekan ini, ia bahkan mengalami batuk begitu pula dengan sang suami. Keluhan masalah kesehatan itu disampaikannya kepada petugas medis di posko layanan kesehatan.</p>
<p>“Saya sampaikan juga sakit asam urat. Jadi tadi diberikan obat dan vitamin. Kalau bagi kami warga yang kurang mampu, kegiatan ini sangat membantu sekali. Terimakasih ada kegiatan ini dan semoga lebih sering,” ujar ibu dengan lima anak itu.</p>
<p>Anwar (9), bocah kelas 4 SD N 02 Muara Pawan ini juga berpartisipasi bersama kedua orangtuanya memeriksakan kesehatan.</p>
<p>“Keluhannya batuk pilek. Ini ada dikasi obat oleh dokter. Sudah beberapa hari tidak sekolah karena libur asap,” ujarnya.</p>
<p><strong>Jhon I Ariz</strong></p>
</div>
<div dir="auto"></div>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2019/09/21/gapki-gelar-baksos-yankes-di-ketapang/">Gapki Gelar Baksos Yankes di Ketapang</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkot Pontianak Instruksikan Tunda Kegiatan Olahraga, Termasuk Aktifitas Luar Ruangan</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2019/09/20/pemkot-pontianak-instruksikan-tunda-kegiatan-olahraga-termasuk-aktifitas-luar-ruangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ariz]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Sep 2019 13:10:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Kualitas udara memburuk]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Pontianak Intruksikan Tunda Aktifitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://triggernetmedia.com/?p=7752</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com –  Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menginstruksikan kepada panitia pelaksana tiap kegiatan olahraga untuk menunda kegiatan tersebut. Langkah itu diambil karena kualitas udara yang kian memburuk di Kota Pontianak akibat Polusi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) berkepanjangan. “Seluruh kegiatan olahraga saya minta ditunda karena kondisi udara semakin memburuk bahkan masuk kategori berbahaya,” ujarnya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2019/09/20/pemkot-pontianak-instruksikan-tunda-kegiatan-olahraga-termasuk-aktifitas-luar-ruangan/">Pemkot Pontianak Instruksikan Tunda Kegiatan Olahraga, Termasuk Aktifitas Luar Ruangan</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong> Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menginstruksikan kepada panitia pelaksana tiap kegiatan olahraga untuk menunda kegiatan tersebut. Langkah itu diambil karena kualitas udara yang kian memburuk di Kota Pontianak akibat Polusi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) berkepanjangan.</p>
<p>“Seluruh kegiatan olahraga saya minta ditunda karena kondisi udara semakin memburuk bahkan masuk kategori berbahaya,” ujarnya, Jumat (20/9) malam.</p>
<p>Selain event PIDB, pihaknya juga meminta event Khatulistiwa Run yang rencananya digelar Minggu (22/9) juga ditunda. Hal ini dilakukan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.</p>
<p>“Tak hanya kegiatan olahraga, kegiatan luar ruangan atau outdoor sementara juga dihentikan sampai kondisi udara berangsur normal dan baik,” paparnya.</p>
<p>Menurut Edi, sebelumnya berdasarkan prakiraan BMKG Pontianak, hujan diperkirakan turun muali 20 September di Kalbar. Dimulai dari sebagian kabupaten kota Sambas, Singkawang, Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang dan Kapuas Hulu.</p>
<p>Kemudian, diperkirakan 21 hingga 26 September 2019 diperkirakan hujan akan turun di hampir seluruh wilayah Kalbar dengan intensitas sedang hingga lebat.</p>
<p>“Mudah-mudahan Kalbar segera diguyur hujan agar asap segera hilang dan kondisi udara normal kembali,” katanya.</p>
<p>Edi mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan. Hindari keluar rumah atau aktivitas di luar jika tidak benar-benar penting.</p>
<p>“Petugas rumah oksigen yang ditempatkan di tiap puskesmas enam kecamatan juga diharapkan tetap siaga memberikan pelayanan pada masyarakat yang mengalami sesak nafas karena ISPA,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Jim I Ariz</strong></p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2019/09/20/pemkot-pontianak-instruksikan-tunda-kegiatan-olahraga-termasuk-aktifitas-luar-ruangan/">Pemkot Pontianak Instruksikan Tunda Kegiatan Olahraga, Termasuk Aktifitas Luar Ruangan</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Karyawan PLN Peduli Kesehatan Masyarakat Terdampak Polusi Karhutla</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2019/09/19/karyawan-pln-peduli-kesehatan-masyarakat-terdampak-polusi-karhutla/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ariz]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2019 06:03:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Masker gratis]]></category>
		<category><![CDATA[PLN]]></category>
		<category><![CDATA[Polusi karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://triggernetmedia.com/?p=7657</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Puluhan Karyawan PLN Grup Kalimantan yang terdiri dari PLN UIW Kalbar, Icon PLN, PLN UIP Kalbagbar, PLN UIKL, PT Paguntaka Cahaya Nusantara, turun ke jalan membagikan 10 ribu masker di Bundaran Untan dan Simpang Ayani Pontianak. “Kegiatan ini sebagai wujud keprihatinan insan PLN melihat dampak buruk kabut asap yang melanda Kalbar, khususnya Kota [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2019/09/19/karyawan-pln-peduli-kesehatan-masyarakat-terdampak-polusi-karhutla/">Karyawan PLN Peduli Kesehatan Masyarakat Terdampak Polusi Karhutla</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div dir="auto">
<p><strong>triggernetmedia.com –</strong> Puluhan Karyawan PLN Grup Kalimantan yang terdiri dari PLN UIW Kalbar, Icon PLN, PLN UIP Kalbagbar, PLN UIKL, PT Paguntaka Cahaya Nusantara, turun ke jalan membagikan 10 ribu masker di Bundaran Untan dan Simpang Ayani Pontianak.</p>
<p>“Kegiatan ini sebagai wujud keprihatinan insan PLN melihat dampak buruk kabut asap yang melanda Kalbar, khususnya Kota Pontianak dan sekitarnya,” kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kalbar, Agung Murdifi, Kamis (19/9).</p>
<p>“Pada hari ini Kami turun kejalan membagikan 10 ribu masker kepada pengendara di Bundaran Digulis Untan dan Simpang lampu merah jalan Ayani. Kami merasa prihatin dengan kondisi kabut asap yang tentunya berdampak buruk bagi kesehatan. Melalui kegiatan ini kami mencoba untuk mengedukasi masyarakat agar peduli menjaga kesehatan dalam kondisi udara yang tidak kondusif,” ujar Agung menambahkan.</p>
</div>
<div dir="auto">
<figure id="attachment_7660" aria-describedby="caption-attachment-7660" style="width: 896px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" wp-image-7660" src="https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190919-WA0159-300x169.jpg" alt="" width="896" height="505" srcset="https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190919-WA0159-300x169.jpg 300w, https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190919-WA0159-768x432.jpg 768w, https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190919-WA0159-1024x576.jpg 1024w, https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190919-WA0159-390x220.jpg 390w, https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190919-WA0159.jpg 1280w" sizes="(max-width: 896px) 100vw, 896px" /><figcaption id="caption-attachment-7660" class="wp-caption-text">Karyawan PLN bagikan 10 ribu masker gratis di Bundaran Digulis jalan Ahmad Yani Pontianak, Kamis 19/9/2019</figcaption></figure>
</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">
<p>Menurutnya, dalam kondisi udara yang tidak sehat seperti sekarang ini, hendaknya warga mengurangi kegiatan diluar rumah karena akan berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi para penderita penyakit tertentu yang berhubungan dengan pernafasan, seperti sakit jantung, paru-paru, asma, dan lain sebagainya.</p>
<p>“Jika memang harus keluar rumah hendaknya menggunakan masker, kaca mata serta perbanyak minum air putih agar dapat mengurangi dampak buruk kabut asap,” imbau Agung.</p>
</div>
<div dir="auto">
<figure id="attachment_7662" aria-describedby="caption-attachment-7662" style="width: 783px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class=" wp-image-7662" src="https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190919-WA0156-300x200.jpg" alt="" width="783" height="522" srcset="https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190919-WA0156-300x200.jpg 300w, https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190919-WA0156-768x512.jpg 768w, https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190919-WA0156-1024x682.jpg 1024w, https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190919-WA0156.jpg 1280w" sizes="(max-width: 783px) 100vw, 783px" /><figcaption id="caption-attachment-7662" class="wp-caption-text">PLN peduli. Bagikan 10 ribu masker untuk masyarakat dan aparat yang sedang bertugas dilapangan.</figcaption></figure>
</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">
<div dir="auto">
<p>Suwarni (43), warga jalan Paris 2 mengatakan, pembagian masker yang dilakukan PLN cukup membantu warga yang kebetulan beraktifitas diluar rumah.</p>
<p>“Rencananya saya mau ke rumah keluarga di Sungai Jawi, tapi tadi lupa membawa masker, Alhamdulillah pas di Tugu Digulis ada pembagian masker yang dilakukan oleh karyawan PLN, senang rasanya,” ujar Suwarni.</p>
<p>Dahlan (23), Mahasiswa Untan mengaku selama ini dirinya tidak begitu peduli dengan penggunaan masker, meski kabut asap karhutla berdampak buruk bagi kesehatan.</p>
<p>Namun, katanya, pagi ini dirinya mengakui tertarik setelah dihimbau oleh beberapa karyawan PLN yang membagikan masker.</p>
<p>“Saya tadi ambil satu kotak masker dari karyawan PLN, rencananya akan saya bagikan ke teman-teman di Kampus. Kegiatan yang dilakukan oleh PLN sangat baik dan pastinya akan menginspirasi yang lain untuk lebih peduli terhadap kesehatan masyarakat,” ujar Dahlan.</p>
<p>Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan Barat hingga kini masih menyisakan jerebu, menimbulkan kabut asap pekat dan polusi. Polusi tersebut berdampak buruk terhadap kualitas udara dan kesehatan manusia. Masyarakat sebaiknya menjaga daya tahan tubuh dengan memperbanyak minum air putih dan mengkonsumsi buah. Selain tetap menjaga prilaku hidup sehat, ada baiknya masyarakat tidak beraktifitas diluar.</p>
<p><strong>Hendra I Ariz</strong></p>
</div>
</div>
<div dir="auto"></div>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2019/09/19/karyawan-pln-peduli-kesehatan-masyarakat-terdampak-polusi-karhutla/">Karyawan PLN Peduli Kesehatan Masyarakat Terdampak Polusi Karhutla</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>120 Warga Perbatasan Jagoi Babang Menderita ISPA</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2019/09/19/120-warga-perbatasan-jagoi-babang-menderita-ispa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ariz]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2019 05:40:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[SingBeBas]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkayang]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Jagoi Babang]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Jagoi Babang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://triggernetmedia.com/?p=7654</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggetnetmedia.com – Pelaksana Tugas (Plt). Kepala Puskesmas Seluas, Gimin mengungapkan beberapa pekan ini masyarakat banyak mendapatkan keluhan seputar kabut asap, diantara batuk, flu, dan sesak nafas. “Sebanyak 120 orang terserang ISPA baik anak maupun dewasa,” ungkapnya, Kamis (19/9). Sementara data yang di dapat dari Puskesmas Seluas jumlah kunjungan pasien untuk penyakit ISPA meningkat dari bulan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2019/09/19/120-warga-perbatasan-jagoi-babang-menderita-ispa/">120 Warga Perbatasan Jagoi Babang Menderita ISPA</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div dir="auto">
<p><strong>triggetnetmedia.com –</strong> Pelaksana Tugas (Plt). Kepala Puskesmas Seluas, Gimin mengungapkan beberapa pekan ini masyarakat banyak mendapatkan keluhan seputar kabut asap, diantara batuk, flu, dan sesak nafas.</p>
<p>“Sebanyak 120 orang terserang ISPA baik anak maupun dewasa,” ungkapnya, Kamis (19/9).</p>
<p>Sementara data yang di dapat dari Puskesmas Seluas jumlah kunjungan pasien untuk penyakit ISPA meningkat dari bulan sebelumnya. Kasus ISPA pada orang dewasa berjumlah 75 kasus pada anak berjumlah 45 kasus.</p>
<p>“Upaya Puskesmas Seluas untuk mencegah penyakit ISPA telah di lakukan dengan cara pemberian masker kepada masyarakat yang di mulai pada tanggal 16 September 2019 sampai sekarang sudah dibagikan masker 2 ribu helai,” ujarnya.</p>
<p>Pihaknya mengimbau masyarakat yang ada di Kecamatan Seluas mengurangi aktivitas di luar rumah.</p>
<p>“Kita sarankan masyarakat untuk tetap berperilaku hidup bersih dan sehat, gunakan masker, perbanyak minum air putih, perbanyak konsumsi buah dan sayur, cuci bersih dan masak makanan dengan baik,” imbau Gimin.</p>
<p>Gimin menyarankan jika ada masyarakat yang mengalami kesulitan bernafas atau gangguan kesehatan lainnya, agar segera ke Puskesmas Seluas ataupun pustu/poskesdes.</p>
<p>“Kita berharap, tidak ada lagi pembakaran hutan dan lahan di musim kemarau ini dan  pemerintah  harus menyediakan masker untuk dibagikan secara gratis kepada semua masyarakat yang terdampak kabut asap, dan melibatkan semua unsur masyarakat dalam menanggulangi kabut asap yang di akibatkan oleh Karhutla dan menindak tegas pelaku pembakar hutan dan lahan,” ujar Gimin.</p>
<p><strong>Doe I Ariz</strong></p>
</div>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2019/09/19/120-warga-perbatasan-jagoi-babang-menderita-ispa/">120 Warga Perbatasan Jagoi Babang Menderita ISPA</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Umat Islam bersama TNI/Polri Salat Istisqa Serentak di Bengkayang</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2019/09/18/umat-islam-bersama-tni-polri-salat-istisqa-serentak-di-bengkayang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ariz]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Sep 2019 11:38:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[SingBeBas]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Darurat Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Salat istisqa serentak]]></category>
		<category><![CDATA[TNI Polri Salat istisqa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://triggernetmedia.com/?p=7619</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Ratusan jemaah memadati masjid Agung Syuhada Bengkayang untuk melaksanakan alat Istisqa atau sholat meminta hujan, pada Rabu (18/9). Jamaah terdiri dari Polri, TNI, Kejaksaan, Tokoh Agama dan masyarakat serta umat muslim yang berada di Kecamatan Bengkayang. Salat Istisqa juga diikuti oleh Wakapolres Bengkayang Kompol H. Adiono Dwi Waluyo, Pabung Dandim 1202 Singkawang Mayor [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2019/09/18/umat-islam-bersama-tni-polri-salat-istisqa-serentak-di-bengkayang/">Umat Islam bersama TNI/Polri Salat Istisqa Serentak di Bengkayang</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com –</strong> Ratusan jemaah memadati masjid Agung Syuhada Bengkayang untuk melaksanakan alat Istisqa atau sholat meminta hujan, pada Rabu (18/9).</p>
<p>Jamaah terdiri dari Polri, TNI, Kejaksaan, Tokoh Agama dan masyarakat serta umat muslim yang berada di Kecamatan Bengkayang.</p>
<p>Salat Istisqa juga diikuti oleh Wakapolres Bengkayang Kompol H. Adiono Dwi Waluyo, Pabung Dandim 1202 Singkawang Mayor Sartono, Personil TNI kompi 645 Gardatama Yuda, seluruh personil Polres Bengkayang.</p>
<p>Sholat dipimpin imam Fatkhan Rofiq.</p>
<p>Dalam khotbahnya menyebutkan, datangnya musibah yang diberikan allah dikarenakan dosa yang kita perbuat.</p>
<p>“Adapun perintah ketika kita ditimpa musibah atau bencana yaitu sabar dan salat, salat yang kita lakukan pada hari ini merupakan tuntunan dari Nabi Muhammad SAW, apabila kita kena bencana maka dengan salat istisqa dan istighfar mohon ampun kepada Allah SWT,” ujar Fatkhan Rofiq.</p>
<p>Sementara itu, Wakapolres Bengkayang Kompol H. Adiono Dwi Waluyo mengatakan bahwa salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar atau upaya segera di turunkan hujan oleh Allah SWT untuk mengurangi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.</p>
<p>“Semoga Allah segera mengabulkan doa kita sehingga hujan bisa segera turun dan kabut asap karhutla bisa berkurang dan hilang,” ucap Kompol Adiono.</p>
<p>Kompol Adiono menambahkan bahwa kegiatan salat Istisqa pada hari ini serentak dilaksanakan di polsek-polsek jajaran Polres Bengkayang dengan melibatkan TNI, Pemuka Agama, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat.</p>
<p>“Kami juga perintahkan untuk polsek jajaran melaksanakan salat istisqa dengan mengajak seluruh masyarakat bersama-sama memohon doa kepada allah,” katanya.</p>
<p>Wakapolres Bengkayang juga menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dan menggunakan masker apabila beraktivitas di luar.</p>
<p>Terpisah. Salat Istisqa juga dilakukan di Mesjid Raya Rahmatullah Monterado, yang dihadiri oleh personil Polsek Monterado dan puluhan masyarakat.</p>
<p>Kapolsek Monterado, IPTU Rismanto Ginting mengatakan, kemarau panjang yang terjadi di wilayah Kabupaten Bengkayang termasuk Kecamatan Monterado memberikan dampak pada masyarakat.</p>
<p>“Mulai dari kesulitan mendapatkan air bersih, rusaknya sejumlah jenis tanaman, hingga kabut asap hasil Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla),” ujarnya.</p>
<p>Saat ini, sambungnya, Polsek Monterado dan para Tokoh-tokoh muslim serta puluhan masyarakat muslim telah melakssnakan salat Istisqa di Mesjid Raya Rahmatullah, di Desa Monterado.</p>
<p>“Tujuan memohon diturunkannya hujan oleh Allah SWT,” jelasnya.</p>
<p>“Kami berdoa kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan, agar kekeringan dan kabut asap yang melanda masyarakat saat ini dapat teratasi,” harap IPTU Rismanto Ginting.</p>
<p>Salat Istisqa di Monterado diimami Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Monterado Gustian, SHi.</p>
<p>Sejumlah personil muslim Polsek Monterado, TNI dari Koramil Samalantan, Tokoh Muslim Kecamatan Monterado turut salat istisqa berjamaah. Ibadah umat muslim tersebut berlangsung khusyuk.</p>
<p><strong>Doe I Ariz</strong></p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2019/09/18/umat-islam-bersama-tni-polri-salat-istisqa-serentak-di-bengkayang/">Umat Islam bersama TNI/Polri Salat Istisqa Serentak di Bengkayang</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkab Kubu Raya Gelar Salat Istisqa</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2019/09/18/pemkab-kubu-raya-gelar-salat-istisqa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ariz]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Sep 2019 08:23:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[Kubu Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Kubu Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Salat Istisqa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://triggernetmedia.com/?p=7592</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyelenggarakan salat Istisqa di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (18/9). Salat meminta hujan ini berlangsung khusyuk, dan bertindak sebagai imam salat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kubu Raya K.H. Zamroni Hasan. “Kita harus lebih banyak berikhtiar dan berharap segala sesuatunya hanya kepada Allah SWT. Kita bergantung lebih [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2019/09/18/pemkab-kubu-raya-gelar-salat-istisqa/">Pemkab Kubu Raya Gelar Salat Istisqa</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com –</strong> Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyelenggarakan salat Istisqa di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (18/9).</p>
<p>Salat meminta hujan ini berlangsung khusyuk, dan bertindak sebagai imam salat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kubu Raya K.H. Zamroni Hasan.</p>
<p>“Kita harus lebih banyak berikhtiar dan berharap segala sesuatunya hanya kepada Allah SWT. Kita bergantung lebih besar karena sebagai umat beriman tetap menyandarkan diri semata kepada Allah,” ujar Bupati Muda Mahendrawan usai melaksanaan salat Istisqa.</p>
<p>Muda mengatakan, bencana kabut asap dan kemarau panjang yang berujung pada pelaksanaan salat Istisqa menjadi bagian kolektif yang harus menjadi refleksi semua pihak.</p>
<p>Menurutnya, rangkaian peristiwa tersebut seharusnya mendorong kesadaran manusia, bahwa segala sesuatu yang merusak alam akan membuat goncangan atau ketidakseimbangan.</p>
<p>“Akibatnya juga akan merusak kehidupan manusia,” kata Muda.</p>
<p>Selain salat Istisqa dan permohonan ampun kepada Allah, kata Muda, upaya perbaikan yang dapat dilakukan yakni dengan memperbaiki interaksi dengan alam.</p>
<p>Menurut dia, Istisqa bukan sekadar ritual. Melainkan harus diikuti dengan perilaku menjaga pesan peradaban unggul dari generasi terdahulu, yakni berbuat baik dan bersahabat dengan alam.</p>
<p>“Kita juga harus punya kearifan di dalam menjaga keseimbangan alam. Jangan merusak. Kita perlu menjaga keseimbangan, termasuk juga di dalam melakukan langkah-langkah untuk bagaimana mengembalikan keseimbangan tersebut,” terangnya.</p>
<p>Ketua MUI Kabupaten Kubu Raya K.H. Zamroni Hasan mengatakan, peristiwa bencana telah terjadi. Maka yang harus dilakukan adalah upaya untuk meredam bencana tersebut.</p>
<p>“Upaya meredam ini pun sebagaimana petunjuk Allah Taala juga. Istigfar itu salah satu solusi yang Allah taawarkan untuk segera terhindar dari bencana, musibah, dan bala,” sebutnya.</p>
<p>Kiai Zamroni melanjutkan, opsi kedua yang dapat dilakukan untuk meredam bencana yakni dengan melakukan ritual qunut nazilah. Ritual tersebut, menurutnya, dapat dilakukan dilakukan di setiap salat fardu lima waktu.</p>
<p>“Pelaksanaannya seperti qunut subuh. Jadi di rakaat terakhir dibaca doa qunut dan ditambah doa permohonan hujan. Itu bisa dilakukan secara personal di masjid-masjid hingga hujan turun dan bencana asap reda,” jelasnya.</p>
<p>Selain Bupati Muda Mahendrawan, salat Istisqa berjamaah juga diikuti Wakil Bupati Sujiwo, Sekretaris Daerah Yusran Anizam, dan ratusan pegawai serta masyarakat Kabupaten Kubu Raya.</p>
<p><strong>Rio I Ariz</strong></p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2019/09/18/pemkab-kubu-raya-gelar-salat-istisqa/">Pemkab Kubu Raya Gelar Salat Istisqa</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aksi Sosial Perimbas di Bumi Sebalo</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2019/09/18/aksi-sosial-perimbas-di-bumi-sebalo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ariz]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Sep 2019 03:54:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[SingBeBas]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Perimbas]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkayang]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Masker gratis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://triggernetmedia.com/?p=7586</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Bencana kabut asap  yang melanda wilayah Kalbar saat ini sangat memprihatinkan bagi kesehatan manusia, khususnya balita, anak-anak dan orangtua. Kabupaten Bengkayang menjadi salah satu wilayah yang terdampak polusi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Beruntung, ditengah kondisi terdampak Karhutla itu, Penempuh Rimba Bumi Sebalo (PERIMBAS) memberikan perhatian khusus. Mereka begitu peka, dan peduli kepada [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2019/09/18/aksi-sosial-perimbas-di-bumi-sebalo/">Aksi Sosial Perimbas di Bumi Sebalo</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com –</strong> Bencana kabut asap  yang melanda wilayah Kalbar saat ini sangat memprihatinkan bagi kesehatan manusia, khususnya balita, anak-anak dan orangtua. Kabupaten Bengkayang menjadi salah satu wilayah yang terdampak polusi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).</p>
<p>Beruntung, ditengah kondisi terdampak Karhutla itu, Penempuh Rimba Bumi Sebalo (PERIMBAS) memberikan perhatian khusus. Mereka begitu peka, dan peduli kepada masyarakat, aksi pembagian 10.000 masker gratis jadi prioritas demi warga Bengkayang.</p>
<p>“Gerakan 10.000 Masker merupakan gerakan sosial sebagai wujud keprihatinan terhadap kondisi kesehatan lingkungan saat ini,”<br />
ujar koordinator Pembagian Masker Japo Alberto, Rabu (18/9).</p>
<p>Bengkayang, kata Japo, menjadi salah satu kabupaten yang terdampak polusi karhutla. Pekatnya kabut asap yang terjadi tidak hanya berbahaya bagi kesehatan manusia.</p>
<p>“Namun juga mengancam kelestarian alam oleh karena itu, berbagai organisasi pemuda dan masyarakat melakukan aksi sosial dengan membagikan masker secara gratis,” katanya.</p>
<p>Menurut Japo, pembagian masker didukung oleh berbagai  instansi dan ormas, seperti Kejaksaan Negeri Bengkayang, BPBD Kabupaten Bengkayang, Polsek Kota Bengkayang, Kompi 645C Bengkayang, dari organisasi kemasyarakatan seperti Palang Herah Indonesia, Persatuan Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang, Forum Aman Bumi Sebalo, anggota PIK remaja SMANSA, forum genre, Bengkayang Kota Aman, orswapala, komunitas penjelajah alam Bengkayang , dan Drumband SMANSA Bengkayang.</p>
<p>“Masker yang kita bagikan merupakan sumbangan suka rela dari organisasi dan relawan yang peduli bencana asap,” jelasnya.</p>
<p>Pembagian masker dilakukan di empat titik, yakni di depan Polsek Kota, depan Polantas, simpang empat jempatan arah menuju Pontianak, dan depan gereja Katholik Bengkayang.</p>
<p>“Titik-titik ini merupakan alur lalu lintas yang padat, jadi kita berharap dengan dibagikannya masker ke masyarakat dapat membatu dan setidaknya mencegah warga tidak mudah terpapar polusi karhutla hingga mengalami ISPA. Pembagian masker ini juga diikuti kurang lebih 500 relawan, dari berbagai unsur,” sebut Japo.</p>
<p><strong>Doe I Ariz</strong></p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2019/09/18/aksi-sosial-perimbas-di-bumi-sebalo/">Aksi Sosial Perimbas di Bumi Sebalo</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinkes Pontianak Siagakan Tujuh Rumah Oksigen Sebagai Pertolongan Pertama</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2019/09/16/dinkes-pontianak-siagakan-tujuh-rumah-oksigen-sebagai-pertolongan-pertama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ariz]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Sep 2019 12:56:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kota Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Oksigen]]></category>
		<category><![CDATA[Sidiq Handanu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://triggernetmedia.com/?p=7493</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak, Sidiq Handanu menyatakan, Pemkot Pontianak saat ini telah menyediakan rumah oksigen bagi warga yang mengalami sesak nafas. “Ada tujuh lokasi yang ditunjuk sebagai rumah oksigen, yakni Dinkes Kota Pontianak, Puskesmas Gang Sehat, Puskesmas Alianyang, Puskesmas Perumnas I, Puskesmas Kampung Dalam dan Puskesmas Siantan Hilir,” katanya, Senin (16/9). Ia [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2019/09/16/dinkes-pontianak-siagakan-tujuh-rumah-oksigen-sebagai-pertolongan-pertama/">Dinkes Pontianak Siagakan Tujuh Rumah Oksigen Sebagai Pertolongan Pertama</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com –</strong> Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak, Sidiq Handanu menyatakan, Pemkot Pontianak saat ini telah menyediakan rumah oksigen bagi warga yang mengalami sesak nafas.</p>
<p>“Ada tujuh lokasi yang ditunjuk sebagai rumah oksigen, yakni Dinkes Kota Pontianak, Puskesmas Gang Sehat, Puskesmas Alianyang, Puskesmas Perumnas I, Puskesmas Kampung Dalam dan Puskesmas Siantan Hilir,” katanya, Senin (16/9).</p>
<p>Ia menjelaskan, tujuan rumah oksigen ini adalah sebagai pertolongan pertama apabila ada warga yang mengalami sesak nafas.</p>
<p>Rumah oksigen itu disediakan Nebulizer.</p>
<p>“Bilamana ada yang mengalami sesak nafas yang diakibatkan asma dampak dari asap, silakan dibawa ke rumah oksigen yang ada di layanan kesehatan yang ditunjuk tersebut,” imbaunya.</p>
<p>Sodiq Handanu mengatakan, bila kondisi pasien semakin parah, karena sesak nafasnya, maka segerakan untuk dibawa fasilitas kesehatan yang lebih tinggi atau rumah sakit terdekat.</p>
<p>“Jadi rumah oksigen itu disediakan sebagai pertolongan pertama,” katanya.</p>
<p>Dijelaskan Sidiq, untuk Puskesmas Siantan Hilir memang sudah melayani 24 jam, kemudian di Dinkes Kota Pontianak stand by tenaga kesehatan layanan 118 (nomor telepon layanan ambulan)  sebanyak dua petugas.</p>
<p>Khusus untuk hari ini, diakuinya ada beberapa Puskesmas yang menyediakan fasilitas persalinan juga ditugaskan untuk siaga dalam melayani pasien yang terpapar akibat asap.</p>
<p>Namun, untuk Puskesmas di Kampung Bangka dan di Perumnas I memang belum bisa optimal karena keterbatasan tenaga.</p>
<p>“Mungkin besok baru bisa kita minta bantuan dari Poltekkes dan Fakultas Kedokteran Untan untuk membantu petugas medis kita,” ungkap Sidiq.</p>
<p>Menurutnya, kalau melihat kondisi udara terkini memang sudah dalam kondisi tidak sehat.</p>
<p>Untuk itu pihaknya mengantisipasi bilamana kondisi tersebut terus berlanjut.</p>
<p>Sebab dikuatirkan tidak turun hujan.</p>
<p>Kalau kondisi ini berlangsung lama, dipastikan kesehatan masyarakat akan terdampak.</p>
<p>“Kita semua berdoa mudah-mudahan segera turun hujan agar kondisi udara di Pontianak berangsur normal kembali,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Jim I Ariz</strong></p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2019/09/16/dinkes-pontianak-siagakan-tujuh-rumah-oksigen-sebagai-pertolongan-pertama/">Dinkes Pontianak Siagakan Tujuh Rumah Oksigen Sebagai Pertolongan Pertama</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penderita ISPA di Kubu Raya Meningkat</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2019/09/16/penderita-ispa-di-kubu-raya-meningkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ariz]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Sep 2019 10:06:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[Kubu Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Karhutla di Kubu Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kubu Raya]]></category>
		<category><![CDATA[ISPA meningkat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://triggernetmedia.com/?p=7475</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Mahyudin mengungkapkan dampak kabut asap akibat karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat termasuk Kabupaten Kubu Raya mengakibatkan jumlah penderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat. “Hingga pekan pertama bulan September, terdapat 983  penderita ISPA yang tersebar di 20 puskesmas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2019/09/16/penderita-ispa-di-kubu-raya-meningkat/">Penderita ISPA di Kubu Raya Meningkat</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div dir="auto">
<p><strong>triggernetmedia.com –</strong> Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Mahyudin mengungkapkan dampak kabut asap akibat karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat termasuk Kabupaten Kubu Raya mengakibatkan jumlah penderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat.</p>
<p>“Hingga pekan pertama bulan September, terdapat 983  penderita ISPA yang tersebar di 20 puskesmas di sembilan kecamatan,” ungkapnya.</p>
<p>Ia menyebut jumlah penderita ISPA meningkat setiap harinya.</p>
<p>“Selain Puskesmas Sungai Durian dengan 22 kasus, jumlah kasus ISPA terbanyak berada di Puskesmas Rasau Jaya Kecamatan Rasau Jaya dengan 156 kasus,” ujarnya seusai menjadi narasumber di Pro 1 Radio Republik Indonesia Pontianak, Senin (16/9).</p>
<p>Menurutnya, jika dibandingkan pekan pertama bulan Agustus di mana terdapat 352 kasus ISPA.</p>
<p>Dirinya menilai terjadi peningkatan cukup signifikan.</p>
<p>Menyikapi hal tersebut, dikatakan, Pihaknya beserta jajaran di Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya telah membagikan sedikitnya 5 ribu masker pada enam titik di Kecamatan Sungai Raya dan sejumlah puskesmas.</p>
<p>“Untuk menekan kasus ISPA ini, pagi ini kita telah membagikan ribuan masker di enam lokasi di Kecamatan Sungai Raya. Yakni di simpang empat Polda Kalbar, simpang empat Asrama Gatot, areal Tugu Dirgantara Nusantara Lanud Supadio, simpang empat Pondok Indah Lestari, simpang empat Desa Kapur, dan di Jalan Arteri Supadio,” jelasnya.</p>
<p>Terkait meningkatnya penderita ISPA dalam kurun sebulan terakhir, Mahyudin berpesan agar hal itu menjadi perhatian semua pihak. Dia meminta masyarakat untuk tidak berada di luar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak.</p>
<p>Selain itu Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat.</p>
<p>“Perbanyak minum air putih, jangan keluar rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak, dan jika memang harus keluar pergunakan masker agar udara yang saat ini tercampur dengan partiket kabut asap akan tersaring oleh masker,” imbaunya.</p>
<p><strong>Rio I Ariz</strong></p>
</div>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2019/09/16/penderita-ispa-di-kubu-raya-meningkat/">Penderita ISPA di Kubu Raya Meningkat</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
