<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>covid-19 Archives - Trigger Netmedia</title>
	<atom:link href="https://triggernetmedia.com/tag/covid-19/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/covid-19/</link>
	<description>Adverstising &#38; News Agency</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Jun 2025 23:36:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/cropped-triggernet-logo-1-32x32.png</url>
	<title>covid-19 Archives - Trigger Netmedia</title>
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/covid-19/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Waspada Virus Corona Varian Nimbus: Kenali Bagaimana Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2025/06/14/waspada-virus-corona-varian-nimbus-kenali-bagaimana-penularan-gejala-hingga-pengobatan-covid-19-terbaru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2025 23:36:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[# omicron]]></category>
		<category><![CDATA[covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Nimbus]]></category>
		<category><![CDATA[virus corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=124234</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Virus Corona, atau yang lebih dikenal sebagai Covid-19, terus bermutasi. Baru-baru ini, virus SAR-CoV-2 berevolusi menjadi varian baru, yakni Nimbus NB.1.81. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa varian Nimbus NB.1.81 ini merupakan turunan dari varian Omicron, yang sempat viral pada 2021 lalu. WHO juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko terinfeksi virus Corona baru ini. Tetapi orang-orang tidak perlu panik, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2025/06/14/waspada-virus-corona-varian-nimbus-kenali-bagaimana-penularan-gejala-hingga-pengobatan-covid-19-terbaru/">Waspada Virus Corona Varian Nimbus: Kenali Bagaimana Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong><a href="https://www.suara.com/tag/virus-corona">Virus Corona</a>, atau yang lebih dikenal sebagai <a href="https://www.suara.com/tag/covid-19">Covid-19</a>, terus bermutasi. Baru-baru ini, virus SAR-CoV-2 berevolusi menjadi varian baru, yakni <a href="https://www.suara.com/tag/nimbus">Nimbus</a> NB.1.81.</p>
<p>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa varian <a href="https://www.suara.com/tag/nimbus">Nimbus</a> NB.1.81 ini merupakan turunan dari varian <a href="https://www.suara.com/tag/omicron">Omicron</a>, yang sempat viral pada 2021 lalu.</p>
<p>WHO juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko terinfeksi <a href="https://www.suara.com/tag/virus-corona">virus Corona</a> baru ini. Tetapi orang-orang tidak perlu panik, mereka akan terus memantau perkembangannya.</p>
<p>Varian <a href="https://www.suara.com/tag/nimbus">Nimbus</a> ini mudah menular selayaknya varian <a href="https://www.suara.com/tag/omicron">Omicron</a>. Namun, hingga kini belum ada catatan bahwa varian virus terbaru ini menyebabkan penyakit pernapasan parah.</p>
<p>Hal itu sempat dijelaskan oleh dokter umum di Pall Mall Medical, London, bernama Chun Tang.</p>
<p>“Tanda-tanda awal menunjukkan bahwa virus itu tampaknya tidak menyebabkan penyakit yang lebih serius, tetapi tentu saja, kita masih mempelajarinya lebih lanjut,” tutur Chun Tang, dikutip dari <em>Cambridgeshire Live</em> pada Kamis, 12 Juni 2025.</p>
<p>Hingga kini, penularan dilaporkan di beberapa negara di Asia, seperti India, Hong Kong, Singapura, dan Thailand.</p>
<p>“Penyebarannya telah teridentifikasi di sekitar 22 negara,” kata dokter umum di The London General Practice, Naveed Asif.</p>
<p><strong>Bagaimana cara varian Nimbus menular?</strong></p>
<p>Penularan dari varian <a href="https://www.suara.com/tag/covid-19">Covid-19</a> baru ini masih sama seperti virus pernapasan yang lain, yakni melalui droplet.</p>
<p>“Virus ini menyebar dengan cara biasa, dari orang ke orang, terutama melalui droplet pernapasan saat orang batuk, bersin, atau bahkan sekadar berbicara dari jarak dekat,” kata Tang.</p>
<p>Nimbus ini juga dapat bertahan di udara di tempat yang ventilasi atau sirkulasi udaranya buruk.</p>
<p><strong>Gejala dari Virus Corona varian Nimbus</strong></p>
<p>Asif menjelaskan gejala yang muncul saat orang terinfeksi virus Corona varian Nimbus adalah sakit tenggorokan yang digambarkan seperti tertusuk, kelelahan, batuk ringan, nyeri otot, dan hidung tersumbat.</p>
<p>“Namun, gejalanya bisa sangat bervariasi sehingga kewaspadaan adalah kuncinya,” jelas Asif.</p>
<p><strong>Pengobatan <a href="https://www.suara.com/tag/virus-corona">virus Corona</a> varian <a href="https://www.suara.com/tag/nimbus">Nimbus</a></strong></p>
<p>Menurut Asif, pengobatan untuk <a href="https://www.suara.com/tag/nimbus">Nimbus</a> umumnya mirip dengan varian <a href="https://www.suara.com/tag/covid-19">Covid-19</a> lainnya.</p>
<p>Kebanyakan orang dapat pulih di rumah dengan istirahat cukup dan banyak minum cairan. Mengonsumsi obat bebas juga membantu meredakan gejala selama masa pemulihan.</p>
<p>Bagi penderita yang mengalami gejala parah atau memiliki risiko komplikasi tinggi, pengobatan antivirus atau perawatan antibodi monoklonal bisa menjadi pilihan.</p>
<p>Penting untuk mendapatkan rekomendasi medis yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Konsultasikan dengan dokter umum untuk saran yang lebih personal tepat.</p>
<p>“Carilah saran medis jika Anda mengalami gejala <a href="https://www.suara.com/tag/covid-19">Covid-19</a>, terutama jika gejalanya memburuk atau jika Anda memiliki penyakit kronis yang bisa meningkatkan risiko,” saran Asif.</p>
<p><strong>Pencegahan supaya tidak tertular <a href="https://www.suara.com/tag/virus-corona">virus Corona</a> varian <a href="https://www.suara.com/tag/nimbus">Nimbus</a></strong></p>
<p>Dokter Tang menyarankan agar semua orang mendapatkan vaksin <a href="https://www.suara.com/tag/covid-19">Covid-19</a> terbaru, terutama vaksin penguat, untuk meningkatkan perlindungan terhadap virus.</p>
<p>Vaksinasi tetap menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko infeksi dan dampak berat penyakit.</p>
<p>Selain itu, menjaga kebersihan tangan dengan mencuci secara teratur, memastikan ventilasi udara yang baik, dan mengenakan masker di tempat ramai atau saat berada di dekat orang yang rentan adalah tindakan pencegahan yang efektif.</p>
<p>Langkah-langkah ini membantu mengurangi penyebaran virus dan melindungi kesehatan bersama.</p>
<p>Untuk mencegah penyebaran penyakit, penting untuk menjaga jarak dan rutin membersihkan area yang digunakan bersama. Langkah sederhana ini membantu melindungi kesehatan semua orang di rumah.</p>
<p><strong>Sumber: Suara.com</strong></p>
<p> </p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2025/06/14/waspada-virus-corona-varian-nimbus-kenali-bagaimana-penularan-gejala-hingga-pengobatan-covid-19-terbaru/">Waspada Virus Corona Varian Nimbus: Kenali Bagaimana Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sudan Butuh Bantuan Internasional untuk Atasi Wabah Kolera</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2024/08/19/sudan-butuh-bantuan-internasional-untuk-atasi-wabah-kolera/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Aug 2024 01:56:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[# penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[# Penyakit menular]]></category>
		<category><![CDATA[covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Sudan]]></category>
		<category><![CDATA[Wabah Kolera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=116078</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com –  Wabah Kolera saat ini tengah menghantui warga Sudan yang merupakan negara di Afrika Bagian Utara. Pasalnya penyakit tersebut kini sudah menyebar dan sangat bahaya. Bahkan, Sudan sendiri saat ini tengah membutuhkan bantuan Internasional untuk mengatasi wabah mematikan yang diduga penyebarannya sama seperti Covid-19. Sudan melaporkan 354 kasus kolera pada Minggu dengan 22 kematian di tengah konflik yang berkecamuk di negara tersebut. “Kolera [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/08/19/sudan-butuh-bantuan-internasional-untuk-atasi-wabah-kolera/">Sudan Butuh Bantuan Internasional untuk Atasi Wabah Kolera</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong><strong> </strong><a href="https://www.suara.com/tag/wabah-kolera">Wabah Kolera</a> saat ini tengah menghantui warga <a href="https://www.suara.com/tag/sudan">Sudan</a> yang merupakan negara di Afrika Bagian Utara. Pasalnya <a href="https://www.suara.com/tag/penyakit">penyakit</a> tersebut kini sudah menyebar dan sangat bahaya.</p>
<p>Bahkan, Sudan sendiri saat ini tengah membutuhkan bantuan <a href="https://www.suara.com/tag/internasional">Internasional</a> untuk mengatasi wabah mematikan yang diduga penyebarannya sama seperti <a href="https://www.suara.com/tag/covid-19">Covid-19</a>.</p>
<p>Sudan melaporkan 354 kasus kolera pada Minggu dengan 22 kematian di tengah konflik yang berkecamuk di negara tersebut.</p>
<p>“Kolera telah menewaskan 22 orang, sementara 354 kasus dilaporkan,” kata Menteri <a href="https://www.suara.com/tag/kesehatan">Kesehatan</a> Haitham Mohamed Ibrahim setelah pertemuan dengan wakil pemimpin Dewan Kedaulatan Sudan, Malik Agar.</p>
<p>Ibrahim mengatakan upaya sedang dilakukan untuk memastikan ketersediaan air minum yang aman, memerangi vektor penyakit, dan menghubungi komunitas internasional untuk mendapatkan vaksin kolera.</p>
<p>Dia mengimbau otoritas setempat di provinsi-provinsi Sudan untuk meningkatkan upaya mereka dalam memerangi epidemi.</p>
<p>Sudan telah berada dalam konflik sejak April 2023 di tengah pertempuran antara tentara dan kelompok paramiliter Pasukan Pendukung Cepat (RSF).</p>
<p>Menurut data PBB, lebih dari 18.800 orang telah meninggal dalam konflik tersebut, sekitar 10 juta orang telah mengungsi, dan lebih dari 25 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan.</p>
<p><strong>Sumber: Suara.com</strong></p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/08/19/sudan-butuh-bantuan-internasional-untuk-atasi-wabah-kolera/">Sudan Butuh Bantuan Internasional untuk Atasi Wabah Kolera</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Varian Baru COVID-19 LB.1 Telah Masuk Australia, Lebih Cepat Menular!</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2024/07/21/varian-baru-covid-19-lb-1-telah-masuk-australia-lebih-cepat-menular/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jul 2024 00:27:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[# penularan]]></category>
		<category><![CDATA[australia]]></category>
		<category><![CDATA[covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[varian baru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=114646</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Kasus COVID-19varian baru saat ini telah melanda Australia. Bahkan berdasarkan informasi yang didapat, virus tersebut cepat menular dibandingkan sebelumnya. Juru bicara departemen kesehatan Australia mengatakan, saat ini warga Australia diminta lebih waspada lagi mengingat varian baru COVID-19,LB.1. Para pakar kesehatan juga memperingatkan bahwa varian baru tersebut dapat menyebar lebih cepat dari varian sebelumnya. “Meskipun LB.1 hampir pasti lebih [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/07/21/varian-baru-covid-19-lb-1-telah-masuk-australia-lebih-cepat-menular/">Varian Baru COVID-19 LB.1 Telah Masuk Australia, Lebih Cepat Menular!</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com –</strong> Kasus <a href="https://www.suara.com/tag/covid-19">COVID-19</a><a href="https://www.suara.com/tag/varian-baru">varian baru</a> saat ini telah melanda <a href="https://www.suara.com/tag/australia">Australia</a>. Bahkan berdasarkan informasi yang didapat, virus tersebut cepat menular dibandingkan sebelumnya.</p>
<p>Juru bicara departemen <a href="https://www.suara.com/tag/kesehatan">kesehatan</a> Australia mengatakan, saat ini warga Australia diminta lebih waspada lagi mengingat varian baru COVID-19,LB.1.</p>
<p>Para pakar kesehatan juga memperingatkan bahwa varian baru tersebut dapat menyebar lebih cepat dari varian sebelumnya.</p>
<p>“Meskipun LB.1 hampir pasti lebih mudah menular dibandingkan KP.2, tetapi tampaknya penyakit ini tidak mengungguli KP.3 dan turunannya,” sebut lembaga penyiaran tersebut mengutip Profesor Adrian Esterman, ketua biostatistik dan epidemiologi Universitas South Australia.</p>
<p>Seorang dokter penyakit menular dan ahli mikrobiologi klinis di Universitas Queensland Paul Griffin, juga mengatakan bahwa negara tersebut tampaknya mendekati puncak kasus virus corona pada musim dingin ini.</p>
<p>Namun ia menambahkan bahwa sulit untuk mengatakan bahwa hal tersebut dapat menyebabkan gelombang baru infeksi.</p>
<p>“Kami mengalami gelombang besar aktivitas COVID dan itu tampaknya melambat, tetapi saat ini masih cukup banyak,” katanya.</p>
<p><strong>Sumber: Suara.com</strong></p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/07/21/varian-baru-covid-19-lb-1-telah-masuk-australia-lebih-cepat-menular/">Varian Baru COVID-19 LB.1 Telah Masuk Australia, Lebih Cepat Menular!</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Joe Biden Terpapar Covid-19, Begini Kondisinya saat Ini</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2024/07/21/joe-biden-terpapar-covid-19-begini-kondisinya-saat-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jul 2024 00:23:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Joe Biden]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden AS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=114643</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Kesehatan Presiden AS Joe Biden mengalami peningkatan baik setelah menerima dosis keempat obat COVID-19, PAXLOVID. Dokter Kepresidenan, dr. Kevin O’Connor, mengonfirmasi bahwa gejala utama yang masih dialami Biden adalah batuk kering dan suara serak. “Batuknya yang tidak berdahak dan suara serak masih menjadi gejala utamanya, tetapi gejala itu telah membaik secara signifikan sejak kemarin,” ujar dr. O’Connor dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/07/21/joe-biden-terpapar-covid-19-begini-kondisinya-saat-ini/">Joe Biden Terpapar Covid-19, Begini Kondisinya saat Ini</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Kesehatan <a href="https://www.suara.com/tag/presiden-as">Presiden AS</a> <a href="https://www.suara.com/tag/joe-biden">Joe Biden</a> mengalami peningkatan baik setelah menerima dosis keempat obat <a href="https://www.suara.com/tag/covid-19">COVID-19</a>, PAXLOVID.</p>
<p>Dokter Kepresidenan, dr. Kevin O’Connor, mengonfirmasi bahwa gejala utama yang masih dialami Biden adalah batuk kering dan suara serak.</p>
<p>“Batuknya yang tidak berdahak dan suara serak masih menjadi gejala utamanya, tetapi gejala itu telah membaik secara signifikan sejak kemarin,” ujar dr. O’Connor dalam pernyataannya.</p>
<p>Biden, yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya di Pantai Rehoboth, Delaware, juga dikonfirmasi tetap mampu menoleransi pengobatan dengan baik dan akan melanjutkan terapi sesuai rencana yang telah ditetapkan.</p>
<p>O’Connor mengonfirmasi bahwa kondisi denyut nadi, tekanan darah, pernapasan, dan suhu tubuh hingga saturasi oksigen Biden tidak mengalami masalah.</p>
<p>Meskipun menghadapi tantangan kesehatan ini, Biden tetap aktif dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai Presiden <a href="https://www.suara.com/tag/amerika">Amerika</a> Serikat.</p>
<p>Sebelumnya, Gedung Putih telah mengonfirmasi bahwa Biden positif COVID-19 setelah menghadiri acara kampanye di Las Vegas, Nevada.</p>
<p>Meskipun harus membatalkan beberapa jadwal publiknya, termasuk pidato yang direncanakan, Biden tetap terlibat dalam beberapa kegiatan kampanye dan wawancara media untuk mempertahankan dukungan dalam pemilu mendatang.</p>
<p>Calon presiden AS berikutnya itu juga menyatakan bahwa dirinya akan kembali melakukan kampanye pemilu pada minggu depan. Hal itu dilakukan Biden sekaligus untuk menjawab seruan anggota parlemen Partai Demokrat yang memintanya mundur dari pemilihan presiden.</p>
<p><strong>Sumber: Suara.com</strong></p>
<p> </p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/07/21/joe-biden-terpapar-covid-19-begini-kondisinya-saat-ini/">Joe Biden Terpapar Covid-19, Begini Kondisinya saat Ini</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenkes: Vaksinasi COVID-19 Tetap Gratis untuk Kelompok Rentan</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2024/01/06/kemenkes-vaksinasi-covid-19-tetap-gratis-untuk-kelompok-rentan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jan 2024 11:05:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[# Kelompok Rentan]]></category>
		<category><![CDATA[covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi Covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=105565</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Kementerian Kesehatan Indonesia menyebut penyebaran Covid-19 di Indonesia semakin terkendali. Meski demikian upaya perlindungan melalui vaksinasi akan terus dilakukan. Nantinya vaksinasi difokuskan untuk kelompok rentan yang masih memiliki resiko fatalitas dan kematian akibat COVID-19. Upaya ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor HK.01.07/MENKES/2193/2023 Tentang Pemberian Imunisasi COVID-19 Program. Dalam aturan tersebut, Imunisasi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/01/06/kemenkes-vaksinasi-covid-19-tetap-gratis-untuk-kelompok-rentan/">Kemenkes: Vaksinasi COVID-19 Tetap Gratis untuk Kelompok Rentan</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Kementerian Kesehatan Indonesia menyebut penyebaran <a href="https://www.suara.com/tag/covid-19">Covid-19</a> di Indonesia semakin terkendali. Meski demikian upaya perlindungan melalui vaksinasi akan terus dilakukan.</p>
<p>Nantinya vaksinasi difokuskan untuk <a href="https://www.suara.com/tag/kelompok-rentan">kelompok rentan</a> yang masih memiliki resiko fatalitas dan kematian akibat COVID-19. Upaya ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor HK.01.07/MENKES/2193/2023 Tentang Pemberian Imunisasi COVID-19 Program.</p>
<p>Dalam aturan tersebut, Imunisasi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) masuk menjadi program imunisasi rutin efektif mulai 1 januari 2024 di seluruh Indonesia. KMK No. HK.01.07-MENKES-2193-2023 ttg Pemberian Imunisasi COVID-19 Program.</p>
<p>“Nantinya ada dua kelompok yang menjadi sasaran imunisasi COVID-19 program dan mendapatkan imunisasi COVID-19 gratis,” jelas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Maxi Rein Rondonuwu, Minggu (31/12/2023).</p>
<p>Dirjen Maxi menjelaskan kelompok pertama adalah yang belum pernah menerima vaksin COVID-19 sama sekali. Sementara kelompok kedua adalah yang sudah menerima minimal 1 dosis vaksin COVID-19.</p>
<p>Baik kelompok pertama maupun kelompok kedua dikhususkan bagi masyarakat lanjut usia, lanjut usia dengan komorbid, dewasa dengan komorbid, tenaga kesehatan yang bertugas di garda terdepan, ibu hamil, serta remaja usia 12 tahun ke atas dan kelompok usia lainnya dengan kondisi immunocompromised (orang yang mengalami gangguan sistem imun) sedang–berat.</p>
<p>Sementara itu, sesuai Surat Edaran Dirjen Farmalkes HK.02.02/E/2571/2023 tentang Penyediaan Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksin Covid-19 Pilihan, bagi masyarakat yang tidak masuk dalam kriteria di atas, imunisasi COVID-19 menjadi imunisasi pilihan secara mandiri, dan bisa didapatkan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan yang menyediakan layanan <a href="https://www.suara.com/tag/vaksinasi-covid-19">vaksinasi COVID-19</a>.</p>
<p>SE Penyediaan Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Pilihan</p>
<p>“Vaksin COVID-19 yang digunakan untuk imunisasi pilihan harus yang sudah memiliki NIE dari BPOM dan didapatkan dari distributor resmi yang ditunjuk oleh produsen,” jelas Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dr Rizka Andalucia Apt.</p>
<p>Untuk pencatatan dan pelaporan pemberian imunisasi COVID-19 baik imunisasi program maupun imunisasi pilihan harus dilaksanakan pada sistem pencatatan dan pelaporan imunisasi yang terintegrasi dengan sistem informasi kesehatan nasional dalam hal ini SatuSehat, tutup dr. Maxi.</p>
<p><strong><em>Sumber:</em> Suara.com</strong></p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/01/06/kemenkes-vaksinasi-covid-19-tetap-gratis-untuk-kelompok-rentan/">Kemenkes: Vaksinasi COVID-19 Tetap Gratis untuk Kelompok Rentan</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Covid-19 Terus Naik, PB IDI Sebut Vaksinasi Bukan Segalanya</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2023/12/24/kasus-covid-19-terus-naik-pb-idi-sebut-vaksinasi-bukan-segalanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Dec 2023 15:28:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[kasus covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=105130</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Kasus Covid-19 di Indonesia hingga kini terus mengalami peningkatan. Tentu saja hal ini tak boleh dianggap remeh. Kenaikannya bahkan bisa mencapai 200-400 kasus per harinya. Sejauh ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meminta agar masyarakat melakukan vaksinasi. Hal tersebut dikatakan dapat menjadi cara untuk membuat imunitas tubuh menjadi lebih kuat. Namun, dokter spesialis paru sekaligus Ketua Satgas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2023/12/24/kasus-covid-19-terus-naik-pb-idi-sebut-vaksinasi-bukan-segalanya/">Kasus Covid-19 Terus Naik, PB IDI Sebut Vaksinasi Bukan Segalanya</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Kasus <a href="https://www.suara.com/tag/covid-19">Covid-19</a> di Indonesia hingga kini terus mengalami peningkatan. Tentu saja hal ini tak boleh dianggap remeh. Kenaikannya bahkan bisa mencapai 200-400 kasus per harinya.</p>
<p>Sejauh ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meminta agar masyarakat melakukan <a href="https://www.suara.com/tag/vaksinasi">vaksinasi</a>. Hal tersebut dikatakan dapat menjadi cara untuk membuat imunitas tubuh menjadi lebih kuat.</p>
<p>Namun, dokter spesialis paru sekaligus Ketua Satgas Covid-19 PB IDI, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, SpP(K), Msc justru menyebut bahwa vaksinasi bukanlah segalanya. Pasalnya, vaksinasi lebih difokuskan untuk mencegah dan mengurangi dampak berat jika terinfeksi.</p>
<p>“Mereka yang sudah sampai booster kedua pun, kalau waktunya sudah lama, itu tetap akan berkurang antibodinya. Vaksinasi itu bukan segala-galanya, enggak cukup, jadi jangan merasa kalau divaksinasi nggak (akan) sakit,” kata Prof. Erlina dalam Webinar ‘Waspada Peningkatan Kasus Covid 19’, Jumat (15/12/2023).</p>
<figure class="image"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://media.suara.com/pictures/original/2023/12/15/66811-ketua-satgas-covid-19-pb-idi-prof-dr-dr-erlina-burhan-sppk-msc.jpg" alt="Ketua Satgas Covid-19 PB IDI, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, SpP(K), Msc (tangkap layar)" width="653" height="366" /><figcaption>Ketua Satgas Covid-19 PB IDI, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, SpP(K), Msc (tangkap layar)</figcaption></figure>
<p>“Karena vaksin itu tujuannya sebetulnya untuk mencegah agar kalau terinfeksi tidak menjadi berat dan tidak dirawat,” sambungnya.</p>
<p>Sementara itu, Prof Erlina justru menekankan masyarakat untuk bisa memulai gaya hidup sehat. Selain vaksinasi, gaya hidup sehat justru hal penting yang membuat imunitas tubuh menjadi kuat.</p>
<p>Untuk itu, ia menyarankan masyarakat agar mulai menerapkan gaya hidup sehat. Dengan demikian, imunitas tidak hanya didapat dari vaksinasi, tetapi juga gaya hidup yang diterapkan.</p>
<p>“Jadi yang sudah divaksin, imunitasnya dijaga. Dengan apa? Dengan perilaku hidup bersih dan sehat, konsumsi nutrisi yang seimbang, ada karbo, ada protein, sayur, buah yang sumber vitamin. Kalau memang tidak suka buah, anak-anak kasih suplemen vitamin lalu istirahat yang cukup, tidur yang cukup 7-8 jam per hari, jangan stres, olahraga ringan tapi rutin, jangan merokok, yang pokoknya hidup sehat lah,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, untuk mencegah penularan Covid-19, Prof. Erlina juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Karena sekarang tidak ada lagi PPKM, maka penting adanya kesadaran diri mencegah Covid-19 dengan protokol kesehatan.</p>
<p>Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan mengenakan masker jika sedang sakit. Itu akan mencegah penularan. Sementara, untuk orang yang rentan terpapar juga disarankan mengenakan masker untuk melindungi diri jika bertemu orang sakit di jalan.</p>
<p>“Sekarang kan sudah endemis, tidak ada lagi PPKM, jadi tetap terapkan prokes. Contohnya kalau kita batuk, bersin, pilek, kita pakai masker. Kalau kita keluar rumah supaya enggak menularkan kepada orang lain. dengan pakai masker kita bisa mencegah penularan influenza,” jelas Prof. Erlina.</p>
<p>“Selain itu, kalau Anda tidak sehat dan termasuk kelompok yang rentan, orang tua punya komorbid apalagi tidak divaksin, ayo kita tahu diri keluar rumah kalau berada di keramaian kita yang pakai masker walaupun kita tidak sakit. Karena kita enggak tahu status orang di sekitar kita, jangan-jangan di antara mereka ada yang sudah terinfeksi lalu kemudian batuk-batuk sehingga kita kemudian tertular,” pungkasnya.</p>
<p><strong><em>Sumber:</em> Suara.com</strong></p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2023/12/24/kasus-covid-19-terus-naik-pb-idi-sebut-vaksinasi-bukan-segalanya/">Kasus Covid-19 Terus Naik, PB IDI Sebut Vaksinasi Bukan Segalanya</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Covid-19 Varian JN.1 Naik Hingga 43 Persen</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2023/12/24/kasus-covid-19-varian-jn-1-naik-hingga-43-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Dec 2023 15:24:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[virus corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=105127</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Lonjakan kasus Covid-19 beberapa minggu terakhir hingga kini masih menjadi perhatian. Hal ini karena adanya kenaikan Covid-19 varian JN.1 di Indonesia sejak November lalu. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, hasl pemeriksaan Whole Genome Sequensing (WGS), kenaikan kasus varian JN.1 ini bahkan mencapai 43 persen pada Desember. Pasahal, di awal November hanya 1 persen. “Hasil sequence [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2023/12/24/kasus-covid-19-varian-jn-1-naik-hingga-43-persen/">Kasus Covid-19 Varian JN.1 Naik Hingga 43 Persen</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Lonjakan kasus <a href="https://www.suara.com/tag/covid-19">Covid-19</a> beberapa minggu terakhir hingga kini masih menjadi perhatian. Hal ini karena adanya kenaikan Covid-19 varian JN.1 di Indonesia sejak November lalu.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, hasl pemeriksaan Whole Genome Sequensing (WGS), kenaikan kasus varian JN.1 ini bahkan mencapai 43 persen pada Desember. Pasahal, di awal November hanya 1 persen.</p>
<p>“Hasil sequence kita terhadap JN.1 ini naik, tadinya hanya 1 persen di awal November menjadi 19 persen di minggu ketiga November, kemudian di awal Desember ini sudah 43 persen,” kata Budi dikutip dari rilis Kemenkes, Minggu (24/12/2023).</p>
<p>Hingga 19 Desember lalu, untuk varian JN.1 sendiri telah terkonfirmasi sebanyak 41 kasus. 5 kasus konfirmasi ditemukan pada 6-23 November 2023. Untuk perinciannya, 2 kasus dari Jakarta Utara, 1 kasus dari Jakarta Selatan, 1 kasus dari Jakarta Timur, dan 1 kasus dari Batam.</p>
<p>Untuk 36 kasus sisanya, berdasarkan pengambilan sampel pada 1-12 Desember 2023. Sebanyak 29 kasus ditemukan di Jakarta Selatan, 2 kasus dari Jakarta Timur, 2 kasus dari Jakarta Utara, dan 3 kasus dari Batam.</p>
<p>Budi mengungkapkan, terkait kondisi pasien JN.1 sendiri sejauh ini masih didominasi tidak bergejala yakni 39 persen. Sementara sekitar 14 persen pasien alami gejala seperti batuk, pilek, hingga sakit tenggorokan.</p>
<p>Beberapa pasien lainnya yaitu dengan kondisi komorbid. Beberapa penyakit komorbid yang diderita pasien Covid-19 varian JN.1 ini di antaranya, penyakit jantung koroner (PJK), diabetes melitus (DM), hipertensi, gangguan pernapasan berat atau acute respiratory distress syndrome (ARDS), dan gangguan imunologi.</p>
<p>Di tengah musim liburan ini, Budi mengimbau agar masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan demi mencegah penularan. Ia juga menyarankan agar masyarakat yang positif tanpa gejala untuk istirahat di rumah.</p>
<p>Sedangkan, untuk masyarakat yang alami gejala disarankan untuk mendapatkan obat ke puskesmas atau fasyankes terdekat serta lakukan isolasi mandiri. Hal tersebut akan membantu kurangi gejala semakin parah dan tidak menularkan kepada orang lain.</p>
<p>“Masyarakat kalau sudah ada gejala sebaiknya segera tes untuk mengetahui apakah positif COVID-19 atau flu biasa. Kalau positif COVID-19 tapi tidak bergejala sebaiknya istirahat saja. Kalau bergejala bisa ke puskesmas untuk mendapatkan obat,” ungkapnya.</p>
<p>Bagi masyarakat yang tidak terkena, disarankan untuk lakukan vaksinasi sebagai upaya pencegahan Covid-19 di Indonesia semakin meluas.</p>
<p><strong><em>Sumber:</em> Suara.com</strong></p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2023/12/24/kasus-covid-19-varian-jn-1-naik-hingga-43-persen/">Kasus Covid-19 Varian JN.1 Naik Hingga 43 Persen</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Covid Masuk Batam, Ini Update Kasus di Sejumlah Daerah Usai Ditemukan 2 Orang Meninggal</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2023/12/19/covid-masuk-batam-ini-update-kasus-di-sejumlah-daerah-usai-ditemukan-2-orang-meninggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Dec 2023 05:13:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[# kasus Covid-19 di Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=104902</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Kementerian Kesehatan mengonfirmasi penemuan kasus penularan virus penyebab COVID-19 varian JN.1 di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau dan DKI Jakarta. Melansir Antara, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu di Jakarta, Selasa mengatakan penemuan kasus Covid-19 di Batam pada tanggal 13 Desemberlalu. Sementara di Jakarta, masing-masing satu kasus infeksi virus corona tipe SARS-CoV-2 varian JN.1 ditemukan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2023/12/19/covid-masuk-batam-ini-update-kasus-di-sejumlah-daerah-usai-ditemukan-2-orang-meninggal/">Covid Masuk Batam, Ini Update Kasus di Sejumlah Daerah Usai Ditemukan 2 Orang Meninggal</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Kementerian Kesehatan mengonfirmasi penemuan kasus penularan virus penyebab <a href="https://www.suara.com/tag/covid-19">COVID-19</a> varian JN.1 di Kota <a href="https://www.suara.com/tag/batam">Batam</a>, Provinsi Kepulauan Riau dan DKI <a href="https://www.suara.com/tag/jakarta">Jakarta</a>.</p>
<p>Melansir Antara, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu di Jakarta, Selasa mengatakan penemuan <a href="https://www.suara.com/tag/kasus-covid-19-di-batam">kasus Covid-19 di Batam</a> pada tanggal 13 Desemberlalu.</p>
<p>Sementara di Jakarta, masing-masing satu kasus infeksi virus corona tipe SARS-CoV-2 varian JN.1 ditemukan di Jakarta Selatan pada 11 November 2023, Jakarta Timur pada 23 November 2023.</p>
<p>Virus corona varian JN.1 dilaporkan berkaitan dekat dengan varian BA.2.86 dan dikhawatirkan dapat mempengaruhi pola penularan dan tingkat keparahan akibat COVID-19.</p>
<p>Maxi juga menyebutkan bahwa menurut laporan per 18 Desember 2023 ada dua kasus kematian akibat COVID-19, masing-masing satu kasus di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dan RSUD Tarakan.</p>
<p>“Satu pasien meninggal sudah divaksin dua kali dan memiliki komorbid. Satunya lagi belum pernah divaksin dan mengalami infeksi paru-paru,” katanya.</p>
<p>Namun, menurut dia, kedua kasus kematian tersebut tidak disebabkan oleh virus corona tipe SARS-CoV-2 varian JN.1.</p>
<p>Ia mengatakan bahwa satu kasus kematian pasien akibat infeksi virus SAR-CoV-2 yang sebelumnya dilaporkan terjadi di RSPI Prof Dr Sulianti Saroso Jakarta juga tidak disebabkan oleh infeksi virus varian JN.1.</p>
<p>“Yang meninggal di RSPI hasil whole genome sequencing-nya tidak ada yang JN.1,” kata dia.</p>
<p> </p>
<p><strong>Update Kasus Covid-19 di Indonesia</strong></p>
<p>Menurut laporan perkembangan penularan COVID-19 yang disiarkan oleh pemerintah pada 18 Desember 2023, ada 2.243 kasus baru penularan COVID-19 dengan dua kasus kematian akibat penyakit tersebut di Indonesia.</p>
<p>Menjelang libur Natal dan tahun baru, Kementerian Kesehatan mengimbau warga melengkapi vaksinasi COVID-19 untuk menghindari risiko penularan penyakit.</p>
<p>“Masyarakat diimbau untuk segera melengkapi dosis vaksin COVID-19, segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat di puskesmas atau Kantor Kesehatan Pelabuhan. Jangan ditunda-tunda,” kata Maxi.</p>
<p><strong><em>Sumber:</em> Suara.com</strong></p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2023/12/19/covid-masuk-batam-ini-update-kasus-di-sejumlah-daerah-usai-ditemukan-2-orang-meninggal/">Covid Masuk Batam, Ini Update Kasus di Sejumlah Daerah Usai Ditemukan 2 Orang Meninggal</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Covid-19 Merebak Lagi Hingga Bikin Banyak Orang Bertumbangan</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2023/12/18/covid-19-merebak-lagi-hingga-bikin-banyak-orang-bertumbangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Dec 2023 15:26:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[# gejala covid]]></category>
		<category><![CDATA[covid]]></category>
		<category><![CDATA[covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[virus covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=104863</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Covid-19 kembali merebak lagi, termasuk di Indonesia. Gejala yang lazim dialami adalah batuk, sakit kepala, atau demam selama seminggu yang diikuti dengan rasa lelah yang berkepanjangan. Penting untuk ditekankan bahwa Covid-19 selalu menimbulkan beragam gejala. Bahkan sebelum adanya vaksin, beberapa orang tidak sakit atau tidak menunjukkan gejala apa pun. Bagi sebagian dari kita, Covid hanyalah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2023/12/18/covid-19-merebak-lagi-hingga-bikin-banyak-orang-bertumbangan/">Covid-19 Merebak Lagi Hingga Bikin Banyak Orang Bertumbangan</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong><a href="https://www.suara.com/tag/covid-19">Covid-19</a> kembali merebak lagi, termasuk di Indonesia. Gejala yang lazim dialami adalah batuk, sakit kepala, atau demam selama seminggu yang diikuti dengan rasa lelah yang berkepanjangan.</p>
<p>Penting untuk ditekankan bahwa <a href="https://www.suara.com/tag/covid">Covid</a>-19 selalu menimbulkan beragam gejala. Bahkan sebelum adanya vaksin, beberapa orang tidak sakit atau tidak menunjukkan gejala apa pun.</p>
<p>Bagi sebagian dari kita, Covid hanyalah pilek – bahkan tidak cukup untuk membuat Anda mencari-cari tes swab.</p>
<p>Namun para ilmuwan spesialis sistem kekebalan tubuh memperingatkan bahwa Covid masih bisa menyebabkan sakit parah yang mungkin lebih buruk dari sebelumnya dan membuat kita ‘tumbang’ selama berminggu-minggu.</p>
<p>Lantas, apa yang terjadi?</p>
<p>Bagaimana keadaan kita setelah terpapar Covid bergantung pada pertarungan antara virus dan pertahanan tubuh kita.</p>
<p>Tahapan awal sangat penting karena menentukan seberapa besar virus dapat masuk ke dalam tubuh kita, dan seberapa parah dampaknya.</p>
<p>Namun, melemahnya kekebalan tubuh dan berkembangnya virus menjadi faktor penentu.</p>
<p>Menyitat BBC Indonesia, Senin (18/12/2023), Profesor Eleanor Riley, seorang ahli imunologi di Universitas Edinburgh, juga pernah mengalami serangan Covid yang “mengerikan” dan “jauh lebih buruk” dari yang diperkirakan.</p>
<p>Dia mengatakan kepada saya: “Tingkat antibodi masyarakat terhadap Covid mungkin sekarang sama rendahnya dengan masa ketika vaksin pertama kali diperkenalkan.”</p>
<p>Antibodi ibarat rudal mikroskopis yang menempel pada permukaan virus dan menghentikannya menginfeksi sel-sel tubuh kita.</p>
<p>Jadi, jika Anda memiliki banyak antibodi, antibodi tersebut dapat membasmi virus dengan cepat sehingga infeksi apa pun akan berlangsung ringan dan singkat.</p>
<p>“Sekarang, karena antibodi lebih rendah, dosis [virus] yang lebih tinggi akan menyebar dan menyebabkan serangan penyakit yang lebih parah,” kata Prof Riley.</p>
<p>Tingkat antibodi relatif rendah karena sudah lama sejak sebagian besar khalayak menerima vaksinasi atau jatuh sakit akibat Covid, yang juga meningkatkan kekebalan.</p>
<p>Prof Peter Openshaw, dari Imperial College London, mengatakan kepada saya: “Hal yang membuat perbedaan besar sebelumnya adalah vaksinasi secara sangat luas dan cepat – bahkan orang dewasa muda pun berhasil mendapatkan vaksinasi – dan itu membuat perbedaan yang sangat besar.”</p>
<p>Tahun ini, semakin sedikit orang yang menerima vaksin.</p>
<p>Prof Openshaw menegaskan dia bukanlah seseorang yang menyerukan akan terjadi “malapetaka”.</p>
<p>Kendati demikian, menurutnya, akan ada “banyak orang menderita penyakit yang sangat parah dan akan membuat mereka tumbang selama beberapa hari atau minggu”.</p>
<figure class="image"><img decoding="async" src="https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/12/07/25585-covid-19-ilustrasi-orang-memakai-masker-ilustrasi-pandemi.jpg" alt="Pejalan kaki memakai masker saat melintas di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Kamis (7/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]" width="653" height="366" /><figcaption>Pejalan kaki memakai masker saat melintas di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Kamis (7/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]</figcaption></figure>
<p>“Saya juga mendengar ada orang-orang terkena serangan Covid-19 yang parah, padahal mereka masih muda dan bugar. Ini adalah virus yang sangat licik, terkadang membuat orang sakit parah dan terkadang menyebabkan ‘Covid berkepanjangan’,” jelasnya.</p>
<p>Dia berpendapat ada “kemungkinan besar” seseorang rentan sakit jika tidak tertular Covid-19 dalam setahun terakhir.</p>
<p>Keputusan resmi pemerintah di Inggris adalah memvaksinasi orang-orang yang berisiko meninggal akibat Covid atau membutuhkan perawatan di rumah sakit. Hal ini mengurangi tekanan pada Layanan Kesehatan Nasional.</p>
<p>Prof Riley berpendapat: “Tetapi itu tidak berarti orang yang berusia di bawah 65 tahun tidak akan tertular Covid-19, dan tidak akan merasa gejala parah.</p>
<p>“Saya pikir konsekuensi dari tidak memberikan booster kepada orang-orang tersebut adalah lebih banyak orang yang tidak bekerja selama satu atau dua atau tiga minggu selama musim dingin.”</p>
<p>Keputusan mengenai siapa yang akan menerima vaksinasi bukan satu-satunya hal yang berubah – virus ini juga berubah.</p>
<p><strong>‘Kekebalan rendah’</strong></p>
<p>Antibodi sangat tepat karena bergantung pada kecocokan antara antibodi dan bagian virus yang ditempelnya. Semakin banyak virus berevolusi untuk mengubah penampilannya, semakin tidak efektif antibodi tersebut.</p>
<p>Prof Openshaw berkata: “Virus-virus yang beredar saat ini secara imunologis cukup jauh dari tipe virus yang digunakan untuk membuat vaksin-vaksin awal, atau yang terakhir kali menginfeksi khalayak.</p>
<p>“Banyak orang memiliki kekebalan yang sangat rendah terhadap virus Omicron dan variannya.”</p>
<p>Jika Anda merasa tidak nyaman dengan Covid – atau gejalanya lebih parah dari sebelumnya – bisa jadi itu adalah kombinasi dari berkurangnya antibodi dan berkembangnya virus.</p>
<p>Namun bukan berarti Anda lebih berpeluang sakit kritis atau memerlukan perawatan di rumah sakit.</p>
<figure class="image"><img decoding="async" src="https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/12/07/16988-covid-19-di-indonesia.jpg" alt="Covid-19 di Indonesia" width="653" height="366" /><figcaption>Covid-19 di Indonesia</figcaption></figure>
<p>Bagian lain dari sistem kekebalan tubuh kita – yang disebut sel T – bekerja ketika infeksi sudah berlangsung dan mereka telah dilatih oleh infeksi dan vaksin di masa lalu.</p>
<p>Sel T tidak mudah dibingungkan oleh virus yang bermutasi karena mereka mengenali sel yang telah terinfeksi Covid dan membunuhnya.</p>
<p>“Mereka [sel T] akan menghentikan Anda dari penyakit parah dan berujung di rumah sakit, namun dalam proses membunuh virus tersebut ada dampak buruk yang membuat Anda merasa sangat tidak nyaman,” kata Prof Riley.</p>
<p>Mengandalkan sel T Anda untuk membasmi Covid menyebabkan Anda mengalami nyeri otot, demam, dan menggigil.</p>
<p>Jadi, bagaimana dengan anggapan bahwa Covid sedang menuju ke arah infeksi yang ringan dan tidak berbahaya?</p>
<p>Ada empat virus corona lain pada manusia, terkait dengan Covid, yang menyebabkan gejala flu biasa. Salah satu alasan mengapa penyakit ini dianggap ringan adalah karena kita terjangkit penyakit ini di masa kanak-kanak dan kemudian sepanjang hidup kita.</p>
<p>Prof Openshaw dengan jelas menyatakan bahwa “kita belum sampai di sana” dalam menghadapi Covid, tetapi “dengan infeksi berulang kita semestinya sedang membangun kekebalan alami”.</p>
<p>Sementara itu, apakah sebagian dari kita harus menghadapi masa yang buruk dalam waktu dekat?</p>
<p>“Saya khawatir demikian,” kata Prof Riley.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan di Indonesia?</strong></p>
<p>Di Indonesia, situasi menunjukkan adanya tren peningkatan kasus sejak pekan ke-41 atau periode 8-14 Oktober 2023.</p>
<p>Data hingga Jumat (15/12/2023) menunjukkan kasus konfirmasi Covid-19 sebanyak 336 atau meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya.</p>
<p>Meski demikian, jumlah tersebut masih jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan masa pandemi.</p>
<p>Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu memprediksi bahwa puncak kasus Covid-19 pada fase ini akan muncul setelah liburan Natal dan Tahun Baru.</p>
<figure class="image"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/05/06/11380-ilustrasi-covid-19-suaracomeko-faizin.jpg" alt="Ilustrasi COVID-19. [Suara.com/Eko Faizin]" width="653" height="366" /><figcaption>Ilustrasi COVID-19. [Suara.com/Eko Faizin]</figcaption></figure>
<p>“Kalau melihat dari pengalaman sebelumnya, kita mulai awal tren naik itu awal bulan Desember. Akhir November dihitung dari situ paling lama enam sampai delapan minggu puncaknya. Jadi kalau saya hitung kalau dari Desember ya mungkin puncaknya di awal Januari 2024 nanti,” ucap Maxi kepada Detikcom, Minggu (17/12/2023).</p>
<p>Untuk proyeksi jumlah kasus yang muncul nantinya, Maxi mengungkapkan bahwa hal tersebut akan bergantung dengan jumlah testing. Ia menambahkan bahwa jumlah testing Covid-19 saat ini dilakukan dengan lebih masif.</p>
<p>“Testing kita alhamdulillah saat ini kan juga mulai naik. Tadinya kan ratusan atau seribu, sekarang kita sudah dua ribuan hampir tiga ribu. Kalau makin banyak orang testing, maka kasusnya naik,” jelasnya.</p>
<p>Maxi mengatakan perlu ada upaya pencegahan penularan yang dilakukan serentak oleh seluruh elemen masyarakat.</p>
<p>“Untuk itu, masyarakat diimbau untuk segera melengkapi dosis vaksin COVID-19, segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat di Puskesmas atau Kantor Kesehatan Pelabuhan, jangan ditunda tunda,” ujar Maxi sebagaimana dipaparkan dalam rilis pers Kementerian Kesehatan.</p>
<p><strong>Sumber: <em>BBC</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2023/12/18/covid-19-merebak-lagi-hingga-bikin-banyak-orang-bertumbangan/">Covid-19 Merebak Lagi Hingga Bikin Banyak Orang Bertumbangan</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus COVID-19 di Indonesia Naik Signifikan, Sehari Bertambah 200 Pasien Baru</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2023/12/17/kasus-covid-19-di-indonesia-naik-signifikan-sehari-bertambah-200-pasien-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Dec 2023 04:45:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[kasus covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Menkes]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin booster]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=104794</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Peningkatan kasus infeksi COVID-19 di Indonesia, kata Menteri kesehatan Budi Sadikin, masih dalam level yang terkendali. Hingga kini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus melakukan pemantauan terhadap penyebaran Covid-19 di berbagai daerag. “Secara nasional (kasus COVID-19 -red) sudah 200-an per hari ini,” kata dia, pada Jumat (15/12/2023) lalu. Menurut Budi, salah satu faktor yang menjadi pemicu peningkatan kasus infeksi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2023/12/17/kasus-covid-19-di-indonesia-naik-signifikan-sehari-bertambah-200-pasien-baru/">Kasus COVID-19 di Indonesia Naik Signifikan, Sehari Bertambah 200 Pasien Baru</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Peningkatan kasus infeksi <a href="https://www.suara.com/tag/covid-19">COVID-19</a> di Indonesia, kata Menteri kesehatan Budi Sadikin, masih dalam level yang terkendali. Hingga kini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus melakukan pemantauan terhadap penyebaran Covid-19 di berbagai daerag.</p>
<p>“Secara nasional (<a href="https://www.suara.com/tag/kasus-covid-19">kasus COVID-19</a> -red) sudah 200-an per hari ini,” kata dia, pada Jumat (15/12/2023) lalu.</p>
<p>Menurut Budi, salah satu faktor yang menjadi pemicu peningkatan kasus infeksi Covid-19 adalah pancaroba, yaitu perubahan musim dari kemarau ke hujan. Perubahan ini menyebabkan daya tahan tubuh masyarakat Indonesia harus beradaptasi dengan cuaca dan lebih rentan terhadap serangan virus.</p>
<p><a href="https://www.suara.com/tag/menkes">Menkes</a> menambahkan, dalam sehari tercatat sekitar 200 kasus baru infeksi Covid-19 di Indonesia. Di DKI Jakarta sendiri, jumlah kasus baru per hari rata-rata sekitar 44 orang.</p>
<p>Meskipun demikian, Budi mengungkapkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan panduan tingkatan penyebaran Covid-19 selama musim hujan. Pada level 1, diperkirakan penyebaran infeksi baru Covid-19 mencapai 4000 hingga 5000 jiwa dalam satu hari.</p>
<p>Sementara level 2 ditetapkan ketika kasus infeksi Covid-19 mencapai 5000 jiwa atau lebih dan terus mengalami peningkatan hingga mencapai angka tertinggi.</p>
<p>Budi menjelaskan bahwa Covid-19 EG 5 yang saat ini terdeteksi merupakan sub-varian dari Omicron dan memiliki tingkat kematian yang sangat rendah. Dia menegaskan bahwa jika seseorang tidak memiliki penyakit bawaan tetapi terpapar Covid-19 sub-varian EG 5, kemungkinan untuk menyebabkan kematian sangat kecil.</p>
<p>Menkes berharap, kalangan dengan risiko tinggi, komorbid, lansia, atau aktif sering bepergian ke luar negeri agar lebih berhati-hati dan melakukan <a href="https://www.suara.com/tag/vaksin-booster">vaksin booster</a> COVID-19.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2023/12/17/kasus-covid-19-di-indonesia-naik-signifikan-sehari-bertambah-200-pasien-baru/">Kasus COVID-19 di Indonesia Naik Signifikan, Sehari Bertambah 200 Pasien Baru</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
