<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>anak Archives - Trigger Netmedia</title>
	<atom:link href="https://triggernetmedia.com/tag/anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/anak/</link>
	<description>Adverstising &#38; News Agency</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Apr 2025 21:49:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/cropped-triggernet-logo-1-32x32.png</url>
	<title>anak Archives - Trigger Netmedia</title>
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/anak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Komdigi Gandeng UNICEF Terapkan Aturan Baru Batasi Anak Main Medsos</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2025/04/30/komdigi-gandeng-unicef-terapkan-aturan-baru-batasi-anak-main-medsos/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2025 21:49:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[# komdigi]]></category>
		<category><![CDATA[# menkomdigi]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Meutya Hafid]]></category>
		<category><![CDATA[PP Tunas]]></category>
		<category><![CDATA[Unicef]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=123407</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggandeng UNICEF untuk memperkuat perlindungan anak di dunia maya melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menerangkan kalau ruang digital harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak Indonesia. Menurutnya, implementasi PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2025/04/30/komdigi-gandeng-unicef-terapkan-aturan-baru-batasi-anak-main-medsos/">Komdigi Gandeng UNICEF Terapkan Aturan Baru Batasi Anak Main Medsos</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>t<strong>riggernetmedia.com – </strong>Kementerian Komunikasi dan Digital (<a href="https://www.suara.com/tag/komdigi">Komdigi</a>) menggandeng <a href="https://www.suara.com/tag/unicef">UNICEF</a> untuk memperkuat perlindungan <a href="https://www.suara.com/tag/anak">anak</a> di dunia maya melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau <a href="https://www.suara.com/tag/pp-tunas">PP TUNAS</a>.</p>
<p>Menteri Komunikasi dan Digital (<a href="https://www.suara.com/tag/menkomdigi">Menkomdigi</a>) <a href="https://www.suara.com/tag/meutya-hafid">Meutya Hafid</a> menerangkan kalau ruang digital harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak Indonesia.</p>
<p>Menurutnya, implementasi PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) menjadi fondasi utama Indonesia untuk menghadapi tantangan ini.</p>
<p>“PP TUNAS bukan hanya regulasi. Ini adalah janji negara untuk hadir di sisi anak-anak, melindungi mereka saat berpetualang di dunia maya,” kata Meutya Hafid, dikutip dari siaran pers Komdigi, Selasa (29/4/2025).</p>
<p>Meutya mengapresiasi dukungan penuh dari UNICEF dalam merumuskan dan mengesahkan PP TUNAS, serta menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor..</p>
<p>“Tantangan implementasi memang nyata, tetapi semangat kolaborasi akan membuat kita menang. Ini tentang masa depan generasi bangsa,” tambahnya.</p>
<p>PP TUNAS sendiri mengatur verifikasi usia pengguna, perlindungan data pribadi anak, hingga edukasi digital bagi orang tua dan anak. Namun Menkomdigi mengakui kalau regulasi saja tidak cukup.</p>
<p>“Kami bersama semua pihak, Kementerian Pendidikan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, hingga platform digital, untuk menghidupkan semangat ini di seluruh lapisan masyarakat,” beber dia.</p>
<p>Tak hanya di dunia maya, Pemerintah juga tengah menyiapkan program baru bernama Kota Ramah Anak yang menyediakan lebih banyak ruang kreatif, inovatif, dan aman untuk anak-anak di dunia nyata.</p>
<p>“Anak-anak kita berhak atas ruang aman, baik online maupun offline. Ini tentang membangun generasi masa depan yang kreatif, tangguh, dan aman,” timpal dia.</p>
<p>Sementara itu Perwakilan <a href="https://www.suara.com/tag/unicef">UNICEF</a>, Maniza Zaman menyebut kalau langkah Indonesia berani dan visioner. Ia menilai Indonesia berpotensi menjadi role model global dalam perlindungan <a href="https://www.suara.com/tag/anak">anak</a> di era digital.</p>
<p>“Indonesia bukan hanya pemimpin di ASEAN, tapi juga punya kekuatan menginspirasi dunia. Ini adalah langkah penting yang patut dicontoh banyak negara,” kata Maniza.</p>
<p>Lebih lanjut Maniza menyebut kalau UNICEF siap mendukung Indonesia, termasuk memperkuat peran pemerintah daerah agar perlindungan anak menjadi gerakan nasional.</p>
<p><strong>Prabowo resmikan <a href="https://www.suara.com/tag/pp-tunas">PP Tunas</a></strong></p>
<p>Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas.</p>
<p>Alasannya, satu dari tiga pengguna internet di Indonesia adalah anak-anak. Jika perlindungan tidak memadai, anak-anak berisiko terpapar kekerasan digital, pornografi, eksploitasi, hingga gangguan psikologis akibat penggunaan teknologi.</p>
<p>“Negara hadir untuk menjamin setiap anak Indonesia dapat tumbuh dalam lingkungan digital yang aman dan sehat. Hari ini, kebijakan TUNAS menjadi wujud komitmen kita dalam melindungi anak-anak dari berbagai ancaman dan risiko digital, sekaligus memastikan mereka mendapat manfaat terbaik dari perkembangan teknologi,” ujar Prabowo dalam sambutannya, dikutip dari siaran pers Kementerian Komunikasi dan Digital (<a href="https://www.suara.com/tag/komdigi">Komdigi</a>), Jumat (28/3/2025).</p>
<p><strong>Berikut isi dari PP Tunas yang baru diresmikan Pemerintah:</strong></p>
<ul>
<li>Klasifikasi tingkat risiko platform digital berdasarkan tujuh aspek penilaian, termasuk potensi paparan konten tidak layak, risiko keamanan data pribadi anak, risiko adiksi, dan potensi dampak negatif pada kesehatan mental dan fisik anak.</li>
<li>Pengaturan pembuatan akun anak di platform digital, dengan klasifikasi usia di bawah 13 tahun, 13 tahun sampai sebelum 16 tahun, dan usia 16 tahun sampai sebelum 18 tahun, disertai syarat persetujuan dan pengawasan orang tua sesuai tingkat risiko platform.</li>
<li>Kewajiban edukasi digital dari platform kepada anak dan orang tua tentang penggunaan internet secara bijak dan aman.</li>
<li>Larangan melakukan profiling terhadap anak untuk tujuan komersial, kecuali untuk kepentingan terbaik anak.</li>
<li>Pengenaan sanksi administratif bagi platform yang melanggar, berupa teguran, denda, penghentian layanan, hingga pemutusan akses.                                                                                                    <strong>Sumber: Suara.com</strong></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2025/04/30/komdigi-gandeng-unicef-terapkan-aturan-baru-batasi-anak-main-medsos/">Komdigi Gandeng UNICEF Terapkan Aturan Baru Batasi Anak Main Medsos</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gaza Darurat Kemanusiaan, 38.000 Anak Palestina Jadi Yatim Piatu</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2025/01/24/gaza-darurat-kemanusiaan-38-000-anak-palestina-jadi-yatim-piatu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jan 2025 23:26:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[yatim]]></category>
		<category><![CDATA[Yatim Piatu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=121052</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Sejak Oktober 2023, lebih dari 38.000 anak Palestina telah menjadi yatim akibat konflik genosida yang dilakukan oleh Israel di Jalur Gaza, sebagaimana disampaikan oleh pejabat Kementerian Kesehatan setempat pada Kamis (23/1). “Setidaknya 13.901 perempuan pun menjadi janda akibat perang ini,” ungkap Zaher al-Wahidi kepada Anadolu. Pejabat Palestina tersebut merinci bahwa sekitar 32.151 anak kehilangan ayah, 4.417 anak kehilangan ibu, dan 1.918 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2025/01/24/gaza-darurat-kemanusiaan-38-000-anak-palestina-jadi-yatim-piatu/">Gaza Darurat Kemanusiaan, 38.000 Anak Palestina Jadi Yatim Piatu</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Sejak Oktober 2023, lebih dari 38.000 <a href="https://www.suara.com/tag/anak">anak</a> <a href="https://www.suara.com/tag/palestina">Palestina</a> telah menjadi <a href="https://www.suara.com/tag/yatim">yatim</a> akibat konflik genosida yang dilakukan oleh Israel di Jalur <a href="https://www.suara.com/tag/gaza">Gaza</a>, sebagaimana disampaikan oleh pejabat Kementerian Kesehatan setempat pada Kamis (23/1).</p>
<p><em>“Setidaknya 13.901 perempuan pun menjadi janda akibat perang ini,”</em> ungkap Zaher al-Wahidi kepada Anadolu.</p>
<p>Pejabat Palestina tersebut merinci bahwa sekitar 32.151 anak kehilangan ayah, 4.417 anak kehilangan ibu, dan 1.918 anak kehilangan kedua orang tua mereka.</p>
<p><em>“Data tersebut mencerminkan tingkat penderitaan yang dialami oleh masyarakat Gaza,”</em> kata Zaher al-Wahidi.</p>
<p><em>“Ini mengharuskan semua pihak untuk segera berupaya mengurangi penderitaan <a href="https://www.suara.com/tag/anak-anak">anak-anak</a> yatim dan keluarga yang terdampak, serta membangunkan kembali kehidupan mereka,”</em> tambahnya.</p>
<p>Fase pertama dari kesepakatan gencatan senjata di Gaza dimulai pada 19 Januari, menghentikan konflik yang telah mengakibatkan hampir 47.200 warga Palestina tewas, mayoritas merupakan perempuan dan anak-anak, serta lebih dari 111.160 orang terluka sejak 7 Oktober 2023.</p>
<p>Kesepakatan gencatan senjata ini memiliki tiga fase, yang mencakup pertukaran tahanan dan upaya untuk menciptakan ketenangan berkelanjutan, dengan tujuan mencapai gencatan senjata permanen dan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza.</p>
<p>Serangan Israel telah menyebabkan lebih dari 11.000 orang hilang, merusak infrastruktur secara luas, dan menciptakan krisis kemanusiaan yang mengorbankan banyak jiwa, termasuk lansia dan anak-anak.</p>
<p>Konflik Israel di Gaza mengukuhkannya sebagai salah satu bencana kemanusiaan terburuk dalam sejarah dunia.</p>
<p>Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin otoritas Israel, Benjamin Netanyahu, dan mantan pejabat pertahanannya, Yoav Gallant, terkait tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.</p>
<p>Israel juga menghadapi tuduhan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait perang yang dilakukannya di Gaza.</p>
<p><strong>Sumber: Suara.com</strong></p>
<p> </p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2025/01/24/gaza-darurat-kemanusiaan-38-000-anak-palestina-jadi-yatim-piatu/">Gaza Darurat Kemanusiaan, 38.000 Anak Palestina Jadi Yatim Piatu</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polisi Ungkap Sindikat Eksploitasi Seksual Anak di Jakarta, Korban Dijajakan Lewat Michat</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2024/12/20/polisi-ungkap-sindikat-eksploitasi-seksual-anak-di-jakarta-korban-dijajakan-lewat-michat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Dec 2024 02:05:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[# berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[eksploitasi seksual]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=119711</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Kasus sindikat eksploitasi seksual anak di bawah umur di Jakarta terungkap Polresta Bogor Kota, Jawa Barat, Kamis (19/12). Polisi berhasil meringkus tiga mucikari masing-masing Andhika alias Bagol (21), Fajar (23), dan Wulan (19) yang menjajakan dan mengeksploitasi anak di bawah umur menjadi pekerja seks komersial(PSK) di wilayah Jakarta. Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso dalam konferensi pers, Kamis, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/12/20/polisi-ungkap-sindikat-eksploitasi-seksual-anak-di-jakarta-korban-dijajakan-lewat-michat/">Polisi Ungkap Sindikat Eksploitasi Seksual Anak di Jakarta, Korban Dijajakan Lewat Michat</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Kasus sindikat <a href="https://www.suara.com/tag/eksploitasi-seksual">eksploitasi seksual</a> <a href="https://www.suara.com/tag/anak">anak</a> di bawah umur di <a href="https://www.suara.com/tag/jakarta">Jakarta</a> terungkap Polresta <a href="https://www.suara.com/tag/bogor">Bogor</a> Kota, Jawa Barat, Kamis (19/12).</p>
<p>Polisi berhasil meringkus tiga mucikari masing-masing Andhika alias Bagol (21), Fajar (23), dan Wulan (19) yang menjajakan dan mengeksploitasi anak di bawah umur menjadi pekerja seks komersial(PSK) di wilayah Jakarta.</p>
<p>Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso dalam konferensi pers, Kamis, mengungkapkan tersangka mengiming-imingi korban berinisial ZN (15) dengan modus kerja sebagai pelayan di restoran. Adapun kasus ini dilaporkan oleh ibu korban.</p>
<p>Bismo menyebut, ketiga tersangka memiliki peran berbeda, dimana Andhika mengajak korban bekerja, Fajar sebagai penyewa penginapan, dan Wulan sebagai pengelola uang.</p>
<p>“Ternyata korban dipaksa untuk jadi PSK dengan terlebih dahulu ditawarkan ke pelanggan lewat aplikasi Michat,” ujarnya.</p>
<p>Ia mengatakan, para tersangka telah menjajakan korban di empat hotel yang berbeda di wilayah Mangga Besar, Jakarta Pusat. Jasa korban dipatok dengan harga Rp250 ribu sampai Rp300 ribu sekali kencan.</p>
<p>“Tersangka juga mengimingi korban bila bisa melayani 32 laki-laki akan dibayar Rp2,5 juta. Hasilnya korban sudah 26 kali dieksploitasi seksual dengan penghasilan Rp6 juta,” jelasnya.</p>
<p>Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 UU Nomor 2 Tahun 2007 tentang tindak pidana pemberantasan perdagangan orang, dan atau pasal 76 F jo 83 UU Nomor 5 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.</p>
<p>Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Aji Riznaldi Nugroho mengungkapkan, kasus ini terungkap setelah korban melapor ke ibunya bahwa dia tidak bekerja sebagai pegawai restoran seperti yang ditawarkan.</p>
<p>Kepada sang ibu, kata Aji, korban bercerita bahwa ia dibawa ke daerah Jakarta menggunakan kereta. Kemudian berpindah-pindah hotel untuk dijajakan ke lelaki hidung belang.</p>
<p>“Korban menelepon menggunakan handphone tersangka W ke ibunya, mengatakan ‘saya sebenarnya tidak dipekerjakan di restoran, tapi saya diperjualbelikan’,” jelasnya.</p>
<p><strong>Sumber: Suara.com</strong></p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/12/20/polisi-ungkap-sindikat-eksploitasi-seksual-anak-di-jakarta-korban-dijajakan-lewat-michat/">Polisi Ungkap Sindikat Eksploitasi Seksual Anak di Jakarta, Korban Dijajakan Lewat Michat</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desak Pemerintah Terbitkan SKB untuk Batasi Akses Internet dan HP Anak</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2024/12/06/desak-pemerintah-terbitkan-skb-untuk-batasi-akses-internet-dan-hp-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Dec 2024 13:38:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Parlementaria]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[# penggunaan HP]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[PKB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=119117</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggerneetmedia.com – Anggota Komisi I DPR RI fraksi PKB, Oleh Soleh, mendesak pemerintah membuat surat keputusan bersama (SKB) terkait pembatasan akses internet dan penggunaan HP bagi anak-anak.c Anggota Komisi I DPR RI fraksi PKB, Oleh Soleh, mendesak pemerintah membuat surat keputusan bersama (SKB) terkait pembatasan akses internet dan penggunaan HP bagi anak-anak. cSaat ini, kata dia, anak-anak di Indonesia sangat bebas mengakses internet dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/12/06/desak-pemerintah-terbitkan-skb-untuk-batasi-akses-internet-dan-hp-anak/">Desak Pemerintah Terbitkan SKB untuk Batasi Akses Internet dan HP Anak</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggerneetmedia.com – </strong>Anggota Komisi I DPR RI fraksi <a href="https://www.suara.com/tag/pkb">PKB</a>, Oleh Soleh, mendesak pemerintah membuat surat keputusan bersama (SKB) terkait pembatasan akses internet dan <a href="https://www.suara.com/tag/penggunaan-hp">penggunaan HP</a> bagi <a href="https://www.suara.com/tag/anak">anak</a>-anak.c</p>
<p>Anggota Komisi I DPR RI fraksi <a href="https://www.suara.com/tag/pkb">PKB</a>, Oleh Soleh, mendesak pemerintah membuat surat keputusan bersama (SKB) terkait pembatasan akses internet dan <a href="https://www.suara.com/tag/penggunaan-hp">penggunaan HP</a> bagi <a href="https://www.suara.com/tag/anak">anak</a>-anak.</p>
<p>cSaat ini, kata dia, anak-anak di Indonesia sangat bebas mengakses internet dan menggunakan HP. Mereka bebas mengakses berbagai konten yang negatif di media sosial (medsos). Bahkan, iklan dan promo judi online bertebaran di media sosial dan sangat mudah diakses anak-anak.</p>
<p>“Barangkali harus ada sterilisasi dalam penggunaan HP dan akses internet, terutama anak-anak usia dini, di bawah 15 atau 16 tahun,” kata Oleh kepada wartawan, Jumat (6/12).</p>
<p>Menurutnya, orang-orang Eropa yang bebas dan liberal sudah lebih dahulu membuat regulasi yang tegas dalam pelarangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Salah satunya Australia yang sudah menerapkan kebijakan ketat itu.</p>
<p>“Kita negara demokratis dan agamis, tetapi malah menggunakan cara-cara yang liberal. Orang-orang Eropa yang liberal malah sudah membuat aturannya,” ungkapnya.</p>
<p>Untuk itu, legislator asal daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat XI itu mengajak semua terutama pemerintah untuk memberi perhatian terhadap persoalan tersebut. Aturan khusus terkait penggunaan internet dan HP perlu dibuat.Ia mengusulkan agar pemerintah, yang terdiri dari beberapa kementerian atau lembaga bersama-sama membuat SKB yang mengatur pembatasan akses internet dan penggunaan HP bagi anak-anak di bawah umur.</p>
<p>“Pemerintah harus segera membuat SKB terkait pembatasan akses internet dan penggunaan HP bagi anak-anak,” pungkasnya.</p>
<p>Sebelumnya Australia sudah mengesahkan undang-undang yang melarang anak usia di bawah 16 tahun mengakses media sosial. UU ini langsung menimbulkan kontroversi di dunia maya. Regulasi itu menjadi undang-undang yang paling ketat di dunia. Sebab, pembatasannya dilakukan secara ketat dan disertai dengan sanksi keras.</p>
<p>UU itu baru akan berlaku dalam waktu 12 bulan ke depan. Perusahaan teknologi yang tidak mematuhi aturan tersebut dapat dikenakan denda maksimal 50 juta dollar Australia.</p>
<p><strong>Sumber: Suara.com</strong></p>
<p> </p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/12/06/desak-pemerintah-terbitkan-skb-untuk-batasi-akses-internet-dan-hp-anak/">Desak Pemerintah Terbitkan SKB untuk Batasi Akses Internet dan HP Anak</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ortu Wajib Tahu, Ini Manfaat Anak Belajar Calistung di Bimba</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2024/09/07/ortu-wajib-tahu-ini-manfaat-anak-belajar-calistung-di-bimba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Sep 2024 04:20:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<category><![CDATA[# bimba]]></category>
		<category><![CDATA[# Calistung]]></category>
		<category><![CDATA[# manfaat belajar calistung]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=117027</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmediaa.com – Sejak usia dini, sebaiknya orang tua mulai menumbuhkan minat baca, menulis dan berhitung (calistung) pada anak. Nah, yang menjadi pertanyaan, sejak usia berapa sebaiknya anak diperkenalkan calistung? dan mengapa calistung penting dikenalkan sejak anak usia dini? Simak ulasan selengkapnya di sini. Di era modern seperti sekarang ini, mendidik anak menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/09/07/ortu-wajib-tahu-ini-manfaat-anak-belajar-calistung-di-bimba/">Ortu Wajib Tahu, Ini Manfaat Anak Belajar Calistung di Bimba</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmediaa.com – </strong>Sejak usia dini, sebaiknya orang tua mulai menumbuhkan minat baca, menulis dan berhitung (<a href="https://www.suara.com/tag/calistung">calistung</a>) pada <a href="https://www.suara.com/tag/anak">anak</a>.</p>
<p>Nah, yang menjadi pertanyaan, sejak usia berapa sebaiknya anak diperkenalkan calistung? dan mengapa calistung penting dikenalkan sejak anak usia dini? Simak ulasan selengkapnya di sini.</p>
<p>Di era modern seperti sekarang ini, mendidik anak menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi orang tua.</p>
<p>Sudah barang tentu, situasi dan kondisinya berbeda dari 10 sampai 20 tahun yang lalu.</p>
<p>Banyak sekali perkembangan yang terjadi yang sangat dipengaruhi perubahan lingkungan sosial dan budaya serta perkembangan teknologi informasi.</p>
<p>Dengan sangat terbukanya informasi, orang tua masa kini banyak belajar bagaimana membekali anak-anak mereka dengan Pendidikan yang terbaik dan menyenangkan sejak dini.</p>
<p>Salah satu yang dianggap penting adalah bagaimana memperkenalkan dan menumbuhkan minat baca anak sejak dini dan membangun karakter positif anak.</p>
<p>Tentu yang tidak kalah penting adalah bagaimana menghadirkan itu semua dengan suasana yang menyenangkan bagi anak. Karena biar bagaimanapun, dunia anak usia dini adalah dunia bermain.</p>
<p>Tentu yang tidak kalah penting adalah bagaimana menghadirkan itu semua dengan suasana yang menyenangkan bagi anak. Karena biar bagaimanapun, dunia anak usia dini adalah dunia bermain.</p>
<p>Orang tua dengan kesibukannya masing-masing membutuhkan dukungan pihak eksternal seperti lembaga nonformal untuk membantu mereka mendidik anak.</p>
<p>Di latar belakangi hal tersebut, banyak berkembang Lembaga Bimbingan Calistung atau dikenal pula dengan sebutan bimbingan minat baca dan belajar anak (<a href="https://www.suara.com/tag/bimba">Bimba</a>).</p>
<p>Calistung merupakan keterampilan dasar yang penting dalam pendidikan anak usia dini.</p>
<p>Memperkenalkan calistung pada anak usia dini bisa memberikan berbagai manfaat, di antaranya:<br />
Pengembangan kognitif, kemampuan bahasa, kemampuan numerik, kemandirian, keterampilan motorik halus, kesiapan sekolah, kemampuan problem solving, keterampilan sosial, peningkatan fokus dan konsentrasi.</p>
<p>Sementara Bimba adalah lembaga pendidikan anak usia dini nonformal yang bertujuan untuk membimbing anak agar gemar belajar, sehingga terbangun karakter pembelajar yang kuat.</p>
<p>Dalam kegiatan belajar Bimba, anak diajarkan cara membaca, menulis, dan berhitung dengan metode belajar sambil bermain. Bimba menggunakan metode fun learning, yaitu proses belajar yang menyenangkan bagi anak.</p>
<p>Lembaga bimbingan belajar ini umumnya diperuntukkan bagi anak usia 3-6 tahun, namun ada juga anak yang berusia di bawah 3 tahun yang mengikuti Bimba.</p>
<p>Lembaga bimbingan belajar ini umumnya diperuntukkan bagi anak usia 3-6 tahun, namun ada juga anak yang berusia di bawah 3 tahun yang mengikuti Bimba.</p>
<p>Bimba yang sebelumnya bernama Bimba Rainbow Kids tersebut hadir untuk membantu para orang tua menghadirkan pendidikan yang menyenangkan bagi anak.</p>
<p>“Target kami bukan hanya membentuk anak-anak yang pintar, tapi juga memiliki karakter positif, kreatif dan tentunya berprestasi kelak,” kata Febria Setyawan, Pimpinan Bintang Junior Pusat.</p>
<p>Di tahun ini, sambung dia, Bimba-nya banyak melakukan inovasi mulai dari metode, alat bantu belajar seperti modul, alat permainan edukatif, sampai mendesain ruangan belajar yang atraktif demi menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan.</p>
<p>“Kami punya metode Smart Fun Learning System. Mulai dari anak-anak datang sudah kami sambut, kemudian kita adakan yang namanya Creativity Time sebelum masuk ke dalam kelas yang tujuannya untuk mengasah perkembangan fisik, motorik, seni dan kreativitas mereka,” terang Febria.</p>
<p>Dan di akhir sesi belajar Bimbanya, lanjut dia, membekali anak-anak dengan Project Challenge board yang menyenangkan untuk dilakukan bersama orang tua di rumah.</p>
<p>Dan di akhir sesi belajar Bimbanya, lanjut dia, membekali anak-anak dengan Project Challenge board yang menyenangkan untuk dilakukan bersama orang tua di rumah.</p>
<p>Banyaknya lembaga pendidikan nonformal calistung yang menawarkan metode dan kelebihan masing-masing memang sangat membantu para orang tua.</p>
<p>Namun demikian hal tersebut tidak menghilangkan peran orang tua untuk tetap menghadirkan suasana dan pola asuh yang baik di rumah.</p>
<p>Oleh sebab itu menjadi tanggung jawab masing-masing orang tua untuk membimbing anak-anak dan memberikan contoh yang baik sekaligus menghadirkan suasana yang menyenangkan demi perkembangan si buah hati.</p>
<p><strong>Sumber: Suara.com</strong></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/09/07/ortu-wajib-tahu-ini-manfaat-anak-belajar-calistung-di-bimba/">Ortu Wajib Tahu, Ini Manfaat Anak Belajar Calistung di Bimba</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nafsu Makan Buruk Pada Anak Pengaruhi Status Gizi dan Gangguan Perkembangan?</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2024/08/04/nafsu-makan-buruk-pada-anak-pengaruhi-status-gizi-dan-gangguan-perkembangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Aug 2024 04:05:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[# gangguan perkembangan]]></category>
		<category><![CDATA[# nafsu makan]]></category>
		<category><![CDATA[# Status gizi]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=115375</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com –  Permasalahan nafsu makan anak seringkali menjadi kekhawatiran orangtua, karena dapat berdampak panjang pada tumbuh kembangnya. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr. Ulul Albab, Sp.OG mengungkapkan, di Indonesia hanya ada sekitar 20-50 persen anak yang tumbuh normal. Sementara, 70-89 persen anak dengan gangguan perkembangan, dilaporkan mengalami berbagai jenis masalah pemberian makan, termasuk masalah nafsu makan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/08/04/nafsu-makan-buruk-pada-anak-pengaruhi-status-gizi-dan-gangguan-perkembangan/">Nafsu Makan Buruk Pada Anak Pengaruhi Status Gizi dan Gangguan Perkembangan?</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong><strong> </strong>Permasalahan <a href="https://www.suara.com/tag/nafsu-makan">nafsu makan</a> <a href="https://www.suara.com/tag/anak">anak</a> seringkali menjadi kekhawatiran orangtua, karena dapat berdampak panjang pada tumbuh kembangnya.</p>
<p>Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr. Ulul Albab, Sp.OG mengungkapkan, di Indonesia hanya ada sekitar 20-50 persen anak yang tumbuh normal.</p>
<p>Sementara, 70-89 persen anak dengan <a href="https://www.suara.com/tag/gangguan-perkembangan">gangguan perkembangan</a>, dilaporkan mengalami berbagai jenis masalah pemberian makan, termasuk masalah nafsu makan yang buruk.</p>
<p>“Jika terjadi dalam jangka waktu lama, permasalahan tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan anak secara negatif hingga mengalami gizi buruk atau malnutrisi,” kata dia dalam acara kampanye Semangat Makan Sehat #MakanHapHapHap bersama Sakatonic ABC, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Hal tersebut, lanjut dia, bahkan mengakibatkan anak memiliki risiko kematian hampir 12 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang mendapatkan gizi memadai.</p>
<p>Selain itu, kata dr. Ulul, berdasarkan data dari Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 diketahui bahwa satu dari 12 anak balita mengalami wasting, satu dari tujuh anak balita menderita stunting, satu dari empat balita mengalami anemia, dan satu dari 13 anak mengalami kelebihan berat badan.</p>
<p>Selain itu, kata dr. Ulul, berdasarkan data dari Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 diketahui bahwa satu dari 12 anak balita mengalami wasting, satu dari tujuh anak balita menderita stunting, satu dari empat balita mengalami anemia, dan satu dari 13 anak mengalami kelebihan berat badan.</p>
<p>“Oleh karena itu, penting untuk memastikan nafsu makan yang baik pada anak usia dini untuk membentuk kebiasaan makan, agar mewujudkan tumbuh kembang optimal dan terhindar dari kondisi gizi buruk,” tambah dr. Ulul Albab, Sp.OG.</p>
<p>Head of Vitamin Category, Kalbe Consumer Health, Adelia Theresia, mengungkap Metode ABC, tiga hal yang perlu diperhatikan orang tua dalam mendukung nafsu makan anak.</p>
<p>Pertama, asupan makanan yang cukup dan bergizi. Kedua, berikan vitamin yang mendukung tumbuh kembang anak. Seperti Sakatonik ABC Curcuma Madu, vitamin tablet hisap penambah nafsu makan dan jaga daya tahan tubuh anak.</p>
<p>“Kemudian, yang ketiga adalah cek rutin berat badan dan kebersihan anak. Hal tersebut penting untuk membuat nafsu makan anak terjaga, yang nantinya akan mempengaruhi tumbuh kembang anak menjadi optimal. Kondisi tersebut membantu mencegah anak stunting, wasting, underweight, hingga overweight,” tutup dia.</p>
<p><strong>Sumber: Suara.com</strong></p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/08/04/nafsu-makan-buruk-pada-anak-pengaruhi-status-gizi-dan-gangguan-perkembangan/">Nafsu Makan Buruk Pada Anak Pengaruhi Status Gizi dan Gangguan Perkembangan?</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Forum Anak Sampaikan 5 Tuntutan ke Pemerintah</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2024/07/24/forum-anak-sampaikan-5-tuntutan-ke-pemerintah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jul 2024 01:29:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[# anak indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Anak Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=114784</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Anak-anak menyampaikan sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah dalam puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2024 di Jayapura, Papua. Di hadapan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi, anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak itu mengangkat lima topik yang jadi fokus utama, mulai dari persoalan pernikahan dini hingga eksploitasi pekerja anak. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/07/24/forum-anak-sampaikan-5-tuntutan-ke-pemerintah/">Forum Anak Sampaikan 5 Tuntutan ke Pemerintah</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong><a href="https://www.suara.com/tag/anak">Anak</a>-anak menyampaikan sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah dalam puncak Peringatan <a href="https://www.suara.com/tag/hari-anak-nasional">Hari Anak Nasional</a> (HAN) 2024 di Jayapura, Papua.</p>
<p>Di hadapan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana <a href="https://www.suara.com/tag/jokowi">Jokowi</a>, anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak itu mengangkat lima topik yang jadi fokus utama, mulai dari persoalan pernikahan dini hingga eksploitasi pekerja anak.</p>
<p>Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan kalau Suara <a href="https://www.suara.com/tag/anak-indonesia">Anak Indonesia</a> yang disusun sendiri oleh anak-anak itu menjadi bentuk partisipasi serta kekhawatiran anak kan berbagai isu perlindungan terhadap kelompok mereka sendiri.</p>
<p>“Sama halnya dengan orang dewasa, anak juga turut berperan menentukan masa depan yang terbaik untuk mereka sendiri. Mereka memiliki hak untuk terbebas dari diskriminasi, terpenuhi haknya dan terlindungi dari kekerasan,” kata Bintang dalam keterangannya, Selasa (23/7/2024).</p>
<p>Berikut detail tuntutan yang disampaikan oleh Forum Anak tersebut:</p>
<p>1. Pemenuhan Hak Sipil Anak, Forum Anak memohon Pemerintah dan Masyarakat untuk mengoptimalkan edukasi mengenai prosedur pembuatan dan pentingnya kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA), Akta kelahiran, Kartu Keluarga, dan administrasi kependudukan lainnya.</p>
<p>2. Melihat kondisi perkawinan anak yang masih darurat di berbagai Provinsi di Indonesia, yang berdampak pada berbagai kondisi sosial, seperti anak putus sekolah, penelantaran pada anak, dan stunting. Maka dari itu, Forum Anak memohon Pemerintah dan Masyarakat untuk dapat melakukan pencegahan dari tingkatan paling bawah dengan membentuk satgas pencegahan perkawinan usia anak.</p>
<p>3. Saat ini banyak anak Indonesia menjadi perokok aktif atau pasif dan korban penyalahgunaan NAPZA, termasuk minuman keras yang berdampak pada gaya hidup dan lingkungan sosial, sehingga menjadi budaya buruk. Karena itu, Forum Anak memohon agar dioptimalkan regulasi yang diadopsi dari Prinsip Hak Anak dan prinsip bisnis, yakni kerangka kerja global yang mengatur bagaimana bisnis mempengaruhi dan mematuhi hak anak dalam operasi mereka, seperti perusahaan, produk, dan lain-lain.</p>
<p>4. Masih ditemukan terbatasnya akses dan fasilitas pendidikan di beberapa daerah yang menyebabkan anak tidak memiliki kesempatan yang sama dalam menempuh pendidikan. Forum Anak memohon kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk memperkuat regulasi dan kebijakan pada Sistem Pendidikan di Indonesia terkait peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan kurikulum yang adaptif, serta pemerataan fasilitas pendidikan yang ramah anak secara menyeluruh terkhusus Wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).</p>
<p>5. Saat ini sebagian anak-anak Indonesia masih mengalami kekerasan dan eksploitasi yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan baik dalam bidang pendidikan maupun sosial. Forum Anak meminta agar Undang-Undang terkait kekerasan dan eksploitasi pada anak terus disosialisasikan dan diimplementasikan guna menekan angka permasalahan tersebut.</p>
<p><strong>Sumber: Suara.com</strong></p>
<p> </p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/07/24/forum-anak-sampaikan-5-tuntutan-ke-pemerintah/">Forum Anak Sampaikan 5 Tuntutan ke Pemerintah</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ternyata Anak Juga Bisa Ken Migrain</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2024/06/29/ternyata-anak-juga-bisa-ken-migrain/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jun 2024 18:47:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[# sakit kepala]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=113765</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Orang-orang di usia muda sering kali alami masalah nyeri kepala atau migrain. Biasanya, nyeri kepala yang dirasakan ini akan mengganggu produktivitas maupun berbagai aktivitas yang dilakukan oleh orang tersebut. Dokter Spesialis Neurologi RS Pondok Indah Pondok Indah, dr. Andre Sp. N mengungkapkan, migrain menjadi penyakit yang paling banyak dialami pada usia 20-30 tahun. Oleh sebab [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/06/29/ternyata-anak-juga-bisa-ken-migrain/">Ternyata Anak Juga Bisa Ken Migrain</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Orang-orang di usia muda sering kali alami masalah nyeri kepala atau <a href="https://www.suara.com/tag/migrain">migrain</a>. Biasanya, nyeri kepala yang dirasakan ini akan mengganggu produktivitas maupun berbagai aktivitas yang dilakukan oleh orang tersebut.</p>
<p>Dokter Spesialis Neurologi RS Pondok Indah Pondok Indah, dr. Andre Sp. N mengungkapkan, migrain menjadi penyakit yang paling banyak dialami pada usia 20-30 tahun. Oleh sebab itu, tidak heran jika orang-orang di usia produktif kerap alami keluhan nyeri kepala alias migrain.</p>
<p>“Migrain itu nyeri kepala, memang paling banyak usia 20 sampai 30. Tapi puncaknya 30 tahun, semakin tambah usia, semakin jarang lagi,” jelas dr. Andre dalam Media Interview RS Pondok Indah Group, Selasa (25/6/2024).</p>
<p><strong>Bisakah migrain terjadi pada usia <a href="https://www.suara.com/tag/anak">anak</a>?</strong></p>
<figure class="image"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://media.suara.com/pictures/original/2023/01/19/92695-ilustrasi-anak-sakit-pexelsvictoria-akvarel.jpg" alt="Ilustrasi anak sakit [pexels/Victoria Akvarel]" width="653" height="366" /><figcaption>Ilustrasi anak sakit [pexels/Victoria Akvarel]</figcaption></figure>
<p>Kabar baiknya, migrain jarang dialami oleh orang dengan usia lanjut maupun anak-anak. Hanya saja itu  bukan berarti mustahil. Hal ini karena anak-anak rupanya juga bisa alami migrain.</p>
<p>Berdasarkan keterangan dr. Andre, anak-anak biasanya alami migrain karena faktor genetik. Orang tua yang alami masalah migrain, berpotensi membuat anaknya alami hal serupa. Oleh sebab itu, anak tetap bisa alami migrain meskipun kasusnya tidak sebanyak orang-orang di usia produktif.</p>
<p>Di sisi lain, anak yang alami migrain biasanya memiliki gejala yang berbeda. Pada anak-anak, biasanya lebih sering alami mual dan muntah. Gejala yang dirasakannya biasanya tidak sama seperti orang-orang di usia produktif.</p>
<p>“Peaknya pada usia 20-30 tahun, tapi memang kasus tertentu bisa terjadi pada anak. Meskipun gejalanya tidak seperti orang dewasa, tapi lebih ke mual dan muntah ya. Jika orang tuanya alami migrain, anak ada kecenderungan karena faktor genetik,” ujarnya.</p>
<p>Meski demikian, dr Andre mengungkap kalau faktor pencetus migrain ini tidak hanya dari genetik maupun hormonal. Beberapa pencetus migrain ini sendiri justru datang dari berbagai makanan yang dikonsumsi.</p>
<p>“Cokelat paling banyak dan pencetus, kandungan kakao pencetus migrain. Kalau mau dianjurkan pakai dark cokelat menekan kejadian. Kemudian keju bisa jadi pencetus, terus MSG bisa meningkatkan kekambuhan migrain karena bahan olahan,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Sumber: Suara.com</strong></p>
<p> </p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/06/29/ternyata-anak-juga-bisa-ken-migrain/">Ternyata Anak Juga Bisa Ken Migrain</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menaikan Tekstur MPASI Harus Tunggu Gigi Anak Tumbuh? Begini Penjelasan Dokter</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2024/06/29/menaikan-tekstur-mpasi-harus-tunggu-gigi-anak-tumbuh-begini-penjelasan-dokter/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jun 2024 18:44:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[# gigi anak]]></category>
		<category><![CDATA[# MPASI]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=113762</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Masalah pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) pada anak kerap menjadi perbincangan bagi para ibu. Apalagi, dalam fase menaikan tekstur MPASI, biasanya para ibu merasa takut jika makanannya itu dapat menyebabkan anaknya tersedak. Oleh sebab itu, beberapa ibu biasanya ragu untuk menaikan tekstur makanannya sampai usia anaknya sudah hampir 1 tahun. Bahkan, ada ibu yang menunggu anaknya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/06/29/menaikan-tekstur-mpasi-harus-tunggu-gigi-anak-tumbuh-begini-penjelasan-dokter/">Menaikan Tekstur MPASI Harus Tunggu Gigi Anak Tumbuh? Begini Penjelasan Dokter</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Masalah pemberian makanan pendamping ASI (<a href="https://www.suara.com/tag/mpasi">MPASI</a>) pada <a href="https://www.suara.com/tag/anak">anak</a> kerap menjadi perbincangan bagi para ibu. Apalagi, dalam fase menaikan tekstur MPASI, biasanya para ibu merasa takut jika makanannya itu dapat menyebabkan anaknya tersedak.</p>
<p>Oleh sebab itu, beberapa ibu biasanya ragu untuk menaikan tekstur makanannya sampai usia anaknya sudah hampir 1 tahun. Bahkan, ada ibu yang menunggu anaknya tumbuh gigi terlebih dahulu, baru menaikkan tekstur makanannya.</p>
<p>Meski demikian, <a href="https://www.suara.com/tag/gigi-anak">gigi anak</a> yang tumbuh sendiri tidak bisa diketahui waktunya. Pasalnya, ada beberapa anak yang alami tumbuh gigi lama. Lantas kapan waktu yang tepat untuk menaikkan tekstur makanan anak?</p>
<figure class="image"><img decoding="async" src="https://media.suara.com/pictures/original/2023/03/07/97716-ilustrasi-mpasi-frepikcomtimolina.jpg" alt="ilustrasi MPASI (frepik.com/timolina)" width="653" height="366" /><figcaption>ilustrasi MPASI (frepik.com/timolina)</figcaption></figure>
<p>Menanggapi hal ini Ketua Unit Kerja Koordinasi Nutrisi & Penyakit Metabolik IDAI, DR Dr Titis Prawitasari, SpA(K) mengatakan, untuk menaikkan tekstur MPASI anak tidak harus menunggu giginya tumbuh. Pasalnya, kemampuan makan anak tidak berpengaruh pada gigi.</p>
<p>Justru, Dr Titis menuturkan, anak usia 8-11 bulan itu kemampuan mengunyahnya berada pada rahang dan lidah. Oleh sebab itu, tidak masalah menaikkan tekstur jika gigi anak belum tumbuh.</p>
<p>“Jangan nunggu gigi penuh baru naik tekstur. Jangan nunggu gigi ada baru naik tekstur. Karena pada usia 8 bulan sampai 11 bulan yang berperan dalam hal ini adalah rahang, lidah bukan gigi,” ucap Dr Titis dalam HUT ke-70 IDAI, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Sementara itu, ketika anak usia 1 tahun, mereka juga memiliki kemampuan untuk mencabik makanan, seperti ayam suwir. Dengan demikian, ia berharap agar para orang tua tidak takut menaikkan tekstur MPASI untuk anak.</p>
<p>“Nanti di atas 1 tahun dia baru bisa mencabik, itupun ayam suwir, tapi kalau daging bergumpal belum. Gigi belum jadi utama untuk makan. Jadi jangan tumbuh gigi untuk naik tekstur, kelamaan,” jelasnya.</p>
<p>Kemampuan anak dalam mengonsumsi MPASI ini juga dilihat dari hal lainnya, misalnya kemampuan untuk duduk. Jika anak sudah memiliki kemampuan duduk dengan kepala tegak, maka dapat diberikan MPASI. Namun, jika memang kepalanya masih belum tegak, tidak dianjurkan agar tidak tersedak.</p>
<p>“Kalau 6 bulan memang belum berharap dia bisa duduk sendiri, karena duduk sendiri biasanya 8 bulan ya. Tapi dia bisa didudukan dengan dada tegak. Yang paling penting adalah kepala sudah tegak. Kalau kepala masih belum tegak, tidak dianjurkan memberikan MPASI karena kemungkinan tersedak,” pungkas Dr Titis.</p>
<p><strong>Sumber: Suara.com</strong></p>
<p> </p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/06/29/menaikan-tekstur-mpasi-harus-tunggu-gigi-anak-tumbuh-begini-penjelasan-dokter/">Menaikan Tekstur MPASI Harus Tunggu Gigi Anak Tumbuh? Begini Penjelasan Dokter</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Cara Orang Tua Penuhi Kebutuhan Gizi dan Nutrisi Anak Ditengah Inflasi dan Harga Kebutuhan Naik</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2024/05/19/bagaimana-cara-orang-tua-penuhi-kebutuhan-gizi-dan-nutrisi-anak-ditengah-inflasi-dan-harga-kebutuhan-naik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 May 2024 05:49:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi & Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nutrisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=111250</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Inflasi dan kenaikan harga selama beberapa waktu belakangan membuat banyak keluarga mesti mengencangkan ikat pinggan untuk pengeluaran. Di sisi lain, banyak keluarga juga harus bisa tetap memberikan asupan bergizi bagi si kecil. Menurut peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Sulistiadi Dono Iskandar, M.Sc. kenaikan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/05/19/bagaimana-cara-orang-tua-penuhi-kebutuhan-gizi-dan-nutrisi-anak-ditengah-inflasi-dan-harga-kebutuhan-naik/">Bagaimana Cara Orang Tua Penuhi Kebutuhan Gizi dan Nutrisi Anak Ditengah Inflasi dan Harga Kebutuhan Naik</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com –</strong> <a href="https://www.suara.com/tag/inflasi">Inflasi</a> dan kenaikan harga selama beberapa waktu belakangan membuat banyak keluarga mesti mengencangkan ikat pinggan untuk pengeluaran. Di sisi lain, banyak keluarga juga harus bisa tetap memberikan asupan bergizi bagi si kecil.</p>
<p>Menurut peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Sulistiadi Dono Iskandar, M.Sc. kenaikan inflasi dan harga pangan telah memberikan dampak bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama keluarga dengan tingkat pendapatan rendah. Dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), terlihat bahwa semakin rendah pendapatan per kapita masyarakat, semakin rendah pula pengeluarannya untuk pangan bergizi.</p>
<p>“Akibat inflasi dan kenaikan harga, beberapa masyarakat kurang mampu terpaksa mengurangi belanja pangan karena ingin berhemat atau mungkin memilih alternatif yang kurang bernutrisi. Alhasil, <a href="https://www.suara.com/tag/anak">anak</a> rentan terkena stunting karena kurang <a href="https://www.suara.com/tag/gizi">gizi</a> atau anemia karena kurang zat besi.”</p>
<p>Hal ini juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan erat antara faktor ekonomi keluarga dengan permasalahan status gizi anak. Idealnya, seorang anak harus mendapatkan makanan bernurtrisi lengkap seperti karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah.</p>
<p>“Sayangnya, karena kondisi ekonomi rendah, jangankan untuk memenuhi asupan gizi seimbang, untuk makan sehari-hari saja menjadi beban yang sulit bagi para Bunda. Selain faktor sosial ekonomi keluarga, permasalah gizi juga dapat disebabkan karena tidak terpenuhinya standar kualitas makanan dan kesulitan masyarakat untuk menjangkau pangan bergizi. Inilah mengapa kurangnya keterjangkauan pangan umumnya melatarbelakangi kondisi status gizi buruk,” tambah Sulistiadi Dono Iskandar, M.Sc.</p>
<figure class="image"><img decoding="async" src="https://media.suara.com/pictures/original/2024/05/19/32914-orang-tua-memberikan-asupan-gizi-dan-nutrisi.jpg" alt="Orang tua memberikan asupan gizi dan nutrisi. (Dok. Istimewa)" width="653" height="366" /><figcaption>Orang tua memberikan asupan gizi dan <a href="https://www.suara.com/tag/nutrisi">nutrisi</a>. (Dok. Istimewa)</figcaption></figure>
<p>Peneliti LPEM FEB UI lainnya, Teuku Riefky, MSc, mengatakan, “Inflasi cenderung meningkat selama periode Januari-Maret 2024, tapi sebenarnya sudah mulai menurun sedikit ke 3% di bulan April 2024. Kedepannya, inflasi pada kuarter kedua diprediksi akan semakin turun dan berpotensi membawa dampak positif terhadap daya beli masyarakat. Meskipun ada potensi penurunan inflasi dan perbaikan ekonomi, tentunya produk dengan harga yang lebih terjangkau .“</p>
<p>Oleh karena itu orang tua harus bisa mengambil keputusan bijak di masa sulit ini. Tentunya, orang tua tidak ingin anaknya kekurangan nutrisi karena dapat menghambat pertumbuhan optimal. Makanan sehat harus menjadi nomor satu. Terlebih lagi, menurut data terbaru dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, 1 dari 4 anak berusia dibawah 5 tahun mengalami risiko anemia. Banyak penelitian anemia di Indonesia disebabkan oleh defisiensi besi.</p>
<p>Dr. dr. Luciana Budiati Sutanto, MS, Sp.GK mengatakan, “Anak-anak Indonesia masih menghadapi tantangan kesehatan utama di Indonesia seperti anemia. Padahal, pada 5 tahun pertama kehidupannya, anak harus tercukupi nutrisinya dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang lengkap nutrisi. Anjuran makan dengan gizi lengkap dinyatakan oleh pemerintah melalui pedoman gizi seimbang, yang terdiri dari bahan makanan sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur, serta buah.”</p>
<p>Zat besi merupakan salah satu zat gizi yang penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak, tidak hanya dari segi fisik tetapi juga kecerdasan otak.  Oleh karena itu,  penting sekali bagi para Bunda untuk tetap memprioritaskan gizi anak secara optimal di periode emas agar menjadi anak generasi maju.</p>
<p>Lebih lanjut dr. Luciana mengatakan, bahwa zat besi bisa didapatkan dari berbagai makanan misalnya, daging merah, kerang-kerangan, ikan, hati, kacang kedelai, kacang-kacangan, dan susu yang diperkaya zat besi.  Makanan yang kaya akan zat besi dapat membantu mencegah anemia defisiensi besi pada anak balita.</p>
<p>Selain itu, untuk meningkatkan penyerapan zat besi di usus, dapat  dibantu dengan adanya vitamin C.  Berdasarkan berbagai penelitian didapatkan penyerapan zat besi dalam tubuh meningkat hingga 2 kali lipat dengan adanya vitamin C. Dengan demikian, mengonsumsi susu pertumbuhan yang diperkaya zat besi dan dikombinasikan dengan vitamin C akan diperoleh asupan zat besi yang lebih tinggi.</p>
<p>“Susu pertumbuhan juga merupakan bahan makanan sumber protein hewani yang mempunyai nilai-nilai biologis tinggi dibandingkan dengan protein nabati karena memiliki asam amino yang lebih kompleks dan mudah diserap tubuh. Oleh karena itu, dengan memberikan asupan yang lengkap berdasarkan gizi seimbang, serta memerhatikan asupan zat besi dari makanan, diharapkan tumbuh kembang anak balita dapat optimal dan terhindar dari anemia kurang zat besi,” ujar Luciana.</p>
<p>SGM Eksplor Marketing Manager, Anggi Morika Septie,  mengatakan pihaknya mengerti kondisi orang tua di tengah tantangan ekonomi yang ada. Ia mengatakan bahwa kini SGM Eksplor hadir dengan harga baru yang lebih dekat dengan para Bunda.</p>
<p>“Dukungan ini merupakan komitmen kami  yang telah hadir selama hampir 70 tahun untuk menjawab kebutuhan anak Indonesia melalui produk bernutrisi yang terjangkau dan mudah diakses masyarakat Indonesia. Dengan harga baru yang semakin terjangkau, kami memastikan nutrisi SGM Eksplor tetap maksimal. Isi/gramasi tetap sama sehingga mendukung Bunda untuk tetap memenuhi kebutuhan nutrisi anak dengan maksimal juga,” kata dia.</p>
<p><strong>Sumber: Suara.com</strong></p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2024/05/19/bagaimana-cara-orang-tua-penuhi-kebutuhan-gizi-dan-nutrisi-anak-ditengah-inflasi-dan-harga-kebutuhan-naik/">Bagaimana Cara Orang Tua Penuhi Kebutuhan Gizi dan Nutrisi Anak Ditengah Inflasi dan Harga Kebutuhan Naik</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
