HeadlineKesraMetropolitanNasionalNewsSospolhukam

Iduladha, Simak 7 Hal Menarik di Balik Makna Perayaan Ini

Ada begitu banyak makna yang bisa diresapi dari perayaan umat muslim yang satu ini.

triggernetmedia.com – Iduladha yang jatuh pada hari ini, Jumat (31/7/2020) adalah perayaan penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk mengingat pengorbanan Nabi Ibrahim, ketika Allah memintanya untuk menyembelih putranya, Ismail.

Nah, pada kesempatan ini, simak 7 hal menarik mengenai Iduladha, agar kita bisa kembali mengingat makna dari perayaan besar umat Muslim ini, seperti dilansir Living Hours.

1. Kisah di balik Iduladha

Iduladha identik dengan semangat pengorbanan Nabi Ibrahim. Dikatakan bahwa Nabi Ibrahim memiliki seorang putra bernama Ismail, yang dia dapatkan setelah banyak pengabdian dan doa kepada Allah. Suatu hari, Allah memutuskan untuk menguji iman dan cinta Nabi Ibrahim kepada-Nya.

Ia mendapatkan perintah dari Allah, melalui mimpi, untuk menyembelih putra semata wayangnya, Ismail. Dia pun menceritakan mimpi ini pada putranya. Mendengar cerita ayahnya soal mimpi tersebut, sikap Nabi Ismail justru mengejutkan.

“Hai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; termasuk menyembelihku, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar,” ucap putranya.

Lalu, dikerjakanlah perintah Allah tersebut. Namun Allah mengutus malaikat untuk mengganti Ismail dengan seekor domba. Peristiwa ini kemudian menjadi titik awal kemunculan Iduladha.

2. Iduladha menandai berakhirnya ibadah haji

Saat menyembelih putranya itu, keluarga Nabi Ibrahim berada di kota suci Mekkah. Dia membawa putranya ke Gunung Arafah, di mana Allah menggantinya dengan domba. Musim Haji yang ada pada bulan Dzulhijjah memperingati perjalanan tersebut.

Di akhir haji, Iduladha dirayakan yang juga bertepatan dengan kegiatan pelemparan jumrah bagi jamaah haji. Haji merupakan perjalanan umat Islam di seluruh dunia ke kota suci Mekah.

3. Idul Adha dirayakan pada bulan ke-12 kalender Islam

Idul Adha terjadi di bulan terakhir Kalender Islam. Karena Kalender Islam didasarkan pada siklus bulan, tanggal Iduladha sering bergeser 11 hari sebelumnya setiap tahun dalam kalender Gregorian, yang didasarkan pada siklus matahari, yang relatif menunjukkan perubahan konstan dibandingkan dengan kalender lunar.

4. Alasan di balik kurban domba

Menurut Islam, tindakan kurban ini tidak berarti bahwa Allah menghendaki manusia atau hewan merasa sakit. Islam tidak menyarankan gagasan untuk mengorbankan kehidupan seseorang seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim ke putranya, Nabi Ismail.

Kurban menunjukkan bahwa Anda harus rela melepaskan sebagian harta yang paling berharga semata-mata untuk Allah. Kini, makna yang lebih dalam adalah pengorbanan keterikatan pada keinginan material, harta benda, dan hal-hal lain untuk pengabdian yang lebih besar kepada Allah.

5. Syarat menyembelih hewan kurban

Umat Muslim perlu mengucapkan doa khusus yang disebut Tasmiyah sebelum menyembelih kambing atau domba jantan. Mereka juga perlu memastikan kualitas hewan terbaik dengan kesehatan prima untuk dikurbankan.

Pemotongan di leher juga harus dilakukan untuk memutuskan pembuluh darah jugularis dan arteri karotis sepenuhnya.

6. Aturan pertiga untuk distribusi daging

Umat Islam membagi daging hewan kurban yang disembelih menjadi tiga bagian. Mereka makan sepertiga bagian dan memberi sepertiga lainnya kepada teman dan tetangga mereka. Bagian yang tersisa dibagikan kepada orang miskin.

Maknanya adalah untuk tidak membiarkan siapa pun kelaparan pada hari ini dan meningkatkan semangat memberi di antara orang-orang.

7.Perayaan Iduladha

Muslim di seluruh dunia merayakan Iduladha dengan antusiasme dan kegembiraan yang luar biasa. Mereka yang mampu membeli hewan yang sehat seperti domba, sapi atau kambing juga dapat melakukan kurban dan menyumbangkan dagingnya ke orang lain.

Setelah shalat ied di masjid secara berjamaah, banyak orang juga saling bersilaturahmi pada kesempatan ini. Sepanjang hari dipenuhi dengan perayaan bahagia dan keriangan di antara sesama.

Sumber : Suara.com

 

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close