triggernetmedia.com – Kolam Pemancingan Air Berembang Pal 9 Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya menjadi tempat digelarnya Lomba Mancing Piala Wali Kota Pontianak, Kamis (17/8).
Acara ini diadakan oleh Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kota Pontianak dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia. Sebanyak 84 peserta dengan semangat mengikuti lomba ini.
Selain mengejar Piala Wali Kota Pontianak, para peserta juga memiliki kesempatan untuk meraih hadiah bagi juara I, II, dan III. Juara pertama berhak membawa pulang satu unit sepeda motor, juara kedua berhak atas hadiah sebesar Rp12 juta, dan juara ketiga akan mendapatkan hadiah sebesar Rp10 juta.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan bahwa lomba memancing ini merupakan platform yang sempurna untuk menggali hobi memancing yang dimiliki oleh masyarakat. Ia mengakui bahwa di Kota Pontianak dan Provinsi Kalimantan Barat secara umum, minat terhadap memancing cukup tinggi.
Banyak individu yang menyalurkan hobi mereka tidak hanya di kolam pemancingan, tetapi juga di sungai bahkan di laut. Oleh karena itu, hobi memancing ini dapat dijadikan sebagai bagian dari destinasi wisata alam yang menarik.
“Mudah-mudahan lomba memancing ini dapat menjadi daya tarik wisata di Provinsi Kalimantan Barat,” ujar Wali Kota.

Edi menegaskan bahwa memancing ikan tidak hanya berkaitan dengan hasil tangkapan yang besar atau jumlah ikan yang ditangkap. Aktivitas memancing merupakan bentuk perpaduan antara kepuasan, ketenangan, dan tantangan.
Bagi para pemancing, momen saat memancing memberikan rasa bahagia, baik di kolam, sungai, maupun laut.
“Kegiatan memancing juga mencerminkan keterampilan pemancing serta kemampuannya berinteraksi dengan alam sekitarnya,” tambahnya.
Salah satu pesona utama dari kegiatan memancing adalah keindahan alam yang dapat dinikmati di sekitar lokasi memancing. Pemandangan matahari terbit atau terbenam, gemerlap air, dan kehidupan bawah permukaan air menciptakan pengalaman visual yang mengagumkan.
“Berdiri di tepi danau atau sungai, merasakan hembusan angin, dan mendengarkan suara alam, menjadi cara bagi mereka yang ingin merasakan ketenangan dari kesibukan perkotaan,” paparnya.
Banyak manfaat yang dirasakan dari aktivitas memancing bagi para pelakunya, selain melatih kesabaran, memancing juga menawarkan sejumlah tantangan, termasuk memilih umpan yang tepat, menentukan waktu dan musim yang sesuai, mengatur peralatan memancing, dan memahami perilaku ikan.
“Ketika ikan menggigit kail, momen tegang dan fokus ini membawa sensasi adrenalin bagi para pemancing. Inilah yang dirasakan ketika memancing,” jelasnya.
sumber berita: prokopim




