triggernetmedia.com – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, menjadi tuan rumah acara Visitasi Kepemimpinan Nasional yang dihadiri oleh peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Tahun 2023 dari Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Republik Indonesia, acara tersebut berlangsung di Ruang Rapat Praja II Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Senin (7/8).
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Harisson menjelaskan tentang kondisi Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki luas wilayah 147.0037,037 KM2, setara dengan 1,15 kali luas Pulau Jawa atau 128.257 KM, hal ini mengindikasikan rentang kendali pelayanan yang sangat luas.
“Dengan jumlah penduduk sebesar 5 juta jiwa, hal ini menjadi peluang bagi Kalimantan Barat untuk menjadi Provinsi unggul. Namun, Skor Indeks Daya Saing Daerah Kalimantan Barat masih rendah, terutama dalam aspek infrastruktur,” ungkap Harisson.
Lebih lanjut, Harisson menyampaikan bahwa APBD Provinsi Kalimantan Barat di tahun 2023 mencapai 6,355 triliun Rupiah, jauh lebih rendah dibandingkan dengan Provinsi Kalimantan Timur yang mencapai 20 triliun Rupiah.
Meskipun demikian, pemerintah provinsi tetap berupaya melakukan lompatan-lompatan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sekda juga memaparkan capaian kinerja pembangunan beberapa tahun terakhir, dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia yang positif.

Terlepas dari dampak pandemi COVID-19, kondisi kemiskinan di Provinsi Kalimantan Barat mengalami penurunan, dari 7,77 persen pada tahun 2018 menjadi 6,73 persen pada tahun 2022.
“Pembangunan infrastruktur menjadi fokus kami dalam beberapa tahun terakhir. Ini tercermin dari peningkatan Indeks Infrastruktur yang semakin baik,” tambah Harisson.
Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen BPSDM Kementerian PUPR RI, A. Hasanuddin, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Kepemimpinan Nasional. Provinsi Kalimantan Barat dipilih karena dinilai berhasil dalam mengelola infrastruktur yang mendukung penurunan kemiskinan.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah berhasil membangun infrastruktur yang baik melalui Fungsionalisasi Infrastruktur. Ini akan menjadi bahan pembelajaran dan masukan kebijakan bagi kami di tingkat nasional,” jelas A. Hasanuddin.
Rombongan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional ini akan melakukan Peninjauan Lapangan dan Focus Group Discussion bersama Organisasi Perangkat Daerah di Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat serta tiga Balai Kementerian PUPR yang ada di Kalimantan Barat.




