triggernetmedia.com – Kehadiran lebih dari 950 mahasiswa dan mahasiswi dari 74 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia dalam Program KKN Kebangsaan XI Tahun 2023 di Kalimantan Barat diapresiasi sebagai langkah yang bagus dalam mengembangkan potensi mahasiswa.
Program KKN Kebangsaan yang melibatkan seluruh PTN ini bertujuan untuk meningkatkan semangat intelektual generasi muda melalui kebersamaan lintas ilmu.
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, berharap kehadiran para mahasiswa mampu menghasilkan lebih banyak Desa Mandiri melalui gotong royong.
“Semoga dengan kehadiran adik-adik mahasiswa semakin banyak Desa Mandiri yang akan dihasilkan. Saya yakin melalui gotong royong, tidak ada hal yang berat,” ujarnya di Stadion Universitas Tanjungpura Pontianak, Kamis (20/7).
Beliau menegaskan bahwa kemampuan dan keahlian yang dimiliki mahasiswa sangat diperlukan dalam menjalankan KKN yang bersifat nasional dan harus diselaraskan dengan visi Nawacita Presiden Jokowi.
Lebih lanjut, Gubernur Sutarmidji menjelaskan pentingnya fokus pada daerah perbatasan Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.
“Ini menjadi penting dan perhatian bagi kita semua. Kami fokus di perbatasan karena daerah ini berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Kemudian, di sana banyak keunikan kehidupan masyarakat yang relatif homogen seperti di Sambas dan heterogen seperti di Bengkayang,” jelas mantan Dosen Universitas Tanjungpura ini.
Beragam keunikan kehidupan masyarakat yang homogen maupun heterogen di daerah tersebut menjadi tantangan dalam menjalankan program KKN.
Dirjen Kemendikbudristek Dikti RI, Nizam, menambahkan bahwa Program KKN Kebangsaan memiliki tujuan untuk mempererat persaudaraan nusantara serta sebagai wadah pertukaran ilmu pengetahuan antar sesama perguruan tinggi yang diaplikasikan secara langsung di lapangan.
Bersama-sama mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi tidak hanya di atas kertas, namun juga dalam bentuk nyata bersama masyarakat.
Ketika adik-adik berada di tengah Masyarakat, sudah menjadi keharusan untuk bisa bekerja dan belajar bersama. “Ilmu dari kampus bukanlah ilmu yang paling tinggi, melainkan ilmu kehidupan yang menjadi kunci untuk keberhasilan adik-adik sekalian,” ungkap Nizam.
Beliau menekankan pentingnya kemampuan menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan kearifan lokal dalam dinamika sosial, budaya, dan agama.
Rektor Universitas Tanjungpura, Garuda Wiko, menyambut baik keputusan Untan sebagai tuan rumah KKN Kebangsaan XI Tahun 2023.
Dengan kesempatan ini, Untan berkomitmen untuk memberikan kesan terbaik bagi seluruh peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Program KKN Kebangsaan XI Tahun 2023 di Kalimantan Barat menjadi momentum dalam mengembangkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah ini.
Mahasiswa dari berbagai PTN akan berkontribusi dengan kemampuan dan keahlian mereka dalam mendukung pembangunan desa dan masyarakat setempat.
Tidak hanya berfokus pada teori akademis, program KKN ini juga menekankan pentingnya belajar dari kehidupan nyata bersama masyarakat.
“Dengan terpilihnya Untan sebagai tuan rumah KKN Kebangsaan XI Tahun 2023 ini, menjadi momentum dalam mengembangkan seluruh potensi baik SDA dan SDM yang ada di Kalbar. ” ungkapnya.
Mahasiswa diharapkan dapat belajar dan bekerja bersama warga setempat, sehingga ilmu kehidupan yang mereka peroleh dari kampus menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan program KKN.
Kehadiran Wali Kota Pontianak, jajaran Forkorpimda Provinsi Kalimantan Barat, perwakilan dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu RI), Kemendagri, dan perwakilan dari Kepala Staf Angkatan Darat serta Bupati Sambas dan Bengkayang, serta para Rektor Universitas dari seluruh Indonesia, turut memperkuat komitmen dalam menyelenggarakan Program KKN Kebangsaan dengan sukses.




