Kamis, 23 April 2026
Trigger Netmedia
  • Home
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
Home Headline

Selain Gelombang PHK saat Virus Corona, Indonesia Terancam Krisis Pangan

ariz by ariz
13 April 2020
in Headline, Internasional, Metropolitan, Nasional, News
0
Selain Gelombang PHK saat Virus Corona, Indonesia Terancam Krisis Pangan

Petani di Cianjur menengok lahan pertanian yang terimbas kekeringan. [Antara]

1.2k
VIEWS
Share on Facebook

triggernetmedia.com – Pandemi Covid-19 terus meluas ke berbagai wilayah di seluruh penjuru Indonesia. Sejak, pemerintah pertama kali mengkonfirmasi kasus pertama awal Maret lalu, korban infeksi terus bertambah.

Data pada Sabtu siang akhir pekan lalu, kasus infeksi di tanah air yang telah terkonfirmasi mencapai 3.842, dengan pasien sembuh berjumlah 286 dan 327 pasien meninggal.

Related posts

Tak Cukup di Rumah Sakit, Terapi Cerebral Palsy Perlu Konsistensi di Rumah

Tak Cukup di Rumah Sakit, Terapi Cerebral Palsy Perlu Konsistensi di Rumah

23 April 2026
Jadi Tuan Rumah, Pontianak Kejar Penyelesaian Rakor APEKSI

Jadi Tuan Rumah, Pontianak Kejar Penyelesaian Rakor APEKSI

23 April 2026

Atas hal itu, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) menilai krisis tersebut berpotensi meluas ke masalah-masalah lainnya. Seperti gejolak budaya (adaptasi), sosial dan ekonomi, termasuk krisis pangan jika penanganan dan penghentian penyebaran wabah tidak berjalan dengan efektif dan cepat.

Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria, Dewi Kartika mengatakan gejala di atas sudah mulai muncul di beberapa wilayah, terutama daerah-daerah perkotaan yang jauh dari sumber pangan. Kelompok-kelompok rentan di perkotaan, buruh, tenaga kerja informal, dan pekerja harian lainnya merupakan komunitas yang paling terdampak atas situasi tersebut.

Kebijakan pembatasan jarak yang dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus secara langsung telah menyebabkan mereka kehilangan pemasukan dan bahkan sebagiannya di PHK. Ujungnya, nasib mereka menjadi semakin tidak pasti selama pandemi ini berlangsung.

Sementara, di desa dan pelosok-pelosok pesisir, petani dan nelayan juga merasakan dampak langsung. Seperti situasi yang dihadapi Serikat Petani Majalengka (SPM), para petani yang memasuki masa panen terancam mengalami kerugian.

“Masalahnya harga komoditas pangan tiba-tiba turun drastis akibat permintaan yang menurun,” kata Dewi dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2020).

Dia menuturkan, situasi fluktuasi harga yang tak menentu dapat berubah-rubah dalam satu hari, dialami juga oleh Serikat Tani Indramayu (STI) yang menanam padi sebagai komoditas pangan utamanya.

Situasi serupa dihadapi anggota Serikat Nelayan Indonesia (SNI), mereka terancam mengalami kerugian besar akibat hasil tangkapan laut mereka tidak diserap secara normal oleh pasar, utamanya pasar ekspor, misalnya untuk jenis rajungan.

“Dampaknya, harga anjlok dan hasil-hasil tangkapan berpotensi membusuk di gudang-gudang penyimpanan,” ujar dia.

Di sisi lain ada serikat-serikat tani Anggota KP yang sejauh ini masih memiliki lumbung pangan yang cukup untuk lumbung internalnya dalam 3 sampai 6 bulan ke depan, baik di tingkatan rumah tangga petani, organisasi tani lokal (OTL) dan serikat. Bahkan, serikat tani memiliki surplus dari lumbung pangannya yang dapat didonasikan ke masyarakat.

“Ini modal sosial yang penting di masa krisis, petani dengan pangan lokalnya menjadi terdepan menjawab krisis pangan,” kata dia.

Menyikapi situasi tersebut, KPA menggalang Gerakan Solidaritas Lumbung Agraria (GeSLA) di tengah situasi pandemi untuk memperkuat solidaritas antara desa dengan kota, utamanya antara petani, buruh, nelayan, dan komunitas rentan di perkotaan.

Dalam situasi normal, Lumbung Agraria sendiri merupakan badan usaha ekonomi berbentuk koperasi milik KPA yang bekerja mendistribusikan dan memasarkan hasil-hasil produksi pangan petani dan serikat anggota kepada masyarakat luas. Anggota KPA, organisasi tani dan masyarakat adat selama ini telah mengembangkan konsep pembangunan baru berbasis agraria melalui Desa Maju Reforma Agraria (Damara).

“Damara ini mempraktekan model-model reforma agraria tingkat desa dan kampung berdasarkan inisiatif masyarakat di bawah,” terangnya.

Dari mulai penguasaan, penggunaan dan pengusahaan tanahnya. Kemudian usaha produksi, distribusi dan konsumsi ditata ulang dengan diperkuat dalam semangat Damara.

Khusus menghadapi dampak luas darurat kesehatan, Lumbung Agraria menggagas GeSLA Atasi Covid-19 untuk aksi solidaritas antara desa dengan kota. Salah satunya dengan mendukung ketersediaan stok pangan komunitas rentan di perkotaan menghadapi dampak pandemik.

Ada 4 skema aksi yang digagas dan dijalankan GeSLA selama masa krisis pandemi. Diantaranya, Pertama, aksi donasi pangan dari petani.

Melalui seruan solidaritas, serikat tani Anggota KPA di Jawa Barat, dalam dua minggu terakhir ini telah menyisihkan sebagian hasil panennya untuk dialirkan ke Lumbung Agraria sebagai bentuk solidaritas petani untuk diberikan secara gratis langsung kepada komunitas yang rentan terdampak krisis ekonomi akibat Covid-19, seperti jaringan buruh, pekerja sektor informal dan masyarakat miskin kota.

Kedua, aksi pangan sehat dan ekonomis. Ini adalah aksi ekonomi berbasis keswadayaan rakyat, yaitu menghubungkan antara produsen pangan skala kecil (petani, organisasi tani lokal, serikat) dengan konsumen prioritas.

Konsumen prioritas saat ini adalah buruh, miskin kota, nelayan dan pekerja informal yang rentan terdampak Covid. Menghubungkan langsung rakyat ke rakyat, produsen petani ke konsumen prioritas. Hal ini menjadi cara efektif memutus mata rantai distribusi pangan yang panjang berbiaya tinggi, yang selama ini rantai distribusinya dikuasai tengkulak, para spekulan, dan distributor besar.

Ketiga, Aksi Donasi Publik Gotong-Royong Bersama Petani. KPA juga membuka donasi bagi publik luas yang ingin bersolidaritas, tergerak untuk bergabung dengan inisiatif GeSLA Atasi Covid-19 ini melalui donasi uang, alat kesehatan (masker, hand sanitizer, dan lainnya).

Keempat, Aksi Jaga Desa-Kota Memutus Rantai Penyebaran Corona. Selain mendistribusikan pangan sehat, GeSLA bersama Tim Respon Darurat KPA membantu memobilisasi dukungan kesehatan seperti masker kain, hand sanitizer, desinfektan, panduan mitigasi resiko kesehatan untuk petani, dan kelompok rentan.

“Inisiatif ini juga menjadi bagian dari memperkuat ekonomi lokal, seperti mendorong para penjahit rumahan yang mengalami penurunan pendapatan untuk membuat masker kain,” terangnya.

Sumber : Suara.com 

About Author

ariz

See author's posts

Tags: covid-19gelombang PHKkrisis panganPandemi virus coronaPHK
Previous Post

Rachland Kritik Kartu Prakerja: Emang usai Pelatihan, Ada Lowongan?

Next Post

YLKI Bongkar Konflik antara Luhut dan Kemenhub di Kebijakan Larangan Mudik

Next Post
YLKI Bongkar Konflik antara Luhut dan Kemenhub di Kebijakan Larangan Mudik

YLKI Bongkar Konflik antara Luhut dan Kemenhub di Kebijakan Larangan Mudik

Tak Cukup di Rumah Sakit, Terapi Cerebral Palsy Perlu Konsistensi di Rumah

Tak Cukup di Rumah Sakit, Terapi Cerebral Palsy Perlu Konsistensi di Rumah

23 April 2026
Jadi Tuan Rumah, Pontianak Kejar Penyelesaian Rakor APEKSI

Jadi Tuan Rumah, Pontianak Kejar Penyelesaian Rakor APEKSI

23 April 2026
Pontianak Teratas, Capaian SKP ASN Nyaris Sempurna

Pontianak Teratas, Capaian SKP ASN Nyaris Sempurna

23 April 2026

Gallery Video

  • DEBAT PUBLIK ANTAR PASANGAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN KETAPANG TAHUN 2024
    • DEBAT PUBLIK ANTAR PASANGAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN KETAPANG TAHUN 2024

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 3
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 3

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 4
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 4

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 5
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 5

    • Watch Video

  • KAMPUNG KB MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
    • KAMPUNG KB MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

    • Watch Video

  • DPRD SAHKAN APBD KABUPATEN MEMPAWAH TA 2021 Rp1,08 TRILIUN
    • DPRD SAHKAN APBD KABUPATEN MEMPAWAH TA 2021 Rp1,08 TRILIUN

    • Watch Video

Advertisement Space Availble

Recent News

  • Tak Cukup di Rumah Sakit, Terapi Cerebral Palsy Perlu Konsistensi di Rumah
  • Jadi Tuan Rumah, Pontianak Kejar Penyelesaian Rakor APEKSI
  • Pontianak Teratas, Capaian SKP ASN Nyaris Sempurna

PT. KALBAR INFORMASI GROUP (KBIG)

Recent News

Tak Cukup di Rumah Sakit, Terapi Cerebral Palsy Perlu Konsistensi di Rumah

Tak Cukup di Rumah Sakit, Terapi Cerebral Palsy Perlu Konsistensi di Rumah

23 April 2026
Jadi Tuan Rumah, Pontianak Kejar Penyelesaian Rakor APEKSI

Jadi Tuan Rumah, Pontianak Kejar Penyelesaian Rakor APEKSI

23 April 2026
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Amsi

copyright © 2025 banner 120x600

No Result
View All Result
  • Home
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

copyright © 2025 banner 120x600