triggernetmedia.com – Bupati Landak, dr. Karolin Margret natasa mengatakan, bantuan sosial pangan program sembako merupakan salah satu program strategis nasional tahun 2020 ini.
“Bantuan sosial ini merupakan perluasan dari program bantuan pangan non tunai (BPNT) dengan mekanisme penyalurannya melalui uang elektronik menggunakan kartu keluarga sejahtera disebut KKS,” jelasnya, Rabu (11/3/2020).
Program ini, sambung Karolin, bekerja sama dengan Bank penyalur di kabupaten Landak, yaitu Bank Mandiri dan ditunjuk e-warung sebagai agen bank.
Berkaitan dengan bantuan sosial pangan program sembako ini, Karolin berharap penyalurannya bisa tepat sasaran, yaitu kepada masyarakat miskin yang memenuhi kriteria sebagai keluarga penerima manfaat (KPM).
“Dalam pelaksanaan program ini ada tim koordinasinya, saya harapkan tim dapat bekerja dengan baik. Saya harapkan tidak terjadi penyimpangan dan memang masyarakat yang mendapat bantuan adalah yang benar-benar membutuhkan dan Saya minta Kades harus mendata secara tepat sasaran jang tidak turun ke lapangan,” tegas Karolin.
Program bantuan sembako yang dicanangkan oleh pemerintah untuk sangat penting untuk memenuhi kecukupan gizi masyarakat. Hal itu telah ditetapkan, dimana kebutuhan pangan yang boleh dibeli oleh KPM yang meliputi sumber karbohidrat seperti beras, jagung dan sagu. Sumber protein hewani yaitu telur, ayam, ikan dan daging. Termasuk sumber protein nabati kacang-kacangan, tahu dan tempe.
“Dan bahan pangan sumber vitamin dan mineral seperti buah dan sayuran,” ujar Karolin.
Lebih lanjut, Karolin menginginkan semua kebutuhan pangan yang telah ditetapkan tersebut diperoleh dari produk lokal kabupaten Landak.
“Selain menghemat biaya transportasi, juga akan menghidupkan roda perekonomian masyarakat setempat.
Saya berharap agar e-warung dapat berkoordinasi dengan dinas kami agar memakai bahan pangan lokal. Pakailah barang yang ada disekitar kita, kan ada yang punya kolam ikan, ada yang punya sawah koordinasikan bisa suplay beras berapa. ini juga bertujuan untuk menghidupkan roda perekonomian lokal kita juga,” ujarnya menambahkan.
Mengingat program bantuan sosial ini baru berjalan tahun ini, semua pihak diimbau bisa saling berkoordinasi dan ikut melakukan monitoring agar program dapat berjalan lancar dilapangan.
“Sangat disadari program ini baru mulai, jadi pasti masih ada kekurangannya, jadi perlu ada koordinasi dan monitoring yang baik antara kecamatan, desa, agen e-warung dan dinas terkait, jadi saya harapkan kerjasama kita semua agar program ini dapat berjalan lancar dilapangan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” tandas Karolin.
Ariz




