triggernetmedia.com – Program pengembangan padi biosalin di wilayah pesisir Kabupaten Jepara mencatatkan hasil melampaui target. Luas panen mencapai 22 hektare dari rencana awal 20 hektare, meski dihadapkan pada cuaca ekstrem.
Program ini merupakan kolaborasi antara PT Perusahaan Gas Negara Tbk, Badan Riset dan Inovasi Nasional, dan pemerintah daerah. Produktivitas rata-rata tercatat 7–9 ton per hektare dengan total produksi sekitar 176 ton gabah, bernilai ekonomi sekitar Rp1,23 miliar.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan varietas biosalin dirancang khusus untuk menghadapi salinitas tinggi di wilayah pesisir.
“Keunggulan varietas ini mampu menghasilkan kurang lebih 9 ton per hektare dengan masa tanam singkat, antara 84 hingga 107 hari. Selain itu, varietas ini tahan hama dan kuat di lahan marginal,” ujarnya.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menilai inovasi ini menjadi solusi bagi pertanian pesisir.
“Di tengah tantangan cuaca ekstrem, inovasi ini mendongkrak hasil panen. Kami berharap inisiatif ini terus diperluas sebagai model kemitraan berbasis riset,” katanya.




