triggernetmedia.com – Rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (9/9/2025). Mata uang Garuda melemah 181 poin atau 1,11 persen ke level Rp16.490 per dolar AS.
Di sisi lain, indeks dolar AS justru turun tipis 0,12 persen menjadi 97,33.
BI Turun Tangan
Kepala Departemen Moneter Bank Indonesia (BI), Erwin Hutapea, menegaskan pihaknya terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
“BI memperkuat langkah stabilisasi, termasuk intervensi NDF di pasar off-shore dan intervensi domestik melalui transaksi spot, DNDF, serta pembelian SBN di pasar sekunder,” ujarnya.
BI juga memastikan ketersediaan likuiditas di perbankan lewat berbagai instrumen, mulai dari repo, FX swap, hingga lending facility.
Perbandingan Mata Uang Asia
Mata uang Asia bergerak bervariasi: Yen Jepang (+0,18%), Dolar Taiwan (+0,28%), Ringgit Malaysia (+0,29%), dan Baht Thailand (+0,28%) menguat. Sementara Peso Filipina (-0,10%) dan Rupee India (-0,13%) melemah terhadap dolar AS.
Sentimen Politik Domestik
Tekanan rupiah datang sehari setelah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan reshuffle kabinet. Pergantian Sri Mulyani dengan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan dinilai menambah ketidakpastian pasar, meski BI menegaskan stabilitas tetap terjaga.



