triggernetmedia.com – Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, didampingi oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, Heronimus Hero, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalbar, Hermanus, menerima audiensi dari Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalbar, Purwati, beserta jajaran di Ruang Kerja Gubernur Kalbar, Jumat (10/11).
Salah satu sorotan dalam pertemuan ini adalah penandatanganan serah terima renovasi Gedung Listrik Balai Sertifikasi Keahlian Provinsi Kalbar.
Tujuan dari penyerahan gedung tersebut adalah untuk mendukung praktek-praktek kerja yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalbar.
Purwati, menjelaskan bahwa dengan adanya Gedung Listrik tersebut, diharapkan generasi muda Kalbar dapat terlatih dan siap terjun ke dunia kerja di perusahaan-perusahaan.
“Dengan anak-anak siap, punya skill-nya, pastilah mereka punya kesempatan untuk bekerja. Kita juga akan mengurangi pengangguran,” ujar Purwati.
Pada kesempatan yang sama, Harisson menyampaikan rasa terima kasih kepada GAPKI atas kontribusinya, terutama dalam melakukan perbaikan Gedung Listrik di Balai Sertifikasi Keahlian.
Tindakan ini dianggap sebagai bentuk dukungan dari sektor swasta untuk pembangunan di Kalimantan Barat.
“Kita sangat berterima kasih atas apa yang telah dilakukan GAPKI dalam hal melakukan perbaikan atau renovasi di gedung listrik yang ada di Balai Sertifikasi Keahlian. Tentu dengan dilaksanakannya penandatanganan ini sebagai bukti bahwa GAPKI sudah berperan dalam membantu Pemprov untuk mendorong kemajuan daerah,” kata Harisson.
Selain itu, Harisson juga menekankan peran penting GAPKI dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Provinsi Kalbar.
Berbagai program yang telah dijalankan oleh GAPKI pada tahun 2021 membuktikan eksistensinya dalam mendorong kemajuan daerah, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta bersinergi dengan pemerintah dalam pembangunan.
“Terima kasih kepada perusahaan, satu di antaranya dari perusahaan perkebunan sawit yang turut memperbaiki jalan, meski tidak tersentuh aspal tapi tetap bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Perusahaan yang melakukan usaha di Kalbar, memang semestinya menggunakan dana CSR untuk kepentingan dan percepatan kesejahteraan masyarakat,” tambah Harisson.



