triggernetmedia.com – Warga Gang Margodadirejo, Kelurahan Sungai Jawi, Pontianak Kota, merayakan Hari Jadi ke-252 Pontianak dengan suatu agenda yang tak biasa. Mereka menggelar Lomba Mancing Lamparet yang berhasil mengundang 320 warga untuk berkumpul di sepanjang gang sejak pukul tujuh pagi, Minggu (29/10).
Anak-anak dengan semangat yang luar biasa tampaknya sudah memimpikan momen ini sejak semalam, mengharapkan kail mereka dapat disambar oleh ikan lele terberat dalam perayaan penting ini.
Berbagai jenis umpan dipersiapkan dengan cermat, mulai dari kroto, cacing tanah, cacing nipah, hingga kuning telur mentah. Dengan bekal camilan dari rumah dan jajanan khas lokasi lomba, para peserta menantikan kesempatan untuk memancing.
Suasana riuh kota menjadi hening saat Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono, melepas seekor lele secara simbolis. Semua mata tertuju pada kail masing-masing peserta yang siap memancing ikan lamparet, yang dikenal dengan keganasannya.
Lomba Mancing Lamparet ini bukan semata permainan biasa, melainkan sebuah upaya warga Margodadirejo untuk memeriahkan Hari Jadi ke-252 Pontianak.
Tahun ini, sebanyak 80 kilogram lele dengan beragam ukuran menjadi hadiah yang diperebutkan. Lebih dari sekadar merayakan hari jadi kota, agenda ini juga bertujuan untuk mengingatkan pentingnya menjaga parit, meskipun bukan dengan ikan domestik.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif warga dalam memeriahkan hari jadi kota.
Dalam semangat tagline “Hari Jadi ke-252 Pontianak: Pontianak Bersinar,” ini menunjukkan kesediaan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Kekompakan warga dalam mengikuti lomba ini mencerminkan semangat harmonis dan tangguh yang dimiliki oleh Pontianak.
“Mudah-mudahan kegiatan ini jadi brand Gang Margodadirejo, dan setiap tahunnya ada kegiatan yang lebih kreatif,” ujar Edi.
Lomba Mancing Lamparet sendiri merupakan agenda tahunan yang tidak hanya digelar saat Hari Jadi Kota Pontianak, tetapi juga dalam rangka peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Setiap kali digelar, setidaknya 300 orang turut serta.
Edi juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Pontianak memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan olahraga masyarakat seperti ini.
Dia berharap bahwa gerakan serupa akan muncul dari bawah, dan pemerintah akan bekerja sama dengan kelurahan dan kecamatan untuk memaksimalkan dampak positif kegiatan ini bagi masyarakat secara lebih luas.




