triggernetmedia.com – Pemerintah Kota Pontianak menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pontianak dalam mendorong pembinaan dan prestasi olahraga daerah. Komitmen itu disampaikan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono seusai pelantikan kepengurusan KONI Kota Pontianak periode 2025–2029 di Hotel Mercure Pontianak, Selasa, 3 Februari 2026.
Menurut Edi, olahraga tidak semata soal prestasi, tetapi juga bagian dari pembangunan manusia. Pembinaan olahraga, kata dia, berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Karena itu, visi Pontianak sebagai sport city dan sport tourism membutuhkan kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, KONI, dan komunitas olahraga.
“Olahraga bukan hanya menang dan kalah. Ini soal pembinaan jangka panjang, sportivitas, dan karakter. Pemerintah dan KONI harus berjalan seiring,” ujar Edi.
Ia mengakui fasilitas olahraga di Pontianak masih perlu dibenahi. Meski sejumlah sarana telah berstandar nasional hingga internasional, kebutuhan peningkatan infrastruktur dinilai masih besar. Pemerintah kota, kata Edi, akan mendorong perbaikan secara bertahap serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, khususnya dalam pengelolaan fasilitas olahraga berskala besar.
Edi juga menyoroti pergeseran wajah olahraga yang kini tak lagi sekadar kompetisi, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari industri dan ekonomi kreatif. Berbagai event olahraga massal yang melibatkan komunitas dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dinilai mampu memberi dampak ekonomi sekaligus meningkatkan partisipasi publik.
“Olahraga sekarang sudah menjadi industri. Event lari, dayung, dan olahraga massal bisa menggerakkan UMKM dan ekonomi lokal,” katanya.
Menghadapi agenda kompetisi ke depan, Edi berharap kepengurusan KONI yang baru mampu merangkul seluruh cabang olahraga secara profesional dan proporsional. Fokus pembinaan atlet potensial dinilai penting agar prestasi dapat dicapai secara berkelanjutan.
“Kalau atlet berprestasi, yang harum bukan hanya nama daerah, tapi juga Indonesia,” ujarnya.
Ketua KONI Kota Pontianak Herry Fadillah menyatakan siap membawa organisasi tersebut ke arah yang lebih profesional. Ia berjanji melanjutkan program yang telah berjalan, sekaligus membenahi kelemahan dalam tata kelola dan sistem pembinaan.
Salah satu fokus utama kepengurusannya adalah transparansi anggaran. Dengan dukungan dana sekitar Rp3 miliar, Herry menegaskan pengelolaan keuangan KONI akan dilakukan secara terbuka.
“Transparansi penting untuk membangun kepercayaan cabang olahraga, atlet, dan masyarakat,” katanya.
Herry juga menekankan pentingnya kekompakan pengurus, cabang olahraga, dan pemangku kepentingan terkait. Ia berharap KONI Kota Pontianak dapat menjadi barometer pembinaan olahraga di Kalimantan Barat.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dengan kebersamaan, kami optimistis KONI Pontianak bisa berprestasi,” ujarnya.



