triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengakui pemerataan pembangunan di wilayahnya masih menghadapi tantangan, terutama akibat keterbatasan fiskal dan persoalan konektivitas antarwilayah.
Hal itu disampaikan Norsan saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Selasa, 28 Januari 2026.
Menurut dia, pembangunan Kalbar tidak bisa lagi bertumpu pada kawasan perkotaan, sementara wilayah perbatasan, pedalaman, dan pesisir tertinggal dalam akses infrastruktur dan layanan dasar.
“Tema HUT tahun ini menegaskan bahwa pembangunan harus menjangkau seluruh wilayah, bukan hanya kota,” kata Norsan.
Meski mencatat sejumlah indikator makro menunjukkan perbaikan, seperti IPM 72,09 poin, pertumbuhan ekonomi 5,1–5,3 persen, dan penurunan kemiskinan menjadi 6,16 persen, Norsan menilai capaian tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Ia menyebut, keterbatasan anggaran daerah serta perlunya sinkronisasi program pusat dan daerah menjadi faktor yang masih menghambat percepatan pembangunan.
“Kita harus lebih inovatif dan memperkuat kerja sama lintas sektor agar program strategis bisa tepat sasaran,” ujarnya.
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menambahkan, pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas antarwilayah perlu dipercepat agar pelayanan publik tidak terkonsentrasi di kota-kota besar.
Pemerintah Provinsi Kalbar, kata Krisantus, akan memprioritaskan penguatan akses transportasi dan layanan dasar di wilayah perbatasan dan pelosok sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka menengah.
Peringatan HUT ke-69 Kalbar juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada aparatur sipil negara serta peresmian sejumlah proyek pembangunan, yang diharapkan dapat mendukung pemerataan layanan publik di daerah.




