banner 120x600

Yayasan IAR Indonesia Diusianya ke-15 Tahun: Teguh Menapaki Perjalanan, Merawat Alam dengan Pendekatan Holistik

Yayasan IAR Indonesia (YIARI) merayakan usia ke-15 Tahun dengan kemitraan bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
banner 120x600

triggernetmedia.com – Tepat pada 14 Februari 2023 ini, Yayasan IAR Indonesia (YIARI) merayakan usia ke-15 Tahun dengan kemitraan bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Untuk menandai hari lahirnya, YIARI mengadakan perayaan di Learning Centre Sir Michael Uren, yang terletak di Sei Awan Kiri, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Sejumlah kegiatan dilakukan dengan mengajak partisipasi masyarakat. Di antaranya lomba menggambar dan mewarnai untuk anak-anak, lomba tari daerah kreasi dengan tema flora dan fauna, lomba sumpit untuk umum dan pelajar SD, lomba gasing, hingga lomba fotografi.

Selain lomba, dalam puncak acara yang berlangsung pukul 15.00 WIB, diadakan berbagai pertunjukan seni, dari musik hingga tari yang mengangkat budaya daerah.

Berbagai pihak yang selama ini menjadi mitra YIARI, diundang untuk hadir, baik dari jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jajaran Pemprov Kalimantan Barat, Pemda Ketapang, DPRD, TNI AL, Kepolisian, lembaga-lembaga masyarakat dan adat, hingga beberapa pesohor seperti petinju nasional Daud Yordan.

Acara syukuran ulang tahun ini juga dihelat YIARI di lokasi program yang berada di Bogor, Jawa Barat. Untuk acara di Bogor, YIARI mengadakan jamuan makan siang bagi mitra dan karyawan yang berlangsung di Hotel Mirah Bogor, pada Jumat 17 Februari 2023.

Selain acara ramah tamah ini, YIARI juga menyelenggarakan aneka lomba dan syukuran bersama warga di sekitar lokasi pusat rehabilitasi primata milik YIARI yang terletak di Sinarwangi, Curug Nangka, Bogor, Jawa Barat pada 18 Februari 2023.

“Kami sangat bersyukur acara ulang tahun ini berlangsung lancar dan meriah, dengan keterlibatan aktif dari masyarakat serta dukungan pemerintah baik pusat maupun daerah. Hal lain yang terutama membuat kami bahagia tentunya adalah keberadaan karyawan YIARI sendiri. Selama 15 tahun ini, kami didukung oleh semangat dan energi yang tulus dari para karyawan di lokasi-lokasi tempat kami bekerja baik itu di Kalimantan Barat, Bogor, dan Lampung. Tanpa dedikasi dan integritas mereka, tidak mungkin kami bisa berjalan hingga sejauh ini,” ujar Karmele Llano Sanchez, Direktur Utama YIARI.

Hal serupa disampaikan Ketua Umum YIARI, Silverius Oscar Unggul yang mengungkapkan apresiasinya pada seluruh pihak yang terlibat pada perayaan ulang tahun ke-15 ini.

“Bagi lembaga yang bergerak di bidang konservasi, dukungan pemerintah dan masyarakat adalah fondasi bagi program-program kerja yang kami lakukan. Untuk itulah kemitraan menjadi sangat penting di hari ini. Kolaborasi dan sinergi adalah kunci bagi kesuksesan pekerjaan menjaga alam yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Karena itulah, gerak langkah YIARI selama 15 tahun ini telah membawa program-program kami tidak lagi hanya bergerak dalam hal penyelamatan satwa liar dilindungi, namun menjangkau pendekatan yang lebih holistik melalui pemberdayaan masyarakat, edukasi, dan penyadartahuan,” ujar Silverius Oscar Unggul.

Perjalanan YIARI bermula saat Karmele Llano Sanchez dan Argitoe Ranting beserta kawan-kawan melakukan kegiatan pelepasliaran makaka dan beruk ke Batutegi, Lampung pada 2006 dengan dukungan dana dari International Animal Rescue (IAR).

Keberhasilan kegiatan ini mendorong IAR memberi dukungan lebih lanjut kepada Karmele dan Argitoe dan tim pada saat itu, untuk membangun pusat rehabilitasi bagi kukang dan makaka di Ciapus, Bogor, Jawa Barat pada 2007.

Setahun kemudian, lahir secara resmi Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) yang didaftarkan di Kementerian Hukum dan Ham pada 14 Februari 2008. Pada waktu itu, YIARI yang menjadi bagian IAR di Indonesia, bergerak di bidang penyelamatan dan rehabilitasi satwa dengan tujuan untuk menyejahterakan satwa yang menjadi korban dari perdagangan satwa liar.

Perkembangan YIARI semakin bertumbuh saat Karmele bertemu dengan orangutan Jojo dalam sebuah kegiatan penyelamatan di Pontianak pada 2009. Di tahun ini juga, YIARI memulai program pemulihan orangutan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Atas dorongan dan dukungan sepenuhnya dari BKSDA Kalimantan Barat yang saat itu dipimpin oleh Edy Sutiyarto selaku Kepala Balai, yang melihat belum adanya pusat rehabilitasi orangutan di wilayah Kalbar, maka dibangunlah pusat rehabilitasi orangutan di Desa Sei Awan Kiri, Ketapang, pada 2012.

Perjalanan YIARI setelah itu berkembang ke arah holistik melihat bahwa isu-isu yang terkait satwa liar yang dilindungi tak hanya bisa diatasi dengan penyelamatan, rehablitasi dan pelepasliaran saja.

Perlu adanya pendekatan holistik kepada masyarakat sehingga YIARI kini telah menjalankan kemitraan dengan berbagai pihak melalui program pemberdayaan masyarakat, edukasi, kampanye, penegakan hukum bagi kasus-kasus kejahatan terhadap satwa liar dilindungi, penanganan konflik antara manusia dan satwa, serta perlindungan dan restorasi habitat.

Di tahun 2023 ini, YIARI telah menempuh perjalanan 15 tahun di Indonesia, sebagai mitra bagi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan unsur-unsur Pemerintah Indonesia lainnya baik Pusat maupun Daerah, serta bermitra dengan masyarakat dan swasta, dengan mengemban VISI “Dunia tempat manusia dan satwa hidup berdampingan dalam ekosistem yang sehat” dan MISI: “Membangun kesadaran dan kepedulian untuk melindungi satwa dan habitatnya”. Sehingga di ulang tahun ke-15 ini, YIARI menampilkan tagline: Bersama Menjaga Alam Harmoni Demi Masa Depan Bumi. (*)

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *