banner 120x600

Benarkah Nama Nusantara Dianggap Jawa Sentris?

Desain Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, calon ibu kota baru RI. (Instagram.com/nyoman_nuarta)
banner 120x600

triggernetmedia.com – Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna angkat bicara terkait pemilihan nama Nusantara untuk Ibu Kota Negara yang baru yang dianggap Jawa Sentris.

Yayat mengatakan, nama Nusantara telah dikenal lama yakni menunjukkan kebesaran bangsa Indonesia.

“Kalau saya kira Nusantara kan sudah kita kenal lama menunjukkan kebesaran bangsa Indonesia. Bahkan punya luas wilayah yang lebih luas dari Indonesia,” ujar Yayat dilansir pada laman suara.com, Kamis (20/1/2022).

Menurut Yayat, nama Nusantara juga menunjukkan sebuah kedigdayaan Bangsa Indonesia di masa sejarah.

“Yang ingin dibangun Nusantara bisa kita menujukkan kedigdayaan di masa depan. Jadi bagaimana belajar dari sejarah untuk membangun masa depan,” ucap dia.

Tak hanya itu, Yayat menilai dengan penanaman Nusantara, bertujuan untuk mengingatkan agar akar budaya yang dimiliki Indonesia tidak hilang. Terlebih saat ini memasuki era digital, era globalisasi.

Dia pun mencontohkan nama Ibu Kota Jakarta yang memiliki proses transformasi nama sebelum menjadi Jakarta.

“Nama Jakarta pun tidak baru. Sebelumnya di zaman kolonial namanya Batavia, terus kenapa dikembalikan menjadi Jakarta karena akar sejarahnya dari Jayakarta, zaman Kerajaan Mataram,” ucap Yayat.

Sehingga, kata Yayat, pemilihan nama Ibu Kota Negara harus memiliki makna yang mendalam.

Karena itu, ia menilai pertimbangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena nama Nusantara menunjukkan proses transformasi sebuah akar budaya yang kuat.

“Nusantara dari pertimbangan nama yang ada menurut Presiden itu yang menunjukkan proses transformasi sebuah akar budaya yang kuat akan sejarah yang kuat,” katanya.

Sebelumnya, sejarawan JJ Rizal menyebut pemberian nama Nusantara terkesan Jawa sentris.

“Sejak zaman pergerakan ketika istilah ini muncul untuk digunakan sebagai nama wilayah bangsa dan negara yang hendak didirikan, nama Nusantara segera tersingkir karena dianggap Jawa sentris,” kata JJ Rizal, Senin (17/1/2022).

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *