banner 468x60 banner 468x60

Pemkab Ketapang diminta Tanggap Antisipasi Dini Virus Korona

Trigger Netmedia - 28 Januari 2020
Pemkab Ketapang diminta Tanggap Antisipasi Dini Virus Korona
Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan dan Kerjasama Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Redy memberikan keterangan pers terkait antisipasi dini masuknya virus korona yng dikhawatirkan masuk melalu Bandara Rahadi Osman oleh WNA Tiongkok.  - ()

triggernetmedia.com – Anggota DPRD Ketapang Antoni Salim meminta Pemerintah Daerah (Pemda) bersama instansi terkait membuat kebijakan-kebijakan guna mengantisipasi dan mencegah masuknya virus korona di Ketapang, yang saat ini menjadi kekhawatiran masyarakat dunia.

“Hal ini mengingat Ketapang merupakan salah satu daerah di Kalbar yang kerap keluar masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) khususnya dari negara Tiongkok, yang kita khawatirkan mungkin saja membawa virus korona yang kini tengah mewabah,” ungkap wakil rakyat Ketapang, Antoni Salim.

“Karena di Ketapang ini banyak TKA dari Tiongkok  yang bekerja pada perusahaan disisi. Apalagi mereka biasanya kan pulang ke China dan datang lagi, ini perlu di antisipasi dan harus dipastikan kondisi mereka steril dari virus korona,” kata Antoni Salim.

Selain itu, sebutnya, di perairan Ketapang ada kapal-kapal besar yang memuat bauksit dari sejumlah perusahaan di Ketapang. seperti Laman Mining, maupun Harita. Apalagi banyak Anak Buah Kapal (ABK) kapalnya berasal dari Tiongkok.

“Ini harus dilakukan pengawasan dan pemeriksaan ekstra pihak terkait guna antisipasi dini agar virus mematikan itu benar-benar steril di Ketapang,” sebut Antoni Salim.

“Dinkes, perhubungan, KSOP dan pihak lain harus serius melihat persoalan ini, baik dengan mengeluarkan kebijakan mengenai pemeriksaan kesehatan atau kebijakan meminta perusahaan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap TKA yang baru masuk khususnya dari Tiongkok, ini sebagai bagian upaya mencegah potensi masuknya virus ke Ketapang,” tegasnya.

Baca juga  Data Nasional Covid-19 2/4/2020, 13 Orang Meninggal, 9 Pasien Sembuh

Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan dan Kerjasama Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Redy menyatakan, pihaknya memang tidak menyediakan ruangan isolasi dan pengukur suhu badan untuk mendeteksi para penumpang yang datang ke Bandara Rahadi Oesman Ketapang.

“Karena kita ini bukan bandara Internasional, hanya saja kami sudah berkoordinasi dengan beberapa bandara internasional yang terkoneksi ke Ketapang. Seperti di Supadio Pontianak, Cengkareng,” ujarnya.

“Bahwa penumpang yang masuk kesana termasuk dengan tujuan ke Ketapang semua sudah diperiksa dengan Termo Scanner,” ujarnya menambahkan.

Meski demikian, sambung Redy, pihaknya berusaha melakukan pencegahan dengan menyiapkan masker untuk dibagikan kepada seluruh penumpang yang datang ke Bandara Rahadi Oesman Ketapang, sambil melakukan koordinasi dengan instansi terkait.

“Koordinasi sudah kita lakukan, nanti akan dilakukan rapat bersama instansi terkait guna melakukan tindakan preventif terhadap persoalan ini, selain itu dari kita sudah menyediakan masker gratis untuk para penumpang sejak kemarin,” jelasnya.

Baca juga  Moeldoko Bikin Ribut di Demokrat, Analis: Mustahil Tak Diketahui Istana

Terkait warga negara asing, khususnya Tiongkok, sebut Redy, diakui memang terpantau banyak yang keluar masuk dan  bekerja pada beberpa perusahaan di Ketapang.

“Namun untuk pengecekan sudah dilakukan di bandara lain sebelum masuk ke Ketapang,” tegas Redy.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Ketapang, Rudi Adriani mengatakan, terkait tenaga kerja asing asal Tiongkok yang bekerja di Ketapang, saat ini jumlahnya cukup besar, yakni lebih dari 1000 orang.

“Sebanyak 996 orang memegang Kitas, tiga orang memegang izin tinggal tetap dan tiga orang memegang izin tinggal kunjungan. Semuanya tersebar dibeberapa perusahaan yang terbanyak di PT WHW dan PT BSM,” katanya.

Rudi menyebut, para pekerja asal tiongkok sejak Januari sudah ada masuk ke Ketapang dan untuk pemeriksaan kesehatan sendiri di beberapa pintu masuk seperti bandara Supadio dan di Cengkareng sudah dilakukan antisipasi deteksi virus korona.

“Justru  yang kita khawatirkan terkait pemeriksaan crew kapal asing tersebut adalah terhadap mereka (WNA Tiongkok) yang sering keluar masuk ke Kendawangan. solusinya saat ini tiap kapal masuk mereka memang harus dilakukan pemeriksaan oleh karantina kesehatan untuk memastikan kondisinya memang steril atau tidak,” tandasnya.

Jhon I Ariz

banner 468x60

Tinggalkan Komentar

Terkini

LHP LKPD Kabupaten Ketapang TA 2020 Raih Opini WTP

LHP LKPD Kabupaten Ketapang TA 2020 Raih Opini WTP

ASN   Headline   Ketapang   Keuangan   Kilas Kalbar   News
Cara Menghitung THR Karyawan Tetap, Ini Rumus dan Contoh Perhitungan

Cara Menghitung THR Karyawan Tetap, Ini Rumus dan Contoh Perhitungan

Artikel   Headline   Tips
Pemkab Landak Fasilitasi Penegasan Batas Desa Sehe Lusur

Pemkab Landak Fasilitasi Penegasan Batas Desa Sehe Lusur

Headline   Kabar Desa   Kilas Kalbar   Landak   News   Pelayanan Puplik   Sorotan
LHP LKPD Pemkot Pontianak 10 Tahun Berturut-turut WTP

LHP LKPD Pemkot Pontianak 10 Tahun Berturut-turut WTP

ASN   Headline   Keuangan   Kilas Kalbar   News   Pelayanan Puplik   Pontianak   Sorotan
Vaksin Moderna 96 Persen Efektif pada Remaja 12 hingga 17 Tahun

Vaksin Moderna 96 Persen Efektif pada Remaja 12 hingga 17 Tahun

Analisis   Headline   Internasional   Kesehatan   News   Sorotan
Di Tengah Pandemi, Penderita Talasemia Harus Waspada pada Risiko Infeksi

Di Tengah Pandemi, Penderita Talasemia Harus Waspada pada Risiko Infeksi

Headline   Kesehatan   Nasional   News
Aset Sitaan Kasus Asabri dan Jiwasraya akan Dilelang, Nilainya Rp 10,5 T

Aset Sitaan Kasus Asabri dan Jiwasraya akan Dilelang, Nilainya Rp 10,5 T

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Komisi VII Minta Tambah Mitra, Begini Kata Pimpinan DPR RI

Komisi VII Minta Tambah Mitra, Begini Kata Pimpinan DPR RI

Energi   Headline   Nasional   News   Parlementaria   Sorotan
Virus Corona Terus Bermutasi, Satgas Khawatir Vaksin dan Tes Tak Efektif

Virus Corona Terus Bermutasi, Satgas Khawatir Vaksin dan Tes Tak Efektif

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Kelewatan! Oknum Perawat Terciduk Jualan Surat Palsu Bebas Covid-19

Kelewatan! Oknum Perawat Terciduk Jualan Surat Palsu Bebas Covid-19

Bisnis   Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com

Close Ads X