banner 120x600 banner 120x600

Sidak Orang Asing Imigrasi Sanggau Temukan 41 WNA di Melawi

banner 120x600
banner 468x60

triggernetmedia.com – Kantor Imigrasi kelas II Sanggau Mengintensifkan pengawasan orang asing (Pora) yang masuk di wilayah Kabupaten Melawi, Selasa (3/9).

Yayasan Sungai Kehidupan Borneo di Desa Manggala, Kecamatan Pinoh Selatan, Kabupaten Melawi jadi tujuan pengecekan pihak imigrasi, yang didampingi Dinas Tenaga Kerja Melawi bersama Camat  Pinoh Selatan dan Kepolisian Resort Melawi.

Yayasan Sungai Kehidupan Borneo menjadi salah satu tujuan kunjungan Orang Asing dari berbagai negara jika bertandang ke Melawi.

“Yayasan tersebut bergerak dibidang sosial dan  pendidikan. Ratusan anak mengenyam sekolah ditempat itu, mulai dari tingkat Sekolah Dasar, SMP bahkan SMA, secara gratis,” ungkap Kasi Penempatan dan perluasan kesempatan Kerja, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Melawi, Agata Hartati.

Agata Hartati mengatakan, adanya inspeksi mendadak yang dilakukan pihak Imigrasi Sanggau yang dipimpin Kasi Wasdakim Imigrasi Sanggau, Juni Munandar bersama Tim Gabungan PORA di Yayasan Sungai Kehidupan Borneo di Desa Manggala, kecamatan Pinoh Selatan dalam rangka pengawasan orang asing.

Baca juga  Kota Pontianak Tuan Rumah Rakor BKOW - GOW se-Kalbar, Bahas Literasi Industri 4.0

“Ini Operasi gabungan Tim Pora. Sidak untuk pencocokan data kunjungan orang asing di Melawi. Baik yang bekerja maupun hanya kunjungan wisata,” jelasnya.

Dari hasil sidak di Yayasan Sungai Kehidupan Borneo itu ditemukan ada sejumlah orang asing yang berasal dari sejumlah negara.

“Setelah dilakukan pengecekan, dokumen paspor, visa kunjungan para orang asing tersebut dinyatakan lengkap,” katanya.

Data perjuli 2019 yang diterima Dinas Tenaga Kerja Melawi, kunjungan Orang Asing di Yayasan Sungai Kehidupan Borneo sebanyak 41 orang. Sejumlah orang asing tersebut berasal dari Negara Belanda, Australia, Belgia, British,New Zealand dan Singapore.

Baca juga  Presiden Jokowi Resmikan Bank Syariah Indonesia Hasil Merger 3 BUMN

“Yang bekerja menetap di Yayasan ada satu orang saja. Sedangkan yang lainnya hanya berkunjung disana, paling 10 hari saja,” kata Agata Hartati.

Dea I Ariz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.