banner 120x600 banner 120x600

Pelatihan Pengolahan Pangan Melalui Teknologi Tepat Guna

banner 120x600
banner 468x60

triggernetmedia.com – Sekretaris Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Landak, Everapat menyatakan sebanyak 20 orang ibu-ibu PKK di Kecamatan Nagabang mengikuti pelatihan pengelolaan hasil peternakan yang diselenggarakan bidang Penyuluhan Penerapan Teknologi Peternakan Tepat Guna di aula DPPKP, pada Kamis (29/8).

“Kegiatan itu menghadirkan narasumber dari Catering Cafe Ceria dan Bidang Peternakan Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, kata Everapat, diharapkan penerapan dan pengolahan teknologi tepat guna dapat memperpanjang masa simpan bahan pangan asal hewan, meningkatkan daya tahan, meningkatkan kualitas, meningkatkan nilai tambah produk serta sebagai sarana diversifikasi produk, khususnya bagi ibu-ibu PKK dan dapat kembali diedukasikan kepada masyarakat di Kabupaten Landak.

“Dengan demikian maka suatu produk bahan pangan asal hewan menjadi lebih memiliki nilai ekonomis lebih setelah mendapatkan sentuhan teknologi pengolahan,” kata Everapat.

Everapat menjelaskan, Pengolahan Produk Hewan menurut UU No. 18 tahun 2009 adalah segala urusan yang berkaitan peternakan, pengolahan, pemasaran yang kesemuanya itu dilaksanakan dapat meningkatkan protein hewani.

“Produk hewan adalah segala macan bahan yang didapatkan dari tubuh hewan, seperti daging, lemak, darah, susu, telur, enzim, dan sebagainya,” jelasnya.

Menurut Everapat, bahwa daging adalah bahan pangan asal hewan sebagai produk hasil peternakan yang bergizi tinggi. Daging, kata dia mengandung zat-zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh manusia seperti protein, lemak, mineral dan vitamin.

Baca juga  Karolin Minta Dukungan DPRD Kalbar Selesaikan Batas Wilayah

“Namun dari sisi lain, daging juga memiliki sifat mudah rusak, sehingga perlu dilakukan cara untuk memperpanjang masa penyimpannya, salah satunya melalui proses pelatihan ini,” kata Everapat.

Sementara itu Kepala Bidang Peternakan Drh. Intan Aryani menegaskan, dipusatkannya kegiatan itu di Kecamatan Ngabang karena produksi daging terbesar saat ini ada di Kabupaten Landak, yakni di Kecamatan Ngabang.

“Dari data yang kita miliki memang produksi daging tertinggi itu ada di Kabupaten Landak, tepatnya di Kecamatan Ngabang. Tetapi tidak menutupi kemungkinan kami akan adakan pelatihan-pelatihan di kecamatan lainnya yang ada di kabupaten Landak ini,” kata Intan.

Dalam kesempatan itu, Intan turut mengedukasi peserta bagaimana melakukan pengolahan hasil peternakan dengan baik, sehingga dapat menambah keragaman pangan.

“Keamanan pangan merupakan persyaratan  utama yang semakin penting. Pangan yang aman, bermutu, bergizi serta ketersediaannya yang cukup merupakan prasarat utama yang harus di penuhi dalam upaya terselenggaranya suatu sistem pangan, yang memberikan perlindungan bagi kepentingan kesehatan serta berperan dalam meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat,” sebut Intan.

Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa mengapresiasi dan sangat mendukung Kegiatan DPPKP khususnya Bidang Peternakan yang telah mengadakan pelatihan pengolahan hasil peternakan kegiatan penyuluhan penerapan teknologi peternakan tepat guna.

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung Bidang Peternakan DPPKP yang telah mengadakan pelatihan pengolahan hasil peternakan kepada Ibu-ibu PKK, ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan keahlian dalam pengolahan hasil peternakan,” ujar Karolin.

Baca juga  Pemkab Landak Berikan Benih Jagung Pada Poktan Binaan

Bupati cantik yang juga mantan anggota DPR RI itu juga berpesan, melalui pelatihan ini diharapkan ibu-ibu PKK dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta melatih kelompok wanita untuk bisa mandiri dalam rangka pengolahan produk hasil peternakan yang dipasarkan kepada masyarakat. Sehingga dapat meningkatkan daya tahan, dan meningkatkan kualitas nilai tambah.

“Dengan demikian menjadi nilai tambah yang ekonomis lebih setelah mendapat sentuhan teknologi pengolahan,”  dengan katanya.

“Berkaitan bagaimana cara mempertahankan serta meningkatkan cita rasa dan mutu gizi melalui berbagai  proses pengolahan sehingga tidak di temukan masalah lagi dalam pengolahan hasil produk hewan, karenanya jangan lewatkan kesempatan ibu-ibu PKK untuk mendapatkan pelatihan yang sangat bermanfaat ini,” Karolin menimpali.

Ariz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.