banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600

Sampaikan Aspirasi, Gerakan Dayak Nasional Akan Temui Jokowi di Istana Negara

banner 120x600
triggernetmedia.com – Gerakan Dayak Nasional (GDN) berencana akan menyampaikan aspirasi kepada Presiden Joko Widodo di Istana Presiden Jakarta pada Kamis (29/8).

Mereka yang akan menyampaikan aspirasi adalah perwakilan dari 5 provinsi di Kalimantan dan juga warga Dayak yang berdomisili di daerah lain.
“Saat ini, untuk rombongan dari GDN Kalbar yang akan berangkat sekitar 78 orang,” ungkap Koordinator DDN Kalbar, Sudarmono Otong, Selasa (27/8).
Sudarmono Otong yang juga Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Melawi itu mengatakan, bahwa GDN Kalbar siap berangkat untuk menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Kepala Negara, Presiden RI Joko Widodo.
Salah satu aspirasi GDN, kata Sudarmono adalah meminta putra putri Dayak diikutsertakan dalam kabinet kerja Jokowi-Ma’aruf Amin.
“Selain itu, GDN juga menyatakan sikap mendukung penuh pemerintahan Jokowi – Ma’aruf Amin untuk lima tahun kedepan serta mendukung pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia ke Pulau Kalimantan,” ujarnya.
“Ini hanya menyampaikan aspirasi dan harapan saja. Intinya ada 7 pernyataan sikap dari kami,” ujarnya menambahkan.
Sementara itu, Koordinator GDN Nicodemus R Toun, mengatakan GDN adalah gerakan yang menghimpun aspirasi Dayak dari seluruh Indonesia, yang dirumuskan dalam tiga bentuk aspirasi.
“Yang pertama adalah menuntut agar putra putri Dayak, diikutsertakan dalam Kabinet Jokowi Ma’ruf Amin. Kedua, menuntut dicabutnya beberapa regulasi yang tidak sesuai lagi dengan kepentingan masyarakat Dayak dan bertentangan dengan masyarakat adat Dayak,” kata Nicodemus.
Selain itu, menurutnya GDN akan menuntut agar Kaharingan diakui menjadi agama Negara.
“Hingga hari ini peserta yang mendaftar dari 5 provinsi berjumlah 200 orang. Biaya ditanggung secara mandiri oleh masing masing peserta,” lanjutnya.
Dalam menyampaikan aspirinya, koordinator jaksi juga meminta semua peserta menggunakan pakaian adat Dayak sesuai dengan sub sukunya.
“Jika tidak ada pakaian adat silahkan menggunakan baju batik Dayak dan Lawung atau ikat kepala kain merah, juga bulu Tingang atau Enggang jika ada. Namun tidak diperkenankan membawa Mandau,” ujar Nicodemus.
Dea I Ariz

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *