banner 120x600 banner 120x600

Hujan, Titik Api Wilayah Ketapang Tersisa 6 Titik

banner 120x600
banner 468x60

triggernetmedia.com – Kepala Kantor BMKG Rahadi Oesman Ketapang, M. Aqil mengatakan, saat ini kondisi cuaca di sebagian wilayah Ketapang terpantau angin dari arah Tenggara 130 derajat dengan kecepatan 7.0 knot atau 3.6 m/s.

“Jarak pandang masih terpantau 10 kilometer,” katanya, Minggu (25/8).

Dia menyebut, untuk sejauh ini aktifitas penerbangan di Bandara Rahadi Osman Ketapang masih terpantau lancar dan normal.

“Jadwal keberangkatan masing-masing maskapai tepat pada waktunya dan tidak ada mengalami keterlambatan atau delay,” ujarnya.

M. Agil menyatakan, untuk prakiraan cuaca jalur penerbangan dua hari kedepan diperkirakan masih aman untuk penerbangan jarak dekat. Seperti rute Ketapang-Pontianak dan sebaliknya.

Sementara itu, sejak Sabtu Malam (24/8) terkadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Kota Ketapang. Hujan juga mengguyur sejumlah wilayah Kecamatan lain di sekitarnya.

Baca juga  Menparekraf Sandiaga Uno: MotoGP Mandalika Berdayakan UMKM

“Kondisi tersebut memberi pengaruh luar biasa terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di bulan Agustus 2019 ini,” ujarnya.

Berikut Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kelas III (BMKG) Rahadi Oesman Ketapang  per 25 Agustus 2019.

Jumlah hotspot tersisa 6 titik di wilayah Ketapang.

Penurunan cukup drastis, sebab sehari sebelumnya BMKG telah merilis ada 44 titik hotspot diwilayah Ketapang, dan mengakibatkan kondisi yang tidak bersahabat di sejumlah wilayah yang terpantau stasiun BMKG.

Saat ini tim penanggulangan Karhutlah di Ketapang masih berupaya mememadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah kecamatan ketapang salah satunya di Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS) Matan hilir Utara (MHU), Kendawangan, Sungai Melayu Rayak dan Tumbang Titi.

Baca juga  Peserta Khitanan Massal PMI Sanggau Tahun ini Makin Ramai

Jhon I Ariz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.