Tiga WNA Asal China Diamankan Imigrasi Ketapang

  • Bagikan
banner 468x60

triggernetmedia.com – Tiga orang Warga Negara Asing (WNA) asal China diamankan Imigrasi Kelas III Non TPI Kabupaten Ketapang, pada Rabu (21/8).

“Pengamanan dilakukan dalam rangka pengecekan sejumlah dokumen izin tinggal,” kata Kepala Kantor Imigrasi Ketapang melalui Kepala Subseksi Pelayanan dan Verifikasi Dokumen Keimigrasian, Dedi, Jum’at (23/8) di Ketapang.

Dedi menjelaskan, ketiga WNA adalah yang diamankan semuanya pria, yakni XG (72), CX (68) dan CH (66).

“Proses awal pengamanan dilakukan oleh petugas Bandara Rahadi Oesman Ketapang berkaitan dengan sejumlah barang bawaan mereka,” katanya.

“Pengamanan pertama oleh pihak bandara terkait barang bawaan yang harus dilengkapi dokumen. Karena mereka WNA tidak bisa berbahasa Indonesia untuk menjelaskan barang itu, maka diarahkan ke Kepolisian,” katanya lagi.

Baca juga  Jokowi Klaim PPKM Mampu Turunkan BOR Secara Nasional

Berdasarkan informasi yang didapat, Dedi menyebut, ketiga WNA tersebut berasal dari PT Batu Alam Pangsuma, di Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS).

Berkaitan hal itu, Imigrasi masih melakukan proses pengumpulan barang keterangan.

Plh Kepala Imigrasi itu menyatakan, berkaitan dengan WNA yang  diarahkan ke imigrasi, sifatnya hanya untuk mengamankan sementara sambil mengumpulkan bahan keterangan terkait izin tinggal. Mengenai barang bawaan WNA, bukan merupakan bagian pengecekan pihaknya.

“Keimigrasian tidak menangani soal barang bawaan mereka, karena itu tugas Kepolisian. Kita hanya mengecek kelengkapan dokumen berupa paspor dan izin tinggalnya,” ujarnya.

Dedi melanjutkan, setelah dilakukan pengecekan kepada tiga WNA, secara keimigrasian mereka memiliki paspor sah dan berlaku serta memiliki izin tinggal datang ke Indonesia.

Baca juga  Anggota DPRD Ketapang Jadi Tersangka Tipikor ADD

“Sementara ini mereka masih diperlakukan untuk pengambilan bahan keterangan dan belum ditetapkan statusnya salah atau tidak. Sebab hal ini juga berkaitan dengan terusan dari Kepolisian,” katanya.

Dedi menegaskan, ketiga orang asing tersebut datang ke Ketapang bukan untuk bekerja, melainkan sebagai calon investor.

“Sebagaimana informasi yang didapat, mereka melihat langsung ke PT Batu Alam Pangsuma yang bergerak dibidang Mineral dan Tambang,” bebernya.

“Makanya bahan yang mereka bawa¬† seperti timah, zirkon, kayu bazaka dan serbuk keratum. Semua dibawa bukan dalam kapasitas besar, namun dibawa dalam kantong plastik untuk bahan uji coba di Jakarta,” jelasnya.

 

Jhon I Ariz

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *