Raksasa Merah-Putih Terbentang di Bukit Kelam

  • Bagikan
banner 468x60
triggernetmedia.com – Pengibaran Bendera Merah Putih dengan bentang 180 x 45 Meter, di bentangkan dilereng Puncak Bukit Kelam, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (18/8) sekitar pukuk 09.30 wib, berjalan lancar.
Bupati Sintang, Jarot Winarno, hadir berbaur dengan masyarakat untuk menyaksikan langsung prosesi pembentangan bendera Merah Putih bersama Ketua DPRD Sintang, Jefray Edward, yang baru pertama kali digelar di Bumi Senentang.
Kegiatan itu diinisiasi langsung oleh Forum Ibu Pertiwi dan Kodim 1205 Sintang. Didukung penuh Pemerintah Kabupaten Sintang dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tahun.
Ari, Sekretaris Forum Peduli Ibu Pertiwi (FPIP) Kabupaten Sintang, menjelaskan bahwa tim yang naik ke atas Bukit Kelam mengibarkan bendera berjumlah 30 orang.
“Mereka berasal dari anggota FPIP, Yonif 642 Kapuas Sintang , Vertical resque Bandung, anggota tim panjat tebing dari Malaysia 1 orang, Brimob Kalbar, Tim mapala Kompas UNiversitas Kapuas, Basarnas, dan Jurnalis,” jelasnya.
Ari mengatakan, keberangkatan Tim Ekspedisi Pembentangan Bendera Merah Putih raksasa dari bawah Kaki Bukit Kelam dilaksanakan sejak hari Kumat(16/8) sekitar pukul 13.00 Wib.
Bendera Merah Putih raksasa tersebut dibawa naik melalui jalur pendakian dengan cara digotong, yang digulung dengan panjang kurang lebih 60 meter.
“Bendera merah-putih raksasa yang digotong oleh tim ekspedisi tersebut sudah berbentuk seperti ular panjang. Semangat perjuangan dengan melintasi medan ekstrim jalan terus, meski tim harus jatuh bangun. Namun tidak mematahkan sedikitpun semangat tim ekspedisi demi membentangkan merah-putih raksasa ini,” ucapnya.
Tim ekspediasi melakukan pendakian dengan memikul bendera raksasa merah-putih ukuran 180 x 45 meter di Bukit Kelam.
Upaya pembentangan bendera merah-putih raksasa di puncak Bukit Kelam berketinggian 1002 mdpl itu ternyata tidak bisa digapai oleh tim ekspedisi dalam waktu yang sudah ditargetkan.
Menurut Ari, hingga malam menyambut HUT ke-74 RI itu, tim ekspedisi baru tiba di lokasi pada tangga keempat. Karena kondisi sudah malam dan medan yang ekstrim, akhirnya tim ekspedisi menutuskan untuk beristirahat di puncak tangga keempat.
“Rencana awal dikibarkan saat 17 Agustus, karena medan yang ekstrim, akhirnya tim Ekpedisi baru bisa mengibarkan pada hari ini,” ujarnya.
Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan pengibaran bendera merah putih di gunung Kelam ini melibatkan berbagai pihak. Ia mengaku senang, kegiatan dapat berjalan dengan lancar.
“Terima Kasih atas dukungan semua pihak. Sukses juga buat Tim Ekpedisi yang sudah menjalankan tugas dengan baik dan membanggakan,” ungkap Jarot penuh haru.
Bupati Sintang, Jarot Winarno saat menggelorakan semangat kemerdekaan di HUT ke-74 RI di Bukit Kelam, Minggu (18/8).
Menurutnya, gunung kelam merupakan ikon kabupaten Sintang sehingga pengibaran bendera raksasa ini diharapkan memiliki daya tarik, terutama masyarakat luar yang belum mengenal gunung kelam.
“Ini akan menjadi perhatian masyarakat luas dan imbasnya juga akan memperkenalkan gunung kelam sebagai ikon wisata kabupaten Sintang,” kata bupati Jarot.
Dea I Aya I Ariz
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *