banner 468x60 banner 468x60

Dibalik Sejarah Menuju Puncak Peradaban RI

Trigger Netmedia - 27 Juli 2019
Dibalik Sejarah Menuju Puncak Peradaban RI
Istana Kadriah terletak tepat di persimpangan sungai Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil dan Sungai Kapuas. (Suara.com/Rahmad Ali) - ()

“Sultan Hamid II  lahir di Pontianak pada 12 Juli 1913. Beliau adalah putra sulung Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie pendiri kasultanan Kadriah Pontianak. Sosok penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia itu wafat di Jakarta, pada 30 Maret 1978″

triggernetmedia.com – Jika Anda tengah berkunjung ke Pontianak, jika menyukai sesuatu yang berkaitan dengan sejarah maka mengunjungi Istana Kadriah harus masuk daftar tempat yang harus didatangi.

Bangunannya terletak di lahan seluas 25 m x 100 m beralamat di Gg. Tj. Raya No.1, Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Tim, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Istana Kadriah berada tepat di persimpangan sungai, yakni Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil dan Sungai Kapuas.

Bertolak tidak lebih dari 5 kilometer dari pusat kota Pontianak, istana yang didirikan pada 23 Oktober tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Al Kadrie ini banyak menyimpan koleksi sejarah yang masih berjejeran rapi.

Salah satunya adalah lembaran transkrip naskah perancangan burung Garuda sebagai simbol bangsa Indonesia.

Rancangan lambang negara ini sendiri disusun dalam dua tahap oleh Sultan Hamid II pada 8 Februari 1950 sebelum akhirnya disetujui oleh Presiden Soekarno melalu PP Nomor 66 tahun 1951.

“Latar belakang gambar yang saya ciptakan pertama mengambil figur burung Garuda memegang perisai Pancasila berubah menjadi figur burung elang rajawali yang dikalungkan perisai Pancasila dan saya namakan burung Rajawali-Garuda Pancasila. Agar prosesi bangsa ini jangan melupakan peradaban bangsanya dari mana dia berasal. Jangan sampai melupakan sejarah puncak-puncak peradabannya seperti pesan paduka yang mulia (Soekarno),” seperti yang tertulis dalam transkrip Sultan Hamid II pada 15 April 1967 dengan perubahan ejaan.

Lantaran itu, Juru Pelihara (Jupel) Istana Kadriah Syarif Kasim Al Kadrie berharap Sultan Hamid II menjadi pahlawan nasional lantaran jasanya telah melukiskan lambang negara.

“Udah sering diajukan menjadi pahlawan nasional dari sejak pak SBY hingga pak Jokowi. Insyaallah kebenaran akan muncul, kita sabar saja,” ujarnya Jumat (26/7).

Syarief bercerita Sultan Hamid II pernah bersekolah di Sekolah Akademi Militer Belanda (Koningklij Militaire Academy) di Breda, Belanda. Dirinya pernah menjadi ajudan istimewa Ratu Wilhelmina Belanda.

“Dulu sebelum kemerdekaan, Sultan Hamid II ini ajudannya ratu Belanda, Bu Helmina. Beliau satu sekolah sama bung Karno di Belanda tapi tidak tahu bagaimana bisa crash begitu,” ujarnya.

 

Filosofi Istana Kadriah

Syarif kembali bercerita, pada waktu pendiriannya, Syarif Abdurrahman Alkadrie menyisiri Sungai Kapuas sepanjang 1100 meter. Dalam penyisiran itu, Syarif Abdurrahman dihadapkan pada tantangan yang diberikan oleh para hantu kuntilanak yang seringkali menghalanginya ketika ia hendak membuka lahan hutan di sepanjang Sungai Kapuas.

Menurut cerita Syarif, dari nama kuntilanak itulah nantinya nama Pontianak berasal. Untuk menentukan lokasi dimana istananya akan dibangun, Syarif Abdurrahman kemudian melepaskan tiga kali tembakan meriam ke udara.

Tiga titik jatuhnya meriam tersebutlah yang saat ini menjadi lokasi pendirian Istana Kadriah, Masjid Jami’ Sultan Abdurrahman serta lokasi pemakaman anggota keluarga Kesultanan Pontianak.

“Pohon yang tadinya dihuni oleh kuntilanak susah di tebang, akhirnya Sultan berdoa agar kuntilanak tersebut dipindahkan. Setelah itu pohon tersebut kini dijadikan tiang masjid,” ujarnya

Sama seperti keraton-keraton Melayu lainnya yang ada di Kalimantan Barat, para pengunjung dapat menemukan beberapa senjata meriam di halaman depan istana ini.

Sementara itu, istana yang didominasi oleh warna kuning, para pengunjung dapat menemukan berbagai foto-foto dan kisah sejarah dari istana Kadriah. Beberapa ruangan pribadi milik keluarga kesultanan juga dibuka untuk umum, walaupun terdapat beberapa larangan ketika pengunjung luar memasukinya.

Mesjid Jami’ Sultan Abdurrahman sendiri terletak sekitar 200 meter dari lokasi istana. Oleh masyarakat sekitar, mesjid ini masih sangat aktif digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan hingga saat ini.

“Jadi filosofinya ketika Sultan duduk di kursi ini, akan menghadap ke masjid. Artinya harus selalu mengingat Tuhan walau pun menjadi penguasa,” ujarnya.

“Di sebelahnya ada makam, artinya saat hidup harus mengingat mati agar bahagia dunia akhirat,” tutupnya.

Banyak yang bisa Anda lihat mengenai sejarah Burung Garuda dan Sultan Hamid II ini di Istana Kadriah.

suara.com

Tinggalkan Komentar

Terkini

KPK Cecar Dedi Mulyadi Soal Aliran Uang Korupsi Banprov Indramayu Ke Sejumlah Pihak

KPK Cecar Dedi Mulyadi Soal Aliran Uang Korupsi Banprov Indramayu Ke Sejumlah Pihak

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Dilaporkan Karena Dugaan Makar, Ini Penjelasan Direktur LBH Bali

Dilaporkan Karena Dugaan Makar, Ini Penjelasan Direktur LBH Bali

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Megawati Cerita Pernah Ingatkan Jokowi Agar Pegang Komando Saat Bencana

Megawati Cerita Pernah Ingatkan Jokowi Agar Pegang Komando Saat Bencana

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Kebakaran Hutan, Ratusan Warga Athena Ngungsi Hindari Asap dan Api

Kebakaran Hutan, Ratusan Warga Athena Ngungsi Hindari Asap dan Api

Headline   Internasional   lingkungan   Maritim   News   Sorotan   Sospolhukam
Banyak Usia Muda Tularkan Covid-19 di Australia, Tapi Sulit Ikut Vaksinasi

Banyak Usia Muda Tularkan Covid-19 di Australia, Tapi Sulit Ikut Vaksinasi

Headline   Health   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Kisah Warga Afghanistan yang Dulu Bantu Pasukan Khusus AS dan Kini Terlunta

Kisah Warga Afghanistan yang Dulu Bantu Pasukan Khusus AS dan Kini Terlunta

Headline   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Tom Daley, Atlet yang Hobi Merajut Beri Hasil Karyanya pada Atlet Malaysia

Tom Daley, Atlet yang Hobi Merajut Beri Hasil Karyanya pada Atlet Malaysia

Headline   Internasional   Kabar Arena   News   Sport
Atlet Australia Rusak Fasilitas Olimpiade Sebelum Tinggalkan Jepang, Panitia Kesal

Atlet Australia Rusak Fasilitas Olimpiade Sebelum Tinggalkan Jepang, Panitia Kesal

Headline   Internasional   Kabar Arena   News   Sorotan   Sport
Bukan untuk Diet, Ini Alasan Mikha Tambayong Betah 6 Tahun Tak Makan Nasi

Bukan untuk Diet, Ini Alasan Mikha Tambayong Betah 6 Tahun Tak Makan Nasi

Fashion   Headline   Infotainment   Lifestyle   Selebritis   Serba-serbi   Trend
Tasya Farasya Pamer OOTD, Penampakan di Sofa Bikin Emosi

Tasya Farasya Pamer OOTD, Penampakan di Sofa Bikin Emosi

Fashion   Headline   Infotainment   Lifestyle   Selebritis   Serba-serbi   Tips   Trend

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com