banner 468x60 banner 468x60

Aktifitas PETI di Desa Tirta Kencana Perlu Solusi

Trigger Netmedia - 24 Juli 2019
Aktifitas PETI di Desa Tirta Kencana Perlu Solusi
Lokasi PETI di Desa Tirta Kencana, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. - ()


triggernetmedia.com – Aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) bukan tanpa alasan dilakukan warga Desa Tirta Kencana di Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang. 

Hal tersebut terdorong karena untuk menopang hidup dan membiaya sekolah anak-anak warga setempat. Apalagi ditengah situasi ekonomi sulit saat ini.

“Sebagian warga Desa Tirta Kencana memang sangat menggantungkan kehidupannya dengan melakukan penambangan emas untuk mengatasi kesulitan ekonomi itu,” ungkap Dominikus Atin, Sekretaris Desa Tirta Kencana belum lama ini.

Kepala Desa Tirta Kencana, Muliady menyatakan, sangat mendukung jika ada solusi dari Pemerintah Daerah atas permasalahan perekonomian yang dihadapi warganya. 
“Tapi dalam hal ini tentunya ada upaya dan langkah terbaik dibicarakan bersama. Kami memperoleh informasi bahwa di Desa Tirta Kencana Tiga Desa akan ada Survey Lokasi PETI oleh pihak Desa, Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang terutama Dinas, Badan dan  Kantor terkait serta Pol PP, dan pihak  Kepolisian serta  TNI,” ungkapnya, Rabu (24/7)
Survei tersebut, kata Muliady, dilakukan untuk melihat kondisi riil dilapangan terkait kegiatan pertambangan oleh masyarakat. Kemudian akan digelar pertemuan di Kantor Camat Bengkayang dengan mengundang para Pemilik alat berat, Pemilik Dompeng dan Pendulang (Pengereke), bersama dengan pihak Pemkab Bengkayang.
“Tujuannya agar bisa melihat dampak lingkungan dan akibat adanya aktivitas pertambangan emas di Desa Tirta Kencana. Apakah Merusak atau tidak? Dan tentunya kedepan akan diberi solusi atau tindakan,” ujar Muliady. 
Saat ini sedikitnya ada sekitar 21 Unit alat berat Exavatora di Desa Tirta Kencana sedang melaksanakan aktivitas tambang. Adapula kegiatan tambang dengan mesin dompeng sebanyak 40 Unit Kemudian dengan mesin gelondong ada 20 Unit yang semuanya ada di lokasi Desa Tirta Kencana.

Penduduk Desa Tirta Kencana terdiri dari 1.015 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 4.000 jiwa yang tersebar di Dusun Tiga Desa, dusun Lamat Payang dan dusun Lara Gunung.
Muliady menyebut, kegiatan yang dilakukan warga desa bahkan ada yang mengambil emas dari bekas tumpukan kegiatan penambangan sebelumnya, yakni era 1960-1980.

“Biasanya tanah di gali oleh alat berat exavator dan emas yang ada dibawah dan dalamnya diambil melalui saringan yang sudah dibuat sedemikian rupa dan dialirkan ke wadah berupa bak penampung yang ada saringan,” jelasnya.

Muliady mengatakan, hasil saringan itu ada emasnya yang setelah kegiatan dilakukan di cuci di dulang (alat penampi emas) akan diketahui berapa banyak emas yang terserap dibahan penyaring, maka itulah yang diambil sebagai hasil tambang emas.

Setelah itu, lanjutnya, eks kegiatan diratakan kembali atau dilakukan reklamasi. Sehingga tbekas lubang galian akan dikembalikan seperti semula yang bisa dipergunakan untuk lahan sawah lagi.
“Seperti yang bisa kita lihat dilapangan, dimana alat berat setelah menggali lubang untul ambil emas setelah itu ditutup dan diratakan kembali dan bisa ditanami padi lagi. Itulah pola penambangan emas yang ada di desa ini. Memang harus kami akui bahwa setiap kegiatan tambang pasti ada dampak oleh karena itu perlu ada solusi,” ujar Muliady.

Pewarta : Nar Editor : Ariz

Tinggalkan Komentar

Terkini

Berenang Tak Hanya Menyehatkan, Namun Tingkatkan Kemampuan Kosakata Anak

Berenang Tak Hanya Menyehatkan, Namun Tingkatkan Kemampuan Kosakata Anak

Artikel   Headline   Lifestyle   Psikologi & Tips   Serba-serbi
Pelaku Modest Fashion Menjamur, Begini Cara Produsen Busana Lokal Bersaing

Pelaku Modest Fashion Menjamur, Begini Cara Produsen Busana Lokal Bersaing

Bisnis   Comunity   Ekonomi   Headline   Lifestyle   News   Sorotan   Trend
Berapa Kali Seprai Harus Dicuci saat Cuaca Panas?

Berapa Kali Seprai Harus Dicuci saat Cuaca Panas?

Artikel   Headline   Serba-serbi   Tips
Efek Dahsyat Penerapan PPKM, Indeks PMI Manufaktur RI Anjlok ke Level 40,1

Efek Dahsyat Penerapan PPKM, Indeks PMI Manufaktur RI Anjlok ke Level 40,1

Bisnis   Ekonomi   Headline   Industri   Keuangan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Pemerintah Targetkan Inklusi Keuangan hingga 90 Persen Tahun 2024

Pemerintah Targetkan Inklusi Keuangan hingga 90 Persen Tahun 2024

Headline   Keuangan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Pemerintah Bebaskan Pajak Sewa Ruko di Pasar dan Mall

Pemerintah Bebaskan Pajak Sewa Ruko di Pasar dan Mall

Bisnis   Ekonomi   Headline   Keuangan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
PNS Kemendikbudristek Wajib Baca Naskah Pancasila pada Rabu dan Jumat, Termasuk Saat WFH

PNS Kemendikbudristek Wajib Baca Naskah Pancasila pada Rabu dan Jumat, Termasuk Saat WFH

ASN   Headline   IT   Nasional   News   Pendidikan   Sorotan   Sospolhukam   Technology
Meluas ke Luar Jawa-Bali, Satgas Minta Daerah-daerah Ini Bersiap Hadapi Lonjakan Covid-19

Meluas ke Luar Jawa-Bali, Satgas Minta Daerah-daerah Ini Bersiap Hadapi Lonjakan Covid-19

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
PPKM Level 4 Diperpanjang, Angka Kematian Covid Indonesia Hari Ini Pecah Rekor 1.598 Jiwa

PPKM Level 4 Diperpanjang, Angka Kematian Covid Indonesia Hari Ini Pecah Rekor 1.598 Jiwa

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Kota Pontianak Masuk Dalam Perpanjangan PPKM Level 4

Kota Pontianak Masuk Dalam Perpanjangan PPKM Level 4

Ekonomi   Headline   Kesehatan   Kilas Kalbar   News   Pelayanan Puplik   Pontianak   Sorotan   Sospolhukam

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com