BPBD Bengkayang optimis Seribu Satgas BNPB tanggulangi Karhutla di Kalbar

Trigger Netmedia - 19 Juli 2019
BPBD Bengkayang optimis Seribu Satgas BNPB tanggulangi Karhutla di Kalbar
Dok - ()

triggernetmedia.com – Dalam dua hari terakhir titik api (hot spot) yang terdeteksi satelit Aqua koordinat 00.86855°-109.16884° yang menunjukkan berada di Desa Mekar Baru, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang.

Di koordinat tersebut, petugas kemudian menemukan lahan seluas 62 hektare terbakar, hingga menyisakan abu. Bahkan beberapa bara api masih terus menyala.

Lahan tersebut merupakan areal perkebunan kelapa sawit milik PT. MAGP dan diketahui warga setempat memang telah lama tidak beraktivitas (vakum).

“Masih mengumpulkan data dan keterangan terkait Karhutla yang terjadi di desa Mekar Baru ini. Kita juga masih kumpulkan seberapa banyak lahan warga yang terdampak karhutlah ini,” kata Kapolsek Monterado, Iptu Rismanto Ginting, Jum’at.

Baca juga  Imbas Pandemi, Air Zamzam Dijual Secara Online Selama Ramadan

“Kami imbau seluruh warga di Kecamatan Monterado waspada, dan tidak membakar hutan atau lahan untuk bercocok tanam. Pada pasal 108 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah dasar hukumnya,” tegas Kapolsek.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bengkayang telah memetakan setidaknya 10 desa berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bengkayang.

Dari 10 desa, wilayah yang rentan terjadi karhutla yakni di Sungai Duri, dan wilayah kecamatan Sungai Raya.

“Karena kondisi lahannya merupakan lahan gambut,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Bengkayang, Yosef.

Baca juga  Telkomsel, Smartfren, dan 3 Indonesia Menang Lelang Frekuensi 5G

Yosef memastikan, meskipun masih terkendala dengan anggaran dalam penanganan bencana karhutla. Pihaknya optimis dalam melakukan penanggulangan karhutla di kabupaten itu.

“Terlebih adanya sinergitas dan komitmen dari pemerintah pusat,” ucapnya.

“Dalam komitmen tersebut BNPB RI akan menerjunkan 1000 personil untuk menangani Karhutla di provinsi Kalbar. Termasuk di kabupaten Bengkayang. Ini sesuai dengan pemetaan daerah lahan gambut rawan karhutla sebanyak 182 desa di Kalbar,” beber Yosef.

Kepala BPBD Bengkayang, Yosef menyatakan, bahwa pada awal Agustus 2019, Satgas penanganan bencana akan diterjunkan untuk emapt bulan kedepannya meliputi TNI-POLRI, dan Manggala Agni.

Pewarta : Nar
Editor : Ariz

Tinggalkan Komentar

Streaming

Close Ads X