BMKG Supadio Pontianak Prakirakan hujan akan turun 20 Juli

  • Bagikan
banner 468x60

triggernetmedia.com – Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Supadio Pontianak, Erika Mardiyanti mengatakan kondisi cuaca di Kalimantan Barat dalam sepekan terakhir di dominasi cuaca tanpa hujan.

“Analisis Stamet BMKG Pontianak terpantau sebagian besar wilayah Kalbar sudah tidak terjadi hujan sejak 12 Juli. Sebagian wilayah di Kabupaten Ketapang bahkan tercatat sudah 28 hari tidak hujan,” ungkapnya, Jum’at.

Menurut Erika, kondisi rendahnya kejadian hujan dalam sepekan terakhir diduga karena adanya Badai Tropis ‘DANAS’ di sekitar Philipina. Akibat badai itu secara tidak langsung massa udara menuju ke Pusat Badai.

“Hujan terkonsentrasi di Philipina, sehingga cuaca di Kalbar dan sekitarnya cenderung hanya cerah hingga berawan” ujarnya.

Pantauan di Stamet BMKG Pontianak, lanjut Erika, Badai Tropis ‘DANAS’ saat ini sudah mulai menjauh dari Philipina, menuju ke Utara, sehingga makin jauh dari Kalbar.
Kondisi itu diprakirakan berdampak tidak langsung pada kondisi cuaca di Kalbar, dimana sebagian massa udara tidak menuju Pusat Badai.

Baca juga  Bripka Budi Arie Tjahyadi Kembali Emban Misi Perdaiaman di Sudan

“Hujan diprakirakan akan segera turun di sebagian besar wilayah Kalbar mulai tanggal 20 Juli,” kata dia.

Wilayah Kalbar, sambung Erika, dalam seminggu terakhir tidak ada hujan, kelembaban udara rendah, dan angin cukup konstan pada siang hari dengan kecepatan 10 sd 30 km/jam. Kondisi itu diduga memicu mudahnya terjadinya Kebakaran hutan/lahan di Kalbar.

“Prakirakan akan segera turun hujan di sebagian besar wilayah Kalbar mudah-mudahan dapat menghilangkan asap dampak karhutla,” harapnya.

Kepala Stamet BMKG Pontianak, Erika Mardiyanti mengimbau warga tidak melaksanakan kegiatan pembakaran Hutan/Lahan. Sebab, curah hujan di Kalbar diprakirakan dalam kategori Rendah pada bulan Juli hingga September 2019 mendatang.

Baca juga  KPPU Sebut Pasokan Obat Terapi Covid-19 Langka, Begini Hasil Penelusurannya

Diprakiran akan terjadi cuaca ekstrem di Kalbar pada 20 Juli. Warga kembali diimbau waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin kencang pada siang hingga sore hari yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang/roboh.

“Kita imbau warga sebaiknya tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat/petir dan berhati-hati ketika berkendara pada cuaca hujan. Kemudian waspada potensi adanya petir yang bisa menimbulkan kerusakan pada peralatan elektronik,” imbau Erika.

“Kita minta warga untuk waspada potensi genangan, banjir maupun longsor, khususnya bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor,” imbau dia lagi.

Pewarta : Ariz

Editor : Ariz

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *