Gelombang Muare Reborn’ Motif Kubu Raya Sarat Makna

Trigger Netmedia - 3 Maret 2019
Gelombang Muare Reborn’ Motif Kubu Raya Sarat Makna
 - ()

[rev_slider alias=”gakjelas”]

KUBU RAYA (triggernetmedia.com) -Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Kubu Raya mengenalkan design kerajinan tangan terbaru dengan motif ‘Gelombang Muare Reborn’.

“Gelombang Muare Reborn ini resmi diperkenalkan pada Malam Grand Final Pemilihan Putra dan Putri Pariwisata Kabupaten Kubu Raya 2019, di Gardenia Resort and Spa Kubu Raya,” kata Ketua Dekranasda Kubu Raya, Rosalina Muda Mahendrawan.

Menurut Rosalina Muda Mahendrawan, motif terbaru itu merupakan modifikasi dari motif Gelombang Muare yang pernah diluncurkan pada tahun 2012.

“Karena itu diberi tambahan ‘reborn’ yang berarti terlahir kembali. Semangat lahir kembali inilah yang akan memberi motivasi dan semangat baru untuk menuju Kubu Raya yang lebih baik lagi,” jelasnya.

Dekranasda Kubu Raya, kata Rosalina, telah meluncurkan beberapa motif khas Kubu Raya. Di antaranya motif Layar Meretas, Gelombang Muare, Kelambu Raje, dan Harmoni Serampai.

Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi lainnya di Kubu Raya diharapkan menggunakan motif-motif khas Kubu Raya antarlain sebagai seragam dinas atau kantor.

“OPD yang menganggarkan belanja baju batik agar dapat membeli motif-motif khas Kubu Raya,” ujarnya.

Baca juga  Selama Pandemi Corona, Anak-anak Korban Prostitusi di Indonesia Kian Banyak

Rosalina memaparkan, motif Gelombang Muare mengacu pada fakta di mana Kubu Raya merupakan wilayah perairan dan beberapa muara sungai.

Presentasi itu, kata dia adalah bagian motif dasar yang berbentuk gelombang dan saling mengisi satu sama lain. Termasuk gambaran bunga Candelia candel SP, dan motif ragam ukir melayu yang terinspirasi dari akar bakau atau mangrove.

“Sedangkan pada bagian kaki terdapat motif kapal layar, benteng, padi dan jagung, serta ukiran melayu yang bermakna semangat kita untuk terus maju dan berlari lebih kencang serta berproses lebih cepat menuju Kubu Raya yang terdepan dan berkualitas,” sebutnya.

Rencana jenis produksi akan meliputi tenun, batik tulis, dan printing dengan kualitas dan harga berbeda-beda.

Namun, Gelombang Muare Reborn, kata Rosalina tidak disebut sebagai motif batik Kubu Raya.

“Kita menyebutnya motif khas Kubu Raya. Karena motif-motif khas ini bisa diaplikasikan dalam bentuk kain batik dan bentuk-bentuk lainnya seperti kerajinan, ornamen gedung, dan sebagainya,” ucapnya.

Menurut Rosalina, kehadiran motif khas Gelombang Muare Reborn menambah inventarisir khazanah seni budaya Kabupaten Kubu Raya, sehingga bisa dikenal oleh masyarakat luas.

Baca juga  Sekira 3.000 Bencana Alam Terjadi Dalam Setahun, Ini Analisis BNPB

Bupati Muda Mahendrawan mengapresiasi atas peluncuran Dekranasda Kubu Raya yang menghasilkan Motif Gelombang Muare Reborn. Motif itu diharapkan bisa dikenal, tidak hanya di Kubu Raya, tapi juga di luar wilayah Kubu Raya.

“Tentu ini adalah kebanggaan bagi Kubu Raya. Motif khas tersebut merupakan identitas daerah dan ada filosinya. Disitu ada jati diri kita warga dan masyarakat Kubu Raya. Jadi kita tetap harus membawa akar budaya daerah yang kita banggakan di Kubu Raya ini,” sebutnya.

Berbagai karya seni hasil produk budaya yang ada, lanjut Muda, merupakan aktualisasi seni budaya yang terinspirasi dari akar budaya dan keberagaman di Kubu Raya.

Aset tersebut menjadi massif dan membumi di masyarakat, sehingga muncul kebanggaan dan rasa memiliki terhadap daerah sendiri.

“Ini positif untuk menggelindingkan promosi Kubu Raya. Termasuk motif khas terbaru, ini adalah sebuah ide dan kreativitas dari anak-anak Kubu Raya. Mudah-mudahan bisa menjadi motif khas yang menjadi kebanggaan dan disosialisasikan ke masyarakat. Mulai aparatur sipil negara sampai masyarakat bisa mengakses dan nantinya menggunakan se

Tinggalkan Komentar

Streaming

Close Ads X