banner 468x60

Setubuhi Anak Kandung, Mr. S Terancam Hukuman Berat

Trigger Netmedia - 14 Januari 2019
Setubuhi Anak Kandung, Mr. S Terancam Hukuman Berat
 - ()

KETAPANG (triggernetmedia.com) – Kepolisian Sektor Sandai, Polres Ketapang meringkus S (37), pada Jum’at (11/1).
S ditangkap Polisi karena perbuatan asusilanya menggagahi korban, SA (13) yang tak lain merupakan anak kandungnya sendiri.

“Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Ketapang. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ungkap Kapolres Ketapang, ABKP Yury Nurhidayat melalui Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto, Senin (14/1).

Terungkapnya kasus tersebut, kata AKP Eko Mardianto, setelah korban menceritakan perbuatan pelaku yang juga merupakan ayah kandungnya kepada tetangga korban.

“Mengerahui hal tersebut, tetangga korban kemudian membawa korban ke Polsek Sandai untuk membuat laporan. Setelah menerima laporan dilakukan visum. Kemudian hasil visum terdapat bekas sobekan di alat vital korban. Anggota kita kemudian mendatangi kediaman korban untuk menangkap pelaku yang pada saat kejadian sedang berada dirumahnya,” jelasnya.

Pelaku S, kata AKP Eko Mardianto, dia diamankan tanpa perlawanan, pada Jum’at lalu sekitar pukul 17.00 WIB.

“Langsung dibawa ke Polres untuk diperiksa lebih lanjut,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan korban (SA), lanjut AKP Eko Mardianto, perbuatan bejat yang dilakukan S itu terjadi pada bulan Novermber 2018.

“Waktu itu korban diajak mencari sayur di belakang SMKN 1 Sandai. Kemudian, disebuah pondok dibelakang sekolahan tersebut, pelaku malah mencium hingga menyetubuhi korban,” bebernya.

Meski korban sempat menolak, lanjut AKP Eko Mardianto, pelaku memaksa dan mengancam akan membunuh korban. Selain itu korban juga diancam agar tidak menceritakan kejadian itu kepada siapapun.

Dari pengakuan korban SA (13), aksi bejat yang dilakukan ayahnya itu baru satu kali dilakukan.

Sementara S, mengaku kalau dirinya melakukan aksi tersebut lantaran tertarik dengan anaknya sendiri. Meski mengakui perbuatannya dan menyesal, S yang telah melakukan asusila terhadap anak kandungnya itu kini terancam hukuman berat.

Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta pelaku dapat dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) jo. Pasal 76D UU 35/2014

“Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara serta denda maksimal 5 miliar,” ujar AKP Eko Mardianto.

Pewarta : Jhon
Editor : Arizbroadcaster

Tinggalkan Komentar

Terkini

Legislatif Setujui Nota Penjelasan Eksekutif Atas Perubahan APBD TA 2021

Legislatif Setujui Nota Penjelasan Eksekutif Atas Perubahan APBD TA 2021

Headline   Keuangan   Kilas Kalbar   News   Parlementaria   Pontianak   Sorotan   Sospolhukam
Audiensi ke Gubernur, PSSI Kalbar Bahas Liga 3 di Tengah Pandemi

Audiensi ke Gubernur, PSSI Kalbar Bahas Liga 3 di Tengah Pandemi

Headline   Kilas Kalbar   News   Pontianak   Sepak Bola   Sport
BEM SI Kalbar Akan Lempar 3 Isu Aktual Pada Rakernas

BEM SI Kalbar Akan Lempar 3 Isu Aktual Pada Rakernas

Headline   Kilas Kalbar   Nasional   News   Pontianak   Sorotan   Sospolhukam
PKK Kota Pontianak Ikutsertakan Empat Kategori Lomba Tingkat Provinsi

PKK Kota Pontianak Ikutsertakan Empat Kategori Lomba Tingkat Provinsi

Headline   Kesra   Kilas Kalbar   News   Pontianak
“Jogging Jumat Pagi” ala Walkot Pontianak Jadi Sumber Inspirasi Menata Kota

“Jogging Jumat Pagi” ala Walkot Pontianak Jadi Sumber Inspirasi Menata Kota

Headline   Kilas Kalbar   lingkungan   News   Pontianak   Sport   Trend
Terima 11 Nama, DPR Klaim Bakal Transparan Seleksi Calon Hakim Agung

Terima 11 Nama, DPR Klaim Bakal Transparan Seleksi Calon Hakim Agung

Headline   Nasional   News   Parlementaria   Sorotan   Sospolhukam
Senyum Krisdayanti usai Dipanggil Fraksi PDIP Akibat Buka Gaji Anggota DPR

Senyum Krisdayanti usai Dipanggil Fraksi PDIP Akibat Buka Gaji Anggota DPR

Headline   Keuangan   Nasional   News   Parlementaria   Sorotan
Pelayanan Kesehatan di Papua Terganggu Pasca Pembunuhan Nakes Oleh KKB

Pelayanan Kesehatan di Papua Terganggu Pasca Pembunuhan Nakes Oleh KKB

Headline   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan   Sospolhukam
Menteri PPPA Sebut Ketimpangan Gender Masih Jadi Masalah di Indonesia

Menteri PPPA Sebut Ketimpangan Gender Masih Jadi Masalah di Indonesia

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Kemnaker Tetap Salurkan Bantuan Subsidi Upah Meski Level PPKM Diturunkan

Kemnaker Tetap Salurkan Bantuan Subsidi Upah Meski Level PPKM Diturunkan

Ekonomi   Headline   Kesra   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com