banner 468x60 banner 468x60

Tak Bayar TBS Petani, PT. WKN ditutup Secara Adat

Trigger Netmedia - 5 Januari 2019
Tak Bayar TBS Petani, PT. WKN ditutup Secara Adat
 - ()

[rev_slider alias=”BKYG2″]

BENGKAYANG (triggernetmedia.com) – Perkebunan Kelapa Sawit PT. Wawasan Kebun Nusantara PMKS Sungai Kumbah, di Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang resmi ditutup secara adat oleh 500 petani, Sabtu (5/1).

Penutupan tersebut dilakukan karena petani merasa dirugikan oleh pihak perusahaan. Bahkan, hampir tiga bulan Tandan Buah Segar (TBS) diakui petani belum dibayarkan.

Sebelumnya, TBS sawit Petani lokal ditolak oleh perusahaan akibat anjloknya harga sawit dunia, sehingga merambah pada perusahaan sawit di daerah, termasuk PT. WKN.

Harga TBS Kelapa Sawit yang semula seharga Rp1.800 mengalami penurunan drastis menjadi Rp850 perkilogramnya.
Sejak itulah PT. WKN tutup dan tidak lagi membeli TBS petani.

Namun, sejak dibuka dan masuknya kembali PKS untuk TBS petani lokal pada 2 November 2018 hingga 3 Januari 2019, buah TBS petani tak kunjung dibayarkan pihak perusahaan hingga sekarang.

Akibatnya, sebanyak 500 petani yang berasal dari tiga Kecamatan, yakni Sanggau Ledo, Kecamatan Seluas dan Kecamatan Jagoi Babang menutup PT. WKN secara adat. Penutupan dilakukan dengan mengembok gerbang kantor, menyusul adanya perjanjian antara keduabelah pihak, yakni Petani dengan Pemilik DO, dan komersil.

Baca juga  Terdampak Pandemi, Gojek PHK 430 Karyawan

Tokoh Masyarakat dari Kecamatan Seluas, Gustian mengatakan, penutupan secara adat Dayak itu dilakukan di areal pabrik dengan cara disegel.

Dikatakan, untuk PKS tidak boleh beroperasi sesuai kesepakatan pada tanggal 2 Januari 2019, sampai pada pembayaran dilakukan.

“Dalam surat keluhan dari masyarakat yang ditandai oleh Marketing TBS Luar Hakki Muttakin yang juga disaksikan oleh Mil Manager, Jan My Father H Silalahi, yang dinyatakan masyarakat meminta kepada pihak WKN untuk membayar TBS yang sudah jatuh tempo kepada pemenang DO dan petani sawit Luar,” ungkap Gustian.

Selain itu, kata Gustian, dalam perjanjian tersebut juga menerangkan apabila PT. WKN mengatur lebih lanjut tentang pembayaran dengan tepat pemegang DO yang menampung TBS luar baru pagar gembok kami buka secara adat kembali.

Tetapi jika tidak ada solusi, lanjut Gustian, sesuai dengan kesepakatan pada pertemuan dengan menagement belum melunasi pembayaran DO yang tertunda maka pabrik tidak boleh di buka dan di tutup pengoprasiannya untuk sementara.

“Jika pembayaran oleh pihak managemen marketing sudah dilakukan maka akan dilakukan pembukaan Pagar secara adat oleh pengurus adat,” ujarnya.

Baca juga  Penjualan Fesyen Indonesia Turun 70%, Ini Upaya Kemnaker

Penutupan secara adat oleh petani lokal kata Gustian, saat ini karena bukan hanya TBS tidak dibayarkan, tetapi juga dikarenakan pihak pemegang SPK angkutan kernel yang juga tidak dibayar, dan juga pemegang SPK lainnya.

“DAD bisa saja membuka pagar adat tersebut, jika kedua belah pihak sudah memenuhi kesepakatan yang mereka buat,” jelas Gustian.

Sementara itu, Asisten Marketing TBS Luar PT. WKN, Ronal mengatakan, tidak dibayarkannya Tandan Buah Segar (TBS) petani itu bukan karena sengaja tidak dibayar, tetapi karena pihaknya juga belum mendapat bayaran dari pihak perusahaan (pusat).

“Hal lain yaitu CPO masih dalam posisi ditempat penampungan, dan tidak bisa keluar akibat pengaruh ekonomi global,” kata Ronal.

Jika belum ada pembayaran TBS oleh pihak PT. WKN terhadap petani itu, konsekuensinya adalah pabrik akan tetap di gembok, dan gembok di pegang ketua RT Desa Pregres kec. Seluas, Kabupaten Bengkayang.

Turut hadir dalam pengamanan, SSK Sabara Polres Bengkayang yang di pimpin Wakapolres Bengkayang Kompol H.Dwi Sulistiono, SSK Polsek Seluas, SSK Polsek Jagoi Babang, dan dua personel Koramil Seluas.

Pewarta : Doe
Editor : Dhesta

banner 468x60

Tinggalkan Komentar

Terkini

Bukber dengan Menteri Sandiaga Uno, Wali Kota Pontianak Beberkan Sejumlah Potensi Wisata

Bukber dengan Menteri Sandiaga Uno, Wali Kota Pontianak Beberkan Sejumlah Potensi Wisata

Headline   Kilas Kalbar   Nasional   News   Pesona Nusantara
Satgas Covid-19 Sebut Kasus Virus Corona Naik Hingga 14 Persen

Satgas Covid-19 Sebut Kasus Virus Corona Naik Hingga 14 Persen

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan
Kepala BNPB Minta Ceramah Ramadhan Sisipkan Materi Covid-19

Kepala BNPB Minta Ceramah Ramadhan Sisipkan Materi Covid-19

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Mendagri Minta SDM Asal Papua Tak Melulu Diarahkan Jadi Pegawai Negeri

Mendagri Minta SDM Asal Papua Tak Melulu Diarahkan Jadi Pegawai Negeri

ASN   Headline   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan   Sospolhukam
Kurangi Emisi, Pemerintah Targetkan Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan 2035

Kurangi Emisi, Pemerintah Targetkan Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan 2035

Energi   Headline   Nasional   News   Technology
Menristek Sebut Lima Prioritas Riset Nasional Energi Baru dan Terbarukan

Menristek Sebut Lima Prioritas Riset Nasional Energi Baru dan Terbarukan

Energi   Headline   Nasional   News   Sorotan   Technology
Harga Mati UEFA: Main di ESL, Pemain Tak Boleh Tampil di Piala Dunia 2022

Harga Mati UEFA: Main di ESL, Pemain Tak Boleh Tampil di Piala Dunia 2022

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sorotan   Sport   Superliga
Ikuti Jejak Yamaha dan Honda, Suzuki Perpanjang Kontrak di MotoGP

Ikuti Jejak Yamaha dan Honda, Suzuki Perpanjang Kontrak di MotoGP

Headline   Internasional   Kabar Arena   News   Otomotif   Sport
Lima Wanita Dibunuh dalam Seminggu, PM Swedia Ingatkan Femicide Meningkat

Lima Wanita Dibunuh dalam Seminggu, PM Swedia Ingatkan Femicide Meningkat

Headline   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Terungkap, Rahasia Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Berusia 4000 Tahun

Terungkap, Rahasia Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Berusia 4000 Tahun

Headline   Internasional   Maritim   News   Serba-serbi   Sorotan

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com

Close Ads X