banner 468x60 banner 468x60

Angin Kencang, Pesisir Kalbar Terdampak Banjir Rob

Trigger Netmedia - 29 Desember 2018
Angin Kencang, Pesisir Kalbar Terdampak Banjir Rob
 - ()

PONTIANAK (triggernetmedia.com) – Angin kencang berdurasi singkat dan hujan intensitas sedang – lebat diperkirakan masih terjadi di pesisir Kalimantan Barat.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah Kalbar pada Sabtu (29/12), Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Mempawah, Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Kayong Utara hingga Kabupaten Ketapang, terdeteksi angin kencang terjadi sejak pukul 12.00 WIB sebagai berikut :

Staklim BMKG Mempawah mencatat kecepatan angin 45 km/jam.

Staklim Maritim Kota Pontianak mencatat kecepatan angin 26 knot sekitar 47 km/jam.

Staklim Supadio Pontianak mencatat kecepatan angin 30 knot sekitar 54 km/jam.

Kepala Staklim BMKG Mempawah, Wandayantolis mengatakan angin kencang terjadi di pesisir Kalbar terjadi sejak pukul 11.30 WIB.

“Berdasarkan penginderaan citra radar cuaca, angin kencang dan hujan ini meluas di Kabupaten Sambas, Kabupaten Landak, Kabupatrn Sanggau, hingga Kabupatrn Sekadau,” jelasnya.

Sementara, data pasang surut yang dipantau di Muara Sungai Kapuas Kecil pada AWS Stasiun Meteorologi Maritim Kota Pontianak menunjukkan terjadinya peningkatan tinggi air yang signifikan sejak pukul 11.20 WIB.

Baca juga  Satgas Sebut Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Perkembangan Kasus Covid-19

“Hingga puncaknya pada jam 12.40 – 12.50 WIB yaitu 2,8 meter. Pada jam 11.10 WIB pola pasang menunjukkan mulai turun menjadi 2.2 meter,” kata Wandayantolis.

Catatan curah hujan hari ini, kata Wandayantolis terdata sejal jam 07.00 – 13.00 WIB. Menurutnya secara umum tidak signifikan.

“Curah hujan di Staklim Mempawah sebesar 9 mm, termasuk hujan ringan. Di Stasiun Meteorologi Maritim Kota Pontianak 7 mm termasuk hujan ringan, dan Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak 4 mm termasuk hujan ringan,” jelasnya.

Berdasarkan data-data tersebut di atas Pihak BMKG secara umum menyimpulkan pemicu tingginya pasang yang terjadi di Kota Pontianak dan sekitarnya disebabkan terbawanya air laut menuju darat oleh angin kencang.

Hingga tanggal 1 Januari 2019 diprakirakan masih ada potensi hujan sedang – lebat yang disertai angin kencang berdurasi singkat di Pesisir Kalimantan Barat.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai UPT BMKG di Wilayah Kalbar, sebut Wandayantolis, bahwa tinggi gelombang di Perairan Kalbar diprakirakan juga akan cukup tinggi hingga 2,5 meter yaitu di seluruh Perairan Kalimantan Barat.

Baca juga  Bahasa Melayu Pontianak Ditetapkan sebagai WBTB

” Potensi gelombang tinggi hingga 4,0 meter berpotensi terjadi di Laut Natuna Utara – Perairan Kep. Natuna. Potensi cuaca ekstrem hingga beberapa hari ke depan ini dipicu oleh pertemuan massa udara di Kalimantan Barat serta adanya Pusat tekanan rendah yang simetris di Belahan Bumi Utara yaitu di Laut Cina selatan dan di Belahan Bumi Selatan yaitu di Samudra Hindia,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, pasang air laut diprakirakan sudah mulai menurun. Pasang maksimum terjadi pada tanggal 24 – 27 Desember 2018.

Namun, seiring diprakirakan masih adanya potensi hujan sedang – lebat di pesisir Kalbar, maka perlu diwaspadai potensi akan terjadinya genangan di pesisir Kalimantan Barat.

“Bagi para nelayan tradisional khususnya, perlu diwaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang lebih dari 1,25 meter. Ini data yang kita himpun dan untuk dapat diketahui masyarakat, sekaligus peringatan dini BMKG,” kata Wandayantolis.

Pewarta : Arizbroadcaster
Editor : Arizbroadcaster

banner 468x60

Tinggalkan Komentar

Terkini

Bukber dengan Menteri Sandiaga Uno, Wali Kota Pontianak Beberkan Sejumlah Potensi Wisata

Bukber dengan Menteri Sandiaga Uno, Wali Kota Pontianak Beberkan Sejumlah Potensi Wisata

Headline   Kilas Kalbar   Nasional   News   Pesona Nusantara
Satgas Covid-19 Sebut Kasus Virus Corona Naik Hingga 14 Persen

Satgas Covid-19 Sebut Kasus Virus Corona Naik Hingga 14 Persen

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan
Kepala BNPB Minta Ceramah Ramadhan Sisipkan Materi Covid-19

Kepala BNPB Minta Ceramah Ramadhan Sisipkan Materi Covid-19

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Mendagri Minta SDM Asal Papua Tak Melulu Diarahkan Jadi Pegawai Negeri

Mendagri Minta SDM Asal Papua Tak Melulu Diarahkan Jadi Pegawai Negeri

ASN   Headline   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan   Sospolhukam
Kurangi Emisi, Pemerintah Targetkan Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan 2035

Kurangi Emisi, Pemerintah Targetkan Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan 2035

Energi   Headline   Nasional   News   Technology
Menristek Sebut Lima Prioritas Riset Nasional Energi Baru dan Terbarukan

Menristek Sebut Lima Prioritas Riset Nasional Energi Baru dan Terbarukan

Energi   Headline   Nasional   News   Sorotan   Technology
Harga Mati UEFA: Main di ESL, Pemain Tak Boleh Tampil di Piala Dunia 2022

Harga Mati UEFA: Main di ESL, Pemain Tak Boleh Tampil di Piala Dunia 2022

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sorotan   Sport   Superliga
Ikuti Jejak Yamaha dan Honda, Suzuki Perpanjang Kontrak di MotoGP

Ikuti Jejak Yamaha dan Honda, Suzuki Perpanjang Kontrak di MotoGP

Headline   Internasional   Kabar Arena   News   Otomotif   Sport
Lima Wanita Dibunuh dalam Seminggu, PM Swedia Ingatkan Femicide Meningkat

Lima Wanita Dibunuh dalam Seminggu, PM Swedia Ingatkan Femicide Meningkat

Headline   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Terungkap, Rahasia Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Berusia 4000 Tahun

Terungkap, Rahasia Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Berusia 4000 Tahun

Headline   Internasional   Maritim   News   Serba-serbi   Sorotan

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com

Close Ads X